
" Papa...Please, aku tak mau menghadapi acara makan siang ataupun makan malam jika itu ujung-ujungnya hanya untuk menjodohkan aku dengan anak gadis mereka..." Rengek Sultan kepada sang ayah. Saat ini Sultan tengah berada di kediaman utama keluarga Athalah.
" Papa tidak bisa menolak undangan dari mereka Sultan, itu tidak sopan..." Bima kembali duduk dikursi nya setelah dia mendapatkan buku yang dia cari di rak buku yang berjejer diruangan itu.
" Tapi pah...Masa aku harus mengencani mereka satu persatu??? Itu tidak logis papa.." Sultan menjatuhkan dirinya diatas sofa
" Kamu bisa menolak mereka secara halus kan? Lagipula kamu selalu membawa Shakira kemanapun kamu pergi, jadi apa lagi yang harus kamu khawatir kan?" Bima menyembunyikan senyuman nya dibalik buku yang dia baca, dia tahu anaknya itu hanya tidak mau membuat Shakira cemburu. Tapi harus dengan cara apalagi, pasalnya gadis itu tidak pernah memperlihatkan kecemburuan nya.
" Ayok sayang...Tak baik membuat tamu kita menunggu " Kinanti memasuki ruangan pribadi suaminya, saat ini mereka akan memenuhi undangan makan malam salah satu rekan bisnis sang suami direstoran mewah milik Kinanti.
" Aku gak udah ikut yah ma, aku benar-benar tidak mau menemui mereka " Rengek Sultan, dia berharap jika permohonan nya kali ini akan dipenuhi oleh sang mama.
" Tidak baik menolak niat baik seseorang sayang, lagipula ini kan hanya undangan makan malam...Tidak lebih " Kinanti membelai rambut anaknya.
" Tuan...Nyonya, mobil anda sudah siap " Shakira memasuki ruangan, dia terlihat elegan dengan balutan dress beludru berwarna hijau tua. Dilehernya melingkar kalung choker warna senada dengan bandul emas berbentuk huruf S.
" Terimakasih sayang...Kau begitu cantik malam ini " Goda Kinanti dan membuat wajah gadis itu merona seketika.
Ini berkat anda nyonya...
Mau tidak mau Sultan pun beranjak dari posisi tidur nya saat ini, lagipula siapa yang tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk menjahili Shakira lagi kan?? Dalam hatinya pria itu sungguh sangat ingin melihat asisten pribadi nya cemburu.
" Kau terlihat tidak bersemangat tuan, apa ada yang mengganggu pikiran mu?" Shakira menatap erat wajah Sultan. Diapun merasa heran, tidak biasanya Sultan berdiam diri saat berdua dengan nya didalam mobil.
" Aku sedang malas, aku lelah setiap saat harus memenuhi undangan makan siang, makan malam... Pekerjaan ku lebih penting dari ini!" Sultan mendengus kesal, dia melipat kedua tangannya.
" Hhmmm...Ya, sejujurnya aku pun merasa lelah tuan...Harus setiap saat berpakaian seperti ini " Shakira melihat baju yang dipakainya
__ADS_1
" Hei...Kau harus sering-sering berpakaian seperti ini, kau terlihat cantik Shak..." Sultan meliriknya sekilas
" Aku lebih suka memakai celana pendek dan kaos oblong ku, itu lebih nyaman untuk aku pakai " Sultan tak tahu sebenarnya Shakira sedang menjahilinya. Wanita itu ingin tahu sejorok apa pikiran nya.
" Kau tak boleh memakai baju itu keluar dari kamarmu nona!" Bola mata Sultan membulat. Seketika bayangkan Shakira yang sedang memakai hot pants dan tanktop hadir didalam pikiran nya seperti slide film, otot-otot seksinya yang seringkali membuat dirinya minder dan tato lumba-lumba disekitar pusarnya.
Sultan menggelengkan kepalanya, pria itu mengusap wajah nya kasar.
" Kau terlihat menggemaskan saat wajah mu merona tuan " Shakira tergelak, dia berhasil menjahili majikannya.
" Shakira...!!!! Kau semakin berani yah!!" Sultan ingin sekali mengigit leher wanita itu, tetapi dia harus menunda aksinya karena mobil yang membawa mereka sudah sampai di tujuan. Dia hanya melayangkan sebuah kecupan manis di bibir dan hidung nya.
" Selamat malam tuan dan nyonya Abraham, maafkan membuat anda menunggu lama " Kinanti menyapa mereka saat dia dan suaminya memasuki ruangan VIP yang disediakan khusus olehnya untuk acara makan malam ini, diikuti oleh Sultan dan Shakira.
" Tidak apa-apa nyonya, kami belum lama sampai disini... Perkenalkan anak sulung kami Thalita " Ujar Abraham. Seorang gadis cantik dengan sorot mata sayu nya menghampiri mereka, dia menekuk lutut nya perlahan dan mulai menyalami kedua orang tua Sultan dan Sultan sendiri. Gadis itu dengan sengaja melewati Shakira, karena baginya dia hanyalah seorang asisten.
" Maafkan atas kelancangan anak kami tuan Sultan " Sang ibu menghampiri nya, dia menganggukan kepalanya kepada wanita yang diketahuinya sebagai tangan kanan Sultan itu. Shakira membalas senyuman nya dengan hangat.
" Mari kita mulai acara makan malam ini " Kinanti memecah kecanggungan yang sempat terjadi.
" Silahkan tuan dan nyonya Abraham menikmati hidangan istimewa dari kami " Lanjutnya. Para pelayan mulai menyajikan menu pembuka kepada mereka satu per satu.
Kenapa Kinanti bersikeras untuk menjamu para rekan bisnis suami dan anaknya padahal mereka lah yang mengundang Kinanti dan suaminya? Jawabnya mudah, Kinanti tidak mau berhutang budi kepada mereka. Bukan tanpa alasan kenapa dia melakukan hal tersebut, dia hanya tidak ingin membuat Sultan menjadi alat untuk kelangsungan bisnis keluarga nya
Dia tahu ada banyak sekali para orang tua yang rela mengorbankan kebahagiaan sang anak demi kelangsungan bisnis keluarga nya, dan tak sedikit dari mereka yang pada akhirnya mengorbankan kebahagiaan mereka sendiri dalam menjalani rumah tangga tanpa didasari rasa cinta.
Sorot mata Thalita tertuju pada Shakira, dia melihat wanita itu tengah membersihkan sisa makanan di mulut Sultan saat pria itu memasukan potongan daging kemulutnya. Andai dia bisa menggantikan posisi Shakira saat ini dan selamanya, dia pasti akan sangat bahagia hidup bergelimang harta disamping Sultan. Gadis itu bahkan tidak perduli jika Sultan tidak mencintai nya.
__ADS_1
" Terimakasih atas jamuan makan malamnya nyonya Kinanti... Masakan nya sungguh sangat lezat " Nyonya Abraham mencium pipi kanan dan kiri Kinanti sebelum mereka meninggalkan restoran mewah milik nya.
Sudah bisa dipastikan keesokan harinya akan ada telpon yang mengganggu Sultan melalui Siska sang sekertaris. Bukan hanya Sultan yang dibuat pusing dengan telepon-telepon yang masuk, Siska pun sama. Dia lebih baik melayani telpon dari rekan-rekan bisnis majikannya daripada para gadis itu.
" Nona Shakira...Please tolong aku.." Rengek Siska kepada Shakira yang kebetulan sedang melewati meja kerjanya.
" Kenapa wajahmu kusut gitu sih sis?" Shakira mengerenyitkan dahinya, dia melihat penampilan Siska yang sudah acak-acakan.
" Aku menyerah meladeni gadis-gadis itu nona..." Siska membenamkan wajahnya ditangannya, dia mengacungkan dua buah jarinya. Andromeda tergelak
" Kuatkan dirimu Siska, ini baru permulaan " Shakira kembali tergelak.
" Oh nooo....!!!" Siska menutup wajahnya sambil menggelengkan kepalanya.
" Selamat pagi...kau masih mengingat ku nona Shakira ?" Tanyanya arogan. Wanita seksi itu melepas kacamata hitam yang dikenakan nya.
" Tentu saja nona Thalita, ada yang bisa kami bantu ?" Jawab Shakira ramah, tidak dengan Siska yang terlihat jengah melihat kesombongan mahluk planet Pluto yang saat ini tengah berdiri dihadapan Shakira.
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
__ADS_1
Happy reading 🤗