
Peristiwa menggerahkan antara Aiden dan Andre membuat pria itu sedikit melupakan malam istimewanya sebagai raja sehari, Andai saja dia tidak melihat wajah menyeramkan milik wanita yang baru saja menjadi istrinya itu, mungkin Aiden masih akan bertengkar dengan Andre.
Rin menatapnya tajam dari balik jendela kaca, wanita itu sudah seperti seorang singa betina yang siap menerkam mangsanya. Aiden pun memutuskan untuk meninggalkan panggung sandiwara nya dengan Andre, dan menghampirinya tanpa mengindahkan keberadaan tiga keluarga besar yang berkumpul disana.
" Sayang....Maafkan aku, tadi itu..." Aiden tidak berani meneruskan kata-katanya saat Rin menghela nafasnya kasar sambil memicingkan matanya ke arah pria itu.
" Dia lebih garang darimu bebe " Bisik Sultan ditelinga sang istri, yang membuat Shakira langsung mencubit perutnya.
" Sakit sayang...." Cicit Sultan, sambil mengelus perutnya.
Rin menarik dasi yang dikenakan oleh Aiden dan memutar nya, lalu berjalan meninggalkan kerumunan tiga keluarga besar yang sedang sibuk saling berbisik itu hingga membuat Aiden berjalan terhuyung.
" Baby...Please jangan marah..." Pinta Aiden, sambil mengikuti langkah Rin yang terus menarik dasi nya.
" Kamu harus dihukum Aiden!" Ucap Rin dingin, seketika Aiden merasakan udara disekitar nya juga menjadi dingin.
" Kamu harus dihukum karena telah berani meninggalkan aku sendirian di atas panggung pelaminan!" Lanjut nya.
Dan malam itu pun Sultan dan Shakira terpaksa harus menggantikan pengantin untuk menerima tamu dipelaminan.
Sementara disebuah kamar presidensial suit dilantai paling atas gedung pencakar langit dimana resepsi pernikahan Aiden dan Rin tengah berlangsung.
" Baby....Maafkan aku, tadi si bego Andre itu udah berani memeluk adikku..." Ucap Aiden, pemuda tampan itu tak hentinya memohon maaf pada wanita yang saat ini sudah resmi menjadi istrinya.
Rin tidak mengindahkan permohonan maaf Aiden sejak tadi, dirinya sedang memutar otak bagaimana cara memberikan hukuman setimpal kepada suaminya itu.
Seketika senyuman tipis tergambar diwajahnya.
" Kok suasana kamar ini jadi menyeramkan begini yah " Gumam Aiden sambil mengusap tengkuknya, dia merasa bulu-bulu halus di seluruh tubuh nya tiba-tiba berdiri.
" Mandi..." Ucap Rin sambil mengacungkan jari nya mengarah ke pintu kamar mandi.
" Aku yang mandi?" Tanya Aiden, tidak mengerti dengan perintah sang istri.
" Aku...Mandiin " Pinta Rin, lalu meminta Aiden untuk melepaskan gaun yang masih membungkus tubuh indahnya.
Tentu saja Aiden senang menerima perintah semacam itu, ini kesempatan bagus pikirnya. Tetapi perkiraannya salah besar, karena Rin tidak mengijinkan Aiden untuk menyentuh tubuhnya ataupun melepaskan setelan jas yang masih melekat ditubuh pria itu.
" Loh...kok, gimana caranya aku mandiin kamu baby...Aku masih pake baju gini, nanti basah.."
Rin hanya mengangkat bahunya, lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi tanpa satu helai benangpun menutupi tubuhnya. Aiden menela salivanya dengan susah payah, lalu berjalan mengikuti arah kaki Rin.
Rin sengaja tidak merendam tubuhnya seperti biasanya, dia langsung menyalakan keran air dan membasahi tubuhnya. Sengaja dia menggoda Aiden dengan meliukkan tubuhnya dibawah pancuran air hangat itu.
__ADS_1
Aiden membuka jas yang dikenakannya karena suhu udara diruangan itu terasa mulai panas, dia berusaha untuk mengontrol detak jantungnya yang semakin berpacu.
" Sabun.." Pinta Rin, dengan suara sexynya.
Kembali Aiden menelan salivanya kasar sambil menyerahkan botol sabun cair kepada wanita itu, tetapi Rin menolaknya. Dia meminta Aiden untuk menyerahkan sabun batang berbentuk lingkaran yang berada disamping botol sabun tadi kepadanya.
Rin pun mulai meluncurkan sabun berbentuk lingkaran itu ditubuhnya, tetapi dia melakukannya dengan begitu pelan dan hati-hati. Apalagi saat memutar sabun batang itu di kedua bukit kembarnya, dan perlahan memutar sabun nya ke seluruh tubuh nya termasuk ke sekitar areal pribadi nya.
" Baby...Kamu tega..." Ucap Aiden dan tanpa mengindahkan perintah sang istri dia langsung menyerang pertahanan Rin dengan buasnya, apalagi saat tongkat saktinya sudah siap untuk memperlihatkan kehebatannya.
" Never do that again!" Ucap Aiden ditelinga gadis itu lalu menggigitnya pelan, sambil menghentakkan tubuhnya.
Keesokan paginya, Aiden terbangun dengan Rin yang sudah menguasai tubuhnya. Wanita itu bahkan sudah bertarung dengan tongkat sakti milik Aiden, entah sejak kapan.
Bukannya ucapan selamat pagi yang keluar dari mulut Aiden, melainkan lenguhan yang membuat Rin semakin bersemangat untuk menaklukan tongkat sakti itu.
" Ya ampun wanita ini...." Batin Aiden.
Seketika senyuman tipis mengembang bersamaan dengan lenguhan panjang keduanya yang sukses membuat tubuh Aiden menggeliat.
" Serangan fajar baby...?" Bisik Aiden ditelinga wanita itu ketika Rin ambruk ditubuh Aiden.
" Ehemhh.." Jawabnya pelan sambil mengangguk.
Aiden menarik nafasnya sejenak lalu memutar tubuh Rin, tanpa melepaskan si tongkat sakti yang masih tegak sempurna dari sarungnya.
" Giliran ku..." Ucap Aiden lalu memulai kembali ritual pagi mereka.
Sementara diruang makan VIP hotel, tiga keluarga besar sedang berkumpul dan bersiap untuk bersantap pagi bersama.
" Bagaimana Andre, apa anak dan menantuku sudah bangun?" Tanya Sultan, dari tempat duduknya.
" Sepertinya tuan muda dan nona Rin akan melewatkan sarapan pagi mereka tuan " Jawab Andre lalu mengangguk pelan.
Kaylee bisa melihat rona merah diwajah kekasihnya itu, dan memutuskan untuk menjahilinya.
" Kok lama?" Tanya nya, dengan sengaja berjalan melewati Andre.
" Maaf nona, aku...."
" Pasti seru yah mendengar ritual pagi mereka " Tanya Kaylee lagi, seketika wajah Andre semakin merona.
Pria dingin itu bahkan sempat melihat adegan seru tuan muda nya dari celah pintu tadi, rupanya Aiden lupa mengunci pintu kamarnya. Beruntung di satu lantai itu hanya terdapat dua presidensial suit, dan salah satunya kosong jadi tidak ada seorangpun disana. Apalagi pria dingin itu sudah memerintahkan kepada para pelayan hotel untuk tidak naik kelantai itu kecuali dengan ijinnya.
__ADS_1
Perlahan Andre menutup pintu tersebut dan kembali ke ruang makan dengan jantung yang berdetak kencang.
" Sabar junior " Batin Andre saat adik kecilnya sudah mulai nakal.
Andre hanya menghela nafasnya pelan menghadapi kejahilan nona mudanya itu, hal yang sudah biasa baginya.
" Aku menginginkannya nanti...." Bisik Kaylee yang sontak membuat Andre terbatuk-batuk.
" Sayang...Jangan menjahilinya terus, kasian Andre " Pinta Shakira.
Shakira jadi ingat pengalamannya dulu, ketika dirinya terus menjahili Sultan hingga pria yang sudah menjadi suaminya itu benar-benar pusing dibuatnya
" Aku tidak melakukan apapun terhadap Andre mommy " Kilah Kaylee
" Ya kan sayang...?" Tanya Kaylee kepada Andre sambil mengedipkan sebelah matanya nakal
Glek...
Kembali Andre menelan salivanya berat.
Sementara di seberang kursi yang di duduki oleh Sultan, Nico tengah kesal dengan ulah Lewis yang terus saja menguji kesabaran nya.
" Oke fix! Bulan depan kita akan menikahkan mereka " Ucap Lewis.
" Tunggu satu atau dua bulan lagi!" Nico tetap dengan pendiriannya.
" Aaahh...lo kaya gak kenal dengan anakmu yang genit itu....sama kayak lo gitu kok..." Ujar Lewis.
" Dasar tua bangka gak punya akhlak!" Ucap Nico kesal.
Keenan dan Jenna hanya bisa memijat keningnya masing-masing, bagaimana nanti pikir mereka...
.
.
.
To be continue
Hai kakak-kakak, terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah
Happy reading....🤗😘🤗😘🤗
__ADS_1