
"Dara.. apa benar kamu ingin kembali bekerja mengasuh Zaidar, tidak ingin kembali ke kantor?" kata Bagas saat Dara hendak kembali kerumahnya.
"Yakin pak, untuk itu saya harus kembali dulu kerumah meminta izin ayah dan ibu" kata Dara jujur.
"Tante.. apa Tante janji tidak akan pergi lama?" tanya Zaidar.
"Tidak, paling lambat jam makan malam Tante tiba di apartemen, ya?" kata Dara memeluk Zaidar sebelum mereka tiba di gang rumah Dara.
"Baiklah, aku akan menunggu..." kata Zaidar pasrah.
Dara turun dari mobil mewah Bagas, ia melanjutkan berjalan kaki untuk sampai kerumahnya.. jam menujukan pukul sepuluh pagi..
"Assalamualaikum.." Dara mengucap salam.
"Waalaikumsalam..." sambut ibunda Dara.
"Loh Dar, ibu kira kamu pulang malam"
"Engga Bu, Dara tadi tiba di Jakarta pukul tujuh tiga puluh, sarapan lalu pulang" kata Dara.
"Ayah mana bu.." tambah Dar melihat rumahnya nampak sepi.
"Ayah sedang tak enak badan, Dara..." kata Ibu.
"Loh.. kenapa? apa obatnya tidak di minum?" kata Dara panik.
"Hanya masuk angin, kemarin Ayah kehujanan karena membetulkan genteng yang pecah" kata Ibu..
Astaghfirullah .. kasian ayah...
"Kenapa ga telfon Dara Bu, kan bisa suruh orang dulu.." kata Dara khawatir.
"Hemm Ayah melarang ibu.. Ayah tau kamu baru saja bekerja, mana ada uang.. pikir ayah begitu" kata Ibu.
Untung saja aku tadi sempat menguras ATM ku..
"Bu... ini uang untuk pegangan kalian" kata Dara.
"Astaghfirullah banyak betul Dara.. ini uang apa?" kata Ibu.
"Dara dapat tawaran lagi untuk dinas lagi di luar kota, tapi dara tidak bisa kembali setiap Minggu, dara usahakan kembali dua pekan sekali" kata Dara dengan lembut.
"Masya Allah Dara, ibu bingung harus jawab apa.. begitu gigih kamu bekerja sampai harus merantau nak? kamu anak perempuan..." kata Ibu sedikit sendu.
"Dara... Maaf ya kita merepotkan" Ayah dara tiba-tiba keluar dari kamarnya nampak nya ayah sudah mendengar perbincangan Dara dan ibunda nya.
"Ayah.. ayah katanya sakit, kita berobat yuk" kata Dara menyambut kedatangan ayahnya dengan mencium tangannya.
"Tidak usah ... ini sudah jauh membaik..." kata Ayah dengan yakin.
__ADS_1
"Ayah sebenarnya malu, kamu harus bekerja sampai keluar kota begitu.." kata Ayah duduk di hadapan Dara dan ibu.
"Hemm Tak apa ayah, disana teman-teman Dara baik-baik tak kalah baik dari Susan.." kata Dara dengan senyumnya.
"Dara hanya butuh Ridho Ayah dan Ibu" kata Dara menyambung ucapannya.
"Selagi itu adalah hal yang tidak melanggar norma, ayah meridhoi..." kata Ayah.
"Kapan kamu berangkat..?" kata Ibu.
"Sore nanti Bu... Agar besok sudah bisa bekerja" kata Dara.
"Kalo begitu, ibu masak makan siang kesukaan kamu yaa.." kata Ibu.
"Makasih ya Bu, kalo begitu Dara mau tidur sebentar yaa Bu, yah.." pamit Dara yang merasa matanya kini begitu berat.
"Ayah istirahatlah, kalau sore nanti belum membaik akan Dara antar ke dokter .." kata Dara dengan bawelnya.
*
"Mengapa ada dia lagi? Mama tidak bersemangat melihat anak itu" kata Ibu Nia yang sudah menunggu ke pulangan Bagas.
"Stop mah.. kalau Ziadar dengar pasti ia kan sangat sedih" kata Bagas sedikit menahan suaranya..
"Biar saja, mama tidak sudi punya cucu dari perempuan kampung itu..." kata Ibu Nia begitu sombong.
"Bagas! urus dulu soal perusahaan dan cari, dimana adikmu" kata Ibu Nia begitu kesal dengan sikap Bagas.
"Paman Alex sudah mengurusnya, sekarang biarkan Bagas beristirahat" kata Bagas Hendar pergi meninggalkan ibundanya.
"Bisa-bisanya kamu mau tidur, sementara adikmu tidak tahu dimana keberadaannya sekarang" kata Ibu Nia kesal.
"Rega sudah Dewasa mah, dia laki-laki.. maka biarkan saja dia pergi.. mama ingin dia kembali???" Tanya Bagas di akhir ucapannya.
"Tentu, dia anak mama juga" sinis jawab Ibu Nia.
"Blokir semua kredit card, juga ATM nya.. niscaya dia akan datang menemui mama..." Bagas berucap sambil menyunggingkan bibirnya.
Bisa-bisanya mama mencarimu, Rega.. Andai aku mampu mengatakan siapa kamu pasti sudah aku katakan... Aku hanya menghargai mama sebagai ibuku.
"Bagas.." Ucap ibu Nia hingga Bagas menahan langkahnya.
"Apa lagi, mah?" kata Bagas yang sudah cukup lelah..
"Bisakah kamu berfikir lebih waras lagi?" kata Ibu Nia, seketika Bagas mengerutkan keningnya .
"Ini soal mawar... dia sudah tidak ad harapan untuk hidup.. kehidupannya saat ini bergantung pada alat, Bagas" kata Ibu Nia membuat bagus kesal.
"Mah.. hargai keputusan Bagas.." kata Bagas kesal
__ADS_1
"Lalu kamu melupakan mama? apa mama tidak bisa memberikan masukan lagi?" kesal ibu Nia.
"Mama bukan memberi masukan, mama menekan Bagas.." ucapan Bagas membuat Ibu Nia semakin kesal di buatnya.
"Mama hanya ingin kamu sadar.. kini mawar terjebak dalam ketidak bahagiakan, seharusnya dia sudah bisa melepas raganya, dia sudah bisa beristirahat tanpa beban... harusnya kamu pikirkan hal itu Bagas".
Bagas terdiam sesaat... hingga ia berdecak kesal dan meninggalkan ibunya seorang diri..
Bagas menuju kamarnya Dima a Zaidar dan Alex berada disana.
Bagas memasang raut wajah kecewanya terhadap kehadiran sang ibu yang selalu saja di isi dengan perdebatan.
"Papa.. apa omah memarahi papa?" tanya bocah tampan itu.
"Tentu tidak .. omah hanya ingin menjenguk kamu, tapi kamu kan perlu istirahat" kata Bagas sambil mengusap lembut pucuk kepala Zaidar.
Alex melirik ke arah Bagas penuh tanda tanya..
"Zai... papa boleh bicara sebentar? kamu diam disini papa ke ruang kerja sebentar" kata Bagas berbicara lembut.
"Iya, papa .. boleh" kata Zaidar melepas senyum ya.
*
"Semua sudah beres, kamu tidak perlu khawatir.. jika kamu mau kita bisa membawa ini ke masalah hukum.." ucap Alex tegas, nampaknya ia juga sudah cukup kesal dengan Rega yang tak pernah berubah selalu membuat kekacauan.
"Tidak perlu... aku menanti iktikad baiknya kesini menjelaskan semuanya padaku .." kata Bagas masih dengan sikap aslinya.
"Tapi kerugian kita cukup besar, sehingga kita harus memutar otak membuat strategi kedepannya lagi ... " kata Alex berbicara secara realistis.
"Lakukan saja strategi itu.." kata Bagas dengan simplenya.
Aku benar-benar tidak habis pikir, Rega tidak ada rasa terimakasihnya kepada keluarga ini.. harusnya sejak dulu aku sudah membuka semua rahasia soal Rega.. Batin alex kesal.
*
*
*
Haduhhh si Alex, punya rahasia apa lagi ya dia? ada yang tau? hehe
Btw jangan lupa ya dukungan kalian berupa like dan komen sangat berarti loh buat aku..
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Selamat Hari Natal Bagi Kalian yang Merayakan.. Semoga Kasih dan Damai Natal Senantiasa Bersama Kalian dan Keluarga ❤️
TERIMAKASIH DUKUNGANNYA UNTUK AKU🥰
__ADS_1