
Tak berbeda jauh dengan keadaan Sultan, kini keadaan Lewis pun sama hanya bedanya Lexy sedang tidak mau didekati oleh nya. Setiap kali Lewis mencoba untuk mendekati Lexy, istrinya itu langsung merasa mual dan akhirnya muntah.
" Jauh-jauh Lew, kamu bau banget! Aku gak tahan dengan bau mu!" Lexy mencapit hidung dengan dua jarinya.
" Kamu ganti parfum yah? Bau nya gak enak banget " Mencoba untuk menahan rasa mual.
" Engga, aku masih pakai parfum yang lama sayang " Lewis menciumi bau tubuh nya sendiri.
" Tapi bau nya aneh, aku gak suka!" Lexy bergegas pergi ke kamar mandi untuk mengeluarkan kembali isi perutnya.
" Sayang kamu kenapa? Apa kamu sakit?" Lewis mengejarnya, dia memijat pelan tengkuk sang istri. Lewis begitu mengkhawatirkan keadaan Lexy yang sudah tiga hari ini seperti ini.
Selesai memuntahkan isi perutnya, Lexy merasa lemas dan pusing. Secepat kilat Lewis mengangkat tubuh nya dan membawa nya kembali kedalam kamar lalu perlahan meletakkan nya diatas ranjang.
Padahal Lewis sedang manja-manja nya dengan sang istri, dia punya kebiasaan baru yakni menyesap gunung kembar milik Lexy hingga dia tertidur. Pria itu juga merasa moodnya sering berubah-ubah, terkadang kesal, terkadang sedih, bahagia tapi yang paling sering adalah manja.
Untungnya dibalik sikap tegas dan cueknya Lexy, wanita itu punya sikap yang lemah lembut dan suka memanjakan Lewis.
Flashback on
" Sayang...Aku mau mandi " Malam itu Lewis baru saja pulang dari kantor, seperti biasa jika sedang sibuk dia akan pulang terlambat.
" Aku udah siapin air hangat buatmu Lew, mandi sana " Lexy menaruh jas yang sudah dilepaskan oleh Lewis kembali kedalam lemari.
" Gak mau mandi sendiri, maunya dimandiin " Lewis memajukan bibirnya beberapa senti, laki-laki itu meremas ujung kaos oversize istrinya.
" Uuhhh...My big boy... Kok sekarang manja banget yah.." Lexy mengunyel kedua pipi Lewis
" Sayaaaangg...." Rengek Lewis
" Ya udah ayok..."
Seketika raut wajah Lewis berbinar, dia mengikuti Lexy masuk kedalam kamar mandi. Pria itu menanggalkan seluruh pakaiannya, dan memasukkan tubuhnya kedalam bathtub yang sudah terisi air hangat juga busa sabun.
Perlahan Lexy menggosok punggung Lewis, wanita itu sedikit mengerutkan keningnya karena tubuh suaminya ini sekarang terlihat lebih berisi dan berotot.
Selesai dengan drama di kamar mandi, Lewis kembali bertingkah manja diatas tempat tidur.
" Mau ini..." Lewis menekan pelan dua gunung kembar milik Lexy dengan telunjuknya.
" Hah...? Apa?" Lexy masih fokus mengeringkan rambut Lewis dengan handuk kecil ditangannya.
Posisi Lewis duduk dihadapan Lexy dengan kedua kaki mengapit kaki istrinya, sedangkan posisi Istri nya itu berdiri, dan karena Lexy sedang mengeringkan rambut Lewis jadinya wajah Lewis begitu dekat dengan posisi benda kenyal yang entah sejak kapan menjadi candu baginya.
__ADS_1
Tanpa minta persetujuan dari Lexy, pria itu masuk kedalam kaos yang dikenakan oleh istrinya dan mulai menyesap salah satu gunung kembar milik istrinya seperti layaknya seorang bayi yang menyusu pada ibunya.
" Awwwhhh...Jangan keras-keras Lew " Lexy merasa Lewis begitu lahap menyesap nya.
"Nnggg..." Satu tangan Lewis mulai memainkan gunung yang ada disebelahnya.
" Perih sayang...Kamu terlalu keras menyesapnya " Lexy mencoba melepaskan bibir Lewis yang masih asik menyedot disana.
Lewis hanya menggelengkan kepalanya dan berpindah dari satu gunung ke gunung lainnya.
" Haaaahhh...." Lewis melepaskan mulutnya lalu keluar dari dalam kaos Lexy.
Perasaan nya begitu nyaman ketika dia melakukan hal itu, semua rasa penat yang seharian ini dia rasakan seakan menguap begitu saja.
Flashback off
" Aku harus memanggil dokter, aku gak mau kamu kenapa-kenapa..." Gumam Lewis.
45 menit berlalu dokter Spencer tiba dikamar utama dengan ditemani oleh salah satu pelayan mansion.
" Kenapa dengan istriku dok? Dia mual saat dekat dengan ku "
Dokter Spencer tersenyum dan mulai memeriksa denyut nadi Lexy dan tekanan darahnya, wanita itu masih terlihat lemas dan pucat.
Lexy terlihat menghitung dengan jari tangannya.
" Tanggal 15 bulan lalu dok " Jawabnya lirih.
" Sepertinya anda harus memeriksakan diri ke dokter kandungan nona, ini bukan bidang saya tapi kemungkinan nya..."
" Kemungkinan nya apa dokter? Kenapa harus ke dokter kandungan?" Lewis menyela pembicaraan dokter Spencer
" Lebih baik saya panggilkan dokter Madison kemari "
Spencer menghubungi Madison dengan gawai yang dia raih dari dalam saku jas nya, dia berbicara sekilas tentang hasil pemeriksaan yang baru saja dia lakukan terhadap Lexy.
Tak berselang lama dokter Mady sudah berada didalam kamar mereka, dan memeriksa kondisi Lexy.
" Selamat nona, anda akan menjadi seorang ibu " Mady mengembangkan senyumannya.
Mady lalu memberikan obat untuk mengurangi rasa mualnya dan beberapa jenis vitamin untuk menguatkan kandungan Lexy. Tak lama kedua dokter itu pun kembali ke rumah sakit untuk melanjutkan tugasnya.
" Kita akan menjadi ayah dan ibu sayang..." Lewis memeluk erat tubuh istrinya itu saking bahagianya.
__ADS_1
" Lew...mandi sana! badan mu bau sekali " Lexy sudah tidak tahan mencium bau suaminya itu, dia mengurai pelukan Lewis dan langsung berlari menuju kamar mandi.
Ya ampun nak, segitu gak suka nya kamu sama papi....- Lewis
.
.
Lewis harus memutar otak mencari cara bagaimana agar dirinya bisa tetap berada dekat dengan istri tercintanya, terutama agar dia bisa kembali menyesap benda kenyal yang sudah menjadi candu baginya. Sehari saja dia tidak melakukan itu, seakan kepalanya mau pecah! Emosinya cenderung tidak stabil, dia sudah seperti anak kecil yang kehilangan ibunya.
" Apa yang harus gue lakuin Sultan?" Lewis menjatuhkan dirinya diatas sofa, tubuhnya terasa lemas, pikiran nya sulit untuk fokus.
" Lo bisa pake peralatan mandi istri Lo Lew, siapa tau kalo bau badan Lo ganti dia gak akan mual lagi kalo deket-deket sama Lo " Sultan merasa prihatin juga dengan kondisi Lewis, dia bisa merasakan seperti apa susah nya ngidam itu.
" Lo gak lagi becandain gue kan??" Lewis melirik Sultan dengan sudut matanya.
" Gak lah! Gue tau repot nya ngidam Lew "
" Dulu sehari aja Shak gak ngendusin badan gue dia bisa uring-uringan bahkan sampai menangis " Lanjutnya
Kembali dari kantor Lewis tidak langsung memeluk sang istri yang tengah berbaring ditempat tidur sambil asik menonton tv, dia hanya menyapanya sekilas lalu bergegas menuju kamar mandi dan melakukan apa yang disarankan oleh Sultan sahabat nya.
Setengah jam kemudian Lewis sudah dalam keadaan wangi keluar dari kamar mandi, meski tetap khawatir dia tetap akan berjalan mendekati Lexy lalu merebahkan tubuhnya disamping sang istri.
" Kamu wangi sayang..." Lexy mencium kepala Lewis yang sudah memulai ritualnya.
Wanita itu tetap asik dengan tontonan nya dan camilan nya sementara Lewis sudah asik dengan candunya.
" Nnggghhh..." Pria itu semakin kuat menyesap dua gunung kembar yang sudah lama dia rindukan itu.
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Maafkan pagi-pagi udah ngasih sarapan yang hareudang.... Hareudang.... Hareudang ...
Happy reading 🤗
__ADS_1