
Dara masih asik bercanda ria di sebuah ruangan khusus yang ada di masjid besar tersebut, beberapa teman juga kerabat dekat berkumpul diaana sekedar mengucapkan seamat dan berfoto ria bersama Dara.
Hingga waktu yang akhirnya membuat mereka harus segera berpisah, Bagas sudah menyelesaikan kewajibanny sebagai seorang muslim pada hari jumat, dan Dara harus bergegas pergi meninggalkan lokasi sata ini menuju hotel mewah dimana akan terselengara acara resepsi pernikahan pada malam hari nanti.
"Apa kamu senang?" Tanya Bagas saat berada dalam mobilnya.
"Pertanyaanmu sungguh aneh, Mas.." ucap Dara.
"Pernikahan itu impian semua insan, dan aku sudah mencapinya saat ini untuk memulainya bersamamu, kenapa harus kamu menanyakan soal senang, jelas lah senang"
Dara beebicar dengan cepat, Bagas terkekeh merindukan sikap cerewet kekasihnya.
"beberapa hari tidak bertemu, kamu makin bawel ya" goda Bagas hingga wajah Dara memerah..
"Mas jangan membuat aku salah tingkah ya?" Kata Dara memberi peringtan.. "sebenarnya aku itu tengah menyembunyikan rasa kantukku, semalaman aku tidak bisa tidur" Jujur Dara berkeluh pada suaminya.
"Loh kenapa? Apa ada yang menganggumu? Susan ya?" Ucap Bagas menerka.
"Iya ada yang ganggu pikiranku, tapi bukan susan kok, semalam dia tidur sangat nyenyak hingga mendengkur cukup kencang " kata Dara sambil menertawakan ucapannya sendiri.
"Lalu apa yang membuatmu susah tidur?" Tanya Bagas.
"Aku memikirkan moment tadi itu, aku takut kamu ga lantang, aku takut kamu lupa, aku takut ada trauble.. ah semua ketakutan itu aku pikirkan" ucap Dara hingga bagas menggelengkan kepalanya heran.
"Kamu ini bukannya mendoakan, malah menyimpan ragu" kata Bagas.
"Ih bukan gitu loh, berdoa pasti tapi kondisi hari ini kan belum pasti bagaimana akan terjadi, wajar dong aku merasa khawatir" ucap Dara memelas, hingga Bagas nampaknya harus memaklumi apa yang baru saja dara utarakan.
"Sekarang Sudah tenang kan?" Kata Bagas sambil mengengam tangan isterinya yang masih terlihat sangat cantik dengan makeupnya.
"Sudah kok, tapi aku ngantuk" ucap Dara.
Tanpa menjawab dengan perkataan, Bagas mengarahkan kepala Dara agar dapat bersandar di bahunya.
"Tidur, perjalanan masih lumayan jauh, agak macet juga" ucap Bagas pelan, Dara tak menjawab apapun. Sikapnya tentu sudah mengabarkan apa yang akan ia katakan.
Di tempat lain..
Tangisan seorang wanita pecah, wajahnya seketika merah membara penuh amarah.
"Kenapa secepat ini?? Sakit sekali" Mawar menangis hiateris. Rega melihatnya hanya diam, diam dan merenung.
Kamu masih mencintainya.. baiklah Mawar.
"Aku ingin pergi bersama teman-temanku" ucap Rega seakan tak memperdulikan mawar lagi.
Mawar terdiam..
__ADS_1
"kamu meninggalkan aku? Jahat sekali" ucap Mawar.
Rega menyungibgkan bibirnya menertawakan kecil ucapan Mawar.
"Aku meninggalkanmu? Aku sudah terlalu lama berdiam disini, menemaninu, menanti dirimu kembali, masih saja kamu bilang aku meninggalkanmu? Hahaha lelucon mu itu sungguh mengelitik" Rega tertawa mengejek.
Mawar terdiam, ia menghapus air matanya.
"Kamu terlalu sibuk dengan kesembuhanmu, untuk apa? Untuk mencari simpatik Kakaku lagi? Begitu? Hahahaha sungguh miris nasibku" Rega nampaknya mulai mengeluarkan apa yang menganjal dalam hatinya selama ini.
Mawar berusaha berdiri pelan, ia meraih satu tongkatnya demi menopang dirinya.
"Sudah aku katakan, aku sembuh untuk Zaidar.. bukan untuk Bagas"
Mawar membentak Rega yang sangat jelas tengah mengejek Mawar.
"Hhahaha lalu, tangisanmu itu apa? Apa????!!"
Rega penuh emosi, ia membanting sebuh vas bunga yang berada disisinya.
"REGAAA" Mawar terkejut histeris.
"Terlalu munafik!!!" Rega pergi begitu saja meninggalkan Mawar seorang diri. Air mata mawar berlinang kembali, sesak terasa didadany. Tubuhnya terhuyung lemas, hingga ia duduk terdiam di atas sofa.
"Kenapa harus begini? Kenapa?" Mawar bermonolog menyesal semua yang tengah terjadi.
Mawar terlihat sangat kecewa dengan keadaan saat ini, sejatinya seorang wanita yang mencintai namun tak terbalas, begitulah kiranya rasa kekecewaan mendalam merasuk dalam hatinya.
Rega mengendarai kencang mobilnya menembus sepinya hari. Entah kemana tujuan Rega saat ini, ia hanya butuh tenang.
Di gengamnya stir mobil penuh dengan emosi dan tenaga.
"Aarrrggghhhh" Rega memukul stir mobilnya, hingga sedikit hilang kendali saat itu, namun ia bisa mengatasinya.
Dering ponsel Rega berbunyi, ia mengabaikan nya mamun pnggilan berulang itu membuatnya bergegas meraih ponselnya.
"Kak Bagas..." Rega menghebuskan kasar nafasnya. Ia mencoba meredam sesaat emosinya saat ia mengetahui Bagas melakukan pnggilan video saat itu.
"Aku tidak boleh mengecewakan dia" ucap Rega
"Dia tidak boleh tahu soal kekacawan hatiku an Mawar saat ini..." ucap Rega sesaat sebelum akhirnya ia menerima panggilan masuk dari Bahas.
Lama sekaliii - Tanpa basa-basi Bagas langsung memprotes adiknya itu.
Pengantin Baru.. yaaa yaaa yaaa... sorry ka aku sedang mengemudi..
Lihat kita dong, sudah berada di kamar berdua.. - Bagas meledek adiknya itu hingga Rega memberi tawa kecilnya sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Hari masih sore kak, bersabarlah - Rega meledek kaka nya itu.
Aku tahu.. kita akan mebgelar resepsi pukul 7 malam.. kau tak ingin pulang? Cukuplah waktu penerbangan 3 jam dari sekarang- Bagas mencoba merayu adiknya.
Ah jangan kamu memaksaku kak, besok aja jadwal terapi Mawar, aku tidak mau dia kecapean juga.. - Rega memberi alasan palsu saat itu, ia masih memendam kecewa saat itu.
Baiklah kalo begitu... kamu mau kemana? Kamu sendirian kah? Dimana Mawar?
Aku sendiri hanya ingin membeli pizza saja, Mawar berada di apartemen Sedang beristirahat ..
Baiklah Rega, kaka harap kalian baik baik saja dan tetap menjaga kesehatan kalian..
iya kak terimakasih, sekali lagi selamat untuk kalian berdua, berikan aku keponakan yang banyak yaaa...
Hhaha tenang saja, akan ada teman untuk zaidar.
Hahaha baiklah, kalo begitu selamat bersenang-senang kaka dan kaka iparku, Dara..
Rega menyembunyikan rasa kesal dan kecewaanya pada Mawar saat itu, melihat rona bahagia terpancar jelas dari wajah Dara dan Bagas membuat Rega memilih lebih banyak diam.
Sementara itu, di Jakarta, disebuah kamar hotel dimana Bagas dan Dara berada.
"Bagaimana sayang? Kamu dengar kan request dari adiku? Ia ingin memiliki keponakan yang banyak" kata Bagas pada Dara, hingga tersipu malu gadis cantik itu.
"Mas sudah jangan membuatku semakin salah tingkah" ucap Dara.
Bagas dengan sengaja membut Dara sedikit salah tingkah. Di lingkarkannya tangan Bagas di pongang mungil Dara, di tariknya tubuh Dara hingga berada di dalam dekapan Bagas.
Jantung Dara berdebar kencang menatap sangat dekat wajah suaminya.
Bagas mendekatkan bibirnya seraya meluapkan sedikit hasratnya. Dara terlihat pasrah dan mengikuti permainan suaminya.
Ciuman itu berlabgsung cukup lama, hingga suara ketukan pintu membuat Dara melepas spontan persatuan bibirnya dengan suaminy.
"Ah siapa sih, menganggu saja" kesal Bagas.
"Sabar sayang, itu pasti MUA yang akan merias wajahku" kata Dara penuh keyakinan.
Dalam hati Dara terkekeh menertawakan Bagas yang tengah menikmati manis bibir Dara, namun begitu saja terhempas karena kedatangan seseorang...
*
*
*
HAHAHA aku tertawa membaca komen kalian di eps sebelumnya.. terimakasih ya atas masukan kalian .. sehat selalu dan berkah terus yaa... selamat berpuasa❤️
__ADS_1
Jangan lupa, like , komen dan gift jika ada rejeki itu untuk Bagas dan Dara 🙏🏻