
"Mana bisa aku masak .. hanya ini yang bisa aku masak" kata Dara pelan sambil meletakan roti bakar garlic di atas piring.
"Dara.. tengok lah Zaidar, dia harus berangkat ke sekolahnya pukul tujuh" kata Alex yang baru saja datang.
"Oh.. baik pak.." kata Dara bergegas mencuci tangan nya lalu menuju kamar dimana Zaidar tidur.
Dara tidak mengetuk pintu, ia langsung menekan handle pintu dan mendorongnya hingga pintu terbuka.
"Astaghfirullah, Pak.. maaf" kata Dara melihat sosok Bagas yang tengah duduk di tepi kasur membangunkan Zaidar.
"Zaidar segeralah bangun" kata Bagas sambil berdiri, lalu ia beranjak pergi keluar kamar tanpa berbicara satu katapun dengan Dara.
Dara menyungging kan bibirnya melihat sikap jutek Bagas. Helaan nafas kasar Dara nampaknya menunjukkan mimik geram nya terhadap Bagas, majikannya.
Dengan lembut penuh kasih sayang Dara
membangunkan Zaidar, dengan mudah pula Zaidar terbangun lalu mengikuti semua perintah Dara.
Hah... tidak sia-sia semalam aku membaca artikel tentang merawat anak dengan baik dan benar.. Ucap dara santai sambil mengenakan pakaian sekolah Zaidar.
"Tante.. Tante masak apa untukku pagi ini?" kata Zaidar .
"Hemm.. hanya roti bakar garlic sosis bakar dan segelas susu.." kata Dara
lalu Dara mendekati telinga Zaidar.
"Sejujurnya Tante tidak bisa memasak" Bisik Dara mengundang tawa Zaidar.
"Belajar dengan bibi yaa" kata Zaidar seolah orang dewasa.
Bibi?? hmm apa maksudnya itu Asisten Rumah tangga disini ya? tapi aku tidak melihatnya .
"Bibi?? Tante tidak melihat bibi loh" kata Dara.
"Bibi sedang sakit, kakinya terkilir karena mengejar ku bermain bola" kata Zaidar tertawa lepas.
Dara membulatkan matanya.
Waduh, sepertinya dia anak super.. ART disini pun sampai terkilir kakinya.. apa aku juga akan mendapatkan nasib yang sama ya? Tuhan... lindungi aku yaa.. Ucap dara membatin.
"Tante, ayok.." kata Zaidar pada Dara yang akhirnya melepas lamunannya.
"Ah... iya Ayok..." kata Dara sedikit waspada dengan tingkah bocah berusia lima tahun itu.
__ADS_1
Dara dan Zaidar menuruni anak tangga bersama, Dara membawakan tas sekolah Zaidar di tangan kirinya, menuntun Zaidar dengan tangan kanan nya..
"Papaa...." Zaidar berlari kecil menuju meja makan.
"Sudah rapih? hebat sekali" puji Bagas pada puteranya.
"Ini sarapanku? kenapa hanya selembar roti saja?" protes Zaidar melihat hanya tersisa satu lembar roti yang di buatkan oleh Dara.
Mata Bagas membulat panik sambil melirik ke arah Alex.
"Loh . tadi aku buat empat lembar loh" kata Dara.
Pasti di makan singa lapar ini . batin Dara melirik tipis ke arah Bagas.
"Paman Alex, bisa paman jelaskan kenapa sarapanku hanya satu lembar roti dan satu potong sosis" kata Zaidar dengan lirikan sinisnya.
Alex setengah gugup.
"Papa yang makan, Zai" kata Bagas nyeletuk dengan cepat.
"Maaf yaa" ucapnya pada Zaidar.
"Kamu buatkan lagi, ya" kata Bagas pada Dara.
"Maaf pak, stok rotinya habis.. sosis pun habis" kata Dara jujur.
"Tuh kan...." kata Zaidar merajuk, air matanya hampir menetes karena kesal akibat perbuatan ayahnya.
Bagas membujuk Zaidar namun hasilnya nihil, Zaidar tetap merajuk.. Dara bingung bersikap kala itu melihat sikap keras Zaidar.
Darapun akhirnya mulai membujuk Zaidar.
"Masa hanya karena rotimu susah satu kamu merelakan ketampanan mu luntur???" ucap dara sambil berjongkok menyamaratakan posisinya dengan Zaidar yang duduk di kursi meja makan.
"Habiskan saja dulu, aku berjanji sepulang sekolah akan aku buatkan sepuluh roti garlic untukmu.. plus susu hangat" kata Dara penuh kelembutan.
"Tapi aku pasti tidak kenyang hanya memakannya satu..." kata Zaidar kesal, tubuhnya yang cukup padat kencang berisi memang membuktikan tingkat ***** makannya cukup tinggi.
"Tenang saja, aku punya omlet sederhana.. kamu mau? " kata Dara yang sempat membuat omlet sederhana untuknya, hanya dengan telur dan sedikit tofu yang ia iris menjadi beberapa bagian.
"Mana?" kata Zaidar.
Dara menghela nafas dengan senyumnya, ia beranjak ke arah dapur dan mengambil telur yang ia peruntukkan untuk dirinya menyantap sarapan. Namun apalah daya kali ini dara harus mengalah demi keselamatan mentalnya menghadapi sikap merajuk anak asuhnya.
__ADS_1
Zaidar mencobanya..
"Wah enak... aku juga mau ini nanti" kata Zaidar dengan lahap menyantap menu sarapannya.
Bagas dan Alex hanya menatap heran, Zaidar adalah anak yang cukup keras dan susah kembali ke mood terbaiknya setelah ia merajuk. Di tangga Dara ia seketika dapat tersenyum lebar seperti itu.
Sepuluh menit berlalu ..
"Kenapa kamu hanya memasak menu untuk Zaidar?" protes Bagas kesal karena ia harus menghadapi sikap manja puteranya sepagi ini.
"Maaf pak, tapi di catatan yang pak Alex berikan saya hanya bertugas mengurus Den Zaidar" kata Dara polos, seketika Alex menutup matanya bersiap dirinya terkena tembakan ceramah pagi ini.
Namun, Bagas merasa malu saat mendengar alasan dari Dara yang sejak awal ia yang membuatnya. Bagas mengambil dompet di saku belakang celana nya.
"Ambilah.." kata Bagas memberikan beberapa lembar uang berwarna merah.
"Untuk apa, pak?" tanya Dara bingung.
"Membeli kebutuhan makan Zaidar .." singkat Bagas berucap lalu ia berjalan begitu saja masuk kedalam mobil.
"Sudah terima saja .." bisik Alex.
"Tante, Masak yang enak ya" teriak Zaidar dari dalam mobil yang duduk di belakang berdampingan dengan Bagas yang memalingkan wajahnya.
"Sip .. oke deh.. belajar yang pintar ya" kata Dara dengan penuh semangat sambil mengacungkan kedua jempol nya.
"Kita berangkat dulu.. pukul sebelas bersiaplah menjemput Zaidar bersama supir.. " kata Alex sebelum ia masuk ke dalam mobil.
Dara hanya mengangguk.. Usai melepas mereka pergi dara bergegas masuk kembali ke dalam lift apartemen, dengan cepat dan cekatan Dara merapihkan Apartemen tersebut..
"Aku harus cepat merapihkan Apartemen ini, sebelum aku bergegas membeli beberapa bahan makanan untuk anak gemas itu..." kata Dara sambil meraih sapu elektrik, dan memulai pekerjaannya.
Hingga dara masuk kedalam sebuah kamar, yaa kamar itu adalah kamar Bagas..
"Ini siapa? apa ini isteri pak Bagas? Tapi kenapa tidak ada foto pernikahan mereka ya disini??" kata Dara melihat foto Bagas dengan seorang wanita cantik di kamar Bagas yang nampak elegan.
"Aneh juga sih, bahkan Zaidar tidak pernah menanyakan dimana mama nya? apa aku bertanya saja pada anak itu???" ucap Dara pelan, sikap penasarannya kini mulai muncul namun ia masih bisa fokus terhadap pekerjaannya saat itu.
*
*
*
__ADS_1
Foto siapa guys?? hehehe mungkin fotoku sama Bagas yaa 😜😜😜
Yaudah siapa perempuan itu nanti aku bisikin, kasih like komen dan rate dulu yaa.. jangan lupa favorit kan yaaa ❤️❤️❤️