
Dara mencoba menebalkan telinganya, mengutkan hatinya untuk menghadapi Ibu Nia yang sedang berada di apartemen Bagas.
Sementara itu, Bagas merasa khwatir meninggalkan Dara di apartemennya, namun Dara sendiri merasakan bimbang jika ia memutuskan secara tiba-tiba ikut Bagas bekerja ke kantor.
Terlalu terlihat menghindar oleh Ibu, aku gak mau.. terkesan aku sangat menghindari keberadaannya.. sudahlah, percayakan saja dengan aku, aku yakin akan baik-baik saja.. kan ada zaidar juga..
Dara sudah terbangun sejak pukul lima pagi, ia melakukan tugasnya seperti bisanya, memasak menu sarapan sambil mengerjakan pekerjaan lainnya.
"Masak apa?" Dara di kejutkan oleh Ibu Nia yang tiba-tiba saja datang ke dapur.
"Hmm ini bu, nasi goreng ayam.." kata Dara.
"Saya tidak biasa makan karbo berlebih saat sarapan.. ada menu lain?" Tanya Ibu Nia.
"Hemm ibu mau apa? Mau saya buatkan salad sayuran? Atau mau jus buah?" Tanya Dara mencoba menawarnkan apa yang di bisa ia hidangkan.
"Ada roti gandum?" Tanya ibu Nia.
Aduh..kemarin aku lupa mengambil roti.. bagaimana ya ini.
"Hemm tidak ada,bu.. hemm tapi bisa saya siapkan kok bu, saya bisa beli di minimarket bawah" ucapnya yang memiliki sebuah ide.
"Boleh.. saya mau roti gandum saja" ucapnya.
"Baik bu, sebentar" Dara menyiapkan adah untuk memindahkan nasi goreng itu ke sebuah wadah saji, lalu ia bergegas menuju mini market di lantai dasar apartemen yang. Uka selama 24 jam.
Tuhan.. semoga hari ini adalah hri keberuntunganku.. - ucap Dara membatin sambil menuju mini market di lobby.
Ibu Nia mengambil satu piring kecil berserta sendoknya, ia mengambil sedikit nasi goreng yang baru saja Dara masak..
"Hemm.. enak, bisa masak juga dia" ucap Ibu Nia memuji masakan simple Dara.
"Okelah .. tapi tak tahu yaa menu masakan lainnya, gak mungkin kan setiap hari anakku makan nasi goreng" ucap Ibu Nia, ia kemudin mencuci piring dan sedok itu demi menghilanglan jejaknya, baru lah ia pergi meninggalkan area dapur dan berggeas untuk mandi.
*
Dara menghidangkan menu sarapan pagi, Zidar juga sudah tebangun dan mandi, pagi ini dengan penuh kasih sayang ibu Nia membantu Zaidar untuk mandi dan bergegas sarapan bersama.
"Omah.. omah hanya memakan roti? Naso goreng nya enak loh omah kata Zaidar hanya mengundang senyum Bagas dan Dara.
"Omah tidak biasa makan berat saat pagi.. nanti kalo omah mau kan bisa meminta Tante Dara masak saat siang, boleh kan Dara?"
"Iya bu, boleh.. ibu mau di masakin apa?" Tany Dara sedikit memacu sebar jantungnya.
"Hemm tidak usah masak, beli saja" celetuk Bagas.
__ADS_1
"Kalo Dara mau masak ya masak saja.."
"hemm, sup atau soto sepertinya enak yaa siang-siang nanti" tambah ibu nia seolah memberi kode pada Dara.
Matilah aku.. mana bisa aku membuat soto?? Oh iya tenang, ada google yang pasti bisa membantu aku..
Astaga apa Dara bisa yaa membuat soto, aku yakin Mama hanya ngerjain Dara..
"Oke nanti saya akan belanja bahan-bahan dan bubunya bu.. " Dara berbicara seolah sangat yakin dapat membuat soto, semntara Bagas tak yakin, penuh ragu.
Bagas hendak pergi menuju kantornya, ia menyampatkan diri berbicara pada Dara untuk sekedar meyakinkan Dara memenuhi permintaan ibunya itu..
Dengan penuh keyakinan, Dara meyakinkan Bagas.
Usai Bagas pergi Dara berpamitan sejenak untuk berbelanja kebutuhannya untuk memasak.
Untung saja aku ingat di dekat sini ada pasar modern, pasti disana banyak sayuran segar.
Dara membatin penuh semangat..
Yaa Dara benar-benar memasak soto dengan sangat riang gembira, aroma tumisan bumbu yang ia masak mengundang perhatian Zaidar juga Ibu Nia yang tengah asik menonton Televisi.
Nampaknya Dara benar-benar ingin membuktikan padaku kalau dia layak menjadi menantuku..
Ibu Nia meraih ponsenya entah apa yang ia lakukan pada ponselnya..
Enak.. Ibu Nia pasti suka - ucap Dara menyiapkan beberapa pelengkap soto lainnya di meja makan..
"Ibu.. Sotonya sudah matang, mau makan sekarang?" Tanya dara menghampiri Ibu Nia di ruang tamu.
"Sebentar lagi," Singkat Ibu Nia menjawab.
"Ini Zaidar juga tertidur.." Tambahnya.
"Biar saya pindahkan ke kamarnya bu,.."
"Hemm.. saya juga mau pamit mandi dulu ya bu, silahkan ibu kalo mau makan bisa lebih dulu saja, semua sudah saya siapkan di meja makan..." Dengan sopan dara berucap sambil menggendong Zaidar yang tertidur.
Setengah jam berlalu Dara baru saja menyelesaikan mandinya, ia melihat ke arah meja makan, di lihatnya Ibu Nia tengah duduk dan makan.. Dengan rasa percaya diri dara mendekat.
Semoga Ibu Nia suka... - Batinnya penuh harapan.
Dara terkejut seketika saat melihat mangkuk ibu Nia terisi kuah berwarna hitam pekat..
kok hitam sekali? Apa ketumpahan kecap?
__ADS_1
"Ehh dara, silahkan kalo mau makan, saya udah kenyang.." Ibu NIa berucap dengan santainya.
'Kok kuah ibu sangat hitam?" Tanya Dara yang semakin yakin, mangkuk itu bukan berisi soto yang ia buat.
"Oh ini, ia saya makan rawon tadi saya order di tempat langanan.. Bagas suka banget loh rawon ini.. " tanpa rasa berdosa dan bersalah Ibu Nia berucap hingga rasa sakit di hati Dara.
Astagfirullah.. sakit sekali rasanya.. apa ibu nia tidak melihat seberapa besar perjuangan aku membuat soto itu? Sakit sekali rasanya..
"Ibu.. Ibu tidak memakan soto yang saya buat?" Tanya Dara menahan sedihnya.
"Oh iya yaa.. saya tadi tiba-tiba ingin sekali makan rawon makanya saya pesan, kamu saja ya yang makan.. saya mau istirahat dulu.."
Ibu Nia meninggalkan Dara begitu saja, tanpa Dara sadari air matanya mengalir perlahan membasahi pipinya, hanya kekecewaan saja yang kini di rasakan Dara.
Dengan sengaja pula Dara tidak merapihkan area meja makan, ia bergegas menuju kamarnya untuk melepas tangisnya.
Satu Jam berlalu , Dara ternyata terlelap saat dirinya menangis merasa kecewa, namun saat ini seperti mimpi di siang bolong. Dara terbangun karena kakinya terasa tersentuh oleh sebuah tangan, telinganya menangkap sebuah suara menyebutkan Namanya.
"Mas.. astagrfiirullah.. jam berapa sih ini?" Dara terkejut saat Bagas membangunkannya. Dara cepat-cepat duduk sambil merapihkan rambutnya.
"Jam setengah dua siang.." Ucap Bagas..
"Aku lapar, kamu masak kan? Siapkan masakan untukku,ya?" Bagas langsung saja to the poin dalam berucap kala itu.
"Tapi, mas?" Dara ingin sekali menawarkan soto yang ia masak atau rawon yang di pesan Ibu Nia.
"Aku ganti baju dulu, siapkan yaa" kata BAgas memotong pembicaraan Dara dan bergegas meninggalkan kamar Dara.
Dara teringat sesuatu, ia belum sempat merapihkan meja makan sejak tadi.. bergegas ia menuju meja makan..
alangkah terkejutnya Dara, meja makan nampak bersih, tidak ada bekas piring kotor ibu Nia disana..
Astaga.. pasti Ibu Nia yang merapihkannya, pasti dia semakin kecewa padaku.. pati ia menganggap aku ini pemalas.. Dara membatin cemas.
Bergegas Dara memanaskan kuah soto juga satu porsi rawon yang di beli ibu Nia.
Aku mau lihat, kamu lebih memilih masakan aku atau orderan ibumu.. akan aku katakan kalo rawon ini adalah masakanku dan soto ini adalah orderan ibunya siang tadi karena kecewa aku telah memasak srawon bukan soto - Dara membatin.
*
*
*
Tbc ..
__ADS_1
Hemm kira-kira menu apa yaa yang akan Bagas pilih.. hihi
Next Yaa ...