Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Eksekusi 4


__ADS_3

Mungkin tindakan Eddy mengejutkan semua anggota tim malam itu, tetapi tidak untuk Nico. Pria itu memang sudah ditugaskan oleh John untuk mencari siapa yang telah membocorkan rahasia operasi mereka selama ini.


Ingatkan ketika Nico menghubungi Lexy dan Monk? Well hadiah ulang tahun yang dikirim oleh Monk si pria tua licin bak belut itu adalah sebuah informasi berkenan dengan Eddy.


Malam itu sengaja Nico sok berlaga berbincang santai dengan dua orang sahabat nya itu, karena diluar ruangan Eddy dan Luis tengah memerhatikan tingkah Nico dengan seksama. Pria besar itu ingin tahu siapa diantara keduanya yang telah mengkhianati negara selama ini.


" Cari tahu siapa dalangnya Nic " Pinta John sesaat sebelum dirinya mengakhiri sambungan nya bersama Nico.


" Hhuufftthh " Nico menghela nafasnya berat, pria besar itupun terlibat memijat kening nya sendiri.


" Sepertinya aku harus berbicara lebih banyak dengan Luis dan Rin " Gumamnya, lalu memanggil keduanya.


" Uncle Nic, aku rasa kau harus melihat ini sekarang" Ujar Jared melalui pengerasa suara yang terhubung langsung ke ruangan pribadi pria besar itu.


" Oke Jared " Jawab Nic, setelah dia menekan tombol kecil diatas mejanya. Tak lupa dia pun meminta agar Luis dan Rin untuk menemuinya di lab.


" Bagaimana Jared?" Tanya Nico ketika dia memasuki lab tempat khusus untuk Joe dan bocah jenius itu.


" Ini nomor terakhir yang dihubungi oleh Eddy, tapi sayangnya nomor itu sudah tidak aktif lagi " Ujar Jared sambil terus memainkan jemari tangannya diatas keyboard virtualnya.


" Untungnya aku berhasil menemukan titik lokasi orang tersebut " Lanjutnya. Lalu memperlihatkan satu titik koordinat kepada Nico.


" Ini...!" Bola mata Nico membulat saat dirinya menyadari titik lokasi yang dilihatnya.


" Yes uncle Nic, ini markas besar mu " Ucap Jared. Bersamaan dengan itu Luis dan Rin memasuki ruangan diikuti oleh Aiden.


" Siapa yang menempati ruangan ini sekarang Luis?" Nico tidak membuang waktu untuk menyapa pria dingin yang dinginnya mirip dengan Andre itu.


" Lieutenant general Anderson sir!" Jawabnya lantang.


" Apa kamu melaporkan semua tugasmu kepadanya?" Tanya Nico kembali.


" Tidak sir, saya dan Eddy melapor langsung kepada John "


" Boleh aku melihat ponselmu?" Pinta Nico, lalu mengambil ponsel yang diberikan oleh Luis kepadanya.

__ADS_1


" Cek ini" Titahnya kepada Joe.


" Apa kalian mendapatkan sesuatu dari bocah itu tuan-tuan?" Tanya Nico kepada Tig dan Luc sesampainya kedua pria besar itu kesana.


" Dia cukup tangguh juga Nic, tapi kami berhasil mendapatkan informasi darinya " Jawab Tiger.


" Eddy seharusnya menghubungi pria itu malam ini " Sambung Lucas.


" Tunggu...Apa maksud mu Anderson Black Luis? " Tanya Rin kepada pria itu, tiba-tiba saja gadis itu teringat sesuatu saat nama itu terngiang ditelinga nya.


" Iya Rin, dua tahun lalu dia baru saja naik pangkat " Jawab Luis dingin.


" Fvckin b1tch! Jadi ini yang diinginkan pria si kurang ajar itu!" Maki Rin, gadis itu lalu meminta kepada Jared untuk mengeluarkan sebuah file rahasia dari sebuah micro chip yang dia lempar kan kepadanya.


" Maksud mu?" Tanya Nico dan Luis bersamaan.


" Dua tahun yang lalu, aku menjalankan misi rahasia terakhir ku bersama dengan mendiang Ramses tuan Nico " Ujar Rin, mencoba untuk mengembalikan ingatan Nico.


" Dan saat itu Ramses meninggal " Ucap Nico, setelah dirinya memahami arah pembicaraan gadis itu.


" Dan Vikram tahu siapa yang memerintahkan dirinya untuk menembak mati Ramses, sepertinya Anderson merasa diuntungkan dengan kematian pria itu " Lanjut Nico.


" Usahanya untuk melenyapkan mu lewat Bikram gagal sayang, makanya dia mulai menyuruh Mike untuk menghabisi mu....Sayangnya itu sebuah kecerobohan besar yang dia lakukan " Ujar Aiden.


" Aku yakin Eddy yang ngasih tau tentang Mike kepada Anderson sebelum dia menembaknya uncle Nic " Lanjutnya.


" Dan dia belum tahu jika Eddy sudah ketauan uncle Nic, mungkin kita bisa melakukan sesuatu dengan itu " Sambung Jared.


" Itu tugasmu dan Joe boy...Buat Eddy seakan menghubungi nya " Titah Nico seraya mengedipkan sebelah matanya.


" Dan untuk kalian, bersiaplah....Kita akan mengunjungi pria itu malam ini " Titah Nico kepada seluruh tim nya.


Malam hari yang dinantikan oleh Anderson pun tiba, pria paruh baya yang lumayan berkuasa itu terlihat tengah menunggu kedatangan seseorang di ruangannya. Siapa lagi jika bukan Eddy, anak buah setia yang sejam lalu telah menghubungi nya sesuai dengan kesepakatan yang telah mereka buat sebelumnya.


Drap!

__ADS_1


Drap!


Drap!


Suara langkah kaki yang biasa terdengar di telinga Anderson ketika anak buahnya itu mendekati pintu masuk kantor nya, juga suara ketukan pintu yang sama saat pria itu akan memasuki ruangan. Anderson pun tetap dalam posisinya seperti biasa, membelakangi Eddy saat pria itu sudah memasuki ruangan.


" Bagaimana Eddy, apa berita baiknya?" Tanya Anderson tanpa basa-basi seperti biasa.


" Selamat malam Lieutenant General Anderson " Sapa Rin, yang sontak membuat pria tua itu memutar kursi kebesaran nya.


" Kau!" Seru Anderson saat melihat gadis yang seharusnya mati sejak lama ditangannya itu tengah berdiri di hadapannya, dan bukan hanya dia saja yang berdiri disana John pun sama.


" Malam Anderson " Sapa John, bersamaan dengan itu Nico dan kawan-kawannya pun memasuki ruangan.


" Sepertinya kita akan berbincang lama setelah ini " Ucap John, lalu memerintahkan kepada Nico dan kawan-kawannya untuk menggiring rekan sejawat nya itu ke markas rahasia mereka sebelum pria itu di serahkan kepada pihak polisi militer.


Nico membawa Anderson masuk kedalam mobil lapis bajanya bersama dengan Lucas dan Luis juga Philip, sementara Tiger membawa John bersama dirinya terbang dengan helikopter nya bersama dengan dua wanita kembar pasangan dirinya dan Lucas disertai oleh Keenan. Aiden dan Rin terlihat memasuki mobil yang dikendarai oleh Andre, sementara sisa dari anggota tim memasuki dua mobil anti peluru dibelakang mobil yang dikendarai oleh Andre.


Pengawalan sengaja diperketat oleh Nico untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, dan benar dugaan pria besar itu. Baru saja iring-iringan mobil The Black Team memasuki jalan raya, mereka telah diserang oleh para penjahat bersepeda motor.


" Lanjutkan saja tuan Nic, kami akan menghadangnya " Ucap Andre melalui sambungan intercom dalam mobil.


.


.


.


To be continue


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah...


Terimakasih sudah menunggu kelanjutan cerita ini dengan sabar. Buat yang suka nanya- nanya kenapa cuma up satu episode, sini othor empanin sama babang Tiger biar dibejek sekalian 😂😂😂😂


Happy reading 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2