
Malam itu seluruh tim telah berhasil menjalankan misinya, tidak ada korban jiwa diantara mereka. Hanya ada beberapa orang saja yang luka ringan terkena tembakan dan sabetan senjata tajam di kaki dan tangan mereka.
Malam itu pula seluruh tim kembali ke negara XXX, setelah sebelumnya John dan rekan-rekan intelejennya membawa keluarga Carmona dengan menggunakan pesawat khusus menuju tempat yang tidak ada seorangpun yang tahu dimana letaknya.
“ Kerja yang bagus tuan-tuan “ Ucap Nico kepada seluruh timnya.
Satu jam kemudian pesawat yang mereka tumpangi mendarat sempurna di bandar udara internasional XXX, sesampainya disana beberapa unit mobil sudah menunggu kedatangan mereka. Lima ambulance lansung membawa anggota tim yang cedera langsung ke rumah sakit, sementara enam mobil membawa sisa dari tim untuk membawa mereka ke markas. Kecuali mobil yang dua mobil yang ditumpangi oleh Sultan dan Aiden, masing-masing mobil itu langsung menuju ke tempat tujuan mereka masing-masing.
Tiba di mansion Aiden dan Rin serta Kaylee dan Jenna juga Andre dan Philip langsung memasuki kamarnya masing-masing, mereka memutuskan untuk berendam di air hangat sebelum tidur nantinya.
Rin terlihat menikmati hangatnya air di bath tub kamar mandi yang telah dibubuhi minyak atsiri sambil memejamkan matanya, jika ada orang yang paling bersyukur di dunia ini maka gadis itulah orangnya. Bagaimana tidak, dalam sekejap mata semua kemelut dalam hidupnya akhirnya terselesaikan juga.
Dulu dia hanya bisa berlari dan menghindar dari masalah yang selalu saja mengikutinya, tetapi sekarang disinilah dia menikmati hangatnya air didalam kamar mandi yang mewah dengan dukungan dan kasih sayang orang-orang yang menyayanginya.
“ Sepertinya kamu sangat menikmati mandimu baby…” Ucap Aiden. Pria itu berdiri di ambang pintu sambil melipat kedua tangannya didada dan tersenyum memandangi Rin yang tengah asik disana.
Aiden sudah ada disana sejak tadi, tapi dia tidak mau mengganggu aktivitas Rin dan memutuskan untuk membiarkannya saja. Tetapi terlalu lama memandang kecantikan gadis itu, bisa-bisa membuatnya khilaf seperti beberapa waktu yang lalu.
“ Sejak kapan kamu berada disana sayang?” Tanya Rin, lalu meraih kimono tidurnya sebelum dia beranjak dari bak air hangat tersebut.
“ Cukup lama “ Jawab Aiden lalu menghampiri gadis itu untuk membantunya mengenakan kimono mandinya.
“ Bagaimana perasaanmu saat ini?” Tanya Aiden, pria itu mendekatkan tubuh Rin dengan tubuhnya lalu melingkarkan tangannya di pinggang ramping Rin Lantas menyatukan keningnya.
“ Am so grateful…and happy..I fell so much blessed “ Jawab Rin sambil menatap manik mata abu-abu milik prianya itu.
“ Syukurlah…Aku bahagia mendengarnya “ Ucap Aiden lalu mengecup hidung mancung Rin.
“ Aku tidak tahu bagaimana caranya aku berterimakasih kepada kalian “ Rin menghela nafasnya.
__ADS_1
“ Ini semua begitu besar dan berarti bagiku “ Lanjutnya.
“ Hiduplah bersamaku Rin dan menualah denganku “ Pinta Aiden dengan penuh harap.
“ Bagaimana jika aku tidak bisa membahagiakan kamu sayang? Aku….”
“ Hei…Hei…Kenapa kamu berbicara seperti itu baby? Tentu saja kamu akan selalu membuatku bahagia…Bahkan hanya dengan hadirmu disisiku aku akan sangat bahagia “ Ucap Aiden bersungguh-sungguh. Pria itu melepaskan pelukannya dan menuntun Rin kembali kedalam kamar, agar gadis itu segera tidur karena hari sudah hampir pagi.
“ Tidurlah…” Ucap Aiden lalu mencium kening Rin, dan membantunya menyelimuti tubuh gadis itu. Aiden pun sebenarnya sudah sangat ngantuk sejak tadi, tapi rasanya belum lengkap jika dirinya belum mengantarkan wanita itu untuk pergi tidur.
Aiden menjatuhkan dirinya diatas ranjang setelah dia memasuki kembali kamarnya, dia sudah meminta Andre untuk mengosongkan jadwal mereka selama seminggu kedepan. Dan mewakilkan semua pekerjaan kepada para asisten kepercayaannya.
Tak terasa Aiden pun tertidur lelap dan menyusul Rin ke alam mimpinya.
Keesokan malamnya.
Aiden belum bisa melupakan peristiwa kejar-kejaran pada malam itu, dimana dirinya baru mengetahui bahwa sang adik Kaylee ternyata bisa mengemudikan mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi.
“ Sejak kapan gadis manja itu belajar? Dan dimana?” batin Aiden.
“ Katakan padaku Andre “ Pinta Aiden kepada asisten pribadinya itu.
Satu-satunya orang yang Aiden curigai adalah pria kaku dan dingin yang berdiri dihadapannya ini, karena hanya dia lah yang tidak berani menolak keinginan adik kesayangannya itu.
“ Kapan kamu mengajari adikku untuk mengendarai mobil dengan cara seperti itu?!” Lanjutnya, tanpa melihat ke arah Andre.
“ Sejak nona Kaylee lulus SMA tuan “ Ucap Andre singkat
“ Apa?! Itu artinya belum lama sejak kamu bergabung dikeluarga ini Andre! Kenapa kamu tidak pernah bilang? “ Tanya Aiden kesal. Pasalnya dia merasa kecolongan, bagaimana jika sesuatu yang buruk menimpa adik kesayangannya itu. Tabrakan misalnya.
__ADS_1
“ Maaf tuan, ini atas permintaan nona Kaylee dan nyonya “ Ucap Andre. Bagaimanapun pada akhirnya rahasia ini akan terbongkar juga pikirnya.
“ Ya Tuhan! “ Keluh Aiden sambil memijat keningnya. Jika menyangkut urusan para wanita, Aiden benar-benar menyerah. Terlebih jika itu adalah Kaylee dan mommynya.
“ Apa daddy tau?” Tanya nya curiga.
“ Iya tuan “
“ Pantas saja kakek tua itu tidak terkejut malam itu! Rupanya…Huh dasar! “ Ucap Aide, lalu beranjak dari duduknya.
“ Maaf tuan, anda mau kemana? Ini sudah malam, sebaiknya anda tidur “ Pinta Andre.
“ Aku akan memberikan pelajaran kepada kakek tua itu, berani-beraninya dia merahasiakan semua ini dariku!” Jawab Aiden kesal.
“ Tuan besar berpesan jika anda sampai mengetahuinya dan marah maka tuan tidak akan merestui pernikahan anda dengan nona Rin “ Ujar Andre, yang sukses membuat langkah kaki pemuda itu terhenti seketika.
Bagaimana mungkin sang ayah yang terkenal usil itu mengancamnya seperti itu? Tapi jika itu benar-benar terjadi maka itu merupakan sebuah bencana besar untuknya.
“ Berani-beraninya dia! Awas aja nanti “ Gerutu Aiden.
Andre hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Aiden, pria dingin itu sudah hafal betul bagaimana interaksi ayah dan anak tersebut sejak dulu. Unik memang, apalagi saat keduanya berebut perhatian nyonya besarnya Shakira. Bisa-bisa terjadi kekacauan!
.
.
.
To be continue
__ADS_1
Hai kakak-kakak terimakasih karena telah meninggalkan jejak kalian disini. Mohon maaf othor baru up cerita ini malam-malam, kita lanjut besok yah.
Happy reading