Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Sinopsis Novel Harley The Secret Agent


__ADS_3

Dalam perjalanannya menuju pintu belakang mansion itu, dia kembali melewati ruangan tadi. Ruangan dimana gadis itu terikat tak berdaya, dengan luka-luka disekujur tubuhnya.


" Siapapun! Tolong aku!" Pekik gadis itu.


Sementara diluar sana sudah mulai terdengar suara tembakan-tembakan, pertanda perlawanan dimulai. Orang misterius ini hanya menghabisi para penjahat yang ada didalam mansion besar itu.


" Aku mohon keluarkan aku dari sini...!" Peliknya lagi.


Orang itupun mengurungkan niatnya untuk meninggalkan gadis itu disana, dia kembali memasuki ruangan itu dan melepaskan tali yang mengikat kaki dan tangannya, lalu membawanya pergi sebelum semua bom yang telah dia pasang meledak di seluruh ruangan.


Mereka berdua pun berlari secepatnya setelah berhasil keluar melalui pintu belakang gedung besar itu, tak lama kemudian bom pun meledak memporak-porandakan bangunan mewah itu.


" Terimakasih tuan " Ucap gadis itu lirih, tapi orang ini tidak menjawabnya sama sekali dan tetap melangkahkan kakinya menuju mobil yang dia parkir kan tak jauh dari pagar luar mansion itu.


Pria bertudung hitam itu melarang sang gadis untuk mengikutinya memasuki mobil, dia menyuruhnya untuk tetap berdiri dipinggir jalan dengan isyarat tangannya lalu masuk kedalam mobilnya. Diapun mulai menyalakan mobil setelah membuka jaket hoddie dan penutup wajahnya, tanpa menoleh kebelakang dimana dia meminta sang gadis untuk tetap berdiri dan mulai melajukan mobil hitam tersebut.


Kembali ke rumah sakit dimana Harley dan Max masih setia menemani Paloma. Pria dingin itu tengah tertidur dengan menyandarkan kepalanya di pinggiran ranjang sambil menggenggam tangan Paloma.


Harley terbangun saat tiba-tiba Max menggonggong menyambut dua orang berjas hitam memasuki ruangan itu dengan paksa, dan mendekati nya.


" Ada apa ini ?" Tanya Harley dengan muka bantal nya, matanya pun terlihat sembab akibat menangis tadi.


" Tenang Max, mereka temanku " Pinta Harley, Max pun menghentikan gonggongan nya.


Kedua orang itu hanya menatap Harley, mengedarkan pandangannya sejenak lalu meninggalkan ruangan itu tanpa berbicara sepatah katapun.


" Kurang ajar M! Sampe segitunya dia mengawasi ku " Gumam Harley.

__ADS_1


" Aku lapar Max, sebaiknya kita pulang kawan...Besok kita akan mengunjungi Paloma lagi oke..." Ajak Harley, yang disambut baik oleh anjing mengemaskan itu. Seperti nya Max pun sudah merasa lapar sejak tadi.


Sejam jam kemudian mereka pun tiba dikediaman Harley, pria itu mampir ke supermarket untuk membeli bahan makanan untuk dirinya dan Max dalam perjalanan pulangnya tadi.


Harley menekan tombol untuk menutup pintu garasi sebelum dia menyuruh seseorang untuk keluar dari persembunyian nya.


" Keluar!" Titah Harley setelah dirinya membuka bagasi mobil.


" Kenapa kamu mengikuti ku?! Apa kamu tahu itu sangat berbahaya!" Ujarnya kesal, padahal tadi dia sudah meminta gadis itu untuk menunggu di pinggir jalan sampai polisi menemukannya.


Beberapa jam sebelumnya.


Sesampainya diruangan Paloma, Harley masuk ke kamar mandi dan mengeluarkan sebuah tas dan manekin yang telah disembunyikan oleh Ferrari di dalam lemari pakaian disana. Dia pun mulai melucuti pakaian nya dan memakaikannya pada boneka yang telah dia rakit sebelumnya itu, lalu menaruh boneka itu di kursi yang dia tempati tadi dengan posisi kepala menyandar pada pinggiran ranjang dan posisi tangan yang menggenggam tangan Paloma.


Harley keluar dari ruangan itu dengan mengenakan pakaian suster pria lengkap dengan kacamata menghiasi wajah tampan nya, menuju pelaratan parkir dibelakang gedung dimana sebuah mobil sudah terparkir disana lengkap dengan senjata dan bom untuk dia gunakan nanti.


" Kedua gadis itu melakukan tugasnya dengan sangat baik " Batin Harley.


Dia pun memulai aksinya, memasuki mansion itu dengan menghabisi para penjaga yang ada didalam gedung secara diam-diam setelah dia mengacaukan kamera CCTV terlebih dulu.


Selesai dengan aksi rahasianya dan meninggalkan gadis itu disana, dia kembali ke gedung rumah sakit setelah mengganti pakaiannya kembali dan memarkir kan mobilnya di pelataran parkir belakang gedung tersebut lalu kembali ke kamar Paloma dan menggantikan posisi manekin itu disana.


Sementara sang gadis yang adalah anak dari gembong penjahat itu diam-diam memasuki bagasi mobil dan bersembunyi disana, saat Harley tengah mengganti pakaiannya tadi.


Sang gadis yang diketaui bernama Rosaline itupun keluar dari dalam persembunyian nya dan diam-diam mengikuti Harley. Rosie bahkan diam-diam menunggu pria itu di ruang tunggu setelah dia mengenakan jas yang telah dia curi dari dalam mobil Harley tadi.


Rosie sempat melihat dua pria berjas hitam memasuki ruangan itu dengan tergesa-gesa, dan tak lama setelah kedua pria itu pergi Harley pun keluar dari ruangan itu dan Rosie kembali mengikuti nya secara diam-diam.

__ADS_1


Harley yang sebenarnya sudah mengetahui jika dirinya diikuti sejak tiba di gedung rumah sakit itu, memutuskan untuk berpura-pura tidak tahu dan membiarkan gadis itu mengikutinya. Dia bahkan sengaja duduk berlama-lama didalam mobil sebelum akhirnya melajukan mobil tersebut agar Rosie masuk kedalam bagasi mobilnya. Pria dingin itupun sengaja menaruh belanjaannya di jok belakang mobil disamping Max.


Harley melakukan itu semua agar Rosie terhindar dari bahaya yang mengancamnya, yakni bahaya dari anggota tim pusat yang selalu mengawasinya.


" Aku takut ayahku akan menemukanku tuan dan aku tidak tahu kemana harus pergi...Tolong hubungi ibuku " Pintanya dengan penuh harap.


" Aku tidak punya waktu untuk itu!" Ujar Harley, lalu meninggalkan gadis itu di garasi mobilnya.


Tak kehilangan akal, Rosie pun mengikuti langkah Harley hingga tiba-tiba pria dingin itu menghentikan langkahnya, dan membuat Rosie menabrak tubuh kekarnya.


" Awwh! " Pekik Rosie saat wajahnya membentur punggung Harley, dan merasakan nyeri di hidungnya.


" Siapa yang menyuruhmu untuk mengikutiku?!" Tanya Harley dingin, tatapan matanya pun dingin dan tajam.


" Setidaknya ijinkan aku untuk membersihkan tubuhku dan mengobati luka-luka ku ini tuan " Pinta Rosie.


Sengaja Harley menghentikan langkahnya secara tiba-tiba didepan pintu garasi bawah tanahnya, karena keluar dari ruangan itu kamera pengawas sudah ada dimana-mana.


" Tunggu disini, dan jangan bersuara...Aku akan kembali nanti malam " Titah Harley lalu menyerahkan satu kantong berisi makanan dan minuman kepada Rosie, dan membuka pintu itu lalu menutupnya kembali serta menguncinya dari luar.


Benar saja dugaan Harley, tak lama setelah dia memasuki dapur dan menaruh semua belanjaannya kedalam kulkas M mengunjungi nya kembali.


" Apa kamu bersenang-senang hari ini boy?" Tanya nya santai.


" Aku tidak mengerti dengan ucapanmu M, seharian aku dirumah sakit " Jawab Harley dengan nada datar, lalu mengambil dua kaleng bir untuk dirinya dan atasannya itu.


Lengkapnya langsung aja yah mampir di novel othor yang baru...😘😍😘😍😘

__ADS_1



__ADS_2