Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Siapa Kamu Sebenarnya?


__ADS_3

Dua puluh hari Lewis pulang pergi ke apartemen nya, pria itu hampir saja putus asa karena tidak juga mendapati sosok gadis itu kembali kesana.


Apa waktu itu aku salah lihat yah..


Tapi aku yakin gadis itu tinggal disini, Martin bahkan berhasil menyelidiki nya...


" Aaaahh... Brengsek! Kenapa aku tiba-tiba sebodoh ini..!" Lewis memukul dinding apartemen yang bersebelahan langsung dengan dinding apartemen Lexy.


Tiba-tiba suara bel pintu berbunyi, Lewis mengerutkan keningnya pasalnya dia sudah menyuruh Martin untuk pulang tadi.


Tanpa melihat layar monitor nya terlebih dahulu, Lewis membuka pintu kamar nya langsung karena orang dibalik pintu terus saja memencet bel nya.


" He...!" Lewis tidak bisa meneruskan kalimatnya saat di menyadari sosok yang berdiri dihadapannya.


" Bisa gak Lo gak ganggu tidur gue?? Brisik banget sih..!" Lexy langsung membalikkan badannya dan meninggalkan Lewis yang masih berdiri mematung disana dengan keadaan mulut sedikit terbuka.


BRAK!!


Lewis kembali tersadar saat gadis itu menutup pintunya kasar.


" Tunggu!! " Lewis memencet bel pintu apartemen Lexy


" Apa..??!" Lexy berbicara melalui layar intercom


" Aku ingin bicara padamu...!"


" Gue mau tidur! Jangan ganggu gue...!" Lexy mematikan layar intercom nya dan itu akan otomatis mematikan suara bel pintu apartemen nya. Dia lalu kembali menerjang bantal guling nya diranjang dan kembali tertidur pulas.


Beberapa hari terakhir di timur tengah begitu melelahkan baginya, dia bahkan tidak tidur sama sekali selama dua hari dua malam karena harus menangkap basah orang yang telah menggelapkan uang milik Athalah Corp disana.


Lewis terpaksa harus kembali menelan pil kekecewaan karena tidak juga bisa berbicara dengan gadis itu, tetapi hatinya senang karena akhirnya Lexy kembali.


Lewis memutuskan untuk menunggu Lexy terbangun, dia meminta kepada sekertaris nya untuk mengosongkan jadwal kerjanya esok hari lalu memberi tahu Martin untuk tidak menjemput nya. Dia akan libur besok.


Dan tidak mau lagi melewatkan kesempatan, takutnya gadis itu kembali menghilang maka Lewis memutuskan untuk bergadang dan menajamkan pendengarannya.


Satu jam, dua jam dan tiga jam kemudian pria itu masih bisa menahan kantuknya, dia bahkan sudah menghabiskan beberapa gelas kopi hitam untuk membantunya tetap terjaga. Hingga tanpa dia sadari akhirnya diapun terlelap masuk jauh ke alam bawah sadarnya.


Lewis terhenyak dari tidurnya saat telinga nya samar-samar mendengar suara teriakan memanggil namanya, dan matanya membulat seketika saat dia menyadari kepulan asap telah memenuhi ruangan apartemen miliknya.


" Sial! Aku lupa matiin mesin penyaringan kopi "


Lewis berusaha untuk beranjak dari sofa nya, tetapi tiba-tiba


Dor!


BRAK !


Pintu kamarnya terbuka seketika setelah Lexy menendang nya dari arah luar.

__ADS_1


" Lo gila yah! "


Lexy menghidupkan alat penyedot asap dari ruangan itu


" Lo mau bikin kita semua mati hah !??" Lexy menunjuk muka Lewis dengan pistol yang masih dipegangnya. Sontak pria itu langsung mengangkat kedua tangannya.


" A...Aku lupa mematikan mesin penyaringan kopi ku " Lewis bergegas menuju tempat dimana mesin penyaringan kopi nya berada dan berniat untuk mencabut kabelnya.


Beruntung tadi malam dia mengisi tangki air mesin itu hingga penuh, jika tidak mungkin mesin itu akan meledak dan membakar dirinya seketika.


" Hei! Lo mau cari mati apa..!" Lexy segera menghentikan niat Lewis untuk mencabut kabel yang sudah terlihat sedikit meleleh.


Lexy membuka sebuah kotak dan mematikan daya listrik diruangan itu, lalu dia mencabut kabel mesin penyaringan kopi yang sudah tidak berbentuk itu dan kembali menyalakan daya listrik nya.


Lima menit kemudian ruangan Lewis sudah terbebas dari asap, sementara diluar para penghuni apartemen lain masih terlihat begitu syok, dan para petugas keamanan telah meminta mereka untuk kembali ke ruangan nya masing-masing. Mereka mengira telah terjadi kebakaran hebat diruangan apartemen milik tetangga nya itu.


" Apa yang ada di otakmu itu hah?!"


" Ma...Maafkan aku.." Lewis melihat senjata yang masih dipegang oleh Lexy dengan sudut matanya.


" Brengsek! gue sampe lupa..." Lexy memasukkan pistol milik nya ke belakang celana tidur nya.


Saking terkejutnya tadi, dia keluar kamar dengan masih mengenakan pakaian tidur nya. Celana longgar dan tanktop tanpa mengenakan bra.


" Lex! "


Tiger, Luc dan Nico menghampiri Lexy, mereka sedang dalam perjalanan menuju apartemen Lexy saat petugas keamanan gedung memberi tahu kejadian itu.


"Lo gak apa-apa kan?" Nico memeriksa kondisi tubuh sahabat nya itu.


" Gue gak apa-apa!" Lexy mengangkat tangan nya mencegah Nico untuk meneruskan aksinya.


" Cowok cantik ini udah gangguin tidur gue dari semalem! " Lexy meninggalkan mereka disana bersama Lewis yang masih dalam keadaan syok.


" Whoaaa...Anda sudah menghancurkan mood nya tuan " Kekeh Tiger


" Anda tidak apa-apa tuan Lewis?" Nico mengalihkan pandangannya.


" Kau...Kalian tau siapa aku !?" Ini namanya lagi syok langsung kesetrum.


" Kami tahu siapa anda tuan Lewis, dan percayalah sahabat kami Lexy pun tahu semuanya tentang anda " Nico menepuk bahu Lewis, menyadarkan dia dari keterkejutannya.


" Dia tahu aku tinggal disini?"


" Dia bahkan tahu ketika anda meminta pengawal pribadi anda untuk menanyakan tentang dirinya kepada petugas keamanan didepan sana " Kekeh Luc


" Anda tenangkan diri anda tuan Lewis, kami harus membawa pergi sahabat kami hari ini "


Nico menghela nafasnya

__ADS_1


" Mungkin besok pagi kami baru akan mengantarkan nya kembali " Nico kembali menepuk pundak Lewis dan meninggalkan nya disana diikuti oleh Tiger dan Lucas.


" Oia... Aku sudah meminta Martin untuk datang kemari, sebentar lagi dia akan sampai " Ujar Tiger sebelum dia meninggalkan ruangan itu.


Siapa kamu sebenarnya Lexy....


Sebenarnya Lewis sudah berusaha untuk mencari tahu tentang Lexy dari beberapa sumber, tetapi identitas gadis itu tidak pernah benar-benar dia ketahui dengan jelas.


Dia pernah bertemu dengan seseorang yang mengaku pernah berurusan dengan gadis itu, dia bahkan menceritakan urusan apa dia dengan Lexy saat itu. Lexy menghajarnya habis-habisan karena pria itu telah berani menyentuh bokong Lexy dengan kurang ajarnya saat Lexy mampir disebuah bar pada malam saat kejadian.


Tetapi untuk mengetahui siapa jelasnya Lexy sampai sekarang Lewis belum juga mengetahui nya.


Dan siapa mereka itu? Mengapa mereka terus berada dekat dengannya? Dan apa pria besar itu bilang tadi? Apa dia yang Martin maksud waktu itu?


Tak lama kedatangan Martin membuyarkan lamunannya.


" Anda tidak apa-apa tuan?"


" Martin, apa teman mu itu pria bertubuh tinggi besar dengan otot kekar dan tato jangkar di lengan kanannya?"


" Iya tuan, Tiger menghubungi saya tadi "


" Jadi...Lexy "


" Nona Lexy adalah salah satu pengawal pribadi tuan Sultan tuan " Martin menghela nafasnya


" Dan ketiga pria yang selalu menemani nya juga sama-sama pengawal pribadi tuan Sultan.


" Jadi...."


Seketika Lewis mengingat peristiwa dengan Michelle dan Henrieta ibu tiri nya.


" Sultan menugaskan Lexy untuk mengawal ku saat itu Martin?"


" Lebih tepatnya tuan Javier tuan..."


Lewis semakin tidak mengerti dengan semua ini.


Apa sebenarnya hubungan mereka dengan semua ini??


.


.


.


Hai kakak-kakak, aku ada revisi di episode Pertemuan Besar 2.


Maaf ada kesalahan ketik disana...tolong dibaca ulang yah biar gak gagal paham dengan episode yang ini 😁😁😁✌️✌️✌️✌️

__ADS_1


Happy reading 🤗


__ADS_2