
Kunjungan Aiden tidak berhenti saat itu saja, pria yang kini sudah tak lagi remaja itu sering kali kembali ke negara dimana grandma Maharani dan grandpa Jav tinggal untuk melakukan misi pertama nya. Mencari kandidat penerus The Black Team, ditemani oleh Keenan.
Panti asuhan milik grandpa nya lah tujuan utama kedatangan mereka kesana.
" Grandpa... Bagaimana menurut mu tentang Philip dan Andre, apa mereka layak?" Aiden sedang memerhatikan keduanya dari lantai dua gedung panti asuhan itu, disamping nya sedang berdiri Javier dan Keenan.
Philip dan Andre dulunya merupakan penghuni panti asuhan, tetapi begitu mereka menginjak usia remaja Javier mengarahkan dan mengajari mereka dengan baik hingga sekarang mereka berada bersama didalam jajaran para pengawal pribadi Javier dan Maharani.
" Pilihan yang cerdas nak, mereka memang yang terbaik " Ujar Javier
" Pindahkan mereka ke kampus yang sama dengan kami grandpa, mereka akan memulai tugas mereka "
Sebulan kemudian di kampus dimana Aiden dan Keenan mengecam pendidikan mereka.
" Gue rasa gadis itu suka sama lo Aiden " Seperti biasa Keenan dengan kegigihannya untuk membuat sahabatnya ini membuka hatinya untuk para gadis.
" Siapa lagi yang lagi lo coba jodohin sama gue hah??" Aiden masih anteng dengan gawainya, apalagi yang dia lakukan selain mencoba game terbaru yang dibuat oleh Joe dan tim nya.
" Lo liat dulu kek anaknya, cakep tau "
" Gak...Gue lagi sibuk "
" Tuan...Ada seorang wanita yang ingin berbicara dengan anda " Philip menghampiri Aiden.
" Iissshhh...Gue bilang apa, jangan panggil gue tuan ..Gue punya nama...Aiden!" Aiden mendengus kesal, pasalnya sudah beberapa kali dia mengingatkan Philip tentang hal ini tetapi laki-laki itu tetap saja memanggilnya tuan.
" Maaf tuan ..Eh...Aiden " Ralat nya.
" Bagaimana Aiden? Gadis itu sedang menunggumu " Lanjutnya
" Katakan tidak pada gadis itu, aku sedang sibuk " Masih sibuk dengan gawainya.
" Baiklah akan aku beritahukan kepada nya "
Sepeninggal Philip
" Lo nyadar gak sih dia mirip siapa?"
" Siapa? Philip?"
" Iya Philip...Kaku banget itu anak, udah kayak papan setrikaan " Kekeh Keenan
" Maksud lo dia mirip grandpa Jav? " Aiden mengerutkan keningnya
" Iya siapa lagi kan ?"
" Sialan lo!"
__ADS_1
Tak lama Philip kembali menghampiri mereka kali ini ada Andre mengekornya.
" Aiden...Gadis itu tetap ingin bertemu dengan mu, dia bilang dia adikmu..."
Seketika Aiden melemparkan handphone nya, untung saja dengan cekatan Keenan menangkapnya.
" Astaga Philip! Kenapa kamu gak bilang kalo Kaylee yang ingin bertemu dengan ku ?" Belum sempat Philip menjawab Aiden sudah menghilang dari tempatnya.
" Emangnya kamu belum pernah ketemu sama Kaylee ?" Tanya Keenan.
Kedua pria calon penerus anggota The Black Team ini memang belum sempat Aiden bawa ke mansion, selama dua Minggu ini mereka tinggal di markas The Black Team bersama dengan anak buah Nico.
" Belum tuan, kami belum pernah bertemu dengannya " Jawab Philip, kembali ke mode papan setrikaan.
" Aiissshhh....Jangan panggil gue dengan sebutan tuan, gue Keenan...panggil nama gue " Keenan menggelengkan kepalanya.
Sementara di lobby kampus seorang gadis tengah menekuk wajahnya karena kesal.
" Kay...Kok gak telpon Kaka kalo mau kesini?" Aiden menghampiri gadis itu dengan perasaan was-was.
" Kaka gimana sih aku telponin dari tadi gak diangkat?? Sekalinya aku kesini, dihadang dua papan setrikaan " Kaylee masih melipat kedua tangannya.
" Maafin Kaka Kay..." Kekeh Aiden, pria itu mengusap tengkuknya.
" Mereka anggota baru tim uncle Nic " Lanjutnya.
" Hei...Hei...Gak boleh gitu dong, masa adik ka Aiden yang tercantik se alam semesta cemberut gitu..." Aiden menarik Kaylee kedalam pelukannya.
" By the way Kay...Kamu nyariin kaka emangnya ada apa hemmm??" Aiden menyandarkan dagunya dikepala Kaylee.
" Kaka mau yah nanti malam temenin aku ke prom nite??" Kaylee mengurai pelukan Aiden.
" Loh kok sama Kaka?? Emangnya kamu gak punya pacar Kay?"
" Engga ahh...Ribet! Cowok banyak maunya " Kaylee memajukan bibirnya
" Kaka gak ribet loh..."
" Kaka beda lah ...Aahh..udah ka, pokonya nanti malam temani aku ke prom nite titik "
" Iya...Iya bawel..."
" Jenna?" Tanya Aiden, dia baru saja mengingat adik sepupunya itu
" Iya...Kita nanti bertiga, Kaka temani aku dan Jenna "
" Ya Tuhan Kay...Kenapa gak minta tolong sama Keenan buat temani Jenna nanti...Kaka bisa ajak dia "
__ADS_1
" Ya udah terserah Kaka, yang penting nanti jam 7 malam Kaka harus benar-benar sudah siap..."
" Okay...." Aiden mengacak poni sang adik karena merasa gemas.
Tak berada jauh dari posisi mereka sekarang, dua pasang mata sedang mengawasi kedekatan kakak beradik itu dengan perasaan cemburu.
" Pantas saja...Ternyata dia sudah punya pacar selama ini " Gumamnya
" Sudahlah Ellen, lupakan saja Aiden toh masih banyak pria tampan dan kaya di kampus ini "
" Kenapa emangnya? Biar Lo bisa dengan bebas mendekati Aiden gue? "
" Lupain aja keinginan Lo itu Samantha, gue gak akan melepaskan Aiden sampai kapanpun " Lanjutnya.
Ellen dan Samantha sebenarnya sudah berteman sejak lama, hanya hubungan pertemanan mereka ini cukup terbilang unik. Mereka memang begitu dekat, tetapi mereka selalu bersaing dalam hal percintaan seperti yang sedang terjadi saat ini.
Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan perhatian dari Aiden.
" Sebaiknya kita ikuti mereka Ellen " Samantha melirik sekilas kearah Aiden dan Kaylee, mereka terlihat keluar dari kampus bersama-sama.
Rupanya Aiden memutuskan untuk mengantarkan Kaylee ke butik untuk mengambil dress pesanan dirinya dan Jenna, Keenan dan Philip serta Andre mengikuti mereka dari arah belakang.
" Untuk apa mereka kemari? Apa mereka sedang memesan gaun untuk pertunangan mereka?" Ellen dan Samantha memata-matai mereka di seberang jalan dari dalam mobil yang mereka kendarai.
" Pikiran Lo itu terlalu buruk Ellen, bisa jadi kan mereka sedang mengambil gaun untuk acara lain?"
" Lo yang terlalu naif Sam, Lo liat sendiri kan ini butik apa? Ini butik tempat orang kayak memesan gaun pertunangan dan pernikahan mereka " Ellen tidak mau kalah
" Jangan lupakan gaun pesta mereka Ellen..." Samantha menggelengkan kepalanya. Teman dekatnya ini sudah keterlaluan pikirnya.
Setengah jam kedua wanita itu menunggu mereka keluar dari dalam butik, akhirnya orang-orang yang mereka tunggu keluar juga.
" Iisshhh... Enak banget yah jadi gadis itu, kemana-mana di antar Aiden dan kawanannya" Ujar Ellen iri.
" Udahlah gak usah mikir yang enggak-enggak, ikutin lagi aja mereka biar Lo tau "
Ellen pun mulai mengarahkan kemudi nya mengikuti rombongan kendaraan yang ditumpangi oleh Aiden dan kawan-kawan nya.
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
__ADS_1
Happy reading 🤗