
Dimana kah letak markas gembong narkoba Carmona? Letaknya diantara negara XXX dan kepulauan F, tepatnya di salah satu pulau kecil diantara kedua nya. Yakni di pulau Z.
Masyarakat disana sebagian besar berprofesi sebagai petani, sebagian lagi berprofesi sebagai nelayan.
Nic membagi dua tim nya. Tim pertama adalah Sultan dan Shakira serta Aiden dan Kaylee juga Andre dan Nico, mereka lebih mudah masuk ke pulau ini dengan menggunakan identitas asli mereka sendiri. Siapa yang tidak tahu Sultan dan keluarga kecil nya yang fenomenal itu kan?
Sementara tim kedua masuk secara diam-diam melalui perairan disekitar nya sejak semalam, dipimpin langsung oleh Tiger dan Lucas.
Pagi ini tim pertama baru mendarat di bandara kecil pulau Z, mereka disambut hangat oleh satu-satunya pengusaha besar disana Jose Carmona anak pertama dari Federico Carmona.
" Selamat datang tuan-tuan dan nona-nona " Sambut Jose ramah, pria itu menjabat tangan Sultan serta Aiden juga Nico dan Andre. Lalu mencium punggung tangan Shakira dan Kaylee, perlakuan yang akan membuat Sultan dan Andre khilaf jika saja mereka sedang tidak menjalankan misi.
" Terimakasih Jose, senang bertemu denganmu " Ucap Sultan.
Nico memang sengaja membuat perjanjian kerjasama dengan mereka dengan dalih untuk membangun tower penguat sinyal disana.
Gayung bersambut, ternyata Jose membawa mereka langsung ke mansion Carmona. Mereka bahkan membuat sebuah pesta kecil untuk menyambut kedatangan keluarga pemilik perusahaan IT terbesar Athalah Corp malam harinya.
Kaylee tak hentinya mengagumi keindahan taman di sekitar mansion itu, dan Jose dengan senang hati mengantarkan gadis cantik itu untuk berkeliling disana. Hal ini membuat Andre terbakar api cemburu, meski pria dingin itu setengah mati menyembunyikan nya dibalik kekakuan sikapnya.
Saat yang dinantikan pun tiba, mereka benar-benar tidak main-main dengan menyebutkan akan membuat sebuah pesta kecil untuk menyambut Sultan dan keluarga nya. Keluarga Carmona telah mempersiapkan momen tersebut dengan sangat baik.
Dekorasi rumah dan taman itu pun dibuat sedemikian cantik, dengan makanan dan minuman yang berlimpah. Beberapa kolega mereka bahkan ikut hadir untuk menambah semarak pesta tersebut.
Sengaja Nico tidak menggunakan alat komunikasi untuk berhubungan dengan teman-temannya yang lain, semua anggota tim telah memahami betul tugas mereka masing-masing.
Kaylee dan Shakira telah mencuri perhatian tuan rumah dan tamu undangan disana dengan kecantikan yang didukung oleh dress yang mereka kena kan.
" Kau telah membuatku cemburu bebe " Bisik Sultan ditelinga istrinya.
Sementara Kaylee diapit oleh Aiden dan Andre, hingga Jose pun kesulitan untuk mendekati gadis itu.
" Selamat malam nona Kaylee...Anda terlihat begitu cantik malam ini " Sapa Jose seraya mencium punggung tangan Kaylee.
" Terimakasih tuan Jose " Ucap gadis itu, sedikit menekuk lututnya.
" Bagaimana menurut mu tuan Aiden? Apa para gadis disana sudah bisa membuatmu tertarik ?" Tanya Jose sambil menuntun ketiganya untuk mendekati sekumpulan gadis-gadis cantik nan sexy di salah satu sudut ruangan.
Sementara anak-anak muda tengah menikmati pesta, para orang tua sedang berkumpul dan membahas perjanjian kerjasama yang akan mereka jalani bersama. Hingga tiba-tiba satu orang pengawal tergopoh-gopoh mendekati Frederico dan membisikkan sesuatu pada pria itu.
__ADS_1
Begitu pula yang terjadi diruangan pesta, satu orang pengawal berlari mendekati Jose dan membisikkan sesuatu pada pemuda itu.
" Perintahkan semuanya untuk bersiaga!" Titahnya.
" Ada apa tuan Jose?" Tanya Aiden terlihat begitu khawatir.
" Tidak apa-apa tuan Aiden, hanya masalah kecil " Jawab Jose, lalu meminta ketiga tamu istimewa nya untuk kembali menikmati pesta.
Tetapi baru saja mereka melangkahkan kakinya, tiba-tiba suara ledakan dahsyat terdengar dari arah luar mansion. Sontak saja Aiden dan Andre melindungi Kaylee, sementara didalam ruangan Sultan dan Nico tengah melindungi Shakira.
" Berlindung!" Seru Frederico, lalu memerintahkan para pengawalnya untuk mengamankan dirinya dan tamu-tamu istimewanya.
Semua orang yang ada didalam ruangan itu berlari tunggang langgang untuk mencari tempat yang aman bagi mereka, bahkan banyak diantara mereka yang memutuskan untuk pergi dari mansion itu. Tetapi hal itu pun sudah sangat terlambat bagi mereka, karena diluar sana sudah terjadi aksi tembak menembak antara pada pengawal dan musuh.
" Siapkan kendaraan lapis baja untuk kami!" Titah Jose melalui sambung telepon nya.
" Tuan! pintu bunker sudah hancur!" Teriak salah satu penjaga bersenjata api kepada Frederico.
" Sialan! Siapa mereka sebenarnya?!!" Teriak pria paruh baya pemimpin klan Carmona itu.
" Kami tidak tahu tuan, mereka datang secara tiba-tiba dari semua arah!"
Bum!
Bum!
Dor!
Dor!
Dor!
Semakin lama para penjaga dan pengawal semakin merangsak kedalam mansion, karena perlawanan mereka yang sia-sia. Sementara Sultan dan keluarga serta Frederico dan keluarga nya sudah berhasil di evakuasi dengan menggunakan tiga mobil anti peluru.
" Ke tempat persembunyian!" Titah Frederico kepada sopirnya.
Mereka pun mulai meninggalkan gedung yang sudah hampir hancur tersebut menuju lokasi yang dimaksud kan oleh sang pemimpin, tetapi baru saja mereka keluar melalui gerbang samping gedung itu sebuah mobil lapis baja menghadang mereka. Hingga terjadilah aksi kejar mengejar dan tembak menembak diantara mereka.
" Hancurkan mereka semua!" Teriak Jose, pria itu seperti kesetanan menembaki musuh-musuhnya.
__ADS_1
Entah bagaimana caranya, mereka bisa berhasil lolos dari kejaran musuh dan sampai ditempat persembunyian keluarga Carmona dengan selamat. Meski mobil yang mereka kendarai sudah tidak bisa dibilang utuh lagi, ada banyak bekas gesekan dan tabrakan di samping kanan kiri mobil-mobil tersebut.
Carmona bersama dengan istri dan anak-anaknya serta Sultan berserta keluarga memasuki villa tempat persembunyian milik Carmona.
" Maafkan saya atas situasi yang buruk ini tuan Sultan, saya harap anda tidak mengurungkan niat anda untuk bekerja sama dengan kami " Ucap Frederico sesaat setelah mereka berkumpul diruang tengah villa tersebut.
" Sebaiknya kita tidak membicarakan hal inj terlebih dulu tuan Carmona, saya harus membawa keluarga saya pulang dengan selamat untuk saat ini " Ujar Sultan, sedikit memperlihatkan kekecewaan nya pada pria itu.
" Anda tidak bisa begitu saja keluar masuk pulau ini tuan, disini hukum saya yang berlaku " Ucap Frederico, pria tua itu sudah mulai memperlihatkan tabiat aslinya.
" Aoa maksud anda tuan Frederico?" Tanya Sultan, dirinya sedikit tersinggung dengan ancaman yang dilontarkan Frederico.
Tiba-tiba saja Frederico beserta anak-anaknya mengeluarkan senjata mereka dan mengarahkannya kepada Sultan dan keluarga nya.
" Apa maksud kedatanganmu ke pulau ini tuan Athalah? Mengapa tiba-tiba anda begitu tertarik dengan pulau kami?" Tanya Frederico sambil berjalan mendekati Sultan.
Tetapi baru saja beberapa langkah pria itu berjalan, tiba-tiba...
Klak
klak
klak
Semua penjaga, pengawal serta sopir yang mengantarkan mereka ke villa itu menodongkan senjata mereka kepada Carmona dan keluarganya. Salah satu dari mereka membuka penutup wajahnya, yang langsung membuat Luis dan Frederico membulatkan bola matanya.
" Kau!" Pekik keduanya hampir bersamaan.
" Kau masih ingat aku brengsek?!" Ucap Rin lalu memukul kepala Luis dengan gagang senapannya, sementara Frederico dan sisa anggota keluarga nya langsung ditahan oleh anggota The Black Team yang menyamar.
.
.
.
To be continue
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah...
__ADS_1
Happy reading & see you all tomorrow 🤗🤗🤗