Bunga Terakhir

Bunga Terakhir
Korban Isteri Ngidam


__ADS_3

Sepulangnya dari kantor, Bagas terkejut dengan keadaan kamarnya yang kini terasa asing baginya.


Gue dimana ini? Batinnya bingung.


Semakin Bagas terheran-heran semakin pula ia yakin bahwa ini nyata dan ini adalah perbuatan sang isteri, mengganti nuansa dan warna beberapa barang menjadi berwarna pink.


"Mas, sudah pulang,ya? kok kelihatan lesuh gitu?" tanya Dara yang sudah cukup membaik setelah mendapatkan beberapa obat dan vitamin sepekan lalu.


"hehe, iya Sayang ini aku capek aja sih.. hmmm ini kapan merubahnya?" tanya Bagas melihat sprei pada  kasurnya berwarna pink muda dengan motif bunga sakura.


"setelah mobilmu tadi pagi keluar gerbang rumah ini.." ucap Dara terkekeh.


Bagas hanya mampu tersenyum agar isterinya tetap dalam perasaan senag.


"Sekarang kamu mandi ya, setelah itu kita makan malam.." Kata Dara


Bagas melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar mandi, betapa terkejutnya ia saat ini saat bahkan shower dan keranjang baju kotor sudah berubah warna menjadi berwarna pink. Yaa, mau dikatakan apalagi, ini adalah hal yang memang kurang ia sukai, namun demi anak dan juga isterinya.


Usai menyelesaikan mandinya, Bagas menuju ruang makan menyusul isterinya juga Zaidar, Dara menyiapkan bebebrapa masakan, di bantu oleh beberapa asisten rumah tangga yang bekerja disana.


"wow sop buah?" tanya bagas melihat satu mangkuk sop buah dengan kuah khasnya berwarna pink.


"Iya aku kepingin jadi tadi aku buat saja.."Ucap Dara.


"Terus kamu tidak makan nasi? hanya makan sup buah itu?" Tanya Bagas sedikit sinis.


"Bunda sudah makan, Papa.. Katanya adik di dalam perut tidak tahan melihat ayam pangang itu, jadi tadi bunda makan duluan di pojok dapur" Polosnya Zaidar berucap.


"Di pojok dapur?" Tanya Bagas heran.


"Iya Mas, gak tau kenapa aku mau makan duduk dilantai.. "


"loh bukannya kamu mual kalo masuk dapur?" Tanya heran Bagas.


Dara melirik salah satu asisten rumah tangga yang baru saja menuangkan air putrih kedalam gelas zaidar.

__ADS_1


"Bunda memasang sepuluh lilin aroma di dapur Pah, jadi bunda bisa masak dan makan disana.. wanginya.. hemm harum banget..."Ucap polos Zaidar.


Bagas terkekeh kecil.


"Jadi dapur itu bukan aroma masakan ya? melainkan aroma dari lilin?" Bagas berucap sambil terkekeh mendapat cerita lucu atas sikap isterinya itu.


"Adik bayi pasti nanti perempuan, karena bunda suka semua yang berwarna Pink... sampai ikat rambut milik Mbak surti juga di minta bunda loh, pah.." Celotehan Zaidar mengundang tawa Bagas dan membuat Dara tersipu malu.


"Duh.. Zai, jangan buat Bunda malu, sudah lanjutkan makan.."


Dara beranjak sejenak mendekati suaminya lalu berbisik..


"Setelah makan, aku akan segera memberikan kamu service terbaik yang aku miliki.. kamu siap ya?" Ucapan itu seketika membangunkan hasrat dan gairah sebagai seorang lakilaki. Bagas hanya mampu mengunyah pelan makananya sambil mengangguk penuh semangat .


Aku harus isi energiku dengan makan banyak, ah iya telur setengah matang sepertinya cocok ..


"Bii.." panggil Bagas pada assisten rumah tangganya.


"Buatkan terlur setengah matang di campur mandu dan susu, ya?" Pinta Bagas.


"Lohh kamu kenapa mas? makananmu saja belum habis, loh.." Kata Dara bingung.


Usai menghabiskan makan malam, mereka menyempatkan diri berkumpul sekedar untuk berbincang, mendengar cerita-cerita lucu dari Zaidar tentang kesehariannya di sekolah.


Setelah satu jam bersama dan berbincang, sudah waktunya untuk beristirahat. Zaidar masuk kedalam kamarnya, di temani pengasuhnya.


Bagas sangat bersemangat melangkah cepat masuk kedalam kamarnya. Sementara Dara nampak sangat santai kala itu.


"Ayo sayang.. kenapa kamu malah duduk disitu" Tanya Bagas.


"Sebentar ya mas, aku siapkan dulu.. kamu tunggu saja di kasur.." Kata Dara sambil berdiri dari sofa kamarnya menuju kamar mandi.


Wajah Bagas sangat terpancar aura bahagiannya, ia sudah merindukan aksinya setelah tiga hari Dara selalu tidur cepat karena ia mudah lelah semenjak hamil.


Bagas mematikan lampu utama, ia juga memasang difuser dengan amroma lavender yang mampu menghantarkan sebuah ketenangan.

__ADS_1


Tak lupa juga ia memakai beberapa semprot parfum yang saat ini disuakai oleh Dara. Merasa sudah cukup perfect untuk beraksi, bagas kemudian merebahkan tubuhnya sambil senyum-senyum membayangkan kenakalan isterinya saat beraksi akhir-akhir ini.


Tak lama Dara keluar dari kamar mandinya, dengan wajah yang sudah sangat segar.. Namun Bagas sedikit heran, dengan kedua tangan Dara yang membawa sesuatu keluar dari kamar mandi, namun ia sembunyikan di balik tubuhnya.


Apa yang ia bawa? apa ada kejutan lagi yaa? Bagas semakin sumringah mendapati Dara yang juga semaki dekat dengannya.


"Mas.. pindahkan posisimu, geser  ketengah sedikit" Ucap Dara menambah semangat full Bagas menggulingkan tubuhnya satu kali hingga berada di tengah.


"Semanagt banget sih kamu, tau aja mau aku buat fresh.." Ycap Dara.


"Iya dong Sayang.. kan aku sudah menanti service yang kamu janjikan itu" Ucapnya dengan ekspetasi yang begitu indah.


"Oke deh.. siap yaa" Ucap dara sambil duduk di samping bagas dan memperlihatkan sebuah mangkuk kecil berwarna pink.


"Loh apa itu, sayang?" Tanya Bagas bingung penuh tanya.


"Kan aku bilang, mau memberikan kamu service yang tidak biasa kan? nah ini.. aku mau masker wajah kamu, dengan masker yang baru aku beli dari toko online.. ini bagus sayang aromanya juga seger banget" kata Dara penuh antusias, sambil membasahi kapas dengan sebuah cleanser.


"Astaga sayang, aku ga berharap mendapatkan service ini.. tapi service yang lain.." Ucap Bagas sambil menikmati wajahnya yang tengah di bersihkan oleh isterinya menggunakan kapas.


"Service apa? Ih mas.. aku sedih kalo kamu ga suka dengan service ini, padahal aku hanya ingin kamu terlihat lebih fresh besok saat kembali ke kantor..." Dara mulai memasang wajah sedihnya, ia menghentikan  aktivitasnya.


Duh.. salah lagi kan .. Bagas membatin penuh penyesalan.


"Iya.. iya sayang.. aku tidak ada maksud apapun kok, aku hanya bercanda tadi, lakukan saja yaa semau kamu dan sesuka hatimu.. aku ikut dengan mau mu aku pasar sepasrah-pasrahnya" Ucap bagas dengan hati yang patah menjadi keping-keping.


Mendengar ucapan suaminya dara dengan sangat senang, riang gembira melanjutkan aksinya.. Malam itu Bagas benar-benar pasrah mendapatkan sebuah service yang luar biasa berupa treatment perawatan wajah ala Dara.


Beginikah nasib seorang suami akibat perbuatannya sendiri... nasib ohh nasib.. semoga sabar yaa, tidurlah perlahan bestie, semoga nanti kamu akan di bangunkan oleh isteri cantikku.. Aamiin..


Doa Bagas panjatkan sambil memberi ketenangan pada dirinya juga bestienya yang sempat bersemangat bangun untuk memulai aktivitasnya..


*


*

__ADS_1


*


Hihihi.. Buibu, ada yang secara tidak sengaja ngerjain suaminya saat hamil? seru gak buibu? heheh


__ADS_2