Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Are You Crazy Dad?!!


__ADS_3

Siang itu Sultan mengajak Aiden untuk pergi ke suatu tempat tanpa mengatakan apapun mengenai tujuan mereka, ayah, anak serta paman ini sedang dalam perjalanan menuju lokasi yang Sultan maksudkan.


Sultan bahkan tidak mengijinkan Kaylee untuk ikut serta kali ini, meski gadis itu sudah mengeluarkan sejuta jurus manjanya hingga jurus pamungkas nya yaitu menangis.


" Ini urusan laki-laki dewasa Kay, anak gadis dilarang ikut " Kilah Sultan saat anak gadisnya mengeluarkan jurus pamungkas nya.


Meski ujung-ujungnya Sultan harus merogoh kocek lumayan dalam untuk meredam tangisan Kaylee ditambah dengan jaminan tutup mulut sang Istri juga bonus dua mahluk asing yang mempunyai kepribadian yang sama milik beruang Grizzly yang tengah mengendarai mobilnya, itu tidak jadi masalah baginya. Yang penting saat ini niat Sultan untuk mengajak sang anak sulung pergi ke tempat itu terlaksana.


Empat paket perawatan spa mendarat ditangan mereka masing-masing, dan ajaibnya tangisan gadis itu hilang dalam sekejap saja bahkan senyuman manis terlukis jelas diwajahnya seakan tidak pernah terjadi drama apapun saat itu.


" Sampai disana nanti kamu diam saja yah boy, biarkan Daddy dan uncle Nic yang bicara " Pintanya.


" Oke dad...Tapi bisakah Daddy memberitahu ku sedikit saja tentang tempat yang akan kita kunjungi nanti dad?"


" Nanti kamu akan tahu sendiri boy, tenang saja " Jawab Sultan sambil menepuk pundak anak lelaki yang sekarang tinggi tubuhnya sudah melebihi tinggi tubuh dirinya.


" Oke dad...Tapi ini serius kan dad?"


" Serius boy, seribu rius malah..."


Bukan apa-apa, Aiden kapok dijahili ayah dan paman yang terkenal dengan ke kompakannya dalam hal menjahili itu. Terakhir kali mereka menjahili dirinya dan Keenan adalah saat pertama kali Aiden menginjakkan kakinya di Diamond, sang ayah seperti saat ini berkilah padanya bahwa dirinya akan mengajaknya ke suatu tempat yang penting.


Alih-alih pergi ke suatu tempat yang penting untuk urusan laki-laki, ayahnya itu malah mengajak mereka ke Diamond Club dengan alasan agar dia tahu bagaimana kehidupan malam.


" Kalo urusan kayak gini gak perlu Daddy ajarin kali dad, kita juga bisa pergi sendiri...Lagi pula gak lucu kan pergi ke klub malam bareng sama daddy nya, nanti yang ada Aiden dan Keenan malah dikira sugarboy! "


Tidak berhenti disana, Sultan dan Nico malah membuat kedua bocah itu mabuk berat hingga pada pagi hari nya Lewis datang ke kantor dalam keadaan mengamuk.


" Lo gila yah! Mereka masih anak-anak Sultan!" Pekik Lewis.


" Mereka bukan anak-anak lagi Lew, usia mereka udah 20 tahun...Lo gak mau kan anak Lo disangka anak cupu sama temen-temennya?" Sultan berkilah, pria itu berbicara seakan-akan perbuatannya itu adalah perbuatan yang wajar saja.


" Susah emang ngomong sama lu!"


" Ayo lah Lew... Daripada mereka dijebak sama temen-temen nya terus malah berakhir di ranjang bareng gadis yang gak tentu asal usul nya, mending sama kita aja...ya kan??"


" Au ahh! Pusing gue..!"

__ADS_1


" Aahh....Lu pasti pusing gara-gara istri Lo gak kasih jatah nyusu kan??" Sultan tergelak.


Memang iya, dua hari penuh Lexy menghukum Lewis dengan tidak memberikan akses untuk bisa mendapatkan kenyamanan saat dirinya memainkan bulatan montok itu dengan mulutnya.


" Makanya berhenti...Udah tua juga " Ledek nya.


" Ehh brengsek! Lo juga gak bisa kan berhenti menerapkan aturan tiga menit Lo itu sama Shakira? Bisa-bisa mati berdiri Lo!" Lewis tak mau kalah.


" Owh...Itu beda Lew " Kekeh Sultan.


Sampai disebuah tempat dimana terdapat sebuah gedung yang lebih mirip dengan hangar pesawat, mereka turun dari mobil lalu berjalan memasuki sebuah pintu yang terbuat dari besi.


Didalamnya terparkir sebuah pesawat jet pribadi yang sudah siap untuk membawa mereka terbang ke suatu tempat.


" Hai Luc! dimana Tiger dan Joe ? " Nico lebih dulu menaiki tangga pesawat.


" Mereka sudah ada didalam, cepatlah kalian kita harus sampai secepatnya kesana " Pintanya lalu menutup pintu pesawat dan menguncinya setelah Aiden dan Sultan memasuki kabin pesawat.


" Ini formasi lengkap... Kira-kira kemana mereka akan membawaku " Jiwa kepo Aiden memberontak.


" Oke guys, kencangkan sabuk pengaman kalian, sebentar lagi pesawat akan lepas landas " Pinta Tiger saat dia keluar dari kabin pilot lalu menempati kursinya.


" What's wrong with uncle Tig dad?" Bisik Aiden.


Meski sudah lama tidak pagi takut terbang, tetapi sensasi yang Tig rasakan saat pesawat itu lepas landas masih sedikit membuat jantungnya serasa mau copot.


" Dulu dia pernah takut terbang boy " Kekeh Sultan.


" Oowwhh...I see..." Aiden pun ikut terkekeh mengingat tubuh Tiger adalah yang paling besar diantara mereka.


Beberapa jam kemudian pilot pesawat memberitahu bahwa pesawat yang dikemudikannya telah tiba di lokasi, semua orang diminta untuk mengencangkan kembali sabuk pengaman nya.


Sudut mata Aiden tetap melirik kearah pria bertubuh besar yang duduk diseberang dirinya dan Sultan, kembali Aiden melihat bibir uncle nya berkomat-kamit.


" Oke boy, setelah ini kita masih harus menempuh perjalanan selama 30 menit "


" Persiapkan dirimu oke, ingat apa yang Daddy katakan tadi " Lanjut Sultan

__ADS_1


Satu mobil besar berisikan dirinya dan Daddy nya serta ke-empat pamannya meluncur meninggalkan landasan pacu pesawat menuju kesebuah kota ditengah Padang pasir, Aiden membelalakkan matanya saat dari kejauhan dirinya sudah bisa melihat plang nama kota itu terpampang dengan sangat jelas.


" Dad! Are you crazy??!!" Pekiknya


Seketika suara gelak tawa menyeruak didalam mobil yang dikenakan oleh Lucas.


Benar apa yang Aiden curigai, dirinya kembali dikerjai oleh Daddy nya sendiri! Dan ini lebih parah pemirsa yang budiman. Jika dulu dia hanya dibawa ke sebuah klub malam, kali ini dia dibawa ke sebuah kota tempat perjudian terbesar di dunia!


Pantas saja selama diperjalanan semua orang didalam pesawat lebih banyak diam, hanya sesekali saja mereka bicara. Tidak seperti biasanya yang jika mereka sudah berkumpul maka akan terjadi kerusuhan masal.


" Kenapa Daddy bawa aku kesini?? Apa Daddy mau aku berjudi?" Aiden masih kesal.


" Relax boy...Uncle Joe mu itu akan membuktikan alat yang baru saja selesai dia ciptakan disana " Jawabnya kalem.


" Tapi...?" Aiden sudah paham, kata-kata yang diucapkan oleh daddy nya itu belum sepenuhnya selesai.


" Kau yang akan menguji alat itu boy "


" Dengan cara???" Aiden semakin curiga, dirinya semakin was-was.


" Kau harus main judi boy " Jawabnya enteng


" WHAT!!!" Pekik Aiden


" Bagaimana mungkin dad! Aku belum pernah bermain judi seumur hidupku!"


" Untuk itulah alat itu diciptakan oleh uncle gila mu itu boy " Sultan menepuk bahu Aiden. Anaknya itu menatapnya dengan tatapan tidak percaya


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘

__ADS_1


Happy reading 🤗


Selamat bermalam minggu kakak-kakak tercinta 😘😘


__ADS_2