
Baru kali ini Rin melihat keakraban antara orang tua dan anak-anaknya seperti yang tengah dilihat nya saat ini, sebutan crazy cool parents memang cocok disematkan pada mereka.
Dari semenjak dirinya duduk dan bergabung diruangan keluarga bersama dengan mereka, tak satupun bahasa baku yang digunakan oleh para orang tua kepada anak-anaknya begitu pula sebaliknya. Hebatnya hal itu tidak mengurangi rasa hormat Aiden dan saudara perempuannya terhadap mommy dan daddy nya serta kepada Aunty dan Uncle nya itu.
" Jadi bagaimana menurut mu anak lelaki ku ini Rin? Apa dia pria yang hebat?" Tanya Sultan tanpa memperdulikan perasaan Rin yang sedikit risih.
" Dad...Are you kidding me? Ayolah jangan membuat Rin merasa risih " Keluh Aiden.
" Lah, memangnya Daddy bikin salah apa sampe kekasih mu itu risih?"
" Bebe...Kasihan Rin, jangan digodain terus " Pinta Shakira, wanita itu mencium pipi suaminya.
" Oke...Oke...Maafin daddy yah Rin " Pinta Sultan seraya menyentuh tangan gadis itu.
" Iya tu...dad " Jawab Rin hampir keceplosan.
" Daddy! Dia pacarku! jangan sentuh dia.." Aiden melepaskan tangan sang ayah dari tangan Rin.
Rin malam terkejut dengan reaksi Aiden, itukan daddy nya kenapa dia bertingkah seperti itu pikirnya.
" Kamu juga sering melukin mommy, bahkan kamu sering merebut dia dari daddy " Kilah Sultan.
" Iiissshhh itu gak sama dad "
" Maafkan mereka yah Rin, mereka memang seperti itu sejak dulu " Ucap Siska.
" Its oke aunty, aku mengerti "
" Jadi kapan kalian akan merencanakan pernikahan kalian?" Tanya Sultan, kali ini pria paruh baya yang masih terlihat keren itu berbicara dengan lebih serius.
Pertanyaan dari calon mertuanya ini sontak membuat Rin terkejut, bagaimana mungkin semudah itu dia mengijinkan anaknya untuk menikahi seorang wanita yang menurut Rin tidak layak untuk anaknya itu. Rin bahkan masih sangsi apakah orang tua Aiden akan menerima dirinya sebagai menantu nantinya, apalagi jika mereka mengetahui masa lalu kelam nya.
Well, lagi-lagi Rin tidak tahu sebenarnya Sultan sudah terlebih dulu mengetahui masa lalu Rin dari Javier. Mana mungkin gadis itu bisa dengan mudah bergabung apalagi mendekati anaknya tanpa seijin darinya terlebih dulu kan? Bahkan Sultan menyunggingkan senyuman nya ketika menandatangani dokumen penting tentang Rin saat itu.
" Secepatnya dad " Jawab Aiden, dia lalu membisikkan sesuatu kepada daddy nya.
" Bocah sialan! Pantas saja kamu bilang abis mainan tongkat tadi " Sultan memukul lengan Aiden dengan keras hingga membuat putra sulung itu meringis sambil mengusap lengannya.
" Awww! Sakit dad!"
" Kamu gak malu-maluin daddy kan boy??" Lanjutnya seraya memainkan kedua alis matanya.
" Engga dong dad" Aiden mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
Rin yang tadinya terlihat tegang melihat reaksi Sultan, langsung tersenyum kecut setelah mendengar pertanyaan terakhir Sultan dan melihat reaksi Aiden juga mendengar gelak tawa diruangan itu.
" Ya ampun ini bapak sama anak sama-sama gila " Batinnya.
Yeah...gadis itu tidak tahu jika dulu mereka sempat somplak berjamaah kan? dan andaikan dia tahu sudah pasti Rin akan merasa malu sendiri melihat kelakuan absurb mereka, atau bahkan mungkin kabur entah kemana.
Setelah perbincangan yang unik menurut Rin bersama dengan keluarga Aiden, mereka pun memutuskan untuk kembali ke mansion tanpa Kaylee. Gadis itu memutuskan untuk menginap di mansion utama karena sudah sangat merindukan mommy dan daddy nya.
Sultan memutuskan untuk melangsungkan pernikahan antara dirinya dan Aiden dalam dua bulan mendatang, setelah mereka mematangkan kembali persiapan acara yang akan diselenggarakan secara besar-besaran itu.
" Bagaimana pendapatmu tentang orang tua ku? "
" Mereka keren "
" Cuma itu?" Aiden mengerutkan keningnya.
" Mereka memang keren Aiden, aku belum pernah bertemu dengan orang tua seperti mommy dan daddy mu dimana pun "
" Aku sangat menyayangi mereka baby, aku bahkan sangat dekat dengan mommy ku " Aiden menatap lekat manik mata Rin.
" Kamu gak ada masalah kan dengan hal itu?" Lanjutnya.
" Aku justru sangat suka dengan mommy mu, dia sangat luar biasa "
" Baguslah...Kalian pasti akan cocok "
" Kamu udah ketemu sama mereka Rin " Kekeh Aiden
" Oia? Dimana?"
" Di panti asuhan milik grandpa Jav baby, kamu pasti kenal kan sama papi Lewis dan mami Lexy?"
" Maksud mu mereka itu orang tua Keenan?" Rin membulatkan bola matanya.
" Iya " Aiden tergelak.
" Pantas saja pas pertama kali aku ketemu sama Keenan, aku seperti sedang melihat seseorang yang aku kenal " Kekeh Rin
" Iya...Dia memang mirip sama papinya " Aiden dan Rin tertawa terbahak-bahak.
.
.
__ADS_1
" Hacthu!!" Tiba-tiba saja Keenan bersin
" Kenapa sayang?" Tanya Jenna terlihat khawatir.
" Gak tau nih, kayaknya lagi ada yang ngomongin aku " Jawab pria tampan itu seraya mengucek hidung mancung nya.
" Jadi gimana lagi aku harus meyakinkan daddy mu itu?" Tanya Keenan. Pria itu melanjutkan perbincangan nya dengan Jenna perihal niatnya untuk melamar gadis itu. Tadi ketika Aiden tengah membicarakan rencana pernikahan dengan Rin bersama dengan kedua orangtuanya, dia pun melakukan hal yang sama dengan Nico. Sayangnya Keenan belum juga mendapatkan restu dari pria besar yang menurut nya semakin terlihat menyeramkan itu.
" Aku benar-benar ingin menikahi mu sayang " Lanjutnya.
" Aku yakin kamu pasti menemukan sebuah cara untuk meyakinkan daddy, kalian kan udah kenal lama " Ujar Jenna seraya membalasnya tatapan mata Keenan.
" Kamu pasti tau kan Daddy itu sebenarnya orang yang baik " Lanjutnya
" Iya...Dulu dia memang baik sama aku, tetapi setelah dia tahu aku ingin menikahi anaknya tiba-tiba sikapnya berubah sama aku....Serem tau " Keluh Keenan yang langsung mengundang gelak tawa Jenna. Menurut gadis itu Keenan terlihat sangat lucu ketika sedang mengeluh seperti itu, apalagi bibir merahnya sampai mengerucut.
" Kok malah ketawa sih sayang? Aku serius ini" Keluhnya lagi.
" Iya...Iya...Maaf... Abisnya kamu lucu kalo lagi ngambek gitu sayang " Kembali Jenna tertawa.
" Jenna! Aku serius ini..." Keenan melipat kedua tangannya didada.
" Iya maafkan aku " Kekeh Jenna.
" Aku yakin sebenarnya daddy menyetujui niatmu itu sayang, dia hanya belum rela melepaskan aku...Kamu harus bersabar "
" Hufftthhh...Harus berapa lama lagi aku bersabar, kasian kan tongkat sakti ku kelamaan mendem jadinya " Gumam Keenan sambil memijat keningnya sendiri.
" Betapa beruntungnya Aiden, tongkat sakti nya sudah mulai beraksi " Batin Keenan.
" Hatchu!!" Aiden tiba-tiba saja bersin.
" Hatchu!!" Kali ini Nico yang tiba-tiba bersin
" Sialan! Pasti ada yang lagi ngomongin gue " Ujar pria besar itu.
.
.
.
To be continued 😉
__ADS_1
hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Happy reading 🤗