Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Kejutan


__ADS_3

Aiden mendapatkan pesan dari Daddy nya untuk mengunjungi dirinya selepas dia pulang sekolah hari ini, sesuai dengan janji daddy nya tempo hari bahwa dia akan memperkenalkan sebuah game baru untuk diuji coba olehnya sebelum game tersebut di terbitkan secara masal melalui platform online.


" Daddy mu beneran cuma mau kasih liat game baru itu kan? Gak ada hal lain kan selain itu?" Tanya Keenan.


Remaja tanggung satu ini masih belum bisa menghilangkan rasa bersalahnya atas kejadian mencontek beberapa hari yang lalu, pasalnya setelah dia benar-benar menghitung jumlah uang yang dikeluarkan oleh Aiden dia merasa berhutang budi pada sahabat nya itu.


" Iya cuma itu aja Keen, Lo mau ikut kan?" Aiden menaruh kembali buku-buku nya kedalam lemari loker.


" Gak tau...maksud gue, gue masih takut "


" Takut apa?"


" Takut daddy Lo tau tentang kejadian nyontek beberapa hari yang lalu itu "


" Terus emangnya kalo daddy gue tiba-tiba tau Lo mau gimana?" Aiden menghela nafasnya. Sebenarnya Aiden tahu jika Keenan adalah murid yang pintar, hanya saja terkadang dia malas untuk belajar.


" Makanya, lo kerjain PR nya jangan cuma main game doang " lanjutnya


" Lo juga kan main game Ai..."


" Iya gue main game, tapi setelah gue selesaikan semua tugas sekolah " Jawabnya enteng. Mereka berjalan menuju areal parkir sekolah dimana sopir Aiden dan Keenan sudah menunggu mereka disana.


" Kak!! Tunggu..!" Teriak Kaylee, gadis itu berlari menghampiri nya diikuti oleh Jenna dan Jared.


" Kalian di jemput dengan mobil yang lain, kakak mau ke kantor daddy sekarang "


" Yaaa.... Padahal aku pengen ikut kak " Kaylee terlihat kecewa.


" Aku juga " Sambung Jenna, sementara Jared sudah memasuki mobil yang menjemputnya.


" Kak Keenan mau pulang sekarang?" Tanya Jared


" Engga...Kamu pulang duluan aja, aku mau ikut ke kantor daddy Sultan "


" Oke " Bocah kecil itu langsung meminta kepada sopir untuk segera membawanya pulang.


Kesempatan kalo gak ada kak Keenan, aku bisa menguasai mami sendiri...-Jared


" Lain kali Kay, kakak bukannya mau main kesana " Aiden menghela nafasnya sejenak, dia sebenarnya tidak tega tidak bisa mengajak mereka bermain hari ini tetapi mau bagaimana lagi Daddy nya meminta dirinya untuk tidak mengajak kedua adiknya serta.


" Owh oke " Kaylee menundukkan wajahnya.


" Tapi pulang nya beliin makanan yah kak " Memainkan matanya


" Iya cerewet, nanti aku belikan kalian dua eskrim coklat kesukaan kalian " Aiden menyuruh kedua saudarinya untuk segera menaiki mobil dan meminta sopir untuk membawa mereka pulang.


Sampai disebuah gedung pencakar langit berteknologi tinggi, Aiden dan Keenan berjalan menuju lobby. Kedatangan mereka menjadi pusat perhatian orang-orang yang sedang beraktivitas disana, siapa yang tidak kagum melihat ketampanan dua remaja tanggung anak dari pemilik dan asisten kepercayaan dari Athalah Corp tersebut.

__ADS_1


Aiden dan Keenan seharusnya menaiki lift khusus untuk para ayah mereka menuju ruangan dilantai paling atas dimana kedua ayah mereka berada saat ini, tetapi dasar anak remaja tengil mereka menaiki lift umum dimana karyawan dan tamu sering kali menggunakan nya.


" Lo gila Aiden, gimana kalo daddy Lo tau? Dia bisa marah besar!"


" Tenang...Aku tinggal bilang sama mommy kalo daddy marah " Bisik Aiden


Mereka berada diantara orang-orang yang akan menuju ke berbagai lantai didalam lift itu.


" Hei nak, kalian mau ke lantai berapa?" Tanya salah seorang pria berpenampilan sangat rapi.


" Ke lantai 45 tuan " Jawab Aiden singkat.


" Itu lantai khusus pemilik perusahaan ini, tidak ada seorangpun yang bisa menuju kesana kecuali sudah membuat janji "


" Itu pun jika pemilik perusahaan ini mengabulkan janjimu " Kekeh orang itu dengan lirikan merendahkan.


" Kami sudah membuat janji dengannya tuan, dan saat ini beliau sedang menunggu kedatangan kami " Ucap Keenan sedikit kesal mendengar nada bicara dan lirikan mata pria itu terhadap dirinya dan Aiden.


" Kalian tidak sedang mengada-ada kan? Tidak mungkin tuan Sultan mau menemui bocah ingusan seperti kalian "


" Tidak " Jawab Aiden singkat. Aiden memberikan kode kepada Keenan untuk tidak meladeni orang tersebut dengan gelengan kepala nya.


" Apa maksud kedatangan kalian menemui tuan Sultan?"


" Kami akan bermain game " Jawab Keenan dengan suara sedikit bergetar.


Tiba-tiba pria itu tertawa


" Ada-ada saja..." Ucap salah satu wanita yang berpakaian sangat seksi.


Sepertinya orang-orang didalam lift itu belum tahu siapa bocah tengil yang mereka pikirkan itu. Aiden hanya menyunggingkan senyumnya, dia mengingat siapa-siapa saja yang berada didalam lift itu.


" Anda bekerja sebagai apa disini tuan ?" Tanya Aiden, suara Aiden membuat bulu kuduk Keenan berdiri seketika.


" Siapa kau ingin mengetahui siapa aku bocah ?" Pria itu tergelak


" Tapi jika memang kau ingin mengetahui nya, aku adalah seorang HR Manager di gedung ini "


" Barangkali kalian ingin melamar pekerjaan ditempat ku ini, kalian tinggal tanyakan saja tuan Mcallister kepada resepsionis di lobby tadi " Kekeh pria yang telah mengaku bernama Mcallister tersebut.


" Dan anda nyonya ?" Aiden menatap tajam wajah dua orang ini saling bergantian.


" Owh, aku calon sekertaris pemilik perusahaan ini " Kekeh wanita itu sambil menggelengkan kepalanya.


" Kau tau, kabarnya pemilik perusahaan ini begitu menyukai wanita cantik dan seksi seperti diriku ini " Lanjutnya


Seketika bayangkan Aiden tertuju kepada aunty Siska ibu dari Jenna. Aunty nya itu memang cantik dan seksi tetapi kepribadian nya begitu baik dan cara berpakaian nya pun sangat sopan, berbanding terbalik dengan wanita yang ada dihadapannya ini.

__ADS_1


Ting!


Pintu lift terbuka, sebagian orang yang ada didalam sana keluar dari ruangan kotak kecil itu menyisakan Aiden dan Keenan serta kedua orang yang mengaku sebagai HR manager dan kandidat sekertaris pemilik perusahaan ini. Pintu Lift kembali tertutup.


" Apa kau benar-benar akan bertemu dengan pemilik perusahaan ini bocah?"


" Ya..." Jawab Aiden singkat.


" Sebaiknya kau pikirkan kembali nak, kami akan menemui mereka dan aku akan pastikan apapun niat mu untuk bertemu dengan mereka pasti tidak akan pernah terjadi "


" Dan lihat lah wanita yang ada dihadapan kalian, sudah pasti dia lebih tertarik dengan wanita ini ketimbang kalian " Pria itu kembali tertawa.


Ting!


Pintu lift kembali terbuka, kali ini mereka sampai dilantai yang dituju yakni lantai dimana ayah mereka berada dan sudah bisa dipastikan paman merekapun pasti berada didalam sana.


Ruby wanita paruh baya yang masih menjadi sekertaris sang ayah sudah akan menyambut kedatangan Aiden dan Keenan tetapi Aiden menggelengkan kepalanya, Ruby pun mengurungkan niatnya lalu menyapa Mcallister dan wanita yang ada disampingnya. Mereka pun diijinkan oleh Ruby untuk memasuki ruangan.


" Hei tuan kecil, kenapa kalian melarang ku untuk menyapa kalian?" Bisik Ruby


" Aku hanya ingin membuat kejutan untuk mereka aunty Ruby " Kekeh Aiden


Ruby pun hanya ber O ria, wanita itu cukup tahu tingkah jahil tuan muda kecil yang akan meneruskan kinerja ayah mereka kelak.


" Boleh kami masuk Aunty ?" Tanya Keenan


" Tentu saja sayang...kalian tidak perlu meminta ijin kepada ku " Ruby mengembangkan senyumannya.


Mereka berdua pun membuka pintu secara kasar.


BRAK!


" Hai dad...."


" Hai papi... "


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Happy reading 🤗

__ADS_1


Happy satnite


Happy raining 🤗🤗🤗


__ADS_2