Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Ice Cold Bodyguard


__ADS_3

Seperti yang sudah othor sebutkan tentang Lexy yang tidak menyukai pria berpenampilan rapi, klimis dan cantik mulus rahayu, seperti itu lah dia saat ini tidak suka dengan penampilan bos barunya. Lexy menyembunyikan ketidaksukaannya dengan bersikap dingin, bahkan lebih dingin dari Lewis.


Mata tajam milik wanita itu selalu mengedar diruangan besar tempat kerja Lewis, bahkan saat ini dia bisa ingat dimana letak barang-barang Lewis saking dia fokusnya memerhatikan seisi ruangan.


Satu hal yang membuat hari-hari membosankan nya menjadi hidup, yakni saat sang sekertaris genit mencoba untuk merayu bos nya dengan bahasa tubuhnya. Michelle belum berani merayu Lewis dengan kata-kata nya karena sikap dinginnya itu membuat wanita itu cukup bingung, bagaimana caranya membuat laki-laki ini agar meliriknya pikirnya.


Seperti biasa sang sekertaris akan memulai aksinya saat dia memasuki ruangan, dia akan berjalan dengan langkah seperti seorang peragawati di catwalk, mengibaskan rambut yang entah asli atau palsu dimata Lexy lalu dengan senyum sensualnya dia akan mulai mengucapkan kata-kata nya.


" Selamat pagi tuan, ini berkas-berkas yang harus anda tandatangani hari ini " Ucapnya genit


Dan seperti biasa juga Lewis hanya akan menjawab singkat tanpa melihat kearahnya.


" Oke... Terimakasih "


Berikut nya adalah Michelle akan menunggu hingga semua dokumen penting itu selesai ditandatangani oleh Lewis, sambil sesekali melirik kearah Lexy.


*Manekin hidup....-Michelle


Mak Lampir....- Lexy*


Lewis adalah tipe pria perfeksionis, dia akan membaca satu persatu berkas yang diberikan oleh Michelle terlebih dahulu sebelum dia membubuhkan tanda tangannya disana.


Hari ini sedikit berbeda dari biasanya. Biasanya Lewis tidak menemukan kejanggalan di laporan keuangannya, tapi pagi ini dia mencurigai sesuatu hingga meminta Michelle untuk menghubungi manager keuangan Damian Corp.


Dan untuk pertama kalinya Michelle merasa kalau Lewis telah melihat dirinya, penampilannya seutuhnya.


" Panggil manager keuangan sekarang!" Lewis menatap tajam kearah Michelle.


" Baik tuan..." Wanita itu menekuk lututnya perlahan dan membalikkan tubuhnya seperti seorang bintang film.


Lexy menghela nafasnya, ingin rasanya dia melempar wanita ini ke tengah lautan yang penuh dengan hiu lapar didalamnya.


" Kau... Lexy bukan?" Tanya Lewis tanpa melirik kearah Lexy.


" Ya tuan " Jawab Lexy singkat


" Apa kau bisa mengetahui seseorang itu berbohong atau tidak?" Lewis mulai membalikkan badannya, dan menatap dalam bola mata wanita itu.


" Saya terlatih untuk itu " Jawab Lexy dingin.


" Oke, Lihat orang-orang itu nanti dan beritahu aku siapa yang telah melakukan penggelapan uang diantara mereka " Lewis kembali ke posisinya semula.


Tak lama Michelle datang bersama dengan satu orang pria dan dua orang wanita bersamanya.


Prak!


" Lihat ini dan jelaskan !" Lewis melemparkan sebuah map berisikan laporan keuangan mingguan.

__ADS_1


Dengan tangan gemetar pria itu mengambil map tersebut dan mulai memeriksa lembar demi lembar, seketika dia menundukkan kepalanya saat melihat ketidak seimbangan neraca keuangan disana.


" Maafkan saya tuan, ini salah saya karena tidak menelitinya dengan baik sebelum menandatangani nya tadi "


" Saya tidak butuh maaf mu!"


" Jelaskan kenapa bisa seperti itu!" Lanjutnya


Salah satu wanita yang datang bersama nya terlihat mulai menitikkan keringat dikening nya, Lexy yang menyadari hal tersebut langsung menghampiri wanita itu dan menariknya kehadapan Lewis.


" Ceritakan!" Titah Lexy dengan nada dinginnya.


" Maafkan saya tuan muda, tuan besar meminta sejumlah uang tadi malam..." Ucapnya lirih, tubuhnya bergetar seketika.


Wanita yang menjabat sebagai chief Akunting itu akhirnya memberanikan diri untuk berbicara.


" Untuk..?" Lewis menatapnya tajam


" Beliau tidak memberi tahu jelasnya, beliau hanya meminta saya untuk mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening tuan Gerry " Jawabnya lirih.


" Keluar kalian semua! Dan kau, aku tidak mau melihat kamu lagi sampai kapanpun!" Lewis menunjuk kearah sang chief akunting.


" Dan kau! Sebaiknya kau mulai berpikir untuk mencari pekerjaan ditempat yang lain!" Lanjutnya, kali ini Lewis menunjuk kearah sang manajer.


Tiga orang tadi melangkah gontai menuju arah pintu dan keluar dari ruangan itu.


" Kau! Siapa yang meminta mu untuk tetap berada disini?!" Kali ini ucapannya ditujukan kepada Michelle. Secepat kilat wanita itu berlari kecil untuk meninggalkan tempat.


" Siapa yang menyuruhmu untuk keluar hah?!" Pekiknya. Seketika langkah wanita itu terhenti, dan langsung membalikkan tubuhnya.


" Katakan padaku bagaimana kamu tahu jika wanita itu pelaku nya?!" Lewis mendekati Lexy.


" Insting " Jawabnya singkat.


" Aku tidak percaya dengan kata insting, itu tidak ada didalam kamus ku!" Lewis menghela nafasnya kasar


" Jelaskan padaku!" Titahnya


" Intuisi dan latihan serta pengalaman " Jawab Lexy yang lagi-lagi singkat.


" Huh ...!" Lewis menghembuskan nafasnya keudara.


Apa harus sesingkat itu jika menjawab?? Cih!


Lewis memutuskan untuk menghubungi sang ayah dan menanyakan keberadaan nya lalu dia bergegas menuju lokasi dimana sang ayah berada diikuti oleh Lexy.


" Kecepatan penuh" Titahnya seketika setelah mereka berada didalam mobil. Lexy mengendarai mobil nya sesuai dengan permintaan sang pria cantik.

__ADS_1


.


" Katakan padaku ayah, kenapa kamu meminta Ros untuk mentransfer sejumlah uang kepada Gerry?"


Saat ini Lewis tengah berada didalam ruangan pribadi Sean, ini kesempatan bagi Lexy untuk mengetahui ada apa diantara mereka.


" Itu hak adik mu Lew, kau jangan lupa sebelum dia dipenjara dia telah menggabungkan aset milik nya di perusahaan kita " Jelasnya


" Aku tau itu ayah, tapi mengapa harus melalui Ros? Kenapa ayah tidak bilang padaku? Aku baru saja memecat manager keuangan dan Ros hari ini karena ulah ayah "


" Kau tak akan semudah itu memberikan uangnya nak, ayah tau itu "


" Tentu saja ayah, semua butuh perhitungan dengan jelas..."


" Apa dia bilang pada ayah untuk apa uang itu ayah?" Lanjutnya


" Henrieta??" Lanjutnya lagi.


Sean hanya terdiam mendapatkan cecaran pertanyaan dari anak sulungnya itu.


" Sudah kuduga!" Lewis mengepalkan tangannya


" Ayah, sampai habis pun harta kekayaan yang kita miliki, tak akan pernah cukup untuk memuaskan wanita itu! "


" Lihat Gerry ayah, apa ayah tidak sadar juga kenapa Gerry bisa berbuat jahat seperti itu???"


" Itu semua karena Henrieta ayah, karena ibunya sendiri yang haus akan harta.."


Apalagi jika kau tau sekertaris barumu itu adalah saudara tirinya tuan cantik...-Lexy


Sean menghela nafasnya kasar, dia tahu cara yang dia tempuh adalah salah tapi mau bagaimana lagi Gerry anaknya juga kan? Semarah-marahnya orangtua kepada anaknya tetap saja mereka akan menyayangi nya sepenuh hati.


" Dia juga anakku Lew..." Ucapnya lirih


" Aku tau itu ayah, dan Henrieta pun pernah menjadi istri ayah meski dia adalah penyebab kematian ibuku...!"


" Intinya ayah... Bagaimana pertanggungjawaban ku kepada mitra perusahaan kita jika mereka tahu ada kecurangan didalam perusahaan kita?? Apa ayah pernah berpikir kesana?"


Hhhhmmmm...Apa yang akan terjadi jika kau tahu mitra mu itu adalah sainganmu sendiri hai pria cantik...


.


.


.


To be continued 😉

__ADS_1


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Happy reading 🤗


__ADS_2