
" Apa nona sudah membuat janji sebelumnya?" Shakira mendekati Thalita, tingginya hanya sebatas telinga Shakira tapi keberanian nya boleh juga pikir wanita itu.
" Buat apa aku harus membuat janji? Kau tau kan kami baru saja bertemu tadi malam?" Ucap Thalita ketus, dia menatap wanita yang lebih tinggi dari nya itu dari ujung rambut hingga ujung kaki nya. Penampilan nya boleh juga pikirnya.
" Well nona, sudah peraturan wajib di perusahaan kami bahwa setiap tamu yang datang harus membuat janji terlebih dahulu " Shakira masih dengan sopan meladeni wanita mungil itu, dia ingin tahu sejauh mana kenekatan Thalita.
" Shakira!! Apa kau tidak mendengar panggilan telepon dariku!!" Teriak Sultan. Laki-laki itu tiba-tiba keluar dari ruangan nya, dia kesal karena panggilan telepon seluler nya tidak juga mendapatkan respon dari asisten pribadi nya itu.
" Siapa dia?!" Sultan menarik tubuh Shakira untuk mendekat kepadanya.
" Ini nona Thalita tuan, semalam kalian bertemu di acara jamuan makan malam ?" Shakira mencoba mengembalikan ingatan majikannya. Sementara Thalita terlihat tidak nyaman dengan reaksi Sultan yang ternyata tidak mengingatnya sama sekali, padahal semalam dia telah berkali-kali mengajak nya berbincang.
" Ini jam kerja! Aku tidak mau diganggu! Dan kamu Shakira, sudah aku bilang jangan meninggalkan ku lebih dari tiga menit!" Sultan menarik tangan Shakira untuk memasuki ruangan nya meninggalkan Thalita yang berdiri mematung disana. Siska menyembunyikan tawanya dibalik map besar yang dipegangnya.
" Mohon maaf nona, apa nona akan membuat janji untuk bertemu dengan tuan Sultan?" Siska mencoba untuk menyadarkan wanita sombong itu dari lamunannya.
" Tidak perlu!" Thalita menghentakkan kakinya meninggalkan Siska yang masih berusaha menahan tawanya.
" Kurang ajar sekali wanita itu! Berani-beraninya dia menghalangi ku untuk menemui Sultan!" Thalita memerintahkan sang sopir untuk melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Lah pigimana urusannya coba??? lha wong babang Sultan aja menolak buat ingat, kok ya Shakira yang jadi sasaran???
" Apa kita akan kembali ke rumah nona?" Sang sopir akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.
" Tidak! Kita akan ke kantor cabang Damian Corp!"
" Baik nona..."
Sesampainya di sana, seorang pria sudah menunggu kedatangan nya di lobby lantai dasar.
" Gerry....!!!" Wanita itu berhambur kedalam pelukan pria yang tengah menyambut kedatangan nya disana.
" Kau kemana saja Lita? Kenapa lama sekali kau baru menghubungi ku?"
__ADS_1
" Aku sibuk Ger, papa mengirim ku ke luar negeri untuk meneruskan kuliah S2 ku " Thalita memajukan bibirnya, dia membuat pola asal dengan telunjuknya didada bidang Gerry.
" Kau masih saja sangat manja, Bagaimana kabar om dan tante?" Gerry melingkarkan tangannya dipundak Thalita dan mengajaknya pergi ke ruangannya.
" Mereka baik-baik saja, aku sedang kesal sekali Ger..." ucapnya manja
" Kok bisa nona Thalita yang cantik ini kesal??" Gerry mulai menggoda nya.
" Ayah dan ibu mencoba menjodohkan aku dengan seorang pria yang sangat menyebalkan sekali!" Thalita menjatuhkan dirinya diatas sofa. Gerry mengunci pintu ruangannya lalu menghampiri Thalita.
" Wow...berani sekali pria itu padamu nona " Gerry kembali menggodanya.
" Siapa dia? Apa aku mengenalnya??" Gerry mulai memainkan rambut pirang Thalita. Wanita itu menyenderkan tubuhnya di dada Gerry.
" Siapa yang tidak kenal sama dia?? Aku rasa semua orang di belahan bumi ini sangat mengenalnya "Thalita menarik tangan Gerry agar memeluk nya dari belakang.
" Maksud mu?" Gerry mulai menciumi rambut wangi dari wanita yang saat ini sangat dekat dengan tubuhnya. Wanginya masih tetap sama pikirnya.
" Siapa lagi kalau bukan Sultan " Thalita mendecih kesal, dia masih ingat dengan kejadian yang baru saja terjadi. Tanpa Thalita ketahui Gerry menyeringai dibelakangnya, apalagi jika bukan karena rencana busuknya yang tiba-tiba hadir di kepalanya. Dia akan menggunakan wanita ini untuk menghancurkan reputasi Sultan dan mengembalikan posisinya di Damian Corp.
" Benarkah??" Thalita mulai menikmati aksi yang dilakukan Gerry pada tubuhnya.
Flashback on
" Ada apa ayah? kenapa ayah tiba-tiba menanyakan peristiwa yang terjadi sepuluh tahun yang lalu?" Tanya Gerry kepada Sean. Sean sebelumnya telah menghubungi Gerry untuk menemui dirinya dikediaman nya.
" Aku hanya ingin memastikan kau tidak ada hubungannya dengan kematian keluarga Hernandez saat itu!" Sean menatap tajam anaknya, dia ingin memastikan tidak ada kebohongan dalam sorot matanya.
" Tidak ayah, kematian mereka murni karena kecelakaan!" Gerry masih bersikeras bahwa dirinya bukan dalang dibalik peristiwa itu.
" Lalu bagaimana dengan Alfred Hernandez? Apa kematiannya ada hubungannya dengan mu? Aku masih ingat saat itu aku meminta mu untuk mengambil alih wilayah itu agar mereka mau menjual lahannya untuk dijadikan pusat perbelanjaan!" Sean semakin menajamkan tatapan nya, matanya membulat saat sang anak tidak bisa menjawab pertanyaan nya itu.
" Kau telah bermain api nak, aku tak pernah meminta mu untuk melakukan hal buruk seperti itu! " Sean melemparkan sebuah map berisi berkas-berkas penyelidikan dari kepolisian yang didapatkan nya dari Harry.
__ADS_1
" Aku hanya ingin semua nya menjadi mudah ayah, itu semua aku lakukan demi ayah!" Gerry mencoba membela diri nya. Masalah nya saat itu memang Sean lah yang telah memercayakan pengambil alihan lahan itu kepada nya.
" Aku memang menyuruh mu untuk melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan pekerjaan itu! Tapi bukan dengan cara membunuh nya Gerry! Apa John juga terlibat saat itu?"
" Iya ayah dia terlibat...Tapi ayah tak usah khawatir John tak akan berani membocorkan rahasia ini, Marco sudah membereskan nya!"
" Marco? Asisten pribadimu yang sudah meninggal itu?"
" Iya ayah...Jadi ayah jangan mengkhawatirkan lagi masalah ini, polisi tak akan bisa menemukan bukti-bukti nya"
" Kau bacalah dulu isi map itu, dan untuk sementara aku akan menempatkan mu di kantor cabang !"
" Ayah tidak bisa melakukan hal itu padaku! Ini tidak adil ayah!" Gerry berdiri dari duduknya, dia akan menggebrakkan tangannya diatas meja tetapi kedatangan Lewis menghentikan niat nya.
" Sebaiknya kau menuruti apa kata ayah, setidaknya sampai penyelidikan kepolisian itu terhenti karena mereka tidak cukup mendapatkan bukti!" Lewis memandang jengah sang adik, ingin rasanya dia melenyapkan Gerry ke lautan terdalam. Kehadirannya hanya membuat sial saja pikirnya.
Gerry meninggalkan mereka dengan sangat terpaksa, dia berjanji akan menghancurkan siapapun yang akan mencoba untuk menyangkut pautkan dirinya dengan kejadian sepuluh tahun yang lalu itu terutama janjinya untuk melenyapkan Shakira. Karena wanita itulah kunci utama Kejadian nahas yang menimpa keluarga Hernandez.
Flashback off
" Jangan memaksaku Shak...!" Lagi-lagi Sultan kesal karena ulah asisten pribadi nya itu.
Berani-beraninya dia membuatku penasaran!! setelah mencium ku!!!
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
__ADS_1
Happy reading 🤗