Bunga Terakhir

Bunga Terakhir
Kembalilah..


__ADS_3

Kepanikan saat ini berpindah tempat, Ibu Nia dan Mawar menunggu dara di depan ruang operasi sementara Rega tengah mengurus kepulangan jenazah Paman Alex saat itu, pikiran Rega juga kini bercabang luas. Ia memikirkan keselamatan Dara hingga keadaan Bagas sampai kesedihannya karena kepergian Paman Alex.


Rega tengah berhadapan dengan jasad Paman Alex saat ini, air matanya berlinang membasahi pipi melihat sosok yang sangat tegas dan  berjasa pada hidupnya juga keluarganya kini pergi meninggalkan dirinya juga keluarganya dengan segala kenangan yang manis.


“Paman.. Maaf atas segala kesalahan aku, maaf karena akuadalah Rega yang kamu kenal sebagai anak yang nakal.. Maaf atas segala perbuatanku yang selalu membuatmu pusing dan kesal. Paman, terimakasih sudah mendampingi kami terutama Kak Bagas. Kita akan merasa sangat kehilangan terutama Kak Bagas.. Aku janji pada paman, mulai detik ini aku akn menjadi pribadi yang lebih baik lagi, aku kan menjadi Rega yang selalu kamu harapkan.. Terimakasih Paman.. Sungguh hanya kata-kata terimakasih ini yang bisa aku


ucapkan, iringan doa untukmu selalu aku panjatkan paman”


Rega menangis sesak, ia melihat sosok Paman Alex saat ini benar-benar berbeda, ia seperti melihat juga ada raga ayahnya. Tangis Rega semakin pecah sampai ia harus Kembali di tenangkan oleh beberapa orang kepercayaanya yang mendampinginya saat ini.  Jenazah Paman Alex akhirnya harus segera dibawa ke kediamannya


karena anak dan isterinya sudah menunggunya disana, beberapa orang kepercayaan serta koleganya juga sudah memenuhi kediaman Paman Alex saat itu. Rega juga harus datang ke rumah duka saat itu mengiringi jenazah, ia mempercayakan keadaan dirumah sakit pada Mawar Isterinya.


Mawar terdiam. Ia merenung atas kejaidan yang menimpah dirinya hingga saat ini menimpah Dara juga Bagas, ia merasa sangat bersalah karena perasaan cemburunya terhadap Dara, yaa ia menyadari bahwa betapa spesialnya sosok Dara. Saat ini Mawar diminta bersikap dewasa dan tulus selayaknya seorang manusia yang memiliki hati Nurani dan empati. Ia harus menenangkan ibu Nia, menunggu prosesi operasi selesai. Sementara Bagas belum juga sadar akan kondisinya saat ini.


Mata Mawar terbelatak melebar saat lampu indicator keadaan urgent menyalah. Jantungnya berdebar kencang saat itu, entah apa yang tengah terjadi saat itu, kakinya gemetar tubuhnya terasa dingin saat itu.  Ibu Nia yangsudah sempat tenang kini Kembali panik dan menangis histeris.


Keadaan itu semakin panik saat seseorang dating menghampiri


keduanya..


“Maaf bu, kondisi Pak Bagas kritis.. mendadak tubuh Pak Bagas kejang dan satu raksinya turun”

__ADS_1


Tubuh Mawar semakin lemas terasa, entah apa yang harus ia lakukan saat itu.


“Tolong hubungi suamiku..” Pinta Mawar.


“Bapak Rega sudah tahu bu, bapak sedang putar balik Kembali kesini” Ucap Orang kepercayaan Rega saat itu.


“Mama harus apa? Harus apa mama??"  mereka sudah menangis tak mengerti apa yang tengah menimpahnya begitu menyakitkan.


Dengan wajah penuh kepiluan, seorang dokter keluar.. Mawar berusaha menghadapinya meski kini jiwanya juga tengah tak tenang, jantung berdebar kencang, tangannya dingin sekali saat itu.


“Allhamdulilah Bayi Perempuan sudah lahir dengan selamat, dan sempurna..”


“Ibunya? Bagaimana Ibunya? Bagaimana anakku?” Teriak Ibu Nia saat ini.


kami hentikan.. kami sudah berusaha semaksimal mungkin.. kami mohon maaf bu, kita hanya bisa  menuinggu keajaiban” Ucapan Dokter itu membuat Ibu Nia akhirnya jatuh pingsan, tak kuasa ia menhan


sesak di dadanya.


Yaa.. Pikiran mawar Kembali bertambah saat ini, ibu mertuanya drop mendengar berita ini..


Tuhan.. aku memohon kepadamu, selamatkan keduanya.. atas

__ADS_1


segala kerendahan hatiku aku mohon berikan keajaibamnu seperti Engkau memberi


keajaiban pada hidupku..akhu mohon selamatkan keduanya demi gadis kecil yang


baru saja lahir ke bumi ini..


Sementara itu, dalam gelapnya malam rintik hujan turun seolah langit juga ikut bersedih kala itu..


Rega yang belum seberapa jauh emninggalkan rumah sakit kini harus berlari setelah mobilnya berhenti di area lobby rumah sakit, ia berlari menghampiri Bagas meski ia sempat bingung kemana dulu kakinya melangkah.


“Gue yakin lo bisa dengar ucapan gue ini kak, gue yakin lo paham kalimat yang akan gue ucapkan saat ini.. Lo bisa rasakan? Anak lo sudah lahir ke dunia ini, lo tega melihat dia hidup tanpa ayah kandungnya, anak lo akan sedih kak.. bangu sadar dan kuat.. lo harus berjuang kak, demi anak lo,demi mama.. lo juga harus tau kini Dara kritis usai melahirkan, lo harus bangun dan membawa Dara untuk hidup Bersama lo lagi Bersama anak lo kak.. bangun kak


tolong.. gue mohon..”


“Dara.. aku meminta maaf padamu, maaf atas segala kesalahanyang memang sengaja aku lakukan untuk menyingkirkan kamu.. maafkan aku Dara, aku mengaku kalah dengan rasa tulus kamu miliki.. aku kalah karena aku masih memiliki rasa dengki di hati.. Dara, kamu ingat? Saat Zaidar harus hidup tanpa kasih sayangku? Kamu tau betapa dia tersiksa mencari dimana ibunya? Siapa ibunya? Kamu tau kan?? Kamu sekarang bangun, aku tidak ingin itu terjadi pada anakmu, dia sangat cantik Dara, jangan biarkan ia menangis pilu.. Bangun yaa, kamu harus


kuat dan kamu harus bisa membantu aku untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi nantinya.. aku mohon.. Kuat dan bertahan.. Demi anakmu, Bagas dan kita semua..”



__ADS_1


Kita lanjut lagi yaa, aku nunggu air mata aku kering dulu sebentar.. kalian jangan lupa minum jangan sampe sesek kaya aku gini hiks hiks hiksss....


Aku siapkan mental dulu untuk lanjut yaa.. huaaaa....


__ADS_2