Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Eksekusi 2 & 3


__ADS_3

" Saya tidak tahu apa yang kamu maksud " Jawab Mike.


Sudah satu jam laki-laki itu tetap menyangkal semua pertanyaan yang diajukan oleh Nico, selama itu pula pria besar itu mencoba untuk mengorek semua informasi dari Mike berkenaan dengan kedatangannya ke negara XXX.


" Baiklah tuan Mike jika memang hanya jawaban itu yang anda berikan kepada saya, saya sudah mencoba untuk memberikan kesempatan kepada anda selama satu jam ini " Nico beranjak dari duduknya dan memberikan sebuah map berisi dokumen penting mengenai sepak terjang Mike dan perusahaannya.


" Apa ini?" Tanya Mike. Pria itu telhat mengerutkan keningnya ketika menerima map tersebut dari Nico.


" Anda lihat saja sendiri tuan Mike, saya ada diluar sana jika anda membutuhkan saya " Jawab Nico dingin.


Perlahan Mike pun mengeluarkan isi map tersebut dan mulai membuka lembar demi lembar kertas yang ada ditangannya.


" Dari mana dia mengetahui ini semua?" Batin Mike. Masalahnya hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahui bisnis rahasia yang dijalankan oleh pria itu selama ini, bahkan perusahaan rahasia yang selama ini dia miliki menggunakan identitas orang lain.


" Tidak mungkin wanita itu bisa mengetahui ini semua " Gumam Mike. Dia pun mencoba untuk menimbang siapa kemungkinan orang yang telah mengkhianatinya, sesekali dia memijat keningnya sendiri. Kepalanya masih terasa sakit akibat suntikan bius tadi.


" Aku harus menghubungi asistenku" Teriak Mike. Tak lama pintu ruangan itupun terbuka, bersamaan dengan itu pula sang asisten yang dia maksud memasuki ruangan tersebut didampingi oleh dua orang pria tinggi besar bersenjata lengkap dengan tangan yang terborgol.


" Bagaimana kamu...." Ucapan Mike terhenti tatkala sang asisten dipaksa untuk duduk oleh kedua orang tadi.

__ADS_1


" Mereka telah menemukan markas kita Mike " Ucap sang asisten setelah dua pria tinggi bedar tadi meninggalkan ruangan itu.


" What?!! itu tidak mungkin Berry!" Ucap Mike seraya menggelengkan kepalanya.


" Dan dia telah memutuskan komunikasinya dengan kita " Berry menghela nafasnya sejenak


" Satu-satunya tempat teraman untuk kita saat ini adalah tempat ini Mike" Lanjutnya.


" Kurang ajar! Licik sekali pria tua itu! Setelah semua yang kita lakukan untuknya, seenaknya saja dia pergi!" Mike meremas kertas-kertas yang ada diatas meja dan melemparnya ke sembarang arah.


Tidak lama kemudian masuk kembali Nico kedalam ruangan itu, tetapi kali ini pria besar itu tidak datang seorang diri. Nico datang bersama dengan Eddy dan Luis.


Mike dan Berry berusaha untuk bersikap normal, meski dapat Nico lihat perubahan pada raut wajah keduanya meski hanya sekilas ketika dirinya dan dua orang anggota barunya memasuki ruangan itu.


" Aku tidak punya pilihan lain bukan?" Jawab Mike. Pria itu pun berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati dua orang yang ada dibelakang Nico, sontak pria besar itupun ikit berdiri dari duduknya menjaga kemungkinan terburuk dari apa yang bisa dilakukan oleh Mike meski kedua tangan pria itu masih dalam keadaan terborgol.


" Katakan padanya ...pergilah ke neraka!" Ucap Mike kepada Eddy.


Eddy yang sudah menduga jika Mike akan menghampirimya langsung mengeluarkan senjatanya dan menembak Mike tepat di dadanya.

__ADS_1


Dor!


Dor!


Dua timah panas berhasil meluncur dari senjata yang ada ditangan Eddy menembus dada pria itu hingga dirinya tersungkur dan mati, sementara Luis langsung merebut senjata api itu dari tangan Eddy dibantu oleh Nico.


" Mike!" Pekik Berry, dengan borgol yang masih terpasang dikedua tangannya pria itu menghampiri tubuh Mike seraya terus memanggilnya.


" Tahan dia Luis!" Teriak Nico setelah dirinya berhasil melumpuhkan pria itu dengan satu pukulan telak tepat di ulu hatinya.


.


.


.


to be continue


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini

__ADS_1


happy reading


see you all tomorrow


__ADS_2