Bunga Terakhir

Bunga Terakhir
Teman Lama


__ADS_3

Bagas dan Dara meninggalkan lokasi resepsi mereka pada sore hari, warga masih berbondong-bondong menikmati keberkahan pesta rakyat yang akan berlangsung dua hari kedepan, meski tanpa pengantin namun acara itu penuh dengan konsep di jalani dengan penuh ketertiban.


"Mas mau makan? Ibu sudah hangatkan sup" kata Dara usai Bagas menyelesaikan mandinya.


"Aku masih kenyang, sayang" ucap Bagas sambil fokus pada ponselnya.


Dara nampak bingung suaminya seketika terlihat panik saat memandang ponselnya.


"Kamu kenapa, Mas?" Tanya Dara mendekat.


"Sejak kemarin Rega tidak bisa aku hubungi, nomernya pun tidak bisa aku lacak keberadaanya..." kata Bagas panik.


"Coba kamu tanyakan pada paman Alex, mas?"


"Paman no respon, mungkin masih sibuk mengatur pesta rakyat" ucap Bagas.


"Mungkin sedang ada pekerjaan saja, Mas jadi ia tidak mau di ganggu" ucap Dara mencoba memberi ketenangan pada Bagas.


"Hmm iya mungkin," Bagas menghela nafasnya mencoba menepis pikiran buruknya. Ia meletakan ponselnya lalu menatap isterinya yang duduk di sampingnya di tepi ranjang.


"Kita fokus pada urusan kita yang tidak selsai-selsai" kata Bagas menatap Dara serius.


Dara tersenyum, mendorong tubuh suaminya pelan agar berjarak sedikit dari hadapannya.


"Dua jam lagi kita akan ke bandara, kita siap siap saja" kata Dara semakin membuat Bagas terpacu adrenalinnya untuk melakukan hal lebih pada isterinya.


"Baiklah aku akan bersabar" kata Bagas mengalah sejenak.


Pukul 18.30 malam mereka bertolak meuju Bandara International untuk berbulan madu ke Istambul, Turki.


Keduanya berjalan dari kediaman Dara menuju jalan besar dimana mobil dan supir Bagas sudah menunggu, ibu dan Zufar ikut mengantar sementara ayah memilih untuk berada dirumah beristirahat karena merasa hri ini sangat melelahkan.


"Dara, ingat yaa.. apa yang suamimu lakukan nanti itu adalah sebagian dari Ibadah, kamu harus terima dan kamu tidak boleh menolaknya, berdosa" ibu memberi wejangan singkat pada Dara, sementara Bags berjalan sambil berbincang pada Zufar adik iparnya.


"Iya bu Dara paham, tapi kata orang yang pertama sakit ya bu? Dara takut" ucap Dara saat sanak saudaranya melempar sebuah candaan dan meledeknya.


"Wajar saja, kamu jangan takut nanti ibu lama mendaptkan cucu nya" goda ibu membuat Dara tersipu malu.


Beberapa tetangga melihat Dara penuh kagum, penampilannya kini sedikit berubah dengan pakaian yang lebih rapih, makeup tipis serta pancaran sinar kebahagiaan menambah aura cantik dan elegant pada dirinya.


Sapaan itu Dara sambut dan balas dengan sangat ramah dan penuh rasa senang.


Ibu dan Zhufar melepas kepergian Dara dan Bagas , mereka kembali ke ruangnya sambil berjalan kaki. Yaa tidaklah kehidupan itu penuh dengan cinta dan saling mendukung, ada saja cibiran oara tetangga yang menilai Dara secara miring.

__ADS_1


Ibu mencoba bersabar, meski Zhufar sangat kesal dengan ucapan para ibu-ibu yang hanya mampu berkomentar tanpa tau bagaimana dan seperti apa yang terjadi.


Setibanya dirumah, ibu dan zhufar bisa beristirahat karena Bagas sudah memangil jasa kebersihan rumah untuk membersihkan kediaman Dara, dengan niat agar ibu dan ayah tidak harus berlelah diri membersihkan rumah mereka.


*


Dalam perjalanan dan mereka hampir sampai di Bandara.


"Mas.. aku kok takut ya naik pesawat, perjalananya pun lama" kata Dara penuh kekhawatiran.


"Sayang ini bukan frist time kan?"


"Kamu kan sudah pernah loh, saat kita menyusul Zaidar, tidak ada kendala apapun kan?" Tanya Bagas sambil terkekeh kecil mengingat kejadiaan saat itu.


"Tapi ini lama loh, mas.. belasan jam" ucap Dara penuh kehebohan.


"Hmm kamu nanti bisa tidur agar tidak merasa perjalanan ini terlalu lama, istirahat isi tenagamu .. " ucap Bagas.


"Hemm semoga saja aku bisa tidur" ucap Dara.


"Di sana nanti akan ada salah satu guide yang akan memandu kita saat kita melakukan trip perjalanan.. " Bagas memberi sedikit gambaran berupa penjelasan yang juga harus Dara pahami.


Dara memahami dengan sangat cermat, Bagai mimpi di siang bolong, kini dirinya bisa menumpangi sebuah pesawat dengan fasilitas kelas unggulan, siapa yang menyangka saat dirinya dulu hanya mampu duduk di atas angkutan umum sebagai moda transportasinya sehari-hari.


Bagas tidak melepas gengaman tangan isterinya, hingga berada di pesawat mereka harus sedikit berjarak karena di pisahkan oleh batas kabin seat masing-masing. Mereka hanya bisa berbincang saling menatap dan melempar senyuman.


Dara benar-benar menikmati perjalanannya saat itu, meski terkesan membosankan dan tidak seberapa nyenyak dalam tidurnya namun Dara begitu senang karena bisa memiliki kesempatan berupa rezeki yang kini tengah ia nikmati.


"Satu jam lagi kita sampai, bersiap ya.. " kata Bagas begitu antusis.


"Kamu senang?" Tambahnya.


"Senang, happy banget.. aku bahkan tidak pernah bermimpi soal ini.. "


"Aku juga gapernah bermimpi, eh malah terjadi.." kata Bagas terkekeh..


"'Ah sudah, habiskan dulu sarapan mu mas.. " kata Dara sambil menikmati menu makan paginya.."


Satu jam berlalu, mereka tiba di Istambul dengan selamat.


"Sayang kita kesana dulu, tour guide kita menunggu di Caffe itu" ucap Bagas sambil menujuk ke sebuah caffe yang terlihat ramai itu.


Dara duduk, Bagas berdiri dan Dara menyemderkan kepalanya di pingang suaminya yang berdiri. Dengan manja Bagas memeberikan belaian lembut di rambut hingga bahunya sambil celingukan mencari seseorang yang akan membawanya ke hotel.

__ADS_1


"Good morning Mr" sapa seseorang hingga Bagas menoleh, begitu pula dengn Dara.


Bagas terdiam sejenak, begitu juga dengan wanita yang baru saja menyapanya.


"Kamu???"


"Loh, Bagas?"


Keduanya saling menujuk dan menyapa satu sama lain.


"Yaa Tuhan, Bagas... ternyta kamu tamu gue kali ini" ucap wanita itu dengan keceriaannya"


"Hahaha.. yampun Tifany, gak menyangka bisa bertemu disini" tambah Bagas.


Dara mulai kesal karena ia sedikit merasa terabaikan meski bagas tak melepas pelukannya.


"Oh iya, sorry.. ini isteriku, Dara.." Bagas mulai memperkenalkan Dara.


"Sayang, ini Tifany.. sahabatku saat SMP sampai SMA sebelum dia pindah kota" ucap Bagas memperknalkan sahabatnya.


"Hai, Dara" ucap Dara menjulurkan tangannya dan di sambut juga oleh Tifany.


"Hai Dara, aku Tifany.. wah beruntung nya Bagas mempunyai isteri cantik seperti mu.." puji Tifany.


"Kita sama sama beruntung, saling melengkapi" ucap Dara membuat Bagas memberi pelukan pada Dara karena rasa senang atas ucapannya.


"Hemm kita kemana Thif?"


"Hmm kita langsung menuju Kota Canakkale. Perjalanan 4 jam kunjungan hari ini di Kuda Troya di Cannakale, dan Malam ini kalian akan menginap di Kota Canakkale"


Dara terlihat lesu saat mendengar perjalanan memakan waktu empat jam.


"Semangat, sayang.. sabar yaa" ucap Bagas namun Dara tak ingin Bagas kecewa, ia pun berusaha menepis rasa lelahnya.


Perjalanan mengunakan sebuah mobil pribadi yang mewah, Bagas dan Dara terlelap dalam perjalanan, Bagas mendekap isterinya penuh kehangtan,


Aku tidak menyangka, bertemu dengan kamu sebagai tamu ku dalam rangka honeymoon pula... hmmm


*


*


*

__ADS_1


Sabar gaess bentar lagi, semua butuh proses hehehe, eh Btw Tifany itu kenapa bersua dalam hatinya begitu ya??? Ada yang bisa nebak dia kenapa?


Up dua , jangan lupa like komen dan ratenya boleh send gift juga jika berkenan yaa🥰


__ADS_2