Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Hukuman Setimpal


__ADS_3

Kembali ke acara pesta ulang tahun Thalita


" Thalita..!" Pekik nyonya Abraham, wanita itu mencoba untuk menahan berat tubuh anaknya yang tiba-tiba pingsan.


" Abraham tolong anakmu!" Lanjutnya.


Seketika pesta yang tadinya meriah berubah menjadi padam karena peristiwa yang terjadi. Sebagian diantara mereka memilih untuk menyelamatkan diri dengan pergi dari tempat itu karena tidak mau kecipratan masalah, bagaimana pun anak gadis Abraham terlalu berani dan ceroboh. Sebagiannya lagi memilih untuk menyaksikan drama yang tengah berlangsung.


Banyak dari mereka yang merekam kejadian itu dan menitik beratkan pada pernyataan Sultan mengenai asisten pribadinya itu lalu mengunggah videonya di sosial media milik mereka pribadi.


Dialog yang menyatakan bahwa " Jika terjadi sesuatu terhadap ISTRIKU maka kau dan anakmu akan menanggung akibatnya!" Langsung viral di sosial media, bahkan langsung menjadi trending topik dengan banyak hastag.


" Ayah...Sultan bohong kan ayah?" Gadis itu terus saja menangis.


" Wanita itu bukan istrinya kan ayah?" Lanjutnya terisak.


" Ayah belum tahu nak, tapi jika Sultan telah mengatakan nya secara langsung maka bisa dipastikan bahwa hal itu memang benar adanya " Pikiran Abraham sebenarnya sudah tidak berada diruangan itu, dia bahkan tidak perduli dengan kondisi anak gadisnya.


Dipikirannya saat ini adalah bagaimana nasib masa depan keluarga nya, nasib bisnisnya, nasib harta kekayaannya karena dia tahu saat ini dirinya telah berada di ujung tanduk karena kecerobohan dirinya sendiri.


" Abra...Apa kau memikirkan apa yang aku pikirkan saat ini?" Nyonya Abraham menggenggam tangan suaminya itu. Pria itu terlihat menganggukkan kepalanya meski pelan.


" Kita sudah tidak memiliki apa-apa lagi " Gumamnya


" Tidak Abra, kau bisa mendatangi Bima untuk memohon kepada nya "


" Tidak Gracie, aku sudah tidak punya muka dihadapannya " Abraham menghela nafasnya kasar


" Setidaknya kau bisa mencobanya Abra, demi kita, demi anak-anak kita " Grace memohon kepada sang suami untuk mempertimbangkan kata-katanya.


Pagi-pagi sekali di mansion utama.


" Selamat pagi nona.." Sapa Javier kepada seseorang melalui sambungan telepon genggam nya.


" Saya sudah mengetahui berita itu sejak semalam, apa nona baik-baik saja sekarang?"


" Syukurlah nona, tolong jaga kesehatan mu itu " Javier mengusap wajahnya kasar.


" Saya akan pastikan hal itu nona, dan terimakasih sudah melindungi suamimu " Javier menutup kembali layar handphone nya.


" Berani sekali dia..." Javier mengeratkan rahangnya. Dia lalu meraih handphone nya yang lain untuk menghubungi tim pengacara nya.


Siang harinya di Resort mewah milik Abraham.

__ADS_1


Pria paruh baya itu terlihat begitu khawatir, dia bahkan telah mengabaikan kehadiran sang sekertaris yang telah mencoba untuk menghibur nya dari pagi.


" Owh ayolah sayang, kau tak usah terlalu mengkhawatirkan peristiwa semalam" Michelle memainkan dasi Abraham.


" Aku yakin mereka tak akan bisa sebodoh itu mengambil alih aset milik mereka begitu saja " Sekertaris nakal itu kemudian mencoba untuk menggigit dagu pria itu tetapi ditepis oleh tangan Abraham.


" Diam lah, aku sedang berpikir!"


" Jika bukan karena menuruti kata-kata mu, maka semua ini tidak akan terjadi " Abraham mulai mencari kambing hitam


" Aku hanya mencoba untuk menolong anak gadismu untuk mendapatkan Sultan, mana aku tahu jika wanita itu telah menjadi istrinya " Michelle menjauhkan diri nya dari Abraham dan keluar dari ruangan itu, dia tidak menyangka jika pria itu telah berani menyalahkannya.


Betapa terkejutnya Michelle saat dia berpapasan dengan orang yang ditakutinya saat dia melangkahkan kakinya menuju meja kerjanya.


" Selamat siang nona, apa tuan Abraham sedang berada didalam?" Javier bertanya dengan ramah, tetapi keramahan nya itu selalu membuat lawan bicaranya merinding.


" Si..Siang tuan, mari saya antar " Michelle menganggukkan kepalanya dan mengantarkan mereka menemui bos besarnya.


Tok..Tok....


Ceklek


" Aku bilang jangan menggangguku!" Bentak Abraham tanpa melihat siapa yang masuk kedalam ruangannya. Dia mengira Michelle akan kembali merayunya seperti yang selalu dia lakukan.


Deg!


Abraham hafal benar suara milik siapa itu, perlahan dia mulai memutar kembali kursinya, dia berusaha untuk menyembunyikan keterkejutan akan kehadiran pria itu dan orang-orang yang datang bersama dengannya.


" Maafkan saya Javier, saya mengira anda orang lain " Pria itu bergegas menghampiri Javier dan menjabat tangannya juga dua orang yang datang bersama dirinya.


" Apa yang membawa anda untuk datang kemari Jav, padahal anda bisa memanggil saya secara langsung ke kantor " Abraham masih berusaha untuk bersikap seperti tidak ada masalah saat ini.


" Saya pikir saat ini bahkan seluruh dunia telah mengetahui nya tuan Abraham dan anda masih mempertanyakan hal itu?" Javier mulai terlihat jengah melihat kesombongan manusia yang ada dihadapannya ini, beruntung The Black Team tidak menghabisi nya semalam.


" Untuk hal yang satu itu saya khusus menyampaikan permohonan maaf saya Jav, atas nama putri saya...."


" Hentikan omong kosong mu itu tuan Abraham, jika anda memang menyesali kejadian semalam mengapa anda tidak langsung meminta maaf kepada kami ? " Javier menatap tajam kearah Abraham


" Anda tahu semalam putri anda telah mengancam keselamatan tuan dan nona muda kami?" Lanjutnya


" Saya berencana akan menemui mereka siang ini Jav..." Abraham berusaha untuk menahan emosi nya


" Saya tidak akan berpikir dua kali untuk mengijinkan anda atau keluarga Anda untuk menemui mereka kembali setelah ini tuan " Javier menghela nafasnya kasar.

__ADS_1


Bagaimana bisa seorang Abraham begitu sangat bodoh untuk membiarkan masalah ini begitu saja pikirnya.


" Sekarang urus berkas-berkas serah terima kepada pengacara kami segera, saya berharap mereka akan melaporkan nya sebelum makan malam hari ini " Javier beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan mereka disana.


" Javier, ijinkan saya untuk bertemu dengan Bima malam ini " Abraham berusaha untuk mencari celah.


" Sepertinya sudah sangat terlambat tuan, anda fokus saja mengurus semua berkas-berkas penting itu " Javier berkata tanpa melihat ke arah Abraham, pria itu kembali melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.


Flashback on


" Jav... Minuman itu telah dibubuhi obat perangsang!" Lexy berdiri dari duduknya, dia melihat seorang wanita telah membubuhkan serbuk laknat itu melalui layar di laptop nya.


Dia berharap pria tua itu akan segera memberikan perintah untuk bergerak kepada Nico dan Tiger yang sedari tadi mengawasi tak jauh dari lokasi.


" Biarkan nona, kita butuh bukti yang kuat untuk menghancurkan pria itu " Ujarnya geram.


Sebenarnya dia sangat ingin mendatangi tempat itu secara langsung dan menghancurkan semua nya tetapi itu bodoh menurut nya.


" Tapi Jav... Nona Shakira..."


" Anggap saja itu bonus pernikahan mereka " Jav berlalu dari ruangan itu.


" Lexy..!! Apa yang orang tua itu perintah kan??! " Teriakan Nico terdengar jelas melalui earphone yang tersemat ditelinga Lexy


" Dia bilang kembali ke markas setelah Brian membawa mereka pulang " Lexy melemparkan earphone nya.


" Apa??!!! Jangan bercanda! Dia itu adikku brengsek!!"


Mau tidak mau Nico dan Tig menarik mundur dirinya dan secepatnya menuju mobil yang terparkir tak jauh dari sana lalu memacu mobilnya dengan kecepatan penuh agar dia bisa sampai terlebih dahulu dikediaman Sultan.


" Bangsat!!!" Pekik Nico, dia memukul kemudi mobil nya.


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Happy reading 🤗

__ADS_1


See you all tomorrow 😘


__ADS_2