Bunga Terakhir

Bunga Terakhir
Keanehan Dara


__ADS_3

Satu Bulan Berlalu..


Dara tengah mengemas beberpa pakaian suaminya kedalam koper, yaa Bagas akan melakukan perjalanan bisnisnya keluar kota untuk beberapa hari kedepan.


Bagas yang baru saja menyelesaikan mandinya usai pulang dari kantor kembali menayakan pada Dara untuk ke sekian kalinya.


"Sayang, apa kamu yakin gak mau ikut aku?" ucap Bagas.


"Engga Mas, yang aku tau disana panas.. kamu tau sendiri akhir-akhir ini aku malas sekali keluar rumah, apalagi saat melihat teriknya matahari pasti aku langsung pusing.." ucap Dara dengan Jujur.


"Coba kamu periksakan diri ke dokter mata, karena bisa saja matamu minus, plus, rabun atau katarak.." ucap Bagas sambil terkekeh meledek isterinya hingga Dara ikut tertawa.


"iya kayaknya mataku bermasalah, Mas.. saat ini aku lebih senang melihat artis korea di youtube dari pada melihat foto mu di wallpaper ponselku.." ucap Dara tak kalah jujurnya.


Bagas pun langsung meraih ponsel isterinya yang tergeletak di atas kasur. Yaa benar saja, foto mesra Dara dan Bagas saat memakai pakaian pernikahan kini sudah tergantikan dengan foto empat pria dengan pose sangat manis dengan bibir merah tengah tersenyum tipis.


"Astagfirullah sayang... sejak kapan ini kamu pasang??" Tanya Bagas heran.


"Sejak kemarin, pukul  19 lewat 19.." ucap Dara santai sambil mengemas pakaian yang belum selesai itu.


"Tidakkah kamu merasa aneh dengan penampilan mereka? dengan pose foto mereka? lebih bagus diriku loh sayang?" Bagas masih terheran dengan sikap aneh isterinya.


"pose apa? aku sudah paham pose-posemu loh.. sudah biasa bagiku" ucap dara sambil terkekeh.


"Sudahlah mas.. jangan di permasalahkan, ya? aku tetap mencintaimuu.." ucap dara mendekat pada suaminya lalu mengecup pipi kiri suaminya sambil emraih ponselnya dari gengaman Bagas.


Yaa, Bagas masih merasa aneh akan sikap Dara yang lebih manis, terlihat lebih ceria dan berpenampilan lebih nyentrik.


----


Dara membawakan satu cangkir teh untuk suaminya ke meja kerja, karen usai makan malam Bagas masih harus mengerjakan beberapa tugas untuk keperluannya esok hari.


Bgas tersenyum tipis saat melihat isterinya yang sudah memakai baju tidur sexy di lapisi dengan kimono satin berwarna pink.

__ADS_1


"Mas.. ini tehnya.." ucap dara begitu manis dan menggoda.


Bagas menelan salivanya mendapat sikap centil isterinya..


"Sayang.. kamu menggodaku kah?"Tanya Bagas to the poin.


"aku? menggoda? hemm tidak yaa! mungkin iman kamu saja yang tidak kuat melihat aku sudah pakai pakaian tidur begini.." Ucap Dara sambil mengibaskan pelan dan elegant rambut panjangnya. dara ,emdekat ke arah suaminya dengan sangat centilnya.


"Astaga, sayang aku jadi tidak konsentrasi loh.." ucap Bagas mengusap kasar kedua matanya.


"Hemm.. yasudah, aku kembali ke kamar, masih ada beberapa film yang harus aku selesaikan.. semoga aku tidak tertidur menunggumu.." ucap dara, sebelum ia beranjak pergi, dara memberi kecupan manis di pipi suaminya hingga ke imanan seorang Bagas semakin teruji..


Ucapan dara membuat hasrat seorang  Bagas semakin memuncak..


Bagas bertekat menyelesaikan tugasnya dengan cepat, namun sudah buyar beberapa konsentrasinya saat hendak melajutkan pekerjaanya, salah satu cara adalah memberikan beberpa pekerjaanya pada Paman Alex untuk segera menyelesaikannya dengan alasan bhawa Bagas terasa sangat lelah dan tak sangup menegrjakan. Dari balik telefon tentu Paman Alex tidak sepenuhnya percaya dengan ucapan Bagas, ia juga pernah muda, pikirnya.


Sebelum Bagas menuju ke kamarnya, menyusul isterinya.. ia menyemprotkan minyak wangi yang berada di meja kerjanya, aroma maskulin yang kuat ia percaya akan menambah gairah pada isterinya malam itu.


Dengan percaya diri ia masuk kedalam kamarnya yang sudah gelap, hanya ada pencahayaan dari televisi..


"Ueekk... Mas?! kamu bau!!" Kesal Dara sambil menutup hidungnya dengan mata yang juga berkaca-kaca menahan mual.


"Bau? sayang ini wangi lohh.. manly" ucap Bagas sambil mencium bagian lengannya.


"Gak.. sana ih, jauh - jauh sana.. aku gak tahan dengan baumu.. Mandilah mas, mandi.." Pinta Dara.


"Sayang masa mandi? ini belum perang loh, ini juga sudah hampir jam sebelas malam.." ucap Bagas yang seketika putus asa.


"kalo kamu gak mau mandi, aku tidur dengan Zaidar!" Ancam Dara sambil melahkah.


"Ehhhh.. iya iya iya.. okey aku mandi.. fine aku mandi.." Dengan sangat terpaksa Bagas memenuhi permintaan Dara.


Mandi kali ini tidak hanya melunturkanwangi parfumku, melainkan seluruh keinginanku.. batinnya kesal sambil beranjak menuju kamar mandi..

__ADS_1


Setibanya di kamar mandi, Bagas cukup terkejut..


"apa-apaan ini?? kenapa sabunku juga ikut berubah menjadi aroma bunga? lhoh, pasta gigi dan cairan kumur juga kenapa semua berubah jadi girly begini??" heran Bagas.


Bagas pun berusaha mengajukan protesnya pada sang isteri..


"Sayang kenapa sabunku hilang, apa habis belum kamu reffil??"


"Pakai saja yang ada, aku sudah menyiapkan itu, hargailah.." ucap dara sedikit menaikan intonasinya.


"oke baiklah sayang.." yaa lagi-lagi Bagas harus mengalah dengan penuh tanya. entah apa yang terjadi pada isterinya saat ini..


---


Pagi hari pun tiba, Bagas tersenyum karena mampu mengalahkan isterinya dalam peperangan yang ia lakukan semalam.. meski harus mendi dan memakai wewangian dengan aroma yang snagat feminim namun hasratnya terpenuhi sebagai bekalnya bekerja di luar kota beberapa hari.


Bagas membangunkan isterinya yang masih terlihat sangat lelah itu, namun ia harus tetap melaksanakan kewajibannya sebagai muslim..


Usai mandi dan beribadah, Dara langsung kembali saja ke atas tempat tidur menarik selimut dan seketika ia terlelap dalam tidurnya. Bagas yang sempat meninggalkana Dara sejenak ke ruang kejranya pun  terkejut saat kembali ke kamar dan menemukan isterinya kemabli terlelap.


Karena Bagas harus segera bertolak ke Bandara, ia bergegas bersiap secara mandiri dan membiarkan Dara melajutkan tidurnya..


Sepotong roti dan sepucuk surat Bagas letakkan di nakas samping tempat tidurnya..


"AKU BERANGKAT YA SAYANG, I LOVE YOU MORE..."


pukul sembilan Dara terbangun dengan sangat terkejut..


"Asataga.. kenapa bisa aku ketiduran.. mana mas Bagas?" Dara seperti orang kebingungan, menoleh kanan dan kiri nampak sepi, namun matanya menangkap sesuatu yang menarik perhatiannya.. yaa piring berisi roti dengan segelas susu dan sepucuk memo.


Dara sejenak terdiam..membaca memo itu dengan perasaan hancur, hingga berlinang air matanya...


Apakah yang terjadi?

__ADS_1


Kenapa Dara?


__ADS_2