
" Selamat siang tuan Sultan, tuan Lewis dan selamat siang untuk anda juga tuan Nico "
Mcallister memasuki ruangan bersama dengan seorang wanita yang cantik dan seksi disampingnya.
" Siang Mcallister " Ucap Nico menjawab sapaan pria yang cukup sering berhubungan dengan nya, sementara Sultan dan Lewis tetap fokus ke layar laptopnya.
" Saya membawa kandidat sekertaris yang saya pernah ajukan beberapa waktu yang lalu tuan "
" Siapa namamu nona ?" Nico mempersilahkan mereka untuk duduk di sofa sedikit jauh dari meja dimana Sultan dan Lewis berada.
" Saya Sofia tuan " Jawabnya menggunakan suara sensual nya.
Sofia dibuat kagum melihat bentuk tubuh pria besar dihadapan nya ini, matanya mengedar memandangi setiap inchi tubuh Nico. Seketika pikiran nya melayang membayangkan dirinya berada dibawah Kungkungan pria itu, Sofia menelan salivanya dengan hati-hati.
" Apa anda menjadi sekertaris di pekerjaan anda sebelumnya nona?"
Pertanyaan Nico membuat lamunannya buyar seketika.
" Ah...Iya tuan, saya telah menjabat sebagai seorang sekertaris semenjak saya lulus kuliah tuan "
" Bagaimana menurut anda tuan Nico, apa dia layak untuk menggantikan posisi Ruby?"
Entah kenapa tetapi Nico merasa senyuman jahil tersungging diwajah Mcallister, pria itu bahkan mengedipkan sebelah matanya.
" Gimana Nic ?" Sultan berjalan menghampiri mereka diikuti oleh Lewis.
Andai saja saat ini Sofia sedang berada diluar ruangan, sudah pasti wanita ini akan menjerit melihat penampilan dua orang yang sedang berjalan kearah mereka.
Seketika pikiran nakalnya timbul, akan sangat menyenangkan menjadi pemuas kebutuhan mereka batinnya. Pasti dia akan hidup bergelimang harta, dan status nya pun akan naik pesat. Wanita sexy itu kembali menelan salivanya dan sekarang dia menelannya dengan susah payah.
BRAK!
Suara pintu mengejutkan dirinya dan semua orang yang ada disana.
" Hai dad .."
" Hai papi..."
Dua orang remaja tanggung berhamburan kedalam pelukan Sultan dan Lewis.
" Hi uncle Nic " Masih dalam pelukan Sultan.
" Hei...sapa uncle mu ini dengan benar " Pinta Nico.
Aiden langsung melepaskan pelukannya dari sang ayah lalu melompat kan dirinya ke tubuh besar Nico yang telah berdiri dari duduknya.
__ADS_1
" Kau harus mulai berolahraga boy, agar tumbuh mu bisa seperti uncle " Kekeh Nico. Aiden melepaskan tubuh nya dari pangkuan paman besarnya.
Sementara wajah dua orang yang masih duduk di sofa terlihat pucat, mereka masih mencoba untuk mencerna kata-kata dan adegan yang sedang terjadi didepan mereka.
*Dad?? Papi..?? Uncle??? Ya Tuhan siapa mereka sebenarnya?? - Mcallister
Owh astaga semoga mereka tidak mengenaliku - Sofia*
" Kenapa kalian datang terlambat hhmmm??" Tanya Lewis. Pria ini menggiring dua bocah remaja ke meja kerja dirinya dan Sultan.
" Biarkan uncle Nic dan daddy mu menyelesaikan pekerjaan, papi akan memperlihatkan sesuatu kepada kalian " Lewis memainkan alis matanya.
" Wait dad.." Aiden kembali mendekati sang ayah.
" Aku tadi bertemu dengan seorang pria di lift " Aiden menghela nafasnya sejenak.
" Wait what?? Kamu menggunakan lift umum?" Sultan mengerutkan keningnya.
" I know....I know...Kami telah melakukan kesalahan karena itu dan kami juga minta maaf dad "
" Tapi intinya, tadi aku bertemu dengan seorang pria dan wanita sexy didalam lift " Lanjutnya.
" Dia mengaku sebagai HR manager di perusahaan ini dan dia bilang jika dia akan memastikan bahwa kami tidak akan bisa bertemu dengan mu karena dia juga bilang kalau Daddy dan papi akan lebih tertarik untuk bertemu dengan mereka " Lanjutnya lagi.
" Ada lagi yang ingin kau sampaikan boy ?" Seketika intonasi suara Nico berubah, pria itu terlihat mengepalkan tangannya.
Dua bocah itu melakukan tos bersama sebelum mereka kembali menduduki kursi yang ada didekat Lewis.
Sultan beranjak dari posisi nya saat itu, dia meninggalkan sofa untuk kembali menduduki kebesarannya.
" Bereskan mereka Nic, aku tidak mau ada benalu di perusahaan ku ini " Ucapnya datar.
" Tuan...Ini sebuah kesalahpahaman, aku bisa menjelaskan nya tuan " Mcallister mencoba untuk meyakinkan semua orang yang ada di ruangan itu.
" Silahkan keluar dari ruangan ini secara baik-baik Mcallister, sebelum aku melakukan nya dengan cara yang lain "
" Dan mulai hari ini kamu dipecat!" Lanjut Nico
" Dan anda nona, lupakan impian mu untuk menjadi sekertaris di manapun anda akan melamar pekerjaan "
.
.
" Ini gara-gara kamu alister!"
__ADS_1
" Apa maksudmu Sofia?!"
" Andaikan saja kamu bisa sedikit bersikap baik kepada orang lain, ini semua tidak akan terjadi!"
" Apa kau akan menyalahkan aku sekarang hah??!"
Saat ini mereka telah berada di ruangan Mcallister yang sebentar lagi akan mereka kosong kan.
" Ingat Sofia jika bukan karena tubuhmu kau tidak akan pernah bisa menjadi sekertaris di manapun! Dan aku lah yang selalu menolong mu!"
Kita tinggalkan saja pertengkaran antara dua insan yang memang pada dasarnya tidak punya niat baik sejak awal, dan katakanlah sekarang ini mereka telah menelan pil pahit dari perilaku buruk mereka selama ini.
Kembali ke ruangan besar dimana Aiden dan Keenan saat ini berada.
Joe memasuki ruangan dengan berbagai macam alat ciptaannya dibantu oleh dua orang asisten nya.
" Whoaaaa ...Ini keren banget dad!" Bola mata Aiden membulat sempurna saat melihat betapa canggih nya alat yang diciptakan oleh pegawai terbaik sang ayah.
" Apa anda sudah siap tuan-tuan??"
" More than ready Joe " Jawab Sultan.
Dua asisten tadi mulai memakai kan beberapa alat ditubuh mereka, kini mereka terlihat seperti seseorang pemain film virtual dengan alat yang mereka pakai.
" Oke tuan-tuan, kita akan mulai sekarang " Joe mulai menekan tombol-tombol di keyboard nya, dia juga memerhatikan layar monitor nya untuk mengawasi pergerakan Aiden, Keenan, Sultan serta Lewis.
Nic memutuskan untuk menjadi penonton saja, dia merasa itu bukan dirinya jika hanya bertarung di dunia virtual saja. Pria besar itu memutuskan untuk menghubungi seseorang yang masih ada di jajaran pimpinan di perusahaan itu untuk membereskan masalah yang baru saja terjadi.
" Aku tidak mau ada kesalahan kali ini, lakukan asesmen terhadap semua karyawan perusahaan mulai hari ini hingga seminggu kedepan " Titahnya pada seseorang diseberang sana.
" Pastikan tidak ada benalu-benalu seperti Mcallister lagi " Titahnya lagi.
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Happy reading 🤗
See you all tomorrow 😘
__ADS_1
Othor mau mamingan dulu sama kangsuami, betewe maming ujan gini enaknya ngapain yah?? 😁😁😁✌️