
Tiga hari menjelang persiapan acara kesibukan semakin bertambah, tim inti tengah fokus pada persiapan akhir produk yang akan diluncurkan dan ini melibatkan Sultan langsung didalamnya.
Tim pengamanan diperkuat dengan melibatkan Harry dan anak buahnya dari kepolisian bahkan gabungan dengan tim taktis pasukan elit negara, ini adalah hasil kerjasama yang dilakukan oleh Javier dengan pihak mereka karena acara yang akan diselenggarakan akan sangat besar sekali dan dia ingin memastikan bahwa acara tersebut berjalan dengan baik nantinya.
Tim penyelenggaraan acara diserahkan kepada event organizer ternama di negara itu dengan pengawasan langsung dari Shakira tentunya. Ada satu tim yang tidak akan diketahui keberadaannya oleh semua tim yang terlibat, yakni The Black Team yang dipimpin oleh Nico. Mereka akan memantau langsung dari udara perhelatan akbar yang akan terjadi, dengan dibekali peralatan-peralatan super canggih ciptaan Sultan dan ilmuwan nya untuk memudahkan mereka melakukan operasi rahasia itu dengan sangat baik.
Tim yang dipimpin oleh Nico bahkan sudah bergerak sejak awal, sejak Sultan merancang produk barunya. Mereka di daulat langsung oleh Javier untuk memastikan agar produksi yang diciptakan terlindung dari orang-orang yang akan meniru atau bahkan dari orang yang akan mencuri hasil karya ciptaan Sultan tersebut.
Flashback on
Masih ingat kan ketika Javier mengirimkan mereka ke Hawaii?
Coba tebak apa yang mereka lakukan selama disana?
Fasilitas rumah itu memang mewah, semua ada disana tinggal sebutkan saja. Setidaknya itu yang terlihat dipermukaan rumah itu, tapi apakah kalian mengetahui fasilitas rahasia di mansion yang lebih mirip dengan benteng pertahanan tersebut??
Jika kita turun dua lantai kebawah, kita akan menemukan sebuah fasilitas dimana Javier, Nico dan Shakira dan para pengawal rahasianya menjalankan operasi nya selama ini.
Nah sebelum mereka berangkat ke bandara, Lucas, Tiger dan Lexy dipertemukan dengan seorang pengacara untuk mengurus berkas-berkas bergabung nya mereka secara resmi dengan The Black Team. Dan setelah mereka menandatangani berkas-berkas tersebut, Javier dan Nico mengajak mereka untuk turun ke lantai paling bawah mansion tersebut.
Selama tiga bulan disana, tanpa sepengetahuan ketiga sahabatnya, Nico selalu pergi ke ruang rahasia itu dikala malam tiba dan mengontrol semua pergerakan dari sana.
" Owh man! This is insane!" Tiger berdecak kagum melihat betapa lengkap dan canggih nya fasilitas yang ada dibawah gedung tersebut.
" Tunggu dulu! Lo tau fasilitas ini dari awal Nic?" Lexy melihat Nico yang sudah begitu familiar dengan tempat ini, dia bahkan melihat Nico memasukan kode untuk membuka pintu yang menyambungkan mereka kesana.
" Bisa dikatakan demikian " Jawabnya singkat
" Ini namanya Lo tetap beroperasi Nic, cuman seragam lo aja yang ganti " Luc tergelak. Pria ini merangkul pundak sahabatnya Nico.
" Oke tuan-tuan dan anda nona...Kita akan mulai " Jav menggiring mereka kesebuah meja bundar tepat di tengah ruangan tersebut. Diatas meja tersebut sudah terdapat banyak aplikasi virtual yang akan memudahkan Jav untuk menerangkan apa yang akan dia sampaikan.
" Pekerjaan kemarin adalah sebagai bentuk test awal untuk kalian "
Jav menekan sebuah tombol, seketika sebuah gambar virtual muncul dihadapan mereka.
" Ini adalah tugas kalian berikutnya "
Pria itu memperjelas gambar virtual tersebut dan membesarkannya dengan merentangkan kedua tangannya.
" Ini adalah projek yang sedang dikerjakan oleh sahabat kalian, tuan muda kalian Sultan "
Jav lalu menjelaskan secara detail tentang produk tersebut, Nico dan ketiga sahabatnya terlihat begitu serius mendengarkan semua perkataan Javier.
__ADS_1
" Operasi ini dinamakan Operation Shakira "
" Hei itu nama adikmu Nic " Tig menyela
" Jangan mulai Tig " Pinta Nico
" Tugas kalian dimulai sejak detik ini " Jav menghela nafasnya.
" Pesawat kita sudah menunggu, sebaiknya kita segera berangkat " Jav mengakhiri kata-kata nya.
Flashback off
" Apa kamu lelah sayang?" Nico merasa prihatin melihat aktivitas Shakira yang semakin padat.
" Engga mi amor...Jangan khawatir kan aku, kau cukup fokus pada produk barumu itu, tiga hari lagi kita akan meluncurkan produk nya " Shakira tetap fokus pada layar tab ditangannya.
" Nona...Ada seorang gadis ingin bertemu dengan tuan " Salah seorang pelayan wanita menghampiri mereka diruang kerja Sultan
" Siapa bik?" Shakira menghampiri wanita itu.
" Nona Thalita nona..." Wanita itu menundukkan kepalanya, dia tidak berani memandang wajah Shakira karena sebelumnya Shakira sudah wanti-wanti agar tidak seorangpun mengganggu kesibukan mereka didalam.
" Oke... Terimakasih bik, bilang padanya untuk menunggu sebentar...Saya akan menemuinya sebentar lagi "
" Tiga menit sayang...Tidak lebih!" Sultan mengingatkan Shakiranya akan waktu paling lama untuk dia bisa meninggalkan Sultan. Pria itu mencium bibirnya sebelum wanitanya pergi untuk menemui gadis yang tak diharapkan kedatangan nya itu.
" Selamat malam nona Thalita..." Sapa Shakira ramah
" Malam...Mana Sultan? Aku ingin bertemu dengan nya malam ini, aku ingin membicarakan hal penting dengannya " Ucap Thalita langsung tanpa basa-basi.
" Tuan muda sedang tidak bisa diganggu malam ini nona, ada yang bisa saya sampaikan kepada beliau untuk nona?"
" Tidak...Ini sangat penting, aku harus berbicara langsung padanya "
" Baiklah, tetapi baru bisa besok pagi anda menemuinya, saya akan mengosongkan waktu lima belas menit untuk anda besok di kantor "
" Apa?Hanya lima belas menit?? Apa kamu sudah gila?! Aku tidak bisa berbicara dengan nya sesingkat itu! "
" Maaf nona tetapi jadwal tuan muda sangat padat "
Sementara di ruangan kerja Sultan, pria itu terlihat melirik jam tangannya.
" Oke sudah tiga menit..."
__ADS_1
Dia beranjak dari duduknya, memutuskan untuk mencari keberadaan asisten pribadi tercintanya.
" Sayang...Kamu sudah melewati batas waktu tiga menit mu!"
Sultan merangkul tubuh Shakira dan mencium lehernya tanpa memperdulikan kehadiran Thalita dihadapannya.
" I miss you so much bebe " Bisiknya ditelinga Shakira. Wanita itu tetap tidak bergeming dalam posisi nya meski Sultan sedang mencium dan merayunya.
" Owh...Kau masih disini?" Sultan berpura-pura terkejut dengan kehadiran Thalita, bisa dibayangkan bagaimana reaksi gadis itu ketika menonton adegan mesra didepannya.
" I....iya, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu " Thalita mengepalkan tangannya, mereka bahkan belum mempersilahkan nya untuk duduk.
" Bicaralah...Aku akan mendengarkan " Pinta Sultan, pria itu tetap fokus menciumi wangi tubuh wanitanya.
" Hentikan tuan muda, jaga sikap anda... Dengarkan nona ini berbicara " Shakira menahan bibir Sultan dengan telapak tangannya.
" Baiklah sayang... Apapun katamu " Memberikan kecupan terakhir dileher wanitanya.
" Silahkan duduk nona Thalita " Pinta Sultan.
" Jadi apa yang ingin nona bicarakan dengan saya malam-malam begini?" Lanjutnya.
" Ini tentang baju...Baju yang akan kita kenakan bersama di acara itu, aku ingin mengenakan pakaian yang serasi denganmu " Thalita terlihat begitu antusias membicarakan hal penting ini dengan Sultan, berharap pulang nanti dia sudah bisa memesan pakaian dirinya dan Sultan langsung kepada seorang designer dunia.
" Tentang itu rupanya..." Sultan mulai terlihat jengah, sementara Shakira berusaha untuk menahan tawanya.
" Pesan saja pakaian yang Anda inginkan nona, itu terserah anda " Sultan beranjak dari duduknya
" Saya sudah mempunyai seseorang untuk menyiapkan pakaian khusus saya " Lanjutnya. Pria itu meninggalkan ruangan tanpa menghiraukan Thalita disana.
" Sayang....Aku ingin tidur, pastikan nona Thalita pergi sebelum tiga menit dari sekarang...Aku sedang berbaik hati padamu " Sultan hanya memandang Shakira saat dia berbicara lalu pergi menaiki tangga menuju kamar nya.
" Anda mendengarnya sendiri nona...Saya akan mengantarkan anda ke depan... Silahkan "
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
__ADS_1
Happy reading 🤗