Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Pertemuan Kembali


__ADS_3

BRAK!


" Ya Tuhan kalian! " Teriak Keenan terkejut.


Pandangan mata Keenan sukses ternodai pagi ini, melihat adegan ciuman Aiden dan Rin ketika mereka memasuki ruangan.


" Cari kamar sana...!" Keenan melemparkan buku kearah mereka tetapi tidak sampai mengenai tubuh Aiden ataupun Rin.


Rin menurunkan kakinya dari pinggang Aiden setelah dia melepaskan tautan bibirnya di bibir pria itu.


" Kok udahan sih?" Aiden masih mencoba untuk menahan tubuh gadis itu, Rin hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


" Heh! Lo pikir gue gak punya mata apa hah?!" Teriak Keenan.


" Pagi-pagi udah bikin ulah lu berdua!" Lanjutnya kesal.


" Heh bodoh! Cewek lu ada didepan sana " Aiden menjatuhkan dirinya diatas sofa.


" Kerja bego! Bentar lagi ketemu sama si Bikram, Andre udah kasih tau Lo kan?"


" Iya udah, tapi gue males ketemu sama dia...Matanya jelalatan! Gue juga masih kesel sama dia!"


Aiden mengingat ketika pertama kali mereka bertemu, Bikram tidak melepaskan tatapannya ke arah Jenna. Pria itu sudah seperti harimau yang siap menyerang mangsanya!


" Kali ini gue yang bakal nemenin Lo ketemu sama dia, gue gak ijinin Jenna buat temenin Lo "


" Kenapa gak lo aja sih yang temuin dia Keen? sama Andre kan bisa.."


" Dia maunya ketemu langsung sama Lo Aiden, udah bentar doang "


" Apa saya harus ikut tuan?" Tiba-tiba Rin bertanya.


" Engga!" Jawab Aiden dan Keenan bersamaan.


Jika Keenan berpikir keikutsertaan Rin hanya akan membuat masalah baru untuk mereka karena mata Bikram yang jelalatan itu pasti akan membuat Aiden cemburu besar hingga berpotensi menggagalkan kerjasama mereka, sama halnya dengan Aiden yang belum apa-apa sudah terbakar api cemburu.


" Baiklah, aku akan menunggu disini " Rin menatap heran kedua pria dihadapannya yang tengah menatapnya tajam.


Lima belas menit kemudian Andre mengabarkan tentang kedatangan Bikram di gedung mewah itu, sang asisten menuntun Bikram dan asistennya untuk menunggu Aiden dan Keenan di ruang rapat. Rin tidak sengaja berpapasan dengan mereka saat dirinya akan membuatkan secangkir kopi untuk Aiden di pantry, gadis itu berusaha untuk menghindari tatapan elang salah satu pengawal Bikram.


" Selamat pagi tuan-tuan " Rin mengangguk pelan kearah mereka, lalu meneruskan langkahnya menuju pantry.


.


.


" Tuan kopi nya " Rin menaruh kopi panas buatannya diatas meja kerja Aiden.


" Terimakasih baby " Aiden meraih cangkir kopi itu lalu menghirup aroma kopinya dan perlahan mulai menyesap nya.


" Tuan Bikram sudah menunggu anda tuan muda " Andre memasuki ruangan.

__ADS_1


" Oke Andre, kita kesana sekarang " Aiden menaruh kembali cangkir kopi itu, lalu beranjak dari duduknya untuk mengikuti Andre dan Keenan. Tetapi sebelum itu pria tampan itu terlebih dahulu mencium bibir Rin yang masih setia berdiri didekat nya.


" Wait for me oke baby " Bisiknya.


Andre membiarkan Aiden berjalan mendahului dirinya bersama dengan Keenan, dia berbalik kearah Rin dan mengatakan sesuatu yang membuat wanita itu membeku seketika sebelum Andre menyusul kedua tuan mudanya.


" Aku tahu siapa dia, waspadalah Rin... Lindungi tuan muda dengan nyawamu" Ucapnya dingin dan datar.


Selama pertemuan diantara mereka berlangsung, Rin terlihat begitu khawatir didalam ruangan kerja Aiden. Gadis itu mencoba untuk tetap berpikir rasional, dia tahu dia sudah tidak bisa lagi pergi dari hidup Aiden dan keluarganya. Semua sudah terlambat, salah satu dari mereka sudah mengetahui keberadaan nya disana.


Meninggalkan mereka sama buruknya dengan tetap tinggal disana, tetapi dengan dia tetap tinggal bersama Aiden setidaknya dia bisa melindungi Aiden dan keluarganya dari mereka.


" Hhhhh...Baiklah Rin, its now or never " Ujarnya pada dirinya sendiri.


.


.


" Apa kamu sedang memikirkan sesuatu?" Aiden memerhatikan gerak-gerik Rin sejak siang tadi, menurutnya gadis itu lebih banyak lagi diam nya seperti sedang memikirkan sesuatu.


" Aku gak apa-apa Aiden " Kilah Rin, tanpa menatap wajah Aiden.


" Are you sure baby?" Aiden semakin penasaran.


" Aku yakin " Rin tetap menatap kearah depan jalan, gadis itu tetap fokus dengan kemudinya sambil sesekali melirik kearah kaca spion mobil.


" Lihat aku kalo sedang berbicara padaku Rin "


Rin pun menoleh sekilas kearah Aiden dan melemparkan senyuman manis kepadanya lalu kembali mengarahkan pandangannya ke depan.


Darimana Aiden tahu? Batin Rin. Padahal sejak tadi dia berusaha untuk tetap tenang pikirnya.


" Iya Aiden, mereka mengikuti kita semenjak kita keluar dari areal gedung " Jawab Rin, seraya melihat kembali kaca spion disampingnya.


" Injak pedal gas nya Rin, kita bawa mereka ke jalan tol " Pinta Aiden.


" Tapi Aiden.."


" Lakukan perintah ku, Andre akan bergabung bersama dengan kita disana " Aiden membuka tali pengaman kursinya.


" Mau aku atau kamu yang mengemudi baby?" Aiden mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum nakal.


" Kamu sayang, biar aku yang menangani mereka nanti " Rin membalas kedipannya.


Mendengar sebutan sayang dari Rin, Aiden semakin bersemangat.


Rin pun memindahkan posisi duduknya tanpa menghentikan laju mobilnya, gadis itu menggeser posisi nya saat tangan Aiden sudah memegang kemudi mobil dan bokong pria itu menggantikan Rin menduduki kursi sopir. Secepat kilat Aiden mengarahkan laju mobilnya masuk ke jalan tol.


Benar saja dua mobil yang mengikuti mereka sama-sama mengarahkan kemudinya masuk ke jalan tol, dan ketika Aiden menambah kecepatan mereka pun sama.


" Kiss me baby " Pinta Aiden, tanpa pikir panjang Rin memberikan ciuman itu kepada Aiden. Tepat disaat Rin melepaskan bibirnya mobil yang mereka kendarai ditabrak dari samping.

__ADS_1


" Kamu siap Aiden?" Rin telah mengambil dua senjata api dari bawah jok mobil lalu mengarahkan ujung senjata itu kearah mobil yang masih berusaha untuk menyenggolnya dari samping mobil mereka.


" More than ready babe " Aiden pun menyamakan posisi mobilnya, lalu menurunkan kaca disamping Rin agar gadis itu bisa lebih leluasa untuk melepaskan tembakannya.


DOR!


DOR!


DOR!


Tiga tembakan Rin mendarat tepat di pelipis bagian samping sang pengemudi mobil yang langsung membuat mobil yang dikendarainya kehilangan kendali.


Cekiiiiiiitttttt....


BRAK!


BRAK!


BRAK!


Mobil yang melaju dibelakang mereka telah menabrak mobil itu hingga terjadi sebuah drama tabrakan beruntun, tapi belum selesai sampai situ karena masih ada satu mobil lagi yang masih mengejar mereka.


" Kau berhutang penjelasan setelah ini baby" Ujar Aiden, pria itu terkekeh bangga melihat aksi liar gadisnya.


" Aiden brengsek!! Lo bikin jantung gue copot!" Terdengar pekikan suara Keenan dari alat komunikasi yang ada di dashboard mobil.


" Salah sendiri ngikut! Gue cuma minta Andre dan Philip bego!" Balas Aiden.


" Mereka mengejar kita Aiden!" Teriak Rin.


" Oke baby, siap-siap untuk aksi Aiden berikutnya " Tiba-tiba saja Aiden mengerem mobilnya, bersamaan dengan itu Rin melepaskan kembali tembakannya kearah samping dirinya bertepatan dengan mobil musuh yang datang melewati mereka.


DOR!


DOR!


DOR!


Kali ini mereka pun melepaskan tembakannya, tetapi Rin telah lebih dulu menembaki mereka dan mengenai semua penembak yang ada disana.


Aiden menghentikan laju mobilnya, sementara mobil musuh telah kehilangan kendali dan langsung terjun ke jurang dan meledak seketika.


" Great job baby!" Aiden menarik tengkuk leher Rin dan mendaratkan ciuman di bibirnya.


" Segera kembali tuan, mobil polisi sedang dalam perjalanan kemari " Titah Andre saat mobil yang ditumpangi olehnya berhenti disamping mobil Aiden.


.


.


.

__ADS_1


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


__ADS_2