Bunga Terakhir

Bunga Terakhir
BT - 10


__ADS_3

Satu Pekan Berlalu..


Dara tidak ingin kejadian pertamanya bekerja terulang lagi, sudah satu Minggu ini dara selalu membuatkan sarapan untuk Zaidar juga Bagas, terkadang Alex pun mencicipi masakan sederhana Dara.


Pagi ini ide masakan dara benar-benar tak muncul, waktu dara habis hanya untuk berfikir "Masak apa ya?" .. Merasa sudah menghabiskan banyak waktu, Dara kembali mengulang menu di hari sebelumnya, Nasi goreng butter.


Aromanya memang menggugah selera, membangkitkan selera makan meski hari masih sangat pagi.


Usai memasak menu sederhana, Dara bergegas menuju kamar Zaidar, membangunkan Zaidar memang membutuhkan kesabaran ekstra akhir-akhir ini.. Sikap manja Zaidar kadang membuat Dara merasa lelah, namun di balik itu semua hatinya terasa sangat senang saat melihat senyum, tawa canda keceriaan Zaidar.


"Tante ...." Panggil Zaidar dengan manjanya, Zaidar tidak ingin memanggil Dara dengan sebutan suster, mbak atau bibi.. Zaidar nyaman dengan panggilannya itu.


"Ayok dong, Tante sudah buatkan nasi goreng mentega.. lalu untuk bekal ada mini burger untukmu..." kata Dara sambil mnarik kedua tangan Zaidar.


"Tapi... aku ingin di suapin, ya?" kata Zaidar merengek.


"Iya tenang saja... ayo kita bergegas untuk mandi lalu kita sarapan bareng papa" kata Dara.


Manjanya anak ini, lain sekali dengan papa nya yang terlihat sangat tegar, mandiri.. Pasti Zaidar seperti mama nya, lembut dan manja.. Batin Dara yang masih belum mengetahui siapa ibu dari Zaidar, dan Dimana keberadaanya...


*


"Pak...Maaf saya mau bicara sesuatu..." kata Dara saat Zaidar sudah masuk ke dalam mobil bersama Alex.


"ya.." singkat padat Bagas menjawab.


"weekend nanti saya mau izin pak, saya mau menjenguk ayah dan ibu saya.." kata Dara dengan sopan.


"Hemm.. Atur saja dengan Alex" kata Bagas Cuek lalu ia bergegas masuk kedalam mobilnya .


Dara menyungging kan bibirnya kala itu..


Dasar Sinting, jawab hanya Ya dan hemm.. Apa tidak ada kata lain, apa gak bisa dia merangkai kalimat??? Kesal Dara melirik sinis ke arah mobil


Di dalam mobil..


"Papa... apa yang papa bicarakan dengan Tante Dara?" kata Ziadar dengan polosnya


"Tidak ada, sayang" lembut Bagas pada puteranya.

__ADS_1


"Lalu , kenapa Tante Dara terlihat sangat kesal.. apa papa memarahinya?" kata Zaidar menuntut penjelasan.


Alex menyetir sambil menahan tawanya kala itu, ia tahu bahwa dara tengah meminta izin pada Bagas, karena dirinya lah yang menyuruh Dara untuk meminta izin langsung pada Bagas.


"Tidak Zaidar, kamu tanya sendiri nanti yaa, papa tidak pernah memarahi Tante dara...." Jawab Bagas singkat, ia melirik tipis melihat senyum Alex dari pantulan kaca belakang.


Kurang ajar kau Alex, habis usiamu nanti...Ucap Bagas berdecak kesal dalam hatinya.


*


Tiba di Perusahaan yang Bagas Pimpin..


"Selamat Pagi Kak..." Bagas di kejutkan dengan seorang pria yang duduk manis di atas kursinya.


Bagas menghela nafasnya, ia berdiri sambil memasukan kedua tangannya ke dalam saku celananya.


"Kamu...! masih ada niat kamu menemui aku? hemm?! Lupa lah dimana aku tinggal? sesibuk itu kah kau???" kesal Bagas pada adiknya.


"Wow.. Santai kak, santai..." ucap Rega dengan tenang ia terkekeh ringan.


"Kaka ini senang sekali memarahiku, apa Kaka tau aku sudah datang ke apartemen kakak, tapi kekasih baru Kakak mengusir aku..." ucap Rega dengan santainya.


Bagas spontan mengerutkan keningnya.. Kekasih? siapa kekasihku? Batin Bagas. Alex pun demikian, ia heran mendengar ucapan Rega kala itu.


"Hei .. mana ada aku mabuk, aku benar-benar datang ke apartemen mu, kak.. wanita putih, cantik rambutnya sebahu, tanpa makeup, dia yang mengusirku.." ucap Rega mendeskripsikan sosok Dara.


Dara? apa yang dia maksud Dara? kenapa dia mengaku kekasihku??? - Bagas membatin kesal.


Apa iya Dara dengan percaya diri memperkenalkan diri sebagai kekasih pak Bagas? hemm.. Alex Membatin, feeling-nya merasa tak yakin jika Dara berucap demikian pada Rega.


"Apa kau tak salah? aku tidak pernah punya kekasih! Hana ada satu perempua


n di apartemen aku saat ini, dia pengasuh Zaidar.." ucap Bagas menjelaskan .


"Hemm iya kah?" santai Rega menanggapi.


"Rega! bisa kah kamu bersikap sedikit dewasa? pekan lalu, kamu ugal-ugalan mengendarai mobil ku, kamu hampir mencelakai orang dan orang itu menghampiriku esok harinya.. Stop dengan dunia luar mu itu, fokus bekerja bantu aku..." Kata Bagas mulai merendahkan nada bicaranya .


"Hemm... sudahlah aku ingin pulang saja, tidak berminat aku membicarakan hal ini" kata Rega beranjak dari kursi.

__ADS_1


"Regaaa!!!" Bagas menghela nafasnya ucau membentak Rega.


"Bagaimana keadaan mama?" tanya Bagas dengan nada yang cukup rendah.


"Mama baik, terlihat sehat.. tapi mana kita tahu batin nya" kata Rega dengan cukup ketus.


"Harusnya kamu belajar dari kata-kata mu, kak.. Datang kerumah mama, luangkan sedikit waktu untuk melihat mama, sulit kah?" kesal Rega membalikan ucapan Bagas.


"Aku tidak bisa menemui mama seorang diri, Zaidar harus ikut.. tapi yaa kamu tahu bagaimana mama bersikap di hadapan, Zaidar.." ucap Bagas mengungkap sedikit isi hatinya.


Astaga kak, maafkan aku.. andai kamu tau yang sesungguhnya.. mungkin kamu akan mencabik-cabik diriku sebelum kamu melemparku ke jurang berisi puluhan buaya.


"Sudahlah kak... Aku pulang saja..". kata Rega yang nampaknya sudah sangat malas berdebat di hari yang masih pagi itu.


"Oh iya, Kaka tenang saja.. Kedai kecilku sudah mulai menampakkan progres baik, doakan saja" kata Rega dengan bangganya mempamerkan satu usaha kecil yang ia miliki.


Bagas menghela nafasnya.


"Mainlah ke apartemen, Zaidar juga merindukan mu" ucap singkat Bagas sebelum melepas kepergian adiknya itu.


"Baik.. tenang saja.." kata Rega santai.


Mereka memang para pemain sinetron yang handal, menyembunyikan sesuatu yang emreka tahu dengan pandai.. Berpura-pura seperti keahlian mereka saat bertemu demi saling menjaga hati satu sama lain.. Miris aku melihatnya..


Batin Alex kala itu..


Bagas menatap Alex..


"Tenang, tidak perlu berfikir terlalu jauh.. aku baik-baik saja.." kata Bagas, ia seperti paham bahwa Alex tengah memperbincangkan dirinya dalam hatinya saat itu.


Alex melempar senyum nya...


Dia memang perasaan sekali.. Tambah Alex Membatin...


*


*


*

__ADS_1


Hai semua.. maaf kemarin bolos up, karena kondisi kesehatan aku jadi molor up.. maaf ya sekali lagi 🙏


Tetap berikan dukungan kalian yaa 🤗😘


__ADS_2