Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Tugas Rahasia


__ADS_3

Tiga hari kemudian Rin sudah bisa kembali ke mansion dan menempati kamarnya, Aiden memaksanya untuk beristirahat kembali disana meski gadis itu sempat menolak karena sangat ingin kembali bekerja.


Dia sudah sering mengalami hal seperti itu ketika sedang menjalankan tugasnya dulu, dan dirinya tidak pernah membutuhkan waktu yang lama untuk proses penyembuhannya.


“ Rin sayang please turuti aku…Oke?” Pinta Aiden tanpa menerima bantahan Rin sedikitpun.


“ Oke tapi besok ijinkan aku kembali bekerja oke?” Ujar gadis itu, lalu mencium bibir pria kesayangnnya.


Seminggu ini Aiden begitu keras berpikir, pemuda ini harus memilih apakah dia harus menghentikan Rin dari aktivitas berbahayannya yang dia yakin itu pasti akan membuat gadis itu kecewa bahkan mungkin akan meninggalkannya atau membiarkannya dan justru malah akan menemaninya saja. Dengan demikian mereka akan selalu bersama-sama dalam hal apapun hingga suatu saat nanti keadaan lah yang akan membuat gadis itu menghentikan aktivitasnya, Aiden berencana untuk sesegera mungkin memiliki keturunan setelah mereka menikah nanti.


Hampir separuh hidup Rin dia lalui dalam tugasnya sebagai seorang marinir, tentu saja aksi menegangkan seperti yang mereka lalui saat ini bukan lah hal yang asing baginya. Lagipula Shakira sang mommy pun terkadang masih bergabung bersama dengan mereka meski tidak sepenuhnya seperti dulu.


“ Bagaimana son? Apakah kamu sudah memutuskannya?” Tanya Sultan ketika anak sulungnya itu bergabung dengannya di ruang pribadinya.


“ I think I do dad..” Jawab ya lalu menghela nafasnya panjang.


“ Tapi…?” Tanya Sultan kembali, dia tahu Aiden masih ragu dengan keputusan yang dibuatnya.


“ Aku akan membiarkannya untuk sementara waktu ini dad,  mungkin hingga nanti Rin hamil dan kami memiliki banyak anak “ Kekeh Aiden sambil membayangkan betapa lucunya jika mereka benar-benar memiliki banyak anak nantinya.


“ Itu keputusan yang bagus, am proud of you son “ Ucap Sultan seraya menepuk bahu anak kesayangannya itu.


“ Semoga kita sudah bisa menumpas mereka semua hingga saat itu tiba “ Lanjutnya, yang langsung diaminkan oleh Aiden.


Sementara disuatu tempat yang tidak mungkin terdeteksi oleh alat secanggih apapun, sekumpulan pria dan wanita tengah membahas kembali strategi yang telah mereka susun sebelumnya.


“ Pilihannya hanya ada dua, kita yang mendatangi mereka atau sebaliknya “ Ucap Nico


“ Good news boys “ Tiba-tiba Jared memasuki ruangan lalu menyalakan keyboard virtualnya. Pemuda jenius itu mulai menggerakkan jarinya disana untuk memperlihatkan temuan terbarunya.

__ADS_1


“ Salah satu dari mereka sedang berada dinegara ini saat ini “ Lanjutnya, seraya membesarkan gambar orang yang dimaksud dan titik lokasinya saat ini.


“ Menurutmu kenapa dia ada disini Jared?” Tanya Nico penasaran, bukankah mereka selama ini selalu berusaha untuk tidak memperlihatkan dirinya. Lalu mengapa tiba-tiba saja orang ini muncul dinegaranya pikir Nico.


“ Aku rasa ini berhubungan dengan kejadian Bikram kemarin uncle Nic “ Jawab Jared yang langsung di iyakan oleh Tig dan teman-temannya.


“ Atau mungkin ini salah satu bukti kebocoran informasi tentang dimana Rin saat ini “ Batin Nico. Lalu dia teringat dengan dua orang yang baru bergabung dengan tim mereka belum lama ini, dua-duanya memang terlihat mencurigakan di mata Nico. Diluar anggota tim hanya mereka berdua yang mengetahui keberadaan Rin saat ini.


Luis lebih pendiam dari Eddy yang lebih mudah berbaur dengan anggota tim lainnya, pria misterius itu terkadang memilih untuk memisahkan diri dari teman-temannya apalagi jika mereka sedang tidak bertugas. Berbeda dengan Eddy yang sudah dekat dengan anggota tim yang lain dihari pertama mereka bergabung.


Nico pun mulai membagikan tugas kepada anggota timnya agar mereka mulai melakukan pengintaian terlebih dulu sebelum nanti menangkapnya, pria besar ini memerintahlan agar orang tersebut ditangkap dalam keadaan hidup.


.


.


“ Jared, uncle ingin kamu melakukan tugas tambahan untuk uncle “ Ucap Nico sesaat setelah anggota timnya meninggalkan ruangan rahasia itu.


“ Oke uncle, kamu bisa mengandalkan kami untuk ini “ Ujar Jared, lalu berjalan keluar dari ruangan itu menuju ruangan khususnya dimana Joe sudah menunggunya disana.


Nico menghela nafasnya kasar, saat ini dia tidak bisa memercayai siapapun kecuali Joe dan Jared disana. Pria besar ini harus memutar otaknya kembali untuk mengungkap siapa yang telah membocorkan rahasia penting itu selama ini, dan dia sama sekali tidak boleh ceroboh dalam hal itu.


“ Hallo Lex…” Sapa Nico sesaat setelah sambungan telepon dari nya mendapatkan respon dari sahabatnya Lexy.


Nico pun mulai berbincang dengan wanita itu dengan menggunakan bahasa yang hanya mereka berdua saja yang bisa memahaminya, mereka terlihat tengah berbincang seperti halnya dua sahabat yang telah lama tidak saling bersua, saling melepas rindu sambil sesekali bercanda bahkan hingga tertawa.


“ Oke pria besar, kurasa aku tahu apa yang menjadi keinginanmu itu “ Kekeh Lexy


“ Aku akan mengirimkan hadiah untukmu dan Sultan sebagai tanda terimakasihku karena telah mengijinkannku untuk tinggal disini bersama dengan si tua Jav dengan segala kemewahannya “ Lanjutnya lalu mengakhiri panggilannya.

__ADS_1


Setelah selesai dengan Lexy, Nico pun menghubungi satu orang lagi yang sudah sangat lama tidak dia temui. Seorang pria paruh baya yang licinnya seperti belut dengan sejuta keahlian yang dia sendiri masih bingung dari mana pria itu mendapatkannya, siapa lagi jika bukan Monk ayah dari gadis kembar yang kini menjadi pasangan dari Tigger dan Lucas.


“ Hallo tuan besar! Apa kabarmu?“ Ucap Monk dengan logat khas nya, pria tua itu bahkan berbicara setengah berteriak saking bahagianya.


“ Hallo Monk…Aku baik-baik saja “ Jawab Nico.


“ Bagaimana menurutmu kedua anak gadisku? Mereka cantik bukan?” Tanyanya sambil mengedipkan matanya yang kecil.


“ Mereka hebat Monk. Bisa menaklukan dua beruang grizly besar itu “ Jawab Nico terkekeh. Lalu Nico pun mengajak pria tua itu berbincang santai sama halnya seperti tadi ketika dirinya berbincang santai dengan Lexy.


“ All good tuan Nic…” Ucap Monk


“ Aku akan mengirimkan hadiah ulang tahun untukmu nanti, kau tinggu saja disana “ Lanjutnya lalu mengakhiri panggilan teleponnya bersama dengan Nico.


Tak lama berselang ponsel Nico bergetar hebat, jika melihat hebatnya getaran itu sudah bisa dipastikan jika Lewis lah yang tengah menghubunginya saat ini. Benar saja saat pria besar itu menatap layar ponselnya, tertera nama Lewis disana.


“ Brengsek! Kenapa lo gak angkat telpon gue dari tadi hah!” Teriak pria cantik itu dari seberang sana.


“ Ngapai lo ngobrol sama Lexy sampe lama kayak tadi hah?! Dasar beruang grizly genit!” Makinya lagi


Nico hanya menggelengkan kepalanya lalu mematikan sepihak sambungan teleponnya.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah


Happy reading


__ADS_2