Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Menguak Masa Lalu


__ADS_3

Tiba hari yang dijanjikan oleh Javier kepada Lewis seminggu yang lalu, pria yang masih terlihat cantik dimata Lexy ini pun bergegas untuk menemui nya di Athalah Corp.


Minggu lalu Lewis ingin bertanya perihal peristiwa yang belum lama terjadi antara dia, ayahnya Sean serta mantan istri sang ayah juga mantan sekertaris nya dan Gerry.


Kenapa masalah keluarga nya selalu berkaitan dengan keluarga Athalah? Apa yang sebenarnya disembuhkan oleh sang ayah?


Sean sempat menceritakan tentang masa lalunya kepada Lewis, tetapi menurut nya ada banyak hal yang janggal hingga dia memutuskan untuk bertanya langsung kepada Javier.


Menurut Lewis Javier pasti tahu sejarah lengkap tentang hubungan keluarga mereka, terbukti selama ini dia lebih sering berhubungan dengan pria dingin itu ketimbang keluarga Athalah lainnya.


" Duduklah Lew, sebentar lagi Jav akan menemui mu " Sultan menyambut kedatangan teman barunya ini diruangan nya, dia pun kembali ke layar laptopnya.


" Terimakasih Sultan "


Lewis mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, kantor Sultan ini begitu luas tetapi design interior nya terkesan minimalis. Hampir semua benda yang ada diruangan itu berdaya guna, bahkan meja yang sekarang ada dihadapannya ini jika ditarik kedua sisi nya dia akan langsung menjumpai botol-botol wine berjejer disana.


" Selamat pagi tuan Lewis, maafkan telah membuat anda menunggu "


Sapaan Javier telah membuyarkan lamunan Lewis tentang ruangan kerja Sultan.


Sesuai dengan janjinya, Javier memberi tahu semua peristiwa terkait dua keluarga ini dari jaman dulu. Jaman ketika Sean masih muda dan bagaimana dia mendekati Maharani adik satu-satunya Bima yang begitu dia sayangi dengan tujuan untuk menghancurkan Bima, hingga pada akhirnya Bima pula lah yang menyelamatkan bisnis keluarga mereka dari kehancuran.


Lalu Javier menceritakan bagaimana Gerry dan Marco telah menghabisi nyawa keluarga Shakira.


Lewis sempat mengerutkan keningnya ketika pria kaku itu berkata


" Tuan besar terlalu baik kepada kalian " Dengan nada datarnya.


Tetapi jika Lewis pikirkan kembali, memang iya Bima terlalu baik kepada keluarga mereka apalagi dengan ulah Sean terhadap Maharani dan belum lama ini Gerry kepada Sultan dan Shakira.


Mungkin jika dirinya berada diposisi Bima atau Sultan saat itu, dia tidak akan segan menghancurkan keluarga Damian. Toh mereka mempunyai segala kemampuan untuk itu, tetapi mereka malah menolongnya hingga saat ini.


" Bisnis adalah bisnis, urusan keluarga itu berbeda "


" Tuan besar dan tuan muda melihat sisi lain dari diri seorang Sean dan dirimu tentunya, tetapi mereka tidak bisa melihat nya pada sisi saudara tiri mu " Lanjut Javier.


" Aku tidak tahu caranya untuk mengungkapkan rasa terimakasih ku kepada keluarga kalian..." Lewis menundukkan kepalanya, sungguh dia merasa begitu kecil saat ini.


Dia juga baru menyadari kenapa ada banyak kejanggalan dalam cerita sang ayah, rupanya Sean menyembunyikan peristiwa antara dirinya dengan Maharani. Seorang wanita yang pernah ditemui nya secara sekilas dalam sebuah acara di Levington Club.

__ADS_1


" Kau tak usah berterima kasih kepada kami Lew, selama ini kita telah menjalin hubungan kerjasama yang sangat baik dalam bidang bisnis " Sultan mendahului Javier untuk menanggapi perkataan Lewis.


" Mungkin kita bisa memperbesar cakupan kerjasama bisnis kita kedepannya Lew, kami butuh anak-anak muda berbakat seperti dirimu untuk projek-projek kami kedepannya " Lanjutnya.


Tanpa pikir panjang Lewis langsung mengiyakan ajakan Sultan itu, selain memang bakat dia dibidang bisnis memang dia akui sangat mumpuni ini juga sebagai bentuk rasa terimakasih nya kepada keluarga yang baik hati itu.


" Ada satu hal lagi yang ingin aku ketahui tuan Javier...."


Lewis menarik menghela nafasnya untuk mengumpulkan sisa keberanian yang ada padanya.


" Ini mengenai Lexy "


Benar saja, rona wajah pria kaku itu berubah drastis seketika seakan seisi ruangan ini menjadi begitu sangat menakutkan.


" Terlalu banyak bertanya bisa membunuhmu tuan Lewis " Jav beranjak dari duduknya.


" Saya permisi " Pria itu pergi meninggalkan Lewis yang masih dalam keadaan syok dan Sultan yang tertawa terbahak-bahak.


Dasar es batu!- Lewis


.


Oke, rencana baru sudah bermunculan dikepala sang pria cantik. Lewis memutuskan untuk lebih fokus lagi dalam menjalani hubungan kerjasama dengan Athalah Corp, jika dulu dia begitu berambisi untuk mengalahkan perusahaan besar itu sekarang rencana itu sudah hilang entah kemana dan berganti menjadi sebuah tujuan baru yang lebih baik yakni membesarkannya dengan caranya sendiri.


Pertemuan dengan Sultan sudah semakin intens, Lewis hampir setiap saat berada di Athalah Corp untuk membicarakan rencana barunya dengan Sultan.


Masih ingat kan Athalah Corp sempat membuat rencana untuk membangun sebuah gedung pencakar langit yang didalamnya terdapat sebuah pusat perbelanjaan dan apartemen? Nah project itu lah yang sedang Lewis incar. Dia punya segudang rencana untuk pembangunan gedung tersebut.


" Rencana mu sangat bagus Lew, sepertinya aku memang harus menyerahkan projek ini kepadamu " Sesaat setelah Lewis memperlihatkan design gedung itu melalui sebuah layar proyektor.


" Aku gak akan pernah mengecewakan mu Sultan "


Tiba-tiba netranya menangkap sosok seorang gadis yang telah lama dia rindukan itu, Lexy memasukkan ruangan dan menyapa dia serta Sultan disana.


Hari ini dia terpaksa harus menggantikan posisi Javier untuk mengawal Sultan, sementara pria itu sedang mengunjungi salah satu kolega besar Athalah Corp menggantikan Sultan yang saat ini sedang ditemui oleh Lewis.


Lexy terlihat sangat berbeda dengan pakaian resmi yang dia kenakan, setelah blazer dan celana panjang hitam serta sepatu pantofel runcing hitam mengkilat.


" Tuan, makan siang anda sudah sampai " Lexy melirik Lewis dengan sudut matanya.

__ADS_1


" Apa anda akan menyantap nya sekarang ?" Lanjutnya.


" Bawa kemari Lex, dan ajak semua beruang Grizzly itu masuk " Kekeh nya.


" Siapa yang Lo bilang beruang Grizzly itu bodoh?!!" Nico memasuki ruangan diikuti oleh Tiger dan Luc.


" Tenanglah kakak ipar, aku hanya bercanda..." Nico tergelak


" Lagi pula kalian memang lebih mirip beruang Grizzly daripada banteng " Lanjutnya.


Tig dan Luc meletakkan bungkusan-bungkusan makanan yang mereka bawa diatas meja, sementara Lexy baru kembali setelah dia memastikan keadaan kepada Siska dan memastikan kembali apakah pintu ruangan itu telah benar-benar terkunci.


Selalu terjadi sebuah keributan besar saat mereka semua sedang berkumpul bersama.


" Ka... kalian datang lagi..." Lewis masih berdiri mematung melihat adegan yang sedang berlangsung didepannya.


Semua aturan dalam berperilaku itu seperti sebuah formalitas belaka saat ini, cara mereka memperlakukan Sultan dan sebaliknya dan cara mereka saling berbicara itu berada diluar nalar Lewis saat ini.


" Tentu saja pretty boy, kita akan makan besar siang ini " Seloroh Tiger.


" Bisakah kalian berhenti memanggilku dengan sebutan itu??!" Lewis terlihat sangat kesal, tetapi terlihat begitu lucu dimata mereka.


" Uuuhhh ... Menakutkan " Luc menimpali


Sementara Sultan dan Nico tak hentinya mentertawakan kekonyolan mereka.


Lexy? Dia terlihat begitu menikmati burger favorit nya tanpa perduli dengan adegan yang tengah terjadi saat ini dengan posisi bersila.


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Terimakasih atas dukungannya kepada karya othor yang satu ini, terimakasih atas motivasinya untuk selalu membuat othor menelorkan cerita-cerita seru di novel ini dan maaaaasih banyak lagi..

__ADS_1


God bless you all


Love you all seluas cakrawala 🤗🤗


__ADS_2