
"Selamat Pagi , Pak..." Sapa Dara.
Sejak dua hari lalu, Dara sudah mulai kembali bekerja di sebuah anak perusahaan milik Bagas.
"Siang ini ikutlah denganku.." kata Bagas sedikit berbisik.
"Kemana, Pak?" kata Dara bingung.
"Ikutlah, izin dengan orang tuamu... bilang ini perihal urusan kantor.." ucap Bagas membuat Dara bingung.
Dara mengikuti apa yang Bagas katakan kala itu.. Ia bergegas meminta izin pada kedua orang tuanya melalui penggilan telfon.
Ayah dara sempat curiga, anaknya kini sering sekali pergi bekerja lalu meminta izin tak pulang karena urusan kantornya.
Dengan penuh keyakinan dan Dara mengirimkan surat tugasnya yang langsung ia minta dari Bagas.
Usai selesai mendapatkan izin, Dara mengikuti langkah Bagas.. beberapa karyawan tentu memusatkan pandangannya pada Dara.
"Saya malu, Pak.." ucap Dara pelan.
"Gak pakai baju kamu, malu" kesal Bagas cuek.
Dara pun menyunggingkan bibirnya mendengar celotehan Bagas.
Hingga mereka masuk ke sebuah mobil yang cukup luas terlihat.
"Makanlah.. isi energi mu.." kata Bagas memberi lunch box untuk Dara.
"Memang kita mau kemana, pak?" tanya Dara bingung.
"Dengar dan ikuti saja perintahku, Dara" kata Bagas kesal.
"Hemm iya.. iyaa" Dara mulai mengalah.
keduanya yang duduk di kursi penumpang, tengah menikmati makan siang mereka..
Hingga Dara membaca papan penunjuk jalan, dimana mereka tengah menuju Bandara.
Ke bandara? mau ngapain? mau kemana?" Dara membatin penuh tanya.
Dan.. ya, benar saja.. mereka memasuki kawasan bandara.
"Pak.. mau kemana? ko ke bandara?" tanya Dara sedikit panik.
"Meeting.. ikut saja lah.. jangan banyak pertanyaan" kata Bagas.
Hah? meeting naik pesawat? bagaimana ini, aku takut ketinggian dan aku belum pernah naik pesawat...
Batin Dara penuh kekhawatiran.
Mobil berhenti, Bagas turun dengan sigap.. namun Dara nampaknya enggan turun dari mobil meski pintu mobil sudah terbuka secara otomatis.
"Dara .. Ayo bergegaslah .." kata Bagas... Bagas sedikit memusatkan kembali pandangannya pada wajah Dara,.
Apa dia sakit? pucat sekali wajahnya- Batin Bagas.
"Kamu kenapa? sakit?" tanya Baga dengan intonasi yang cukup lembut.
__ADS_1
Dara hanya menggelengkan kepalanya, sambil meremas jemarinya satu sama lain..
"Lalu kenapa? ayolah" kata Bagas memegang pergelangan tangan Dara.
Kenapa dingin sekali .. Kata Bagas merasakan suhu badan Dara yang tak normal.
"Kamu kenapa dara, kamu sakit?" Bagas berbicara sedikit panik.
Dara menggeleng lagi..
"Saya.. hemm ... saya takut pak, saya takut naik pesawat" kata Dara jujur membuat Bagas melepas tawanya.
Kurang ajar sekali, dia menertawakan aku... kesal Dara dengan mata memicing ya.
Bagas menyadari kekesalan Dara..
"Hemm.. Percayalah semua akan baik-baik saja, ada saya juga di sampingmu nanti" kata Bagas menahan tawanya.
Tak habis pikir , kenapa begitu memalukan sekali aku yaa... Batin Dara merasa malu.
"Sudah ayo cepat kita gak punya banyak waktu tersisa ..." kata Bagas menarik lagi Dara.
Dara kemudian terpaksa mengikuti langkah Bagas.. tangannya yang di pegang Bagas seolah takkan bisa lepas agar ia bisa melarikan diri saat itu.
Dizaman seperti ini, ada yaa yang takut naik pesawat.. Bagas terkekeh geli membayangkan ekspresi wajah Dara di iringi ucapannya yang semakin membuat Bagas
Dara benar-benar gugup, terlebih saat ia sudah menginjakan kakinya si atas pesawat..
"Mau di jendela atau di pinggir sini" kata Bagas menawarkan..
Bagas lagi-lagi menahan tawanya .
"Maaf harus mengajak kamu naik kelas ekonomi, Karena jika bisnis ada di penerbangan malam hari" kata Bagas menjelaskan.
Percayalah pak Bagas, Bahakan aku tak perduli kelas mana itu..yang jelas kau begitu gugup, aku takut.
Dara diam seribu bahasa kala itu.
Bagas akhrnya duduk di kursi pinggir sementara Dara duduk di kursi tepi jendela.
Bagas menutup kaca pesawat itu agar dara tidak dapat melihat ke arah luar pesawat..
Saat pesawat sudah siap berangkat, Dara benar-benar takut dan gugup.
Bagas merasakan tangan Dara semakin dingin saat ia sentuh.
" Dara.. sepertinya tanganmu sebentar lagi membeku" ledek Bagas membuat Dara memicingkan wajahnya.
"Makan permen ini, di **** saja agar mengurangi telingamu yang akan berdengung nanti" kata Bagas memberikan beberapa permen yang di berikan oleh orang yang sejak tadi mengikutinya, namun bukan Alex.
Dengan gerakan cepat dara membuka permen itu lalu memasukkannya kedalam mulut.
Dara merasakan pergerakan pesawat. Spontan Dara mendekap lengan Bagas dengan kencang.
"Saya takut..." Kata Dara gemetar.
Bagas yang semula menertawakan Dara kini berubah menjadi rasa kasihan.
__ADS_1
Bagas mendekap Dara dengan keterbatasan geraknya karena memakan seatbelt yang belum boleh di lepas.
"Tenang saja, relaks.. ini gak se buruk yang kamu pikirkan.. saat berada di atas kamu pasti akan lebih nyaman..." kata Bagas berbisik pada Dara.
Dekapan Dara begitu kencang, dapat Bagas rasakan saat itu..Seketika Bagas membalas dekapan itu.
Astaga.. kenapa nyaman terasa.. Batin Dara saat itu menambah debar di dadanya.
Bagas pun demikian, Jantungnya seketika berdetak sedikit memacu..
Aku hanya khawatir pada rasa takut Dara, aku hanya takut dia punya traumatik yang tidak aku ketahui .. Batinnya merasa debar itu adalah sebuah kekhawatiran yang wajar ia rasakan usai mendapat dekapan itu.
"Lama gak pak, saya pegel begini terus..." kata Dara membuat Bagas terkekeh.
Disaat rasa takut mendera, masih saja ia membuat lelucon kecil .. Bagas membatin sambil Manahan tawanya.
"Perjalanan kita satu jam empat puluh lima menit.. lihat lah di layar LED depan kamu, GPS nya bekerja.." kata Bagas namun Dara tak ingin menoleh, Ia menggelengkan kepalanya.
"Saya masih takut . " kata Dara sambil menggelengkan kepalanya.
Bagas hanya terdiam saat itu, hingga akhirnya Dara tak lagi ada pergerakan bahkan satu kata pun tak terucap.
kenapa dia diam saja.. apa dia pingsan? Batin Bagas menyadari tak ada respon dari Dara..
Bagas bergerak, mendingan wajah dara..
ia mengerutkan keningnya.
"Astaga bisa-bisanya dia tertidur.." kata Bagas dengan suara yang lupa ia kontrol.
"Ada apa, tuan" kata Seorang pria yang sejak tadi mengawal Bagas dan dara.
Bagas nampak malu karena suaranya banyak terdengar penumpang lainnya.
"Tidak apa..." singkat Bagas menjawab.
Bagas membiarkan lengannya menjadi sasaran tidur Dara saat itu, ia tidak sama sekali merasa terganggu terlebih baginya tidur adalah salah satu cara yang paling aman agar Dara dapat tenang selama perjalanan...
Wajahnya luguh, tapi tingkahnya begitu konyol..
senyumnya pun manis terlihat, di balik sikap juteknya..
Bagas membatin sambil tersenyum menatap wajah Dara..
*
*
*
Mari Kita Ber- UHUK Bersama-sama 🤣🤣
Like
komen
rate sangat berarti untukku ❤️
__ADS_1