Bunga Terakhir

Bunga Terakhir
CEMBURU, YAA?


__ADS_3

Bagas turun dari lantai dua apartemen nya, ia melihat sosok Mawar tengah berada di depan meja makan.


Bagas melirik ke arah cermin, terpantul sosok dara juga baru saja keluar bersama Zai dari kamar zaidar.


aku akan memulai aksiku.. Bagas membatin sambil berjalan lalu duduk di atas kursi meja makan.


"Ekehmm..." Bagas berdeham reflek Mawar menoleh ke arah Bagas.


"Mas... Selamat pagi.." kata Mawar menyapa.


Zaidar yang baru saja keluar dari kamarnya bergegas cepat menuruni anak tangga saat mendengar suara Mawar.


"Mama" Teriak zaidar memeluk Mawar.


"Pagi, sayang..." peluk Mawar lalu mengecup kening zaidar.


Dara berusaha cuek tidak melihat kebersamaan itu, biarpun Zaidar adalah anak kandung Mawar, namun hatinya terasa teriris pedih, ada rasa takut kehilangan sosok Zaidar dalam hidupnya.


Dara menuju dapur mengambil menu makanan yang belum ia hidangkan ke meja makan.


"Mas.. itu dasi kamu ga bener, aku benerin ya??" kata Mawar mendekati Posisi Bagas dengan mengarahkan sedikit roda kursinya.


Mawar dengan senyum senangnya melakukan hal yang selayaknya seorang isteri lakukan.


Dara melihat itu seperti tubuhnya tengah terbakar panas api.


Yaa ... api cemburu 🙏


"Tante.. Zai mau di suapin mama..." kata Zaidar dengan manjanya mendekati posisi maswar yang baru saja merapihkan dasi Bagas.


"Boleh..Papa mau juga di suapin?" tanya Manja Mawar pada Bagas.


"Boleh... kapan lagi di suapin" kata Bagas dengan Nyeleneh.


Bagas melirik Dara, tatapan Dara memicing ke arah Bagas.


dasar buaya air tawar.. aku bersumpah kamu keselek..! Dara membatin kesal, nampaknya dara benar-benar termakan api cemburu.


Dara.. kamu cemburu kan? hahaha aku bisa menjebakmu juga ternyata. Bagas membatin senang penuh kemenangan.


Sementara itu Mawar tengah berada di atas awan, Bagas menerima sebanyak dua suapan dari Mawar hinga akhirnya Dara berpamitan menuju laundry room.


"Aku cukup.. aku kenyang" kaya Bagas seketika berubah menjadi ketus.


"Loh mas, baru dua suap.." kata Mawar heran.


"Aku benar-benar kenyang.. aku ingin buah saja.


Bagas meraih satu buah jeruk di meja.


Sementara itu Zaidar masih asik saja menerima suap demi suapan dari MAwar.


Tadi mas Bagas sangat manis padaku? kenapa sekarang kembali lagi dia sangat cuek.


Dua puluh menit berlalu, Dara kembali melihat ketiganya masih berada di meja makan.


Tumben.. Pak Bagas biasanya sudah berangkat.. Dara membatin.

__ADS_1


"Sudah ya? aku rapihkan piringnya yaa?" kata Dara dengan sikap sangat kakunya.


"Zai.. bolehkah papa bicara berdua dengan mama?" kata Bagas dengan sengaja berbicara di hadapan Dara.


"Boleh, papah" jawab Zaidar.


"Mawar, ikut aku ke kamar.. aku gendong yaa" ucap Bagas.


Ucapan Bagas membuat dada Dara semakin sesak terasa hingga satu piring yang dara tumpuk sedikit berbenturan.


"Dara..." tegur Mawar yang terkejut.


"Maaf, gak sengaja" kata Dara dengan wajah tertunduk.


Dasar Buaya!! sepertinya benar, aku tidak boleh berada di antara merek... Dara membatin.


kenapa aku ingin sekali menangis yaa, kesal sekali aku mendengarnya.. mau apa mereka di kamar.


Dara berpura-pura tidak melihat Bagas yang tengah menggendong mawar menuju lantai dua kamar Bagas berada.


Kuat Dara.. kamu harus kuat.. Batin Dara mencoba melepas bebannya.


Sementara itu Mawar merasa sangat senang, entah mengapa di pagi hari yang sangat cerah itu abgas bersikap sangat manis padanya.


"Mas, kamu mau bicara apa kenapa aku dibawa keruang kerjamu?" kata Mawar penuh senyuman.


"Mawar... kamu tidak tahu kenapa aku membawamu kesini? hemm?" Tanya Bagas merubah raut wajahnya.


Mawar menggeleng bingung..


"Rega.. Rega mencarimu" kata Bagas menyunggingkan bibirnya.


"Apa tak ada rindumu untuknya?" Tambah Bagas.


"Mas kamu ini bicara apa?? jangan aneh-aneh, Mas" kata Mawar begitu bingung, ada rasa takut juga atas kesalahan sebelumnya.


"Kamu tidak paham dengan ucapan aku, Mawar?" kata Bagas begitu ketus.


"Aku akan membiarkan kamu memilih kebahagiaan kamu, Mawar.." kata Bagas cukup tegas.


"apa maksudmu, mas?? aku ga paham" Mawar gugup hatinya merasa tak tenang mendengar ucapan Bagas.


"Baiklah, kamu nampaknya masih butuh waktu ya untuk mencerna ucapanku...tak apa.. " kata Bagas sambil mengehla nafasnya..


"Kalo begiu, Aku akan berangkat bekerja dulu.. bersikap baiklah terhadap anakmu, dan juga Dara.." kata Bagas dengan sangat manis.


Bagas menggendong mawar lagi menuju lantai dasar apartemennya.


Mereka turun, apa yang habis mereka lakukan yaa.. ucap Dara dalam hatinya.


Bagas tidak mengucapkan apapun kecuali berpamitan pada Zaidar.


Dara nampak berusha profesional dalam pekerjaannya.


Setelah lima menit Bagas keluar dari apartemen, posnel Dara berdering, Bagas menghubunginya, meminta Dara membawakan berkas yang tertinggal, sementara Bagas menunggu dara di area parkir khusus penghuni apartemen.


"Hemm..mementingkan mojok dengan mbak mawar tadi, sampai berkas dia lupa bawa dan berujung menyusahkan aku" kesal Dara bermonolog seorang diri.

__ADS_1


Dara Tiba di mobil Bagas, Bagas memintanya masuk membuat Dara bingung.


"Masuk cepat.." pinta Bagas.


Dara masuk dan duduk.


"Ada apa, Pak?" tanya Dara bingung.


"Bagaimana perasaanmu, Dara?" tanya Bagas membuat Dara mengerutkan keningnya.


"perasaan apa?" kata Dara.


"Hahaha" Bagas tertawa lepas penuh bahagia.


"Bapak.. bapak kerasukan jin ya? kok tiba-tiba ketawa" Kata Dara dengan wajah bingungnya..


"Saya tertawa karena saya bahagia" kata Bagas semakin membuat Dara bingung.


Apa pula buaya ini.. membuatku bingung saja.


"Saya baru saja melihat wajah seorang wanita yang mengusik pikiran saya tengah cemburu" kata Bagas terkekeh.


"Apa mbak Mawar cemburu aku mengantarkan berkas bapak?" kata Dara membuat Bagas memalingkan wajahnya.


"jujur saja Dara... kamu cemburu kan melihat mawar membantu aku merapihkan dasi, memberi aku suapan mesra..." kata Bagas spontan membuat Dara terkejut..


Buaya.. kamu kenapa bisa bicara begitu, apa buaya air tawar ini memperhatikan aku tadi?? Dara membati panik, dirinya cukup malu saat itu.


"Mana ada aku cemburu, tidak yaa" kata Dara emngelek mempertahankan gengsinya.


"Yakinn?? hemmm yakinnn ga cemburu???" Bagas meledek Dara, tertawa puas lepas.


Dara semakin tak berdaya, ia bergegas mengambil langkah seribu, bergegas ia keluar dari mobil.


Bagas semakin tertawa terbahak-bahak melihat wajah panik Dara.


"Hai aku belum selesai bicara loh, Dara..." Bagas puas sekali menggoda Dara saat itu.


Dasar wanita, gengsinya besar sekali yaa.. Bagas membatin .


Sementara itu Dara meras sangat malu, wajahnya memerah..


Astaga Dara, dia sengaja membuat mu terlihat cemburu.. pak Bagas benar-benar singa berkulit buaya! licik betul dia mengerjaiku... Batin dara kesal.


Lihat saja pak, aku akan membalasnya...


*


*


*


Hai happy weekend.. semoga kalian dalam keadaan sehat yaa..


Jangan lupa tinggalkan jejak bahagia kalian yaa di kolom komentar, pencet like juga rate ya.. ❤️❤️


Terimakasih..

__ADS_1


__ADS_2