Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Liburan Dalam Pengasingan


__ADS_3

" Owh....common Tig! Liat keluar sana, awannya indah banget..!" Lexy masih setia menggoda Tigger yang belum mau juga membuka matanya. Pria besar itu sungguh sangat ketakutan sekali!


" Udah Lex...Jangan dibecandain terus! Kasian dia..." Luc tergelak. Menurut nya tingkah Tig selama diatas udara ini sangat lucu. Bagaimana tidak, untuk ukuran tubuh yang begitu besar ternyata nyalinya cukup kecil juga jika sedang berada diatas awan.


" Diam!! Lo gak liat gue lagi menikmati perjalanan hah??!" Mulutnya memang bicara, tapi matanya tetap tidak mau dia buka juga.


Drama Tom and Jerry ini berlangsung hingga pesawat jet yang mereka tumpangi akan mendarat di bandara internasional Hawaii.


" Daratan!!!!! Akhirnya....!!" Tig bergegas menuruni tangga pesawat, dan sesampainya dia dibawah pria besar itu langsung bersujud mencium landasan.


Tingkah uniknya ini mendapatkan gelak tawa dari ketika temannya.


" Common big guy... Sebelum kamu mempermalukan kita semua.." Nic berbicara sambil melewati nya, pria itu menggelengkan kepalanya.


Sebuah mobil Limosin telah menunggu kedatangan mereka tak jauh dari pesawat jet yang mereka tumpangi, seorang pelayan mempersilahkan Nico dan teman-temannya untuk memasuki nya.


" Selamat datang di Hawaii tuan-tuan dan nona, perkenalkan saya Monk " Pria ramah itu menjabat tangan mereka satu persatu sebelum keempat nya memasuki kabin belakang mobil.


" Hi Monk... Nice to meet you "


" Thanks Monk "


Monk menutup kembali pintu kabin penumpang mobil, lalu dia bergegas memasuki kabin depan dan melajukan mobil itu keluar dari bandara.


" Monk...Kemana kau akan membawa kami?" Nico penasaran, pasalnya Jav belum memberi tahu lokasi tepatnya dimana mereka akan menghabiskan waktu selama tiga bulan disana.


" Ke Villa milik mendiang tuan besar tuan " Jawab Monk ramah


" Kami tahu itu Monk, Jav memberitahu ku sebelum kami berangkat.... Maksud ku lokasi tepat nya dimana?"


" Anda akan tahu begitu kita sampai disana, bersabarlah " Monk menarik kedua sudut bibirnya.


Berbagai spekulasi muncul dipikiran Nico dan teman-temannya, apakah tempat pengasingan ini akan berada jauh dari peradaban? Nyaman kah tempat nya? Jangan-jangan mereka benar-benar akan dibuang oleh Jav disana.


Nico melihat Lexy sudah terlelap di bahu Tiger, begitu pula Luc dia sudah pergi menyusul Lexy dan Tig ke alam mimpinya. Tak lama pun Nico ikut terlelap.


Sungguh sebuah perjalanan yang melelahkan menurutnya, belum juga mereka sempat beristirahat setelah peristiwa menegangkan selama beberapa Minggu menyelidiki, mengintai dan melakukan pengejaran, mereka sudah diharuskan untuk terbang ke Hawaii.


" Tuan-tuan...Kita sudah sampai " Monk telah memarkirkan mobilnya dihalaman Villa.


Keempat nya berusaha untuk membuka matanya, rasa lelah membuat mereka tertidur sangat nyenyak selama perjalanan.

__ADS_1


Samar-samar mereka mendengar kan suara deburan ombak, seketika Nico dan kawan-kawan nya bergegas keluar dari dalam mobil.


" Owh my God...!" Lexy menutup bibirnya dengan kedua tangannya, dia masih belum percaya dengan apa yang dia lihat dihadapannya.


" Tampar gue Tig! Takutnya gue mimpi " lanjutnya.


Alih-alih mendapatkan tamparan, Lexy malah mendapatkan ciuman di pipinya.


" Lo gila yah Tig!"


" Nah kan... Berarti Lo gak mimpi Lex!" Tiger tergelak


" Terimakasih pak tua!" Tiger menengadah kan wajahnya, dia berteriak seakan-akan sedang berbicara kepada Jav.


" Silahkan masuk tuan-tuan " Monk menganggukkan kepalanya dan menuntun mereka untuk memasuki sebuah Villa yang lebih mirip benteng istana itu.


Seketika para pelayan menyambut kedatangan mereka didalam Villa, mereka memberikan sapaan ramah dan senyuman hangat kepada orang-orang yang Jav sebut sebagai pahlawan karena telah menyelamatkan tuan mudanya dari ancaman maut.


Monk meminta kepada empat orang pelayan untuk mengantarkan mereka ke kamarnya masing-masing.


Satu pelayan wanita mengantarkan Nico ke kamarnya, pria besar itu membulat kan matanya tatkala dia memasuki ruangan kamarnya. Dinding jendela kamar yang besar dan menjorok ke arah laut mendominasi kamar tersebut, Nico berhambur menuju balkon kamar nya seketika.


" Whooooaaa!!!! this is awesome!!!" Pekiknya.


" Nikmati lah tuan, anda layak mendapatkan nya " Gumamnya. Wanita itu berjalan mundur keluar kamar sambil menutup pintu nya perlahan.


Tak berbeda jauh dengan ke tiga teman-temannya, Tig, Luc dan Lexy pun mendapatkan kamar dengan dinding jendela raksasa yang menjorok kearah lautan. Tiger bahkan langsung membuka pakaian nya saat dia berlari keluar balkon.


" Pak tua itu harus sering-sering memberikan kita tugas penting !" Ujar Tig disela-sela nya menyantap makan malam


" Maksud Lo Tig?!" Lexy mengerenyitkan dahinya


" Gue rela diasingkan ditempat seperti ini !" Tiger tergelak


" Sialan lo !" Lexy melemparkan potongan roti ke wajah Tiger.


Berbeda dengan Nico yang agak pendiam malam itu, ingatannya masih tertuju pada adiknya Shakira. Terlebih Jav meminta nya untuk tidak menghubungi mereka sementara waktu sebelum keadaan lebih stabil disini.


Gimana kondisi mu sekarang Shak...?? Apa kau baik-baik saja??


.

__ADS_1


.


.


" Aku sudah bilang Har, mereka itu algojo! mereka berempat telah menghabisi kami semua!" Gerry masih berusaha untuk meyakinkan temannya tentang siapa yang melumpuhkan penjaga-penjaganya malam itu.


Sementara media telah memberitahukan kepada seluruh negeri bahwa pihak kepolisian lah yang telah berhasil meringkus dalang dibalik peristiwa sepuluh tahun yang lalu itu. Tak tanggung-tanggung mereka juga memberitakan bahwa pihak kepolisian telah berhasil menyelamatkan penerus satu-satunya Athalah Corp, Sultan Zayid Athalah.


Pak tua...Kau benar-benar gila!


" Perlu keahlian khusus untuk menghabisi orang sebanyak itu juga benar mereka hanya berjumlah empat orang, apakah Athalah Corp mempunyai orang-orang khusus untuk menangani masalah pelik seperti ini?" Harry berbicara pada dirinya sendiri.


Ditangannya telah ada sebuah benda kecil berisikan hasil kejahatannya Garry dan teman-temannya, tetapi dia masih penasaran siapa dibalik operasi penyergapan malam itu? Harry dan tim nya datang setelah lawan berhasil mereka lumpuhkan.


" Kenapa kamu tidak mempercayai ku Har??? Mereka bahkan berkata bahwa wanita itu telah membunuh Marco!"


" Siapa yang telah membunuh Marco Ger? Asisten pribadi Sultan? "


" Aku sudah bilang pengacara mereka telah memberikan bukti rekaman CCTV yang memperlihatkan aktivitas wanita itu ketika Marco terbunuh!"


" Tapi Har...!"


" Apa jangan-jangan kamu yang telah membunuh nya Ger?"


" Apa??!! Tidak Harry... Bagaimana mungkin baku membunuh nya??!"


" Apa keluarga mu telah menyewa seorang kuasa hukum untukmu?" Harry mengalihkan pembicaraan nya. Dia berpikir percuma berbicara dengan Gerry jika tidak ada bukti kongkrit yang akan menguatkan pernyataan nya.


" Ayahku akan mengutus seorang pengacara kemari besok " Gerry tertunduk. Saat ini dia benar-benar sudah tidak bisa berkutik lagi.


Semua perusahaan miliknya atau lebih tepatnya semua perusahaan yang telah berhasil direbut nya telah dia jual dan uang hasil penjualan nya telah dia investasi kan di perusahaan milik ayahnya yang sekarang telah dilimpahkan kepada kakak tirinya Lewis Damian.


Aaaakkhhh!!! Kenapa gue bodoh banget!


.


.


.


To be continued 😉

__ADS_1


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Happy reading 🤗


__ADS_2