
" Har...Aku tidak menemukan Marco dimana pun! aku bahkan sudah menghubungi nya berkali-kali tapi dia tidak menjawab nya! Apa kamu bisa mengutus seseorang untuk mengunjungi dia di apartemennya Har?" Gerry memutuskan untuk meminta bantuan kepada Harry. Saat ini Harry juga berada di lingkungan Levington Club untuk memantau anak buahnya mengamankan lokasi acara.
" Aku akan segera menyuruh patroli kepolisian untuk memeriksa nya kesana, kau tak udah khawatir Ger..." Harry menghubungi seseorang melalui handy talky nya.
" Thanks Har...!" Gerry bergegas untuk kembali kedalam ruangan untuk bergabung bersama dengan Lewis dan ayahnya.
Ting...Ting....Ting....
Salah seorang tetua pendiri Levington Club membunyikan gelas dengan memukul kan sendok kecil yang dipegangnya.
" Saya mohon perhatian dari semua yang hadir di acara ini " Pria itu pun menghela nafasnya, dia memberikan kesempatan kepada para tamu undangan untuk terdiam.
" Sesuai dengan janji kami, malam ini kami akan mengenalkan kepada para hadirin yang datang pada malam hari ini pemimpin kita...Atau lebih tepatnya penerus dari pemimpin kita "
" Sebagai mana kita tahu, Levington Club didirikan oleh seseorang yang sangat berdedikasi tinggi terhadap keberlangsungan dan kepedulian terhadap kesejahteraan bisnis dan pendukungnya yakni kita semua yang hadir disini " Kembali pria itu menghela nafasnya.
" Mari kita sambut bersama-sama....Bima Athalah, beliau adalah cucu dari pendiri Levington Club Bratayuda Athalah "
Para hadirin menyambut kehadiran penerus dari pemimpin Levington Club dengan tepuk tangan yang riuh, sebagian dari mereka sudah mengira jika inisial B yang tertera di banyak tempat di Levington Club adalah Bima dari Athalah Corp yang sudah sangat terkenal dengan reputasi baiknya. Sebagian lagi merasa kagum akan kehebatan pria yang berdiri dihadapan mereka saat ini, banyak pula yang merasa iri dengan kenyataan bahwa Bima adalah pemimpin mereka.
Tak terkecuali dengan Lewis dan Gerry, saudara beda ibu ini merasa tidak percaya dengan kenyataan pahit yang mereka hadapi pada saat ini. Gerry memperlihatkan kekecewaannya, dia terlihat marah karena tidak bisa menerima hal tersebut. Sementara Lewis terlihat lebih tenang, entah apa yang dirasakannya saat itu.
Sean melihat gelagat tak baik dari anaknya Gerry, dia mencoba untuk menghentikan niat sang anak untuk membuka mulutnya.
" Simpan apapun yang ingin kau katakan saat ini juga, atau kau akan menyesal nantinya " Sean menatap tajam wajah anaknya itu hingga membuat nya terbungkam dan mengurungkan niatnya. Lewis terlihat menyunggingkan senyumnya.
Bima mengenalkan Sultan sebagai anak satu-satunya yang diharapkan akan bisa menjadi penerus dirinya sebagai pemimpin dari Levington Club nantinya.
Acara ditutup dengan sebuah pagelaran orkestra dari salah satu grup musik orkestra ternama dikota itu.
Apa kabarnya dengan si burger legendaris favorit Sultan?? Stand itu banyak dikunjungi para pebisnis muda, mereka menggemari makanan tersebut hingga menjadi salah satu trending topik media yang meliput acara tersebut malam itu.
" Nico....Gue bilang juga apa hah! Beli kedai burger itu!" Ucapnya pelan melalui alat komunikasi ditelinga nya.
" Sorry kawan...Kedai burger itu gak gue jual!" Terdengar suara tawa puas Nico diseberang sana.
__ADS_1
" Maksud Lo, selama ini kedai itu milik Lo bodoh?!!" Sultan mengeratkan rahangnya, dia tak mau seorang pun mendengar percakapannya dengan Nico.
" The one and only bro !" Kembali terdengar suara tawa puas Nico.
Cih ..Si bodoh itu rupanya mempermainkan ku selama ini... menyebalkan sekali dia itu!
Tugas Shakira bertambah berat pasalnya sesaat setelah salah satu tetua pendiri Levington Club mengumumkan siapa pemimpin mereka, Sultan sudah langsung dikerumuni oleh anak-anak gadis pemilik perusahaan besar yang berebut perhatian darinya.
Sementara Sultan tak begitu memperdulikan kehadiran mereka, dia hanya ingin agar acara ini cepat selesai. Seharian ini dia sama sekali tidak bisa menjahili asisten pribadi nya itu, dia tak melepaskan gandengan tangan Shakira kemanapun ia pergi.
.
.
.
" Hufftthhh.... Akhirnya selesai juga acara itu " Sultan melepaskan jas yang dipakainya dan mengendorkan dasinya
" Kau banyak penggemar wanita sekarang, tuan..." Shakira terkekeh
Mobil yang membawa akan membawa mereka pulang dihadang oleh Harry dan beberapa orang anak buahnya. Harry meminta Shakira untuk segera keluar dari mobil tersebut.
" Sorry Sultan, kami harus membawa nona Shakira ke kantor " Jawabnya, Harry telah memborgol tangan Shakira dengan kasar.
" Hei kau tak berhak memperlakukan nya seperti itu Har! atau kau akan menyesali nya!!" Sultan menghentikan aksi Harry dengan mendorong tubuh kepala polisi itu hingga mundur beberapa langkah.
" Lepaskan dia!" Lanjutnya
" Kau tahu kan jika kau menginginkan dia untuk datang ke kantor mu, kau tinggal memanggil nya saja?! Otakmu itu kau taruh dimana Har??" Sultan memerintahkan Harry untuk segera membuka borgol ditangan Shakira.
" Sorry Sultan, dia adalah tersangka kasus pembunuhan Marco asisten pribadi Gerry...Aku harus membawanya saat ini juga!" Harry terlihat tidak mau kalah
" Mana bukti surat perintah penangkapan dari pengadilan nya Har?!" Sultan geram, apalagi saat pria itu tidak bisa memberikan apa yang Sultan minta.
" Pengacaraku akan menghubungi mu besok pagi Har...Kalau mau show off gak usah dengan cara tolol seperti ini! ...Ini sungguh sangat mempermalukan kepolisian!" Sultan mendorong tubuh Shakira agar kembali masuk kedalam mobilnya, lalu dia memerintahkan sopir untuk menjalankan mobilnya setelah dia duduk didalamnya.
__ADS_1
Sultan meraih handphone nya, dia menghubungi Javier untuk meminta seorang pengacara agar mendatangi Harry besok pagi. Dia meminta secara khusus agar perlakuan Harry pada asisten pribadi nya mendapatkan balasan yang setimpal. Dia juga meminta Javier agar menyelidiki latar belakang Harry dan Gerry juga Marco yang telah dikabarkan meninggal itu.
" Brengsek!!! Berani sekali dia...!" Sultan melemparkan handphone nya hingga terpental ke bagian kabin depan mobil.
" Tenanglah tuan, semua akan baik-baik saja..." Shakira mencoba untuk menenangkan nya
" Bagaimana bisa tenang Shak?? Dia melakukan itu didepan banyak orang tadi! Dia tidak menghormati mu sama sekali!" Sultan mengepalkan tangannya.
" Tenanglah tuan, besok aku akan meminta pengacara mu untuk datang bersama ku kesana " Shakira mengurai senyuman nya. Wanita itu mendekatkan wajahnya..
" Kau terlihat sangat menggemaskan ketika cemberut seperti itu tuan " Shakira terkekeh pelan.
" Jangan menggodaku Shak...Aku sedang marah saat ini !" Sultan memalingkan wajahnya.
CUP
Shakira mengecup leher tuannya, lalu mengendusnya perlahan tak lama dia menghentikan aksinya dan menarik wajahnya kembali.
" Asyem..." Shakira memonyongkan bibirnya dan menggelengkan kepalanya.
" Hei...Tubuhku ini wangi tau!" Sultan mulai membaui tubuhnya sendiri. Melihat hal itu Shakira tergelak.
" Kau berani mempermainkan ku Shakira!! Awas yah...!"
Sementara sang sopir menekan tombol untuk menutup jendela penghubung antara kabin depan dan kabin belakang tempat sang tuan muda yang saat ini tengah asik bermain-main dengan asisten pribadi nya.
Jiwa jomblo ku sedang memberontak saat ini....Hiks
.
.
.
To be continued 😉
__ADS_1
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Happy reading 🤗