
Amarah Dara mulai meradang saat Bagas keluar dari mobil nya dengan cepat sambil membanting pintu mobilnya.
Dara bingung dimana letak kesalahannya kala itu, entah apa yang membuat pria yang baru saja menjadi duda nampak marah.
Di dalam apartemen, Dara menuju kamar Zaidar, tak nampak keberadaannya.
Kemana Zaidar? Apa dia kerumah mbak Mawar? Kenapa Pak Bagas tidak membicarakanny padaku? Biasanya dia selalu memberi tahu aku.
Dara membatin heran.. Dara memutuskan untuk turun menuju dapur, ia bingung untuk melakukan apa saat itu hingga ia membuat secangkir kopi untuk Bagas.
Mungkin ada masalah yang belum dia sampaikan ke aku.. wahai secangkir kopi hitam yang pahit, buatlah mood pak bagas membaik, setidaknya buatlah dia berbicara padaku.. Dara membatin sambil mengaduk kopi di sebuah cangkir putih seolah tengah membacakan mantra.
Dara mendatangi Bagas di ruang kerjanya..
"Permisi pak.."Santun Dara bertutur kata.
"Pak, ini kopinya" kata Dara meletakkannya meja kerja Bagas.
Bagas masih saja diam.. Dara memicingbkesal pada bagas lalu i menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan kasar..
"Pak.. Bapak kenapa sih? Saya salah apa? Sejak tadi bapak cuekin saya? Saya tanya dimana Zai, bapak diam aja.. saya bingung" kata Dara tak sanggup lagi mengimbangi Bagas yang terus cuek.
"Haloooooo.. pak???? Bisa dengar saya gak si?" Kesal Dara kala itu.
Bagas memandang tajam Dara.
"Siapa Pria itu?" Kata Bagas ketus bahkan sangat ketus.
Hah? Pak bagas kerasukan setan kah? Kenapa ngaco omongannya?.. Dara masih belum menyadari hal tersebut.
"Pria??? Pria mana??" Kata Dara bingung.
"Memalukan..!!! di pinggir jalan bisa ya kamu tertawa lepas bercanda dengan seorang pria" kata Bagas membuat Dara terkejut.
Apah?? Aku kan bicara dengan mas Gustaf tadi.. kenapa coba harus marah.
"Maksud bapak?? Pria yang ngobrol sama saya tadi Mas Gustaf loh pak" kata Dara dengan heran, karena bagas udah mengetahui siapa gustaf sebenarnya.
"Ya mungkin, saya lupa!" Ucap ketus Bagas.
"Astaga pak.. itu tadi kan Mas Gustaf pak, bapak juga mengenal dia kan" kata Dara menjelaskan.
"Mas Gustaf yaa? Mas, Ya ya yaa.. baiklah nampaknya memang seru perbincangan kamu, sampai bisa membuat kamu tertawa lepas.. " kata Bagas nampaknya sangat kesal.
"Biasa aja tuh.." elak Dara yang mulai mesal dan bingung dengn sikap Bagas.
__ADS_1
"bapak aja yang aneh, kenapa harus cuekin saya? Apa salah saya? Saya yang ngobrol kok bapak yang kesal???" Kata Dara membuat Bagas menarik nafasnya lalu berdiri.
Ia menatap tajam wajah Dara.
"Saya Cemburu!!!! Paham kamu?!!"
Bagas tegas dengan nada sedikit tinggi..
Dara terdiam kaget mendengar ucapan Bagas kala itu.
Mendadak pengang kupingku.. apa tak salah dengar ya aku? Apa tadi dia mengatakan bahwa dia cemburu? - Dara membatin bingung.
Jantungnya berdebar kencang seketika saat itu, di tambah Bagas mendekat ke arahnya semakin membuat Dara gugup.
Mau apa sih Pak Bagas mendekati ku segala.. Astaga, merinding sama gemetar seketika aku ini..
Dara membatin sambil melihat tangannya yang mulai bergetar kecil karena gugup.
"Ba..pak.. ini kenapa? Tadi marah, terus bilang cemburu, ko sekarang deket-deket saya" Dara gugup, langkahnya mundur perlahan meski tubuhnya sudah hampir menyentuh dinding ruangan tersebut.
"Kamu paham kan, saya cemburu, saya tidak suka kamu bercanda, tertawa lepas dengan pria lain, siapapun dia" kata Bagas dengan sangat tegas.
Tuhkan .. aneh sekali pak bagas ini? Apa dia???? Ah jangan terlalu kepedean Dara!! Dara berusaha menepis prasangkanya.
"Ya kenapa bapak bisa cemburu? Sa-saya bingung..." kata Dara sudah semakin gugup dan panik.
"Karena sangat simple jadi sayangak tau, Pak" Asal Dara berucap menahan kegugupannya saat itu.
"Hemm.. jika rumit, apa kamu bisa memahaminya?" Timpal Bagas.
Dara menggelengkan kepalanya..
"Yaa tentu tidak, pak.. beri tau saya saja pak" kata Dara.
Bagas berada di hadapan Dara saat ini.
"saya Mencintai kamu...." kata Bagas dengan kata-kata sederhanya.
"Haaahhh????" Dara terkejut ia membuka mulutnya lebar-lebar. Mata Dara membulat, jantungnya berpacu tak karuan, senang namun tak menyangka atas apa yang dikatakan oleh Bagas saat itu.
"Yaa.. Saya Mencintaimu" Ulang Bagas.
Pengen pingsan saja Tuhan.. jantungnya ga santai berdetak, lemas sekali.. kata Dara yang benar-benar tidak menyangka Bagas mengutarakan cintanya.
"Sa?saya???" Kata Dara gugup.
__ADS_1
"Yaaa.. memang siapa lagi? Hanya ada saya dan kamu disini.. Kamu Zhaidara" kata Bagas yang sudah menatap dalam Dara.
"Ini saya lagi mimpi? Astagaaa " dara menepuk pipinya sendiri, bersikap menyadarkan dirinya.
"Kamu merasanya bagaimana? Apa kamu melihat ini dalam mimpinmu? Apa kamu memang mempunyai mimpi seperti apa yang tengah terjadi saat ini?" Cetus Bagas semakin membuat Dara salah tingkah.
Wanita mana yang tidak mengidamkan sosok seperti bapak.. tapi saya juga sadar diri loh pak, saya siapa dan bapak siapa.. bagai langit kentujuh dan lapisan tanah ke tujuh juga..
"Tapi saya hanya seorang pengasuh pak.. bapak mungkin salah" kata Dara mencoba meyakinkan dirinya dengan memberi Bagas pertanyaan.
"Hemm.. saya tidak perduli, saya tidak pernah memandang seseorang dari satu sudut pandang pekerjaannya selagi halal terlebih itu adalah persoalan ekonomi..." kata Bagas membuat mata Dara nampk berbinar..
"Kamu menyembuhkan luka saya, Dara.." tambah Bagas.
"Saya.. saya bingung harus mengatakan apa.." kata Dara sangat terlihat bahwa dirinya gugup.
"Tanya hatimu, adakah perasaan spesial buat saya? Jika belum ada, belajarlah menerima segala buruk saya.." kata Bagas.
"Yang jelas, saya merasa rindu saat tak berjumpa lama dengan bapak, saya merasa debar jantung saya berpacu lebih kencang saat saya akan menyambut bapak pulang dan saya senang saat bapak memuji saya.. entah ini itu apa???"
"Itu Cinta.. itu rasa yang wajar di rasakan pada kita yang sedang jatuh cinta" kata Bagas nampak sangat sumringah penuh semangat.
"Jika ada rasa itu di antara kita, bisa kita berkomitmen? Menjaga perasaan satu sama lain, dan saya akan memantapkan diri menjdikan kamu Bunga Terakhir saya" Ucap Bagas membuat Dara ingin sekali nenangis bagia.
"Tapi... ada yang harus kamu tahu" kata Bagas .
"Saya tidak mau mencintai kamu dengan cara sederhana... rasa saya ke kamu harus lebih dari sederhana.. " ucap Bagas nampak sangat serius..
"Maksudnya???" Bingung Dara.
"Saya pernah mencintai dengan cara sederhana, tapi dengan Sempurna dia menyakiti saya" kata Bagas membuat Dara terdiam.
"Maka.. saya akan mencintai kamu dengan cara yang luar biasa, agar kamu merasa tak pantas menyakiti saya dengan cara sesederhana apapun itu" ucap Bagas sektika membuat Dara berdebar kencang merasa bahgia.
*
*
*
Buibuuuuu gimana ini buibuuu?? Hihi
Kakak kakak yang jombss kalah sama Dara nih hihihi..
Tetap dukung aku yaa, like komen nya kkak
__ADS_1
❤️❤️❤️