Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Ternyata


__ADS_3

Tumben gadis ini ada di apartemen nya...


Lewis melewati pintu apartemen Lexy saat dia akan memasuki apartemen nya sepulangnya dia dari kantor malam itu.


Hari ini begitu melelahkan bagi nya, pagi - pagi sekali dia sudah mengunjungi Arthur dan menerima kenyataan buruk disana, siangnya dia harus menghadiri beberapa pertemuan dengan para calon penyedia barang dan jasa untuk pembangunan gedung pencakar langit milik Athalah Corp yang dipercayakan kepada nya melalui Damian Corp.


Lewis menjatuhkan dirinya diatas sofa, dia melonggarkan ikatan dasinya lalu memijat pekan keningnya.


Tiba-tiba suara bel pintu berbunyi, dengan sangat terpaksa dia beranjak dari posisi nya untuk membukakan pintu.


" Next time kamu pencet sendiri deh password nya " Lewis memberitahu password nya kepada Lexy dan kembali menjatuhkan dirinya diatas sofa.


" Nih " Lexy menyerahkan bungkusan berisi makanan kepada Lewis.


" Burger legendaris??" Lewis merubah posisinya menjadi duduk lalu membuka bungkusan yang diberikan oleh Lexy.


" Hhhhmmmm...Sorga makanan " Lewis menciumi aroma burger legendaris favorit nya.


" Thanks Lex " Dia lalu melahapnya.


" Kamu gak makan?" Lewis bertanya dengan mulut penuh makanan.


" Gue udah " Lexy berusaha untuk menahan tawanya, tingkah Lewis semakin konyol menurut nya.


" Ya udah...Aku abisin yah " Kembali menggigit burger nya hingga memenuhi mulut nya.


Lewis menyantap burger itu dengan lahap, sesekali dia terlihat mengedipkan matanya, menghela nafasnya dan menggelengkan kepalanya. Rupanya dia memang begitu sangat menikmati burger lezat itu.


" Hah... Sepertinya next time aku harus makan dua burger sekaligus " Lewis mengelus perutnya setelah dia menenggak habis root bir yang dibawa oleh Lexy bersama dengan burger legendaris itu.


Sementara Lexy berpura-pura untuk tetap fokus pada layar handphone nya.


" Lex...Apa aku bisa meminta bantuan mu?"


Benar apa yang dikatakan oleh Nico, Lewis pasti lebih nyaman bila berbicara dengannya.


" Apaan?" Lexy melirik sekilas kearah Lewis, pria itu terlihat dengan menatap wajah Lexy.


" Bisakah kamu membantuku mencari keberadaan seseorang?"


" Siapa?"


Duh nih cewek ngomong nya irit banget yah..


" Seseorang...Well dua orang dari masa laluku "


" Yang jelas kalo ngomong "


Lewis meraih benda pipih yang dia letakkan diatas meja, lalu memulai mencari sesuatu disana.


" Mereka ini " Lewis memperlihatkan layar handphone nya kepada Lexy.


" Apa yang pengen Lo tau dari mereka?" Lexy melihat foto yang ada dilayar handphone milik Lewis


" Keberadaan Sarah, anak gadis yang ada didalam foto itu " Jawabnya hati-hati.

__ADS_1


Lalu Lewis menceritakan siapa Sarah dan keluarganya.


Sarah adalah anak dari adik kandung mendiang ibunya Lily yang menikah dengan Lucinda. Hubungan mereka sebenarnya tidak begitu dekat selama ini, dulu mereka tiba-tiba hadir dalam hidup Lewis setelah adik dari mendiang ibunya itu meninggal dunia.


Alasan yang masuk akal bagi Lewis selama ini adalah karena dia adalah satu-satunya keluarga yang tersisa dari mendiang suami Lucinda, apalagi setelah kematian Lily.


Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, kehadiran mereka pun perlahan menghilang dari hidup Lewis, apalagi setelah Lucinda mengirim Sarah ke luar negeri untuk meneruskan pendidikannya. Komunikasi mereka seakan terputus begitu saja.


" Apa saudara Lo itu ngasih tau dimana dia kuliah?"


" Landlord university...Kalo gak salah dulu Sarah bilang itu "


" Pinjem laptop Lo "


Lewis berdiri dan berjalan untuk mengambil tas kerja yang dia taruh di meja tak jauh dari mereka, lalu mengambil laptop dan menyerahkan nya kepada Lexy.


Gadis itu membuka layar laptop dan menekan tombol power untuk menghidupkan nya.


" Password nya xxxxxxx " Ujar Lewis


Itu jari ada matanya kali yah...-Lewis


Lewis melihat jemari Lexy semakin lincah menekan tombol-tombol keyboard, gadis itu terlihat begitu santai dengan aktivitasnya, lalu tiba-tiba dia mengerutkan keningnya.


" Apa kamu menemukan nya ?" Lewis mendekati Lexy


" Ini aneh..." Lexy memperlihatkan layar laptop nya kepada Lewis.


" Nama Sarah gak ada di universitas mana pun dinegara yang Lo bilang tadi, tapi gue nemuin nama Sarah di sebuah fasilitas kesehatan mental " Telunjuk Lexy mengarah pada layar monitor didepannya.


" Masih di negara ini, tapi ada di perbatasan sana " Lanjutnya.


" Lex... Sebenarnya pekerjaan kamu di Athalah Corp apa sih ?" Celetuk Lewis


Laki-laki itu paham dengan apa yang dilihatnya melalui layar laptop yang ada didepannya, itu merupakan hasil dari pekerjaan seorang hacker dan hanya seorang hacker handal yang bisa mengerjakan hal tersebut.


" Gue tim IT " Jawab Lexy sekenanya.


Meski Lewis menolak untuk mempercayai apa yang keluar dari mulut wanita ini, tetapi dia lebih ingat dengan apa yang dikatakan oleh Javier saat itu.


Terlalu banyak bertanya bisa membunuhmu...-Javier


" Owh...Pantesan aja " Lewis menyunggingkan senyumnya, dia lebih memilih untuk percaya dengan apa yang dikatakan oleh Lexy


" Jadi selama ini Sarah berada disana?" Lanjutnya.


" Apa ini ada kaitannya dengan apa yang diceritakan oleh paman Arthur pagi tadi yah.." Lewis bergumam


" Mending lo dateng langsung kesana buat nyari tau " Lexy mematikan daya laptopnya.


" Besok...Kamu bisa temani aku kesana Lex?"


" Itu jika tidak merepotkan mu, tentunya " Lanjutnya


" Liat nanti malam, apa tuan muda tiba-tiba ngasih tugas dadakan ato gak " Jawab Lexy singkat.

__ADS_1


" Thanks Lex..." Lewis tiba-tiba menyentuh tangan Lexy tetapi sesaat kemudian menarik kembali tangannya.


" Gak usah lebay " Lexy beranjak dari duduknya untuk kembali ke apartemen nya.


" Sorry Lex! Gak sengaja..!" Teriak Lewis seiring dengan tertutup nya pintu apartemen miliknya.


" Untung gak dibanting itu pintu " Gumam Lewis.


" Ehh .. Tunggu dulu, dia gak banting pintunya "


" Apa itu artinya...."


Senyuman Lewis mengembang sempurna. Malam ini akan tertidur dengan perasaan bahagia.


.


.


" Aaaahhhh...!" Lewis terbangun dari tidurnya, lagi-lagi mimpi buruk itu hadir disana.


Keringat telah membasahi sekujur tubuhnya, dia lalu bangkit dari tidurnya dan duduk diujung tempat tidur itu. Dan kembali terkejut dengan kehadiran Lexy, wanita itu sudah berdiri dipintu masuk kamar dengan tangan terlipat di dadanya entah dari kapan tahu.


" Ya Tuhan Lex..." Lewis mengusap dadanya.


" Sejak kapan kamu berdiri disitu?" Lanjutnya


" Cukup lama sampe tau ada orang tidur sambil berteriak " Jawabnya enteng.


Sebenarnya tadi itu Lexy ingin sekali membangunkan Lewis karena dia khawatir dengan kondisi Lewis yang berteriak dalam tidurnya, tetapi urung dia lakukan karena tiba-tiba laki-laki itu terbangun.


" Sorry tentang itu " Lewis memutuskan untuk pergi ke kamar mandi dan bersiap untuk pergi ke tempat yang semalam mereka temukan.


" Kamu libur by the way?"


" Ya.."


" Oke tunggu bentar, aku mandi dulu "


Lexy memutuskan untuk menunggu Lewis di pantry yang ada didalam ruangan apartemen Lewis dan memutuskan untuk membuat sesuatu untuk mereka sarapan.


Pilihannya jatuh pada menu egg and bacon sandwich dan juice buah sayur.


" Kamu bisa masak juga ternyata " Lewis keluar dari kamarnya dalam keadaan sudah berpakaian rapi, tapi ada sedikit perbedaan di penampilan rapi Lewis kali ini. Dia terlihat lebih santai dengan penampilan barunya.


" Kadang gue masak " Lexy menyodorkan dua potong sandwich untuk Lewis dan dua potong untuk dirinya.


" Enak Lex, juicenya juga..." Lewis menganggukkan kepalanya.


.


.


.


To be continued 😉

__ADS_1


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Happy reading 🤗


__ADS_2