Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Membasmi Hama


__ADS_3

Lexy membuka lemari pendingin untuk mengambil beberapa botol bir untuk dirinya dan temannya sesampainya di markas, setelah membukanya dia lalu mendekati meja kerjanya dan mulai berselancar. Dia masih mengingat nomor polisi yang tertera di mobil tadi.


" Robinson?" Gumamnya.


Tak lama Jav bergabung bersama mereka, pria itu seperti tidak mempunyai pakaian yang lebih santai atau jangan-jangan dia tidur memakai setelan jas nya pikir Lexy.


" Sepertinya malam ini adalah malam yang berat untuk anda tuan Tiger dan nona Lexy " Javier menduduki kursi singgasana nya.


" Begitulah Jav..." Lexy menghampiri Jav dengan hasil penemuan nya.


" Sepertinya seseorang telah mengawasi anda nona, anda sudah tahu siapa orangnya?"


" Dari hasil penelusuran plat mobil tadi, diketahui nama pemiliknya adalah Robinson " Lexy memperlihatkan hasil penemuan nya melalui layar besar kepada teman-temannya. Disana sudah tertera foto dan indentitas pemilik mobil dengan lengkap.


" Tetapi sepertinya ini mobil curian, karena pas tadi melakukan kros cek dengan data kepolisian, mobil tersebut dilaporkan hilang tadi siang oleh pemiliknya " Lanjutnya. Lalu wanita itu kembali menekan tombol-tombol keyboard nya.


" Ini rekaman CCTV tadi siang " Lanjutnya.


" Oke cari tahu siapa yang mencuri mobil itu dan cek rekening banknya, pasti dia sudah menerima transferan uang dari seseorang " Pinta Nico. Lexy menekan kembali tombol-tombol keyboard nya dan voila!


" Sepertinya nona Michelle punya keberanian juga " Sindir Javier.


" Berani tapi sangat bodoh " Cela Lexy.


" Dia ingin menghilangkan nyawamu agar bisa dengan leluasa mendekati Lewis " Luc memberikan analisanya.


" Lo musti hati-hati Lex.." Tig menimpali.


" Oke, besok pagi-pagi sekali gue anter Lo ke kediaman Lewis " Tig menghela nafasnya


" Gue bakal minta bantuan sama dia untuk menjebak Michelle" Lanjutnya.


" Sepertinya aku harus menemui Sean " Jav menambahkan.


" Dan kalian awasi kami " Lanjutnya kepada Nic dan Luc.


" Baiklah tuan-tuan dan anda nona, kita masih punya beberapa jam untuk memulai aksi kita, sebaiknya anda semua memanfaatkan waktu untuk beristirahat sejenak " Jav meninggalkan mereka di ruangan itu.


Keesokan harinya.


Lewis mengerutkan keningnya ketika dia melihat Lexy yang sudah bersiap untuk mengantarkan dirinya ke kantor, gadis itu sudah berada di samping mobil untuk membukakan pintu untuk dirinya.


Dia melirik jam tangannya sambil menghampiri sang bodyguard.


" Apa kau tidak tidur semalam nona ?" Lewis mendaratkan bokong nya dikursi penumpang, lalu Lexy menutup pintu mobilnya dan bergegas menduduki kursi belakang kemudi.


" Sebentar saja cukup tuan " Lexy mulai menghidupkan kembali mesin mobil nya dan mengarahkan kemudinya keluar mansion.


" Siapa yang membawaku semalam?" Lewis terlihat memijat keningnya. Pagi ini dia terbangun dengan kaget karena menyadari dirinya sudah berada di atas tempat tidurnya.


" Martin tuan " Jawabnya singkat


" Siapa yang membawamu?"

__ADS_1


" Sahabat saya menjemput tadi malam "


" Baguslah "


Selanjutnya keheningan tercipta dalam sisa perjalanan menuju kantor.


Sampai dilantai dimana ruangan kerja Lewis berada, Lexy melihat raut kekecewaan yang berusaha disembunyikan oleh Michelle. Wanita itu tetap menyambut kedatangan mereka dengan ramah.


" Selamat pagi tuan Lewis, nona Lexy " Michelle menganggukkan kepalanya pelan sambil mengurai senyuman.


" Pagi " Jawab pria itu tanpa meliriknya sama sekali..


Michelle mengikuti mereka memasuki ruangan kerja Lewis untuk membawakan beberapa berkas penting yang harus ditandatangani oleh bos nya itu.


Tidak seperti biasanya Michelle meninggalkan berkas itu dimeja Lewis alih-alih menunggu nya hingga pria itu selesai membubuhkan tanda tangannya disana seperti biasa, sebentar kemudian dia kembali bersama dengan satu nampan berisi minuman hangat dan camilan kecil lalu menaruhnya dimeja Lewis.


Tumben penyihir ini rajin...-Lexy


Sementara dikediaman Sean.


" Ada apa pagi-pagi kemari Hen?" Sean yang merasa heran karena tiba-tiba mantan istrinya itu sudah mengunjungi nya pagi ini, biasanya dia hanya akan menghubungi nya lewat telepon itupun jika uang yang diberikan oleh Sean sudah habis.


" Apa uang kemarin belum cukup ?" Lanjutnya


Henrieta mendekati Sean, dia mulai mencoba untuk merayu nya seperti yang biasa dia lakukan selama ini.


" Aku hanya ingin mengenang masa lalu kita Sean..."


" Masa lalu? Yang sudah kau hancurkan itu?" Sean menarik salah satu sudut bibirnya.


" Aku minta maaf Sean...Tidakkah kau sudah melupakan masalah itu...?"


" Aku selalu mencintaimu Sean... Sampai kapanpun " Hen menautkan bibirnya dengan bibir milik Sean sambil tangannya menarik sesuatu dari balik kain lengan panjangnya.


Tiba-tiba


TAK!


Tangan Javier menghempas kan barang yang dikeluarkan oleh Henrieta dari balik lengannya, sebuah alat suntik yang sudah diisi oleh obat tidur dosis tinggi.


Seketika Sean terkejut dan mendorong tubuh wanita itu hingga dia terjerembab.


" Kau...!" Pekik Sean


" Dasar rubah licik!" Lanjutnya.


" Maafkan mengganggu kesenangan anda nyonya, anda bisa melanjutkannya dari balik jeruji nanti "


Jav memerintahkan anak buah Harry untuk membawa Henrieta untuk pergi dari ruangan itu.


" Bagaimana kamu tahu Javier ?"


Flashback on

__ADS_1


Pagi itu Javier menghubungi Harry untuk menunggu kedatangan nya di kantor polisi.


" Ada apa pak tua, kau membuat masalah lagi?" Seloroh Harry


PRAK


Jav melemparkan sebuah map berisi hasil temuan Lexy tadi malam.


" Bagaimana saya tidak membuat masalah jika anak buah mu bekerja begitu lambat tuan Harry " Jawaban Javier berhasil membuat raut wajah Harry berubah, apalagi setelah pria itu melihat isi dalam map.


" Darimana kau dapatkan ini Jav? " Harry mengerutkan keningnya


" Anda tak perlu tahu tuan, anggap saja ini bantuan dari saya untuk anda " Jawab Javier santai


" Saya hanya minta beberapa orang anak buah anda untuk ikut bersama saya sekarang " Lanjutnya.


Flashback off


Di ruang kerja Lewis Lexy tiba-tiba menerima panggilan telepon, dia terpaksa harus meninggalkan ruangan sejenak.


Huufttt...Untung gadis aneh itu pergi


" Minuman nya tuan " Michelle telah menuangkan teh hangat untuk Lewis yang telah di bubuhi satu bungkus gula sachet sebelumnya.


Lewis melirik sekilas kearah Michelle lalu mengambil cangkir teh hangat yang diberikan oleh nya sambil dia memeriksa dokumen terakhir.


BRAK


Seketika cangkir yang sudah berada di ujung bibir Lewis terjatuh karena pria itu terkejut mendengar suara keras dari arah pintu masuk.


" Owh... Mohon maaf sepertinya pintunya rusak tuan" Lexy memasuki ruangan dengan santai setelah dia menendang pintu itu hingga rusak.


" Oh no...! " Pekik Lewis saat tumpahan air teh membasahi kertas-kertas yang ada diatas mejanya, bola matanya membulat seketika setelah dia melihat air yang tumpah diatas mejanya berbusa.


" Kau...!!" Pekik Lewis kearah Michelle.


Lexy melihat Michelle yang sudah akan melarikan diri dari sana, secepat kilat wanita itu menjegal langkah Michelle hingga dia terjatuh dan keningnya terantuk ujung meja.


" Aaahh...!!" Pekiknya


" Apa yang kau lakukan?!" Lanjutnya


" Tidak semudah itu nona..." Ujar Lexy sambil mengangkat lengan Michelle hingga wanita itu bisa berdiri.


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘

__ADS_1


Happy reading 🤗


__ADS_2