Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Kesempatan Dalam Ruang Sempit


__ADS_3

Dua bulan sudah Aiden menguras otaknya mencari cara agar bisa mendekati Rin, awalnya dia ragu untuk bertanya kepada sang ayah tetapi karena dirinya tidak juga berhasil mengambil hati wanita itu akhirnya Aiden menemui Sultan untuk bertanya tentang pengalamannya dulu menaklukkan hati mommy tersayang nya Shakira.


" Aku gak tau lagi caranya dad, aku pernah memberinya bunga, coklat, barang-barang mahal bahkan mengajaknya makan malam romantis " Aiden mengacak rambutnya


" Tapi semua itu tidak ada yang berhasil " Lanjutnya.


Sultan tergelak mendengarkan penjelasan anak sulungnya itu, pria paruh baya yang masih terlihat keren itu teringat kembali pengalamannya dulu ketika mencoba untuk mendekati Shakira. Dia pun melakukan kesalahan yang hampir sama dengan anaknya Aiden.


" Dad ..Please jangan ketawain aku, aku lagi frustasi ini " Keluh Aiden.


" Memangnya adik-adik mu tidak pernah membantumu?" Kekeh Sultan


" Semua yang aku lakukan atas saran mereka dad "


" Uncle Nic? Bukannya gadis itu mengenal uncle mu?"


" Dad...Ini bukan kasus kejahatan, kenapa aku harus meminta bantuan uncle Nic?? Ayolah dad...ceritakan bagaimana dulu Daddy menaklukkan hati mommy "


Lalu Sultan pun mulai menceritakan bagaimana awalnya dia bisa mendekati Shakira, perjuangannya untuk mendapatkan cinta dari wanita tangguh itu dan pada akhirnya menaklukkan hati sang harimau betina. Dia juga sedikit menceritakan tentang pengalaman Lewis saat pria itu mencoba untuk menaklukkan hati Lexy yang menurutnya lebih mirip dengan Rin ketimbang Shakira.


" For real dad? mommy pernah trauma? "


" Ya...dan grandpa Jav mu lah yang membantunya untuk memulihkan kondisi nya "


" Daddy akui saat itu Daddy gak sengaja bisa memeluk mommy kamu selama itu, tapi ternyata itu membuat kedekatan kami semakin bertambah " Lanjutnya.


" Whoaaa...that is awesome dad " Aiden berdecak kagum.


" Tapi aku masih prihatin dengan papi Lewis, masa sih dia sering dihajar sama mami Lexy ? Aiden tergelak.


" Tanya aja sama uncle Nic atau Tig atau bahkan uncle Luc, mereka lebih tau " Kekeh Aiden.


" Aku penasaran apa Keenan tau tentang papinya " Aiden kembali tergelak.


" Daddy rasa dia belum mengetahuinya son, bocah itu bahkan baru mengetahui bahwa Lexy adalah seorang hacker handal ketika dulu kalian melawan Viper kan?"


" Thanks dad... Aku rasa aku sudah tahu apa yang harus aku lakukan" Aiden memeluk Daddy tercintanya, sosok pria yang selama ini telah menjadi role model baginya.

__ADS_1


" Semoga saja Rin tidak seperti mommy atau mami Lexy, lebih mudah untuk ditaklukkan " Gumam Aiden, pria itu meminta agar Andre mengarahkan kemudi mobil nya menuju kantor.


Hal pertama yang akan Aiden lakukan adalah memerintahkan Rin untuk tinggal di mansion, selama ini Rin masih tinggal di apartemen milik nya.


" Andre, mulai malam ini pindahkan Rin ke mansion dan suruh dia menempati kamar di kosong disebelah kamarku "


" Ada masalah tuan muda?" Andre mengerutkan keningnya, kenapa tiba-tiba tuan mudanya meminta gadis itu untuk tinggal disana pikirnya.


" Aku hanya ingin lebih mudah berkomunikasi dengannya Andre "


" Baik tuan " Ujarnya, meski pikiran nya tetap tidak bisa mencerna perkataan tuan mudanya. Karena selama ini tidak ada masalah dengan komunikasi diantara mereka.


Malam pun tiba, Jam kerja kantor telah berakhir pada pukul 5 sore tadi tetapi Aiden masih tertahan dikantor nya karena ada beberapa berkas yang harus dia tandatangani malam itu juga. Itu artinya Rin pun akan tetap menemani tuan mudanya disana.


" Apa Andre sudah memberitahu mu?" Tanya Aiden, pria itu tengah memeriksakan kembali berkas yang akan dia tandatangani.


" Sudah tuan, mulai malam ini saya akan pulang ke mansion "


" Bagus kalo kamu udah tau "


" Tuan, boleh saya meminta sesuatu?" Rin memberanikan dirinya.


" Bolehkan saya pulang dengan menggunakan sepeda motor saya tuan? Anda pulang bersama dengan tuan Andre bukan?"


" Akan aku pikirkan, untuk malam ini oke "


" Terima tuan "


" Hhhmmm..."


Terkadang Aiden bertanya-tanya apa sih yang sebenarnya ada dipikiran gadis ini, kenapa dia bisa berlama-lama berdiri tanpa bicara kecuali Aiden menanyakan sesuatu kepadanya.


.


.


" Kau tinggal tinggal disini mulai malam ini Rin " Titah Andre saat pria itu mengantarkan Rin memasuki kamarnya.

__ADS_1


" Tapi ini..." Rin masih belum percaya dengan posisi kamar dirinya yang berada tepat di sebelah kamar tuan mudanya, parahnya lagi diseberang kamar Rin adalah kamar Kaylee dan Jenna. Dia pikir dia akan menempati kamar dirumah belakang dimana para pelayan dan pengawal tinggal.


" Ikuti saja perintah tuan Aiden Rin dan jangan banyak bicara" Andre meninggalkan Rin dikamarnya, malam ini dia berjanji akan mentraktir Philip makan burger legendaris karena dirinya telah kalah dalam taruhan.


" Baik tuan " Rin menutup dan mengunci pintu kamarnya. Gadis ini sungguh tidak tahu apa yang akan dia lakukan dikamar sebesar itu, ukuran kamar ini empat kali lipat lebih luas dibandingkan ukuran apartemen miliknya yang menurutnya itupun sudah cukup luas baginya.


Rin mulai menjelajahi setiap bagian kamar, gadis itu cukup terkejut ketika membuka salah satu pintu yang ternyata adalah ruang penyimpanan pakaian sekaligus ruang ganti yang terhubung dengan kamar mandi. Kekaguman nya pun tidak hanya sampai disitu, ketika gadis itu memasuki kamar mandi dia lagi-lagi dibuat kagum dengan design kamar mandi yang sangat mewah itu.


" Whoaaaa...Ini keren!" Rin menekan salah satu tombol yang ada didinding kamar mandi, tak lama langit-langit diatasnya pun menyemburkan air hangat. Saking kagumnya dia dengan kemewahan kamar mandi itu, Rin sampai lupa diri! Dia bermain air didalam sana dengan baju yang masih menempel ditubuh nya.


" Kenapa dia belum keluar juga?" Aiden sudah beberapa kali menghubungi Rin, tetapi gadis itu tidak juga merespon nya.


" Apa dia pergi?" Gumamnya, Aiden pun memutuskan untuk menghubungi Andre untuk menanyakan keberadaan gadis kaku itu.


" Apa mungkin dia tertidur didalam?" Batinnya saat mendengar jawaban Andre. Aiden berjalan mondar-mandir didepan pintu kamar Rin, tiba-tiba dia mengingat perkataan Daddy nya pagi tadi yang menceritakan tentang trauma yang pernah dialami oleh mommy nya.


" Jangan-jangan...." Secepat kilat pria itu menekan tombol password yang ada dibawah gagang pintu, dan pintu itupun langsung terbuka. Aiden mengedarkan pandangannya seraya meneriakkan nama gadis itu.


" Rin...! Rin...! Kamu dimana?!"


Beberapa kali Aiden mencoba memanggil kembali gadis itu, tetapi hasilnya tetap nihil. Masih dengan perasaan panik, Aiden membuka pintu ruang ganti pakaian dan tanpa pikir panjang meraih gagang pintu kamar mandi dan membukanya lalu berlari memasuki kamar mandi dan...


Brug!


Tubuh Aiden sukses mendarat dibawah tubuh Rin, saat pria itu menabrak tubuh basah Rin dengan sigap dia memeluk dan memutar tubuhnya sendiri agar tubuhnya tidak jatuh menimpa gadis itu.


" Tu... Mmpppphh..."


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘

__ADS_1


Happy reading 🤗


__ADS_2