
"Maksud bapak apa?"
Dara menerima sebuah amplop berisi uang tunai..
"Dara.. selama Zaidar belum ketemu, kembalilah dulu ke rumahmu... beristirahat dulu kamu disana" Alex menjelaskan sementara Bagas hanya terdiam, cenderung tertunduk tak mampu dirinya menatap Dara..
"kalo ini keputusan Pak Bagas dan pak Alex, saya terima.. " kata Dara lirih.
"Saya bukan sedih karena kehilangan pekerjaan, tapi saya sedih karena kenangan" kata Dara membuat Bagas menoleh ke arah Dara.
"Mohon pengertian mu, Dara .." kata Bagas dengan singkatnya.
"Iya pak saya, mengerti.." kata Dara tak mampu lagi berkata-kata..
Zai... dimanapun kamu, Tante berharap sekali kamu dalam keadaan sehat, kamu bersama orang-orang baik yang memberimu kasih sayang.. terimakasih Zai sudah mengajarkan Tante arti kejujuran dari sosokmu yang begitu luguh.. Tante sayang sekali dengan kamu, Zai... Batin Dara sambil air mata berlinang di pipinya.
*
Satu Pekan setelah Dara kembali kerumahnya, entah mengapa ada rasa rindunya pada Bagas.. Marahnya, senyum serta ucapan ketus Bagas membuat rasa rindu itu muncul dengan sendirinya..
Dara sudah berniat untuk mencari pekerjaan pagi itu, uang pesangon dari Bagas memang lebih dari cukup, namun rasa bosan Dara sepertinya tidak bisa menahannya untuk berada terus dirumah..
Rasa bosan menghantarkan bayang Zaidar yang membuatnya sedih, rasa rindu pada Bagas pun sering kali muncul namun cepat ia tepis..
"Mau melamar kerja diamana kamu?" Tanya Ayah Dara saat mereka duduk bersama untuk sarapan bersama.
"Kemanapun, Yah... dan jadi apapun.." kata Dara melebarkan senyumnya menutupi kesedihannya..
"Ibu doakan, semoga langkahmu membawa keberkahan, ya nak" ucap Ibu membuat Dara mengucap Aamiin..
*
Suara klakson motor terdengar..
"Siapa si?" kesal Dara merasa bising.
"Itu sepertinya nak Gustaf..." kata Ayah Dara membuat Dara membulatkan matanya.
"Apa ayah bilang kalo aku hendak melamar pekerjaan" kata Dara sedikit kesal.
"Iya tadi saat sholat subuh berjamaah, nah kebetulan nak Gustaf sedang cuti .. jadi Ayah memintanya mengantarkan kamu, Nak..." kata Ayah Dara membuat Dara menyunggingkan bibirnya..
"Ayah... sudahlah, Dara baru akan menginjak dua puluh tiga tahun.. Dara belum mau menikah" kata Dara sedikit memberi penekanan.
"Hemm... terserahlah, ayah hanya berharap ayah bisa menimang cucu sebelum ayah tiada" ucap Ayah dara membuat Dara dan Ibunya mengucapkan kalimat istighfar bersamaan..
"Yang betul saja kalo bicara" Protes ibu Dara..
"Ayah sudah mulai tak asik, sudah lah Dara berangkat saja" kata Dara bangkit dari duduknya .
__ADS_1
"Sama nak Gustaf kan?" kata ayah dara menegaskan.
"Bagaimana bisa menolak kalo dia sudah standby begitu" kata Dara menujuk ke arah luar , terlihat memang Gustaf sudah sangat siap mengantar Dara.
Ayah dan Ibu Dara hanya terkekeh .
"Wih wih... mas gustaff.. motor baru nih" ledek Dara.
"Alhamdulillah Dara, hadiah doorprize kantor" jujur Gustaf tanpa rasa malu.
"Ini kalo di bawa jalan Bunyi dorr door gaa" ledek Dara terkekeh..
"Kok dorr.. dorr..." bingung Gustaf.
"Yaa kali aja namanya hadiah Doorprize bikin kaget.." kata Dara terkekeh..
"Dara kamu ko gitu" tegur ibu dara berbisik.
Dara menahan tawanya, sungguh hanya niat melempar lelecon tanpa ada rasa ingin menyingung ataupun merendahkan..
"Hemm berangkat sekarang yuk, gimana?" kata Dara memutus candanya.
"Boleh Dar.. pake helm nya dulu" kata Gustaf memberi sebuah helm berwarna pink bergambar hello Kitty..
"wow cewek banget..." kata Dara semakin terkekeh..
"Mas pikir kamu suka.." jujur Gustaf.
"Sudah ayo cepat .." kata Dara.
Dara mengirimkan lamaran tertulis langsung ke beberapa perusahaan, sadar atas pendidikan yang ia miliki, dara hanya melamar sebagai cleaning servis dan beberapa di antaranya dara mencoba melamar sebagai admin di PT kecil di dekat rumahnya..
Dara menoleh saat namanya dipanggil..
"Astaga.. pak Alex??? ini pak Alex???" Kata Dara begitu sumringah..
"Sedang apa? " Singkat Alex bertanya.
"Lamar pekerjaan pak" kata Dara tersenyum.
Alex melirik ke arah meja resepsionis terdapat sebuah map yang ia yakini adalah surat lamaran pekerjaan.
"Hmm.. pak, mana pak Bagas?" tanya dara celingukan..
"Sedang meeting .." singkat jawaban Alex membuat Dara sepertinya harus pamit undur diri .
Merasa tak ingin larut dalam kesedihan mengingat sosok Zai Dara pun pamit, ia kembali ke sebrang jalan menemui Gustaf yang menunggunya disana.
"Kenapa Dar? Kok kayaknya orang kesal begitu wajahnya.." kata Gustaf heran.
__ADS_1
"Tak apa.. Makan yuk, cacing di perutku konser nih" kata Dara mengusap lembut perutnya.
Gustaf terkekeh, baginya jarang wanita jaman sekarang itu berucap apa adanya seperti Dara...
Mereka memilih makan di warung ayam bakar pinggir jalan. Dengan lahap Dara menyantap makanan yang sudah di hidangkan..
"Dara ..."
"Kenapa, mas?" tanya Dara usai menelan makanan di mulutnya.
"Kamu belum terfikir untuk menikah kah?" tanya Gustaf membuat Dara tersedak, Dara terkejut dengan ucapan Gustaf kala itu.
Apalagi ini.. kenapa harus ada ucapan seperti itu lagi.. kode banget si dia . hemm
"Pelan- pelan .. maaf sampai bikin kamu tersedak gitu .." kata Gustaf merasa tak enak hati.
Dara terkekeh malu..
"Mas.. mas Gustaf kan tau ya, Dara masih sangat muda, Dara pengen banget bahagiakan ibu dan ayah pakai hasil dari keringat dara.. Dara juga pengen adik Dara bisa kuliah nantinya ..."
Gustaf tersenyum..
"hmm kalo mas nunggu kamu, gapapa kan?"
Deng...
Mata Dara membulat, ia tidak menyangka Gustaf segigih itu..
Astaga bagaimana aku menjawabnya..aku tidak ada rasa ingin memiliki mas Gustaf..
"Hmm nunggu selsai makan mas?" kata Dara terkekeh memberi pelesetan ringan demi mencairkan suasana .
"Menunggu kamu siap menikah, menjadi istri aku, Dara..."
jantung Dara berdegup kencang mendengar ucapan Gustaf kala itu..
Disaat itu pula ponsel Dara yang ia letakkan di meja berdering.
"Nomer baru" kata Dara sambil melihat ponselnya ..
"Angkat dulu siapa tahu penting .." kata Gustaf dengan senyumnya.
Dara tersenyum simpul .. ia menerima panggilan masuk itu dengan cepat.
Dara menyimpulkan senyumnya lebih lebar .. berbicara dengan lembut semakin membuat Gustaff penasaran apa yang membuat Dara terlihat sangat bahagia kala itu!????
*
*
__ADS_1
Haii semua maaf kmren absen ga up, karena satu dan lain hal urusan RL yang cukup padat...
Jangan lupa like komen dan vote nya yaa.. 😌❤️