Bunga Terakhir

Bunga Terakhir
COBA LAGI (nanti)


__ADS_3

Dara mengendap-endap keluar dari kamar mandi dengan baju yang di siapkan oleh susan, namun ia juga memakai handuk kimonontebal yang di sediakan pihak hotel.


"Setidaknya ini membantuku" sambil melirik kanan dan kiri.


Ia melihat sekeliling nya terasa sepi dan tanpa ada tanda-tanda keberadaan Bagas.


"Mas Bagas kemana ya?" Tanya nya pelan sambil celingukkan.


Dara mendengar suara suaminya di balkon kamar hotel tersebut. Ohh sedang melakukan panggilan.. Dara mendekat hingga Bagas menyadarinya dan bergegas menurup telfonnya secara tergesah-gesah dan cukup panik terlihat.


"Siapa mas? Kok di selsaikan langsung?" Ucap Dara menyimpan kecurigaan.


"Hemm itu, paman Alex hanya make sure untuk acara besok" Ucap Bagas.


"Sudah mandinga??" Intonasi Bagas sedikit ketus seketika, hingga Dara menahan tawanya.


"Benar-benar ya kamu nantangin aku.." ucap Bagas berjalan pelan mendekati Dara. Dara mulai merasakan firasat lain kala itu ..


Dara berjalan mundur secara perlahan..


"Duh Mas, maaf maaf yaa aku benar-benar gak ada niat untuk nantangin.." ucap Dara dengan nada ketakutannya.


"Aku hmmm aku cuma bercanda, biasalah.." tambah Dara saat Bagas semakin dekat dengan nya.


Posisi Bagas sudah sangat dekat menatap Dara dengan sangt lekat.


Duh apa akan terjadi sekarang ya? Dara membatin penuh rasa gugup.


Tidak menyiakan kesempatan yang ada, Bagas mengecup bibir mungil isterinya, lalu berkata I love You dengan hembusan nafas yang menggairahkan Dara.


Satu tangan Bagas sigam melingkar di pinggul Dara dengan pelukan yang lembut dan hangat.


Satu tangan Bagas berada di belakang kepala Dara memberi dorongan pelan untuk menyatukan kecupan bibir satu sama lain.


Tidak sekedar kecupan, Bagas memberikan ******* yang membuat Dara tak mampu berkutik melawannya, tidak ada balasan yang mempu Dara berikan, ia pun terhanyut akan ******* dan sentuhan lembut tangan suaminya.


Bagas mulai merasakan hembusan pelan deru nafas Dara dengan samar suara desah yang spontan keluar menambah rasa mengebu pada jiwa seorang laki-laki.


Bagas mengarahkn kedua tangan Dara melingar di lehernya hingga kini kedua tangan Bagas mulai melancarkan aksinya, perlahan ia membuka ikatan handuk kimono yang Dara kenakan. Sungguh Dara tidak melakukan perlawanan apapun, Dara cukup terbuai dengan kecupan dan ******* yang bagas berikan di bibirnya.


Terlepas handuk kimono itu, tinggalah sehelai pakaian tidur yang sangat tipis, semakin mengundang gairah Bagas sebagai laki-laki.


Namun, Bagas tersadar akan nafsunya yang semakin memuncak.


Bagas melepas lunatan itu, ia menatap isterinya dengan senyum, bibir merah Dara terlihat akhibat perbuatannya.


"Aku mandi dulu" ucap Bagas, Dara hanya terdiam tersipu malu.


Tidak mungkin aku melakukan itu sementara aku belum membersihkan tubuhku dari keringat- Batinnya bergegas menuju kamar mandi meninggalkan Dara.


Dara duduk di tepi kasurny memegang bibirnya yang terasa sedikit menebal saat itu.


"Gini ya rasany?" Ucap Dara membayangkan wajah suaminya yang baru saja mengecupnya penuh dengan gairah.


"Kira-kira bagaimana aku membalasnya ya?" Ucap Dara.

__ADS_1


Ia meraih ponselnya, membuka sebuah aplikasi yang merupakan sumber pemecah kebodohan baginya.


Cara membalas ciuman laki-laki..


Dara membaca artikel tersebut sambil merebahkan dirinya di atas kasur, ia memilih menutup tubuhnya dengan selimut putih yang tersedia.


Dara membaca beberapa artikel dengan penuh rasa terkejut dan mampu membuat dirinya sedikit mengeliat membayangkannya.


Rasa lelah pun menjadi faktor utama Dara seketika terlelap membuarkan ponselnya menyalah. Bagas keluar dari kamar mandi pun penuh semangat, hingga ia mendapati isterinya sudah terlelap.


Bagas tersenyum, mendekati isterinya.. di raihnya ponsel yang berada di genggaman tangan Kiri isterinya.


Bagas sontak melepas tawanya saat membaca artikel yang baru saja ia baca.


"Benar-benar konyol kamu, hal seperti ini saja harus kamu tau teorinya.. benar-benar luar bisa kamu" ucap Bagas pada Dara yang tengah terlelap.


Aku tidak perlu memaksakan untuk melakukannya malam ini, aku akan menikmati prosesnya, di waktu yang tepat dan kita sama-sama relax.. Batin Bagas.


Bagas segera membaringkan tubuhnya, ia melingkarkan tangannya di pingang Dara lalu mengecup pipinya.


Dara merasakan sentuhan itu pun terbangun, ia merasakan sebuah beban berada di atas perutnya, telinganya sedikit merasakan hembusan nafas seseorang.


"Mas..." Dara terkejut saat suaminya mlepas senyumnya saat Dara menoleh.


"Kita sudah Sah, aku bebas melakukan apapun kan?" Kata Bagas


"Hmm yaa iya sih, tapi.. "


"Kamu tenang saja, kalo kamu belum siap malam ini aku masih bisa tahan dengan menikmati pelukan ini kok" ucap Bagas.


"Mas tapi kalo Mas mau, yaa gapapa" ucap Dara malu malu dengan berdebar jantungnya cepat.


Bagas begitu bersemangat..


"Kamu serius? Bisa sekarang?" Ucapnya hingga membuat Dara heran dengan semangat Bagas.


Dara mengangguk pelan dengan Rasa malunya.


Tidak banyak berfikir, Bagas langsung meposisikan dirinya untuk memulai aksinya, ia kembali melakukan kecupan manja pada bibir hingga leher Dara. Merasa terkejut namun Dara begitu menikmati rasa itu, sedikit gerakan seolah memberontak Dara tidak bisa mengkontrol dirinya saat mendapat cumbuan mesra suaminya.


Keduany sudah sama - sama berada di rasa nafsu yang mengebu, hasrat keduanya sudah mulai memuncak kala itu.


Bagas menurunkan satu tali tipis baju tidur yang Dara kenakan, ia mengabsen tiap inci bagia leher hinga dada atas Dara.


Dara semakin terbuai akan aksi suaminya, merasa panas Bagas membuka baju tidur yang ia kenakan. Mata Dara menikmati pandangan Indah di hadapannya, tidak dapat ia elakan lagi bahwa suaminya menambah gairah pada dirinya.


Bagas kini semakin berapi-api, ia menurunkan pakaian tidur itu dengan penuh nafsu. Bagas kini siap meluncurkan kecupan dan cumbuannya lebih dalam lagi.


Tok.. tok.. tok..


Suara ketuk pintu ..


Nada dering ponsel bagas pun berbunyi.


Keduanya terdiam saling menatap dengan deru nafas berat dan saling bershutan.

__ADS_1


"Mama, mas.." ucap Dara melihat layar posnel suaminya.


Bagas berdecak kesal, ia merubah posisinya seketika hingga duduk di samping tubuh Dara.


"Mas, angkat" ucap Dara sambil menarik selimut menutupi tubuhnya, dan menaikan kembali tali bajunya yang sudah sampai di tengah lengannya itu.


Bagas.. zaidar terbangun dan menangis histeris mencari kalian.. kasihan dia.


Bagas mengehela nafanya kasar.


Baiklah.. jawabnya yang juga di dengar Dara.


Dara melihat wajah kecewa Bagas saat itu, Dara pun merasakan rasa yang belum sepenuhnya ia rasakan harus terhenti seketika.


Bagas membuka pintu menyambut zaidar dengan senyum terpaksanya.


"Papa aku ingin tidur dengan tante Dara" ucapnya dengan isak tangis.


Dara mendengar itu namun ia tidak berani menampakkan dirinya di hadapan zaidar apalagi ibu mertuanya dengan pakaian transparant itu.


"Tante Dara sudah tidur, ayok kita masuk dan juga tidur" ucap Bagas, zaidar pun melangkah masuk.


"Kamu belum memulainya kan?" Ledek Ibu Nia.


"Sudah lah mah jangan di bahas, Kentang pokoknya!" Kesal Bagas.


"Kenapa? Kok kentang?" Tanya Ibu Nia heran.


"Kentang, Kepalang Tangung" ucap bagas sinis membuat Ibu Nia menutup mulutnya menahan tawanya.


Bagas berdecak kesal sambil menutup pintunya. "Gagal lagi Gagal lagi.." ucapnya hingga tawa Dara lepas.


"Apa yang Gagal, pah?" Tanya Zaidar.


"Tugas papa gagal" singkat ia menjawab sambil membaringkan tubugnya.


"Coba Lagi, Mas.. masih ada hari esok" ledek Dara.


"Sudah sudah, tidurlah.. aku juga harus berusaha menidurkan diriku dan ..."


"Dan siapa papa?" Celetuk Zaidar.


"Dan kamuuuuuuuuu" kesal Bagas menambah gelak tawa Dara, zaidar yang polos pun ikut tertawa kala itu.


*


*


*


Sabar sabar sabar.. puasa ya puasa hehehe


Like komen setelah membaca, jika ada rejeki boleh mawar atau kopinya kaka.. hehehe


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2