Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Proposal


__ADS_3

" Shakira....Will you marry me?"


" A....Aku..."


Shakira masih tidak percaya dengan apa yang tengah terjadi saat ini, ada seorang pria yang sedang berlutut dihadapannya.


" Bersediakah kau mendampingi ku dalam suka maupun duka, bersediakah kau menjadi ibu dari anak-anakku kelak..?"


Sultan berdiri, meraih kedua tangan wanita yang masih belum bisa berkata-kata dan menatap dalam bola mata indahnya.


" A....Aku bersedia "


Sultan mengembangkan senyumannya, mengecup kening wanita cantik itu lalu menautkan bibirnya dengan penuh kelembutan dan dalam.


Aura kegembiraan memenuhi ruangan kecil itu, mereka bersorak dan bertepuk tangan setelah beberapa menit mereka ikut merasakan kecemasan apakah wanita itu akan menerima atau menolak nya.


" Selamat sayang dan terimakasih sudah bersedia menerima lamarannya " Kinanti menghampiri Shakira dan Sultan dan langsung memeluk keduanya.


Begitu pula dengan Bima perasaan bangga memenuhi dirinya, bangga akan semua pencapaian sang putra dan bangga akan kinerja Shakira yang telah membawa begitu banyak perubahan pada diri anak semata wayangnya.


BUGH..!


Sebuah pukulan mendarat diperut Sultan yang langsung membuat bola matanya membulat, siapa lagi jika bukan Nico yang berani berbuat hal itu kepada nya.


" Itu pelajaran buat orang yang udah berani ngambil harta gue yang paling berharga.."


Pria tinggi besar itu lalu memeluk Sultan, sahabat yang akan segera menjadi adik iparnya.


" Selamat sobat, akhirnya Lo punya keberanian untuk ini " Nico tergelak


" Sialan! Emangnya gue gak berani apa " Sultan memukul lengan Nico, dan langsung meringis karena berasa memukul dinding


Lalu Javier mendekati keduanya, sang asisten pribadi yang memiliki banyak reputasi itu terlihat begitu terharu melihat kedekatan dua mahluk yang ada dihadapannya saat ini. Tak bisa mengucapkan kata-kata, Jav langsung memeluk keduanya.


Setelahnya satu persatu orang yang ada diruangan itu saling bergiliran untuk mengucap selamat kepada bisa besar mereka. Sementara Nico terlihat sedang terlibat dalam pembicaraan serius dengan kedua orangtua Sultan.


.


" Apa kamu bahagia sayang...?" Nico memeluk erat sang adik tercinta, saat ini mereka telah memisahkan diri dari orang-orang yang sedang berpesta diruangan itu.


" Aku bahagia kak... Akhirnya setelah begitu banyak peristiwa pahit yang aku alami...." Shakira menghela nafasnya.


" Maafkan aku Shak, maafkan aku yang telah meninggalkan mu dulu..." Nico semakin mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


" Its oke kak, toh sekarang kamu gak akan pernah ninggalin aku lagi..." Shakira terkekeh pelan.


" Tadi kalian berbincang tentang apa?" Lanjutnya


" Mereka ingin segera mengadakan pesta pernikahan Shak, aku bilang sebaiknya setelah semuanya beres "


" Kita baru saja mengadakan sebuah event besar kan?" Lanjutnya.


.


" Akhirnya selesai juga semuanya " Sultan menjatuhkan dirinya diatas tempat tidur, dia terlihat meregangkan otot-otot nya lalu memejamkan matanya. Sebulan terakhir ini tenaganya serasa terkuras habis.


" Sayang....?" Sultan baru menyadari jika Shakira tidak ada bersama nya, dia pun mencoba menajamkan pendengarannya siapa tahu wanita itu langsung masuk ke kamar mandi tadi.


Kemana dia?


" Sayang....?" Sultan beranjak dari posisinya, dia memutuskan untuk mencari nya ke kamar Shakira yang ada dilantai dasar.


" Sayang...Apa kamu didalam?" Sultan mengetuk pintu kamarnya cepat.


" Shakira!" Dari ketukan berubah menjadi gedoran.


Ceklek


" Aku lelah, aku ingin tidur....Kamu tidur saja sana, besok kita harus kerja lagi kan?" Jawab Shakira, wanita itu memang terlihat begitu mengantuk.


" Kau tak boleh meninggalkan ku lebih dari tiga menit! Apa kamu lupa hah?!" Sultan meraih tubuh Shakira dan mengangkat nya


" Hei! Turunin aku!! Aku bukan karung beras! Aku ngantuuuuukkkkk...Aaahhh!!" Shakira berusaha untuk memberontak tetapi tidak dihiraukan oleh Sultan.


Keributan dini hari itu sontak membuat para pelayan terbangun dari tidurnya, mereka dengan cepat mendekati sumber suara. Tetapi setelah melihat pemandangan yang tertangkap oleh mata mereka, mereka pun kembali ke kamarnya masing-masing untuk kembali ke alam mimpinya.


" Diam sayang ...Nanti jatuh!" Sultan mulai menaiki anak tangga.


" Aku ngantuk! Aku pengen tidur..!"


.


Tiga jam sebelumnya


Setelah Shakira menerima lamaran Sultan dan mereka terhanyut dalam asiknya pesta, dibalik pintu ruangan Javier sedang menerima panggilan telepon.


" Maaf tuan Abraham saya tidak bisa mengatakan dimana tuan besar dan tuan muda saat ini "

__ADS_1


" Tolonglah Javier, aku dan anakku Thalita sangat ingin mengucapkan selamat atas keberhasilan acara malam ini "


Javier mendengar suara teriakan seorang gadis diseberang sana.


" Sekali lagi saya mohon maaf tuan Abraham, mereka sedang tidak mungkin bisa diganggu saat ini " Javier menghela nafasnya


" Silahkan anda temui tuan besar dan tuan muda kami dua hari mendatang "


Merepotkan sekali mereka ini, lagi pula saya tidak akan mungkin membiarkan gadis itu menghancurkan hubungan tuan muda dan nona Shakira.


Javier mengakhiri sambungan telponnya, lalu mematikan handphone nya dan kembali kedalam ruangan untuk bergabung bersama keluarga besarnya.


" Apa ayah berhasil mengetahui dimana mereka sekarang ini? Apa asisten sombong itu memberi tahu ayah??" Thalita tetap bersikeras untuk mengetahui dimana keberadaan Sultan.


" Tidak nak, Javier tidak bisa memberi tahu dimana mereka saat ini " Abraham menatap putri nya, sebenarnya dia sedih dengan keadaan putri kesayangannya ini. Thalita sangat ingin menjadi istri dari Sultan, sementara laki-laki itu bahkan tidak perduli kepadanya.


" Bukankah ayah adalah teman dekat dari om Bima? Kenapa ayah tidak bisa menemuinya secara langsung??" Thalita mendecih.


" Tidak bisa sayang, tidak seorangpun yang bisa menemui Bima secara langsung sejak dulu karena dia memercayakan semua nya kepada Javier " Abraham memijat keningnya. Bagaimana pun dia adalah seorang ayah yang ingin melihat anak gadisnya hidup bahagia


" Sama seperti Sultan, segala sesuatunya harus melalui Shakira atau Javier " Lanjutnya


" Ayah dengar sendiri kan apa yang Sultan katakan di panggung tadi? Bahwa setelah ini dia tidak akan lagi sendiri " Thalita berdiri didepan meja kerja ayahnya.


" Aku harus memastikan siapa wanita yang akan mendampingi nya ayah, dan jika ayah tidak bisa mengabulkan permintaan ku maka ayah akan sangat menyesal!" Thalia menggebrakkan tangannya


" Thalita! Siapa yang mengajari mu seperti itu?! Aku ini ayahmu!" Abraham berdiri dari duduknya, sikap manja Thalita sudah sangat keterlaluan menurutnya.


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Happy reading 🤗


Oia buat kakak-kakak yang udah support aku dengan komentar terbaik dan like terbanyak diakhir cerita nanti aku akan kasih hadiah


Ditunggu ya 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2