Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Tercyduk


__ADS_3

Lewis memutuskan untuk keluar dari ruangan itu, pada awalnya dia mengira jika Sarah adalah korban sama seperti dirinya. Dia tidak menyangka jika saat itu Sarah ternyata membantu Lucinda untuk melenyapkan nyawa ibunya, meski wanita itu tetap dengan pernyataan nya bahwa dia terpaksa menuruti perintah Lucinda karena rasa takut akan kemarahan wanita itu.


Pria itu bergegas memasuki mobilnya dan meninggalkan gedung itu dengan memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, melihat hal tersebut Lexy memutuskan untuk mengikuti nya dengan menggunakan sepeda motornya.


" Lex...!" Pekik Tiger.


Pria besar itu berniat untuk mencegah sahabat nya itu untuk mengikuti Lewis, tetapi dia kalah cepat.


" ******!!"


Tiger meraih kunci mobilnya dan memutuskan untuk mengikuti kemana mereka pergi.


" Guys..Gue ngikutin Lexy " Tiger memberi tahu Nico dan Luc lewat sambungan telepon seluler.


" Oke Tig, hati-hati! "


" Kita akan tetap memantau dari sini " Luc merespon panggilan Tiger.


Lexy membuat motor yang dikendarai nya sejajar dengan mobil yang dikendarai oleh Lewis, wanita itu berusaha untuk membuat pria itu menepikan mobilnya.


" Pull over Lew!" Lexy memberikan tanda dengan sebelah tangannya.


Tanpa dia sangka Lewis malah menginjak pedal gas untuk menambah kecepatan mobilnya.


" Brengsek!" Pekik Lexy, dia pun terpaksa menambah kembali kecepatan motor nya agar bisa menyusul Lewis.


Kemana si brengsek itu akan pergi, bikin repot aja..!


Lexy memutuskan untuk mengikuti kemana Lewis membawa mobilnya, dia juga tidak mau membahayakan dirinya sendiri jika tetap berusaha untuk membuat pria itu menghentikan mobil yang dikendarai nya.


30 menit kemudian Lewis membawa mobilnya menuju kesebuah pemakaman besar, dia memarkirkan mobilnya disembarang tempat dan berlari menuju tempat dimana sang ibu dimakamkan.


Tak lama Lexy pun sampai disana, dia mencari keberadaan Lewis setelah dia memarkirkan motornya disamping mobil Lewis yang masih dalam keadaan menyala dan pintu terbuka.


Wanita itu mengedarkan pandangannya setelah dia tidak mendapatkan Lewis didalam mobilnya.


Lexy mulai melangkahkan kakinya diantara baru-baru nisan, tak lama dia menghentikan langkahnya dan berdiri menatap seorang pria yang tengah berlutut dan menangis di depan batu nisan bertuliskan Lily.


" Maafkan aku ibu...Aku tidak menyadari nya selama ini..."


Menyadari kehadiran Lexy dibelakangnya, pria itu berdiri dan berbalik lalu memeluk wanita itu.


" Aku akan membalas kematian ibuku "


Tiger melihat mereka dari kejauhan, dia yakin jika kedua sahabatnya itu dalam keadaan baik-baik saja maka pria besar itu pun memutuskan untuk kembali ke markas.


.

__ADS_1


.


Dua hari setelah itu tim Nico mendapatkan tugas untuk mengamankan lokasi untuk menyambut kedatangan Maharani di bandara.


Maharani dengan sengaja menggunakan pesawat komersil, karena menurut nya jika menggunakan pesawat pribadi dengan jarak tempuh sejauh itu akan sangat membosankan.


" Javier sayang....Apa kabar?" Maharani tak sungkan untuk berhambur kedalam pelukan pria kaku itu.


" Kau masih tetap seperti robot " Wanita itu mencium pipi Javier lalu menggandeng tangannya dan mengajaknya pergi dari sana.


" Jaga sikap anda nona " Pria itu menganggukan kepalanya sopan.


Meski usianya tak lagi muda tetapi Maharani masih saja bertingkah manja, apalagi dihadapan Bima dan Kinanti.


" Kau tidak datang dengan kekasih mu nona?" Javier membukakan pintu mobil untuk Maharani, tetapi wanita itu menolak untuk duduk di kursi penumpang dan meminta Javier untuk membukakan pintu depan mobil.


" Untuk apa aku punya kekasih jika aku memiliki kakakku dan kamu Jav " Maharani menyentuh pipi Javier lalu mendudukkan bokong nya di kursi depan mobil.


Javier menutup pintu itu untuk nona besarnya lalu melangkahkan kakinya menuju kursi dibelakang kemudi dan melakukan mobilnya keluar dari bandara..


Tak lama dua mobil mengikuti mereka keluar dari sana.


" Kau masih saja selalu berlebihan Jav "


" Di mobil pengawal..? Really Jav ?? " Lanjutnya menyadari ada dua mobil yang saat ini tengah mengikuti mereka.


" Untuk melindungi anda nona "


.


.


" Untuk apa kau datang lagi kemari Lucinda ?" Sean kesal melihat sosok dibelakang asisten rumah tangga nya.


" Sudah aku bilang Sean, aku hanya ingin menemani mu "


Dimana bocah sialan itu? Kenapa aku tidak juga menemuinya hingga saat ini...


" Aku tak butuh ditemani Lucinda " Sean terpaksa menerima kedatangan wanita ini lagi.


Apa detektif sialan itu salah memberikan informasi...?


" Ayah...Aku sudah meminta pengacara untuk membuka kembali kasus kematian ibu...." Perkataan Lewis terhenti setelah dia melihat sosok Lucinda disana.


" Hallo aunty " Lewis berusaha untuk tetap tenang dan tersenyum kepada wanita itu.


"Hai Lew...Kau sudah besar sekarang " Lucinda mengembangkan senyumannya.

__ADS_1


" Apa kamu sudah menikah nak?" Tiba-tiba saja Lucinda menanyakan hal ini kepada nya.


" Masih dalam proses aunty "


" Apa kamu benar-benar yakin akan membuka kembali kasus itu Lew ?" Sean berusaha untuk meyakinkan kembali.


" Iya ayah...Aku curiga ibu meninggal bukan karena bunuh diri "


" Baiklah jika menurut mu itu merupakan hal yang paling baik "


" Oia ayah, nanti malam mitra bisnis kita mengundang ayah dan aku untuk menghadiri jamuan makan malam "


" Apakah aunty boleh ikut?" Lucinda bertanya dengan antusias


" Tidak " Tolak Sean


" Boleh " Jawab Lewis hampir bersamaan.


" Jadi aunty boleh ikut atau tidak ?


Tepat jam tujuh malam Lewis ditemani oleh sang ayah dan Lucinda mendatangi tempat jamuan makan malam mereka di Levington Club, kedatangan mereka disambut hangat oleh kepala pelayan disana.


Lucinda sangat senang akhirnya dirinya bisa ikut serta pada jamuan makan malam ini, apalagi setelah dia mengetahui jika tempat yang akan mereka datangi adalah Levington Club. Wanita itu sangat yakin jika orang yang telah mengundang mereka adalah orang yang sangat penting.


" Silahkan tuan-tuan dan nyonya, tuan Jav telah menunggu anda didalam ruangan "


Kepala pelayan itu pun meninggalkan mereka untuk bergabung dengan sang tuan rumah setelah sebelumnya dia menyerahkan tugas pelayanan nya kepada lima orang pelayan yang sudah berada disana.


Sean menyalami Javier dan Maharani dengan antusias, pria paruh baya itu sedikit merasa terkejut dengan kehadiran wanita itu disana. Lalu dia menduduki kursi yang telah disediakan untuknya.


Berbeda dengan Sean, Lucinda terlihat salah tingkah dengan kehadiran wanita dari masa lalunya itu.


" Malam Lucinda " Sapa Maharani seraya mengulurkan tangannya


" Selamat malam " Lucinda dengan terpaksa menyambut uluran tangan milik wanita cantik itu.


Selama acara berlangsung Lucinda tampak begitu pendiam, sesekali dia menjawab pertanyaan yang dilontarkan Maharani kepada nya. Selain itu dia diam tak bersuara sambil menikmati makanan yang terhidang untuknya.


Dia menyesal telah memaksa Sean untuk mengijinkan nya menghadiri acara ini,andai waktu bisa diputar kembali dia bahkan tidak akan datang kerumah Sean hari ini.


Sial! Kenapa aku harus bertemu dengan wanita ini disini...


.


.


To be continued 😉

__ADS_1


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Sabung besok yah kakak-kakak tercinta 😘😘🤗


__ADS_2