
Drap!
Drap!
Drap!
Derap langkah kaki-kaki berbalut sepatu taktikal boots berwarna gelap memecah keheningan lorong terang itu, salah satu pria bersepatu boots hitam menaruh sidik jarinya pada sebuah kotak kecil disamping pintu besi itu hingga otomatis pintu berteknologi tinggi pun itu terbuka setelah alat kecil tersebut berhasil memindai milik siapa sidik jari yang terekam dalam sistem yang tersimpan disana.
“ Welcome home grizlyz! “ Sambut Nico saat Tiger dan Lucas serta dua wanita cantik itu memasuki ruangan, ketiga pria itu saling berpelukan melepas kerinduan mereka.
“ Ladies…” Sapa Nico kepada dua orang wanita cantik yang adalah pasangan dari Tiger dan Lucas itu seraya menganggukkan kepalanya sopan.
“ So…Mana yang harus kami hancurkan sekarang?” Tanya Tiger seraya menepuk lengan berorotnya.
“ Sabar Tig, kita tunggu beberapa orang lagi “ Jawab Nico lalu menepuk bahu beruang tua yang masih terlihat buas itu.
Tak lama kemudian masuklah Aiden dan Keenan disusul oleh Andre dan Philip.
“ Hai uncle Tig! Uncle Luc!” Sapa Aiden dan Keenan hampir bersamaan, mereka pun memeluk kedua paman besar yang sudah lama tidak bersua itu secara bergantian. Sementara Andre dan Philip hanya mengangguk pelan lalu berdiri disamping kanan dan kiri Nico.
“ Dan ini pasti wanita-wanita hebat yang sering uncle ceritakan kepada kami “ Lanjut Aiden, lalu meraih tangan mereka dan mengecup punggung tangan wanita-wanita cantik itu.
“ Sebuah kehormatan untuk bertemu dengan anda nona-nona “ Ucap Aiden seraya mengedipkan sebelah matanya yang sukses membuat wajah keduanya merona.
“ Ekhem…!” Nico berdeham, yang langsung membuat Aiden dan Keenan menoleh ke arahnya.
“ Darimana bocah sialan ini mewarisi sifat konyol seperti itu” Batin Nico, memalukan sekali pikirnya.
“ Hati-hati bocah kecil, mereka adalah milik kami, jangan sampai mereka tergoda olehmu “ Ucap Lucas sambil terkekeh pelan karena melihat Tiger yang tengah memelototi bocah kemarin sore itu.
Ceklek!
“ Hallo tuan-tuan, lama tidak bertemu “ Ucap Joe saat dirinya memasuki ruangan bersama dengan Jared. Berbeda dengan semua orang yang saling berpelukan saat mereka bertemu untuk saling melepas rindu mereka masing-masing, Joe dan Jared bahkan menghindar agar bersentuhan dengan siapapun dari mereka dan langsung menyalakan virtual monitor dihadapannya.
__ADS_1
Hal pertama yang mereka lihat dilayar monitor adalah pasangan Sultan dan Shakira, lalu pasangan Lewis dan Lexy serta pasangan Javier dan Maharani tak lupa Kaylee dan Jenna yang tengah menemani Rin di rumah sakit.
“ Hallo tuan-tuan, maaf saya tidak bisa hadir disana bersama dengan kalian “ Ucap Javier sang penggagas The Black Team.
“ Hai pria tua “ Ucap Tiger, mencoba untuk tetap tersenyum.
Ada rasa sedih dan haru dihati orang-orang yang ada didalam ruangan itu saat melihat kondisi Javier saat ini, pria yang dulu begitu terkenal dengan kehebatannya itu kini tengah terbaring lemah dengan selang oksigen terpasang di hidungnya. Meski demikian aura heroik dari pria itu tetap terlihat dari sorotan matanya.
“ Mari kita mulai “ Lanjutnya, lalu memerintahkan Jared dan Joe untuk menampilkan semua file rahasia milik negara melalui layar monitor untuk diperlihatkan kepada semua orang yang hadir disana.
Joe dan Jared secara bergantian memaparkan siapa-siapa saja mereka dan apa-apa saja aktivitas ilegal yang masih mereka lakukan saat ini secara terperinci, sesekali Nico pun memberikan pemaparan yang menguatkan keterangan yang terpampang dilayar monitor mereka saat ini.
“ Tuan-tuan, saya akan menghadirkan seseorang kehadapan kita “ Ucap Javier kembali, bersamaan dengan itu pintu besi itupun kembali terbuka. Seorang pria yang sebaya dengannya namun masih terlihat bugar itu memasuki ruangan diapit oleh dua orang perwira tinggi dari kesatuan marinir, bisa terlihat jelas dari seragam yang mereka kenakan.
Nico, Tiger dan Lucas langsung memberikan penghormatan kepada tiga orang perwira tinggi itu.
“ Hallo Lexy, Hallo Rin “ Sapa pria tua itu seraya mengangguk pelan , lalu menatap tiga orang bertubuh kekar yang masih memberikan peghormatan itu kepadanya.
“ Dia mengenal mami ku dan kekasihmu Aiden “ Bisik Keenan.
“ Tentu saja anak muda, mereka adalah orang-orang terbaikku “ Ujar pria itu, yang sontak membuat Keenan terhenyak. Ternyata pria tua itu bisa mendengarnya pikir Keenan.
“ Dan kamu pasti anak pertama dari Lexy Keenan, dan itu adalah adikmu Jared yang mewarisi kejeniusan ibumu “ Lanjutnya sambil terkekeh.
“ Hallo Jav, senang masih bisa melihatmu dalam keadaan hidup panther tua “ Sapanya kepada Javier, rupanya mereka adalah sahabat lama.
“ Hallo John, senang melihatmu masih bernafas musang tua “ Ucap Javier membalas sebutan untuk dirinya dari sahabat lamanya itu.
John pun memperkenalkan dirinya kepada mereka yang ada didalam ruangan itu, termasuk memperkenalkan dua orang yang datang bersama dengannya saat ini. Setelah itu John pun mulai menceritakan mengapa dirinya hadir disana malam itu, termasuk menceritakan kembali siapa-siapa saja yang telah diberitahukan oleh Javier melalui Joe dan Jared tadi.
John adalah seorang perwira tinggi di pasukan rahasia elit negara, dia dan Javier merupakan dua orang penggagas The Black Team yang didanai langsung oleh Athalah Corp. Teknologi yang diciptakan oleh perusahaan ini pun sering kali digunakan oleh pihak militer dalam melumpuhkan musuh!
Pasukan rahasia ini tadinya hanya diperuntukan untuk melindungi aset-aset milik keluarga Athalah yang tersebar di berbagai negara, hingga bergabungnya Nico kedalam tim diikuti oleh Tiger, Lucas serta Lexy. Dari sanalah The Black Team mulai melebarkan sayapnya.
__ADS_1
Atas saran dari John pulalah Rin ditarik masuk kedalam lingkaran tim rahasia itu. Alasannya karena kasus-kasus yang pernah ditangani oleh gadis itu serta mendiang Ramses belum sepenuhnya selesai.
John pun mencurigai adanya kebocoran informasi dari pihak dalam yang menggagalkan misi terakhir Rin dan Ramses, untuk itu pulalah pria tua ini memilih The Black Team yang akan menuntaskan semuanya karena dia sangat yakin jika kasus ini diserahkan langsung kepada kesatuannya maka sudah pasti peristiwa terakhir yang dialami oleh Rin akan terulang kembali.
“ Pembicaraan terakhir kita Nico, aku yakin dan percaya kepadamu dan tim mu” Ucapnya ambigu, tetapi terdengar sangat jelas maksudnya ditelinga pria besar itu.
“ Dan tuan-tuan, mereka berdua akan bergabung dengan kalian “ Lanjutnya.
“ Okay sir! Dipahami “ Ucap Nico.
“ BURGER!!!” Teriak Tiger sesaat setelah pertemuan usai dan John serta kedua orang temannya meninggalkan markas mereka.
“ Hei brengsek! Jangan coba-coba ngeduluin gue!” Ancam Sultan. Dia dan Shakira rupanya belum mematikan sambungan video mereka.
“ Dad! Inget umur!” Teriak Aiden sambil memijat keningnya.
.
.
.
To be continue
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini
Happy Reading
Happy SatNite
See you all tomorrow!
Love you se alam semesta raya
__ADS_1