
" Dad...Kenapa sih Daddy menerapkan aturan 3 menit sama mommy kalo dirumah?"
" Aku kan masih pengen ngobrol sama mommy dad " Lanjutnya
" Mommy mu cuma milik Daddy boy, kalo bisa Daddy bawa mommy mu ke kantor tapi kamu tau sendiri kan gimana para pria itu melirik body mommy mu?? "
" Cih...Masa aku harus bersaing terus sama Daddy? inget dad aku ini anakmu dan dia mommy ku " Protes Aiden
" Hei boy, Daddy mu bahkan sudah menjadikan kamu sebagai saingan semenjak kamu masih ada didalam perut mommy mu " Nico tergelak
Nico masih ingat ketika Sultan baru pertama kali mengetahui tentang kehamilan Shakira, pertama kali yang ada di otak somplak sahabatnya ini adalah ketakutan nya jika cinta Shakira akan hilang kepadanya.
" Jangan menghinaku! Dasar beruang Grizzly! "
" Apa kamu tau boy, saat pertama kali uncle Nic mu itu mengetahui kehamilan aunty mu?"
Aiden menggelengkan kepalanya, saat itu usianya belum genap lima tahun.
" Dia pingsan! Sungguh memalukan!" Sultan tergelak
" Gimana gak pingsan, dokter sialan itu memperagakan bagaimana kondisi janin dari awal dia ada didalam perut istriku hingga dia keluar dari bawah sana!"
" Lo juga pingsan pas Aiden lahir bego!"
" Hah...Daddy pingsan??" Aiden tidak percaya dengan apa yang dia dengar, selama ini dia mengenal sang Daddy sebagai pria yang begitu tangguh.
" Iya...Daddy mu pingsan begitu dokter mengangkat tubuhmu keudara " Nico tergelak
" Yeee...Waktu awal gue juga kaget! Gimana bayi sebesar gitu bisa keluar dari bawah sana yang hanya sekecil ini " Sultan menyatukan jari telunjuk dengan jempol tangannya.
" Hah? Apanya yang kecil?" Aiden mengerutkan keningnya.
" Emangnya kamu gak diajarin pelajaran biologi disekolah dulu? Masa kamu gak tau alat reproduksi wanita?"
" Belajar sih dad, cuma pas pelajaran aku bolos... Pelajaran biologi bikin aku eneg " Jawabnya enteng.
" Yang lebih parah itu papi mu " Belum apa-apa Sultan dan Nico tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
" Ada apa dengan papi ku ?" Tanya Keenan. Bocah ini sedari tadi tengah asik dengan game baru nya, dan baru sadar ketika Sultan menyebut nama papinya.
" Hei...Lo berdua jangan macem-macem yah ! " Teriak Lewis
" Kamu tau boy, papi mu lah yang melahirkan mu !" Sultan kembali tertawa terbahak-bahak bersama dengan Nico. Sementara Keenan dan Aiden saling bertatapan, dua remaja yang sudah memasuki usia dewasa ini belum mengerti dengan arah pembicaraan Daddy dan uncle nya.
" Udah! Jangan didengerin Keen, mereka berdua memang sudah gila!" Lewis melemparkan kertas-kertas bekas yang ada diatas mejanya kearah Sultan dan Nico.
" No pap...Aku pengen denger " Pinta Keenan.
" Waktu mami mu mau melahirkan, dia tidak merasakan apa-apa diperutnya padahal waktu itu kata mommy kamu ketubannya sudah pecah "
" Tapi kamu tahu siapa yang merasakan mulas sampai dia berteriak sekencang-kencangnya?" Tanya Sultan yang langsung ditanggapi dengan gelengan kepala Keenan
" Papi mu!" Sultan dan Nico Tergelak, kali ini Aiden dan Keenan pun sama tetapi tidak dengan Lewis.
" Heh! Dasar orang gila! " Lewis kesal.
" Ada yang lebih gila lagi " Ucap Nico sambil menahan tawanya.
" Ada yang panik saat Istrinya datang bulan !" Nico tertawa terbahak-bahak bersamaan dengan Sultan. Mereka masih ingat saat Nico dan Sultan berhasil menjahili temannya itu bekerja sama dengan dokter Mady.
" Sialan! Kalian berdua bikin gue panik! "
" Pas lagi tebus resep ke apotek, gue fikir itu beneran obat taunya pembalut! Kurang ajar kalian...!" Lewis meninju lengan kekar Nico.
" Separah itu yah papi..." Keenan pun ikut tertawa.
" Heh...Papi mu ini hanya tinggal bersama dengan kakek mu dari kecil, mana tau urusan begituan.." Bela Lewis
" Semoga kalian gak ketularan somplak sama mereka " Ujar Nico
" Heh Lo pikir Lo yang paling bener disini?? Enak aja!" Sultan tidak mau kalah
" Lo lebih parah Nic! Badan Lo doang yang gede!" Sultan tergelak
" Sama Siska yang bodynya imut begitu aja kalah telak!" Lanjutnya.
__ADS_1
" Dasar bego! diantara kita semua lo tuh rajanya somplak brengsek! Mana ada aturan 3 menit?? Cuma Lo doang yang pake !"
" Apalagi di Lewis tuh, kerjaannya dihajar sama istrinya "
Sementara dua pemuda yang sedang asik menyimak ke somplak an diantara mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya.
*Sumpah demi apapun gue gak bakalan kayak Daddy....- Aiden
Anjirrr parah banget papi gue! - Keenan*
Sedang asiknya mereka bercanda, tiba-tiba Kaylee dan Jenna memasuki ruangan. Dua gadis itu datang dengan wajah tertekuk dan sorot mata tajam menatap Aiden dan Keenan.
" Kakaa!!! Kenapa Kaka tega bikin kita nunggu di mal hah??!"
" Ya Tuhan...! Maafin Kaka Kay...Kaka lupa " Aiden menghampiri Kaylee dan mencoba untuk memeluk adik kesayangannya, tetapi langsung ditepis olehnya.
" Kay....Maafin kakak yah " Melebarkan senyumannya
" Kartu kredit!" Pinta Kaylee sambil mengulurkan telapak tangannya dan Aiden secepat kilat memberikan uang plastik itu kepada sang adik.
Gubrak!!!
*Moga-moga anak gue gak bucin nantinya, sama adiknya aja dia sampe takut gitu...- Sultan
Ini kenapa gue gak mau punya pacar, urusan cewek itu bikin ribet!- Aiden
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Happy reading 🤗*
__ADS_1