
" Selamat datang di negara kami tuan Sultan, nona Shakira " Seorang pria berperawakan tinggi besar dengan pakaian jubah putih dan sorban menyambut kedatangan mereka di bandara, sementara para pengawal berjejer ikut menyambut kedatangan mereka.
" Terimakasih tuan Jafar " Sultan menyambut jabatan tangannya sementara Shakira menganggukkan kepalanya pelan.
Mereka dijemput oleh sebuah mobil Limosin berwarna putih dengan pengawalan ketat dari para pengawal dan pihak petugas keamanan kota itu menuju ke istana Pangeran Maleeq Asharq.
Sesampainya disana mereka langsung disambut hangat oleh sang pangeran diruang pribadinya. Shakira sangat takjub dengan kemegahan dekorasi indah ruangan istana tersebut dimana ukiran khas negara itu menghiasi dinding-dinding dan pilar-pilar besar yang menjulang tinggi disana, juga hamparan permadani berwarna merah keemasan yang melengkapi kemegahan ruangan itu.
" Bagaimana kabar ayahmu nak?" Maleeq mempersilahkan keduanya untuk duduk.
" Papa sehat pangeran, beliau menitipkan salamnya untuk anda " Jawab Sultan ramah, pria itu sangat mengagumi dan menghormati pangeran yang disegani di seluruh negeri itu.
" Kau membawa seorang gadis bersamamu?" Maleeq menyadari kehadiran Sultan yang kali ini tidak lagi didampingi oleh Jav.
" Ini Shakira pangeran, dia adalah asisten pribadi ku "
" Jav yang mengajarinya? " Maleeq mempersilahkan keduanya untuk menikmati jamuan minum teh yang disajikan oleh para pelayan nya
" Iya pangeran " Sultan tersenyum bangga
" Jika seperti itu, aku tak akan meragukan kemampuannya " Maleeq memberikan senyuman hormat kepada wanita itu.
Merekapun terhanyut dalam sebuah pembicaraan serius berkenaan dengan kelangsungan bisnis mereka. Maleeq mempunyai perusahaan kilang minyak yang memasok bahan bakar hingga hampir keseluruhan bagian benua juga banyak tambang emas dan batu mulia.
Perusahaan mereka telah lama sekali menjalin kerjasama mulai dari kakek-kakek nya dulu. Dan keluarga istana sudah sangat mengetahui integritas Athalah Corp yang tidak diragukan oleh mereka sedikitpun.
" Sebuah perusahaan baru dari negaramu telah menghubungi Jafar untuk pengajuan kerjasama, tapi dia telah menolaknya " Pangeran tergelak mengingat reaksi Jafar saat seseorang dari perusahaan itu berusaha membujuknya dengan menghadirkan wanita-wanita penghibur.
Ini pasti ulah Gerry...
Sultan tersenyum, dia mencurigai siapa yang telah berani melakukan hal nekat seperti itu, sementara Shakira dari tadi terlihat lebih pendiam dari biasanya.
Selesai pertemuan, mereka di jamu dengan hidangan mewah khas negara tersebut lalu setelah nya mereka dimanjakan dengan iringan musik dan tarian tradisional ciri khas disana.
Tepat jam 3 sore mereka diantarkan ke sebuah hotel milik keluarga istana yang lokasinya tak jauh dari sana. Sampai di sebuah ruangan kamar presidential suite Shakira menyiapkan segala keperluan Sultan, lalu dia meminta ijin untuk mengambil sesuatu di lobby hotel.
__ADS_1
" Permisi, saya Shakira mau mengambil titipan barang dari tuan Javier Hernandez " Ujar Shakira ramah, wanita itu pun tak lupa untuk melihat kan kartu identitas dirinya.
" Baik nona Shakira, mohon ditunggu sebentar " Petugas resepsionis pria melayaninya dengan ramah.
" Eh... Tunggu, boleh saya titip sebentar lagi...Saya mau ke parkiran dulu, ada barang saya yang tertinggal di mobil " Shakira lalu meninggalkan area itu dan bergegas menuju lift yang akan membawa dirinya ke lantai bawah.
Sesampainya disana Shakira sengaja berjalan berkeliling seperti sedang mencari keberadaan mobil nya hingga di satu sudut yang sepi
" Keluar lah..." Suara dingin Shakira menggema memerintahkan pria yang sedari siang mengikuti gerak-gerik Sultan dan dirinya.
Tiga pria berjubah hitam mengepung wanita itu tanpa mengeluarkan suara. Shakira menarik lengan bajunya dan memberikan aba-aba agar mereka menyerang nya.
Satu persatu Shakira berhasil melumpuhkan para pria yang menyerangnya tanpa melukai dirinya sedikit pun, tiba giliran pria terakhir yang masih belum juga menyerah menerima serangan balik wanita tangguh itu. Shakira berhasil mendarat tendangan maut di ulu hatinya dan menginjak pipi pria yang tengah tersungkur itu.
" Siapa yang menyuruhmu?" Tanya Shakira dengan suara dinginnya, dia mengencangkan injakan kakinya kala pria itu menolak untuk menjawabnya.
" Oke...Oke aku akan menjawab mu..." Pria itu menceritakan kronologis kenapa dia bisa berada dibawah kaki wanita itu saat ini. Dia menyebutkan satu nama yang membuat nya mengerenyitkan dahinya.
" Pergilah...Jangan sampai aku bertemu dengan kalian lagi " Shakira menatap mereka satu per satu dengan tatapan tajam dan dinginnya, tidak ada tatapan hangat seorang wanita disana. Merekapun bergegas berlari meninggalkan Shakira seorang diri.
.
.
.
" Maaf tuan, tadi tiba-tiba bertemu dengan teman lama dibawah..." Jawabnya, dia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan keringat sehabis aktivitas rahasianya tadi.
" Teman lama? Disini?? Kau tak sedang bercanda kan Shak?!!!" Teriak Sultan, wanita itu sudah menutup pintu kamar mandinya menghindari pertanyaan Sultan yang semakin banyak.
Teman lama?? Laki-laki atau perempuan kah?? Aaahh...Dia itu menyebalkan sekali!
Sultan mengacak rambutnya kesal, pikiran nya sudah melayang kemana-mana.
Dikamar mandi Shakira menyempatkan dirinya untuk menghubungi Javier dan menceritakan peristiwa yang baru saja dia alami di parkiran mobil hotel mewah tersebut. Jav meminta nya untuk berhati-hati sementara dia akan menyelidiki nya dari sana.
__ADS_1
" Cih...Kamu bahkan menghabiskan waktu yang lama untuk mandi Shak..." Sultan masih merajuk, Shakira curiga jangan-jangan dia memasang stop watch untuk memantau lamanya dia berada di kamar mandi.
" Kau masih merajuk rupanya tuan.." Shakira meraih dagu pria itu dan mendaratkan sebuah kecupan kecil di hidungnya.
" Aku bukan anak kecil Shak.." Sultan melipat kedua tangannya di dada nya.
" Iya ...Aku bisa melihatnya " Shakira terkekeh
" Berhenti menggoda ku! Aku sedang marah padamu...!" Sultan memajukan bibirnya dan memalingkan wajahnya
" Apa kau yakin akan marah padaku tuan?" Shakira menyemprotkan parfum favoritnya di lengan dan lehernya. Wanita itu tahu benar bagaimana cara untuk menaklukkan pria yang sedang merajuk didepan saat ini, Jav mengajarinya dengan sangat baik.
" Kenapa kamu itu nakal sekali Shakira??!.Apa kamu senang membuat ku kesal ???"
" Aku suka melihat wajah mu yang merona tuan.." Shakira tergelak.
" Hei...Jaga bicaramu itu! Wajahku tak pernah seperti itu!!"
" Lalu siapa itu yang ada di cermin?" Shakira menunjuk cermin besar yang ada dihadapannya. Sultan mengejarnya...
" Jangan lari!! Awas kamu yah..."
Shakira semakin senang menggoda Sultan, setidaknya hal-hal seperti ini lah yang membuat hubungan mereka semakin dekat dan hangat.
Sementara di kediaman Sultan Jav tengah mengumpulkan tim Nico dan tim nya untuk menindak lanjuti laporan yang diterima nya dari Shakira.
" Awasi orang-orang ini... Sepuluh hari lagi perhelatan rutin Levington Club akan diselenggarakan, aku tidak mau ada kesalahan sedikit pun " Titahnya.
.
.
.
To be continued 😉
__ADS_1
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Terimakasih 🙏