Bunga Terakhir

Bunga Terakhir
Kenapa Yaa??


__ADS_3

Gemericik hujan ini membawa makna tersendiri untukku.. Bagiku, hujan itu Anugerah seperti cinta, turun dari atas langit kemudian turun membasahi bumi. Seperti cinta yang tengah aku rasakan, hemm mingkin ini yang dinamakan cinta dari mata turun ke hati...


*


"Woyyy!!" Susan mengejutkan Dara yang tengah melamun.


"Melamun apa lo? Jorok yaa" goda Susan kala itu.


"Iyaa.. melamun orang sedang ngupil" Timpal Dara kala itu sambil berjalan menuju kasurnya.


"Amit-amit...." Jijik susan membayangknnya.


"Gak ada yang elegant yaa lamunan lo" Timpal Susan lagi sambil terkekeh.


"Hemm entahlah, gue mau tidur aja deh" kata Dara sambil merapihkn bantalnya dan mencari posisi pas untuk merebahkan tubuhnya.


"Kenapa si lo ga bergairah gini? Buknnya berbunga-bunga karena jatuh cinta?" Kata Susan kembali mengeluarkan guyonannya.


"Hemm.. entahlah pusing kepala gue, gue ga ngerti sama perasaan gue,San" Ucap Dara mulai sedikit membuka keluh hatinya.


"Kenapa? Ada apakah gerangan adindanya pak Bagas" goda konyol Susan.


"Jangan ajak gue bercanda dulu, San.. serius dulu yuk" Kata Dara yang benar-benar merasa gundah gulana.


"Hemm oke siap-siap.. " kata Susan menahan tawanya.


Tahan.. tahan.. pengen banget gue ketawa, Dar.. sejak kapan wajah lo bisa se serius ini.. Susan membatin meledek Dara dalam hatinya.


"Jadi, apa yang membuat hatimu gundah gulana, galau merana, resah dan gelisah wahai gadis berparas cantik yang baru saja turun dari khayangan hhahaha" Goda lagi Susan membuat Dara kesal dan melempar bantal ke arah wajah Susan.


"Benar-benar menjengkelkan..." Dara mulai memasang wajah kesalnya, entah kali ini dia terlihat lebih serius dari biasanya.


"Oke.. okeee.. gue serius" kata Susan milai memfokuskan dirinya.


"Gue bingung, San.. " kata Dara.


"Sudah akhir-akhir ini gue benar-benar merasa ada yang aneh sama perasaan gue... aneh banget malahan" kata Dara membuka cerita hatinya.


"Aneh gimana? Perasaan lo langka kah? Estetik kah?" Timpal susan sedikit membuat Dara kembali jengkel.


"Ih lo ini.. hemm.. intinya, gue merasa kok ada rasa rindu gue sama pak Bagas, ada rasa dekdekan kalo dia akan tiba dirumah setelah pulang kerja.. ada rasa seneng saat dia memuji gue... dan banyak hal lagi.." Dara duduk di atas kasurny menceritakan dengan begitu serius.


Susan menggelengkan kepalanya sambil menahan tawa..


"Fix ini penyakit.. udah gue diagnosa, ini awal gejalanya" Susan terlihat begitu serius juga meski bibirnya terlihat jelas bahwa dirinya tengah menahan gelak tawa.


"Ehh gila ya lo, pengakit apaan? Gue sehat, San?!" Kesal Dara menimpali dengan serius.


"Hahahahaha"

__ADS_1


Susan tak dapat menahan tawanya lagi, ia melepas tawanya hingga dara melayangkan guling ke arah wajah susan.


"Sory.. sory..." Susan membuat dirinya tenang , untuk menahan tawanya lagi..


"Penyakit kebucinan, ini gejala awal orang jatuh cinta,Dar" kata Susan serius.


"Kenapa lo sebut ini penyakit? Bukan ini anugrah" kata Dara heran.


"Aiiihhhh... hahahaha" Susan melepas tawanya.


"Jadi anugrah ya sekarang" tambahnya.


"Jatuh cinta itu sakit.. lebih baik bangun cinta, lebih greget gitu" kata Susan meledek.


"Heemm lo selalu membuat gue panik seketika!" Kesal Dara.


"Eh tapi serius deh, jadi lo mulai menaruh rasa nih sama pak Bagas itu?" Kata Susan heran.


"Lu sama mas gustaf aja susah buat membuka hati, kenapa sama duda lo bisa dekdekan gini??" Heran Susan.


"Nah ... itu dia San.." kata Dara begitu antusias.


"Apalagi sejak dua hari lalu, dimana Pak Bagas dan Mbak Mawar resmi bercerai secara negara dan agama.. kok gue sedikit senang?? Jahat kan gue" kata Dara sambil memasang wajah bingungnya.


"Wah.. fix ini.. ga di ragukan lagi, lo benar-benar sudah jatuh cinta, maka segeralah membangun cinta..."Serius Susan berbicara kali ini..


"Hemmm...hati-hati tapi, yang namanya membangun itu harus bersamaan gak bisa sendiri, gak akan kokoh.. maka lo harus pstikan kalo Pak Bagas juga mau membangun cinta" kata Susan memberi sebuah petuah.


"Hihihi" taaa susan meledek.


"Lo ini, belum lo tanya kenapa sudah menerka-nerka... awas terkaan lo menjadi doa yang di aminkan oleh malaikat" goda Susan membuat Dara menyungingkan bibirnya.


"Ahh sudahlah.. tidur saja.. semakin mumet Kepala gue" kata Dara merebahkan tubuhnya sambil membelakangi Susan.


Hemm.. benar juga apa yang diucapkan oleh Susan, kenapa ada rasa seperti ini ke pk Bagas? Kenapa bukan ke Mas Gustaf.. yang secara jelas tampaknya dia menyayangi aku..


Dara nampaknya bimbang, jatuh cinta kali ini membuat Dara bingung, terlebih Bagas adalah seorang duda, entah bagaimana Dara harus bersikap nantinya.


*


*


Dara berdiri seorang diri di pinggir jalan tempat biasa ia menunggu Bagas dan Zaidar akan menjemputnya. Hingga pandangan Dara fokus pda sebuah motor yang mendekat ke arahnya.


"Dar.. sudah mau kembali bekerja?"


Yaa pengendara motor itu adalah Gustaf.


"Mas... iya ini mau menunggu jemputan" kata Dara melepas senyumnya.

__ADS_1


"Kenapa kamu ga ambil cuti saja, ayah kamu kayaknya rindu sekali" kata Gustaf sambil terkekeh meledek.


"Hehe belum bisa, mas.. Ayah mudah-mudahan paham kok.. mas baru pulang ya?" Dara berusaha mengalihkan pembicaraanya.


"Iya... aku berniat mengajak kamu makan nasi goreng malam nanti" kata Gustaf.


Dara tertawa kecil.


"Baru semalam loh makan nasi goreng, masa nasi goreng lagi" ledek Dara, hingga keduanya tertawa bersama.


Di tengah obrolan santai mereka mobil sedan hitam melintas cukup kencang, dan nampk jelas mobil berhenti secara mendadak, persis di hadapan motor Gustaf terparkir.


"Astagfirullah.." kaget Dara dan Gustaf.


Dara dan Gustaf saling pandang saat pemikiran mereka menjawab siapa pengendara mobil mewah itu.


Keterlaluan Pak Bagas, membuat aku dan mas Gustaf terkejut.. Dara membatin kesal.


"Bos kamu? Seram sekali cara mengendarai mobil nya " kata gustaf kesal.


"Hehe iya yaa..." kata Dara tidak bisa mengelak.


"Kalo begitu, aku pamit ya mas.. titip ibu, ayah juga zhufar.. Assalammualaikum " Dara bergegas pergi, bahkan belum sempat Gustaf mejawab salam nya, ia sudah berlari saja menuju mobil itu.


"Pak.. mana zaidar?" Kata Dara yang baru saja masuk kedalam mobil, tak nampak sosok Zai yang selalh menyambutnya dengan kehebohan.


Bagas terdiam, tidak menjawab apapun..


Mobil yang di kendarai Bagas juga nampak melajundengan kencang.


Kenapa pak bagas? Apa ada masalah ya? Tapi masalah apa? Dan kemana Zaidar..? Batin Dara penuh tanya.


"Pak???? Bapak ada masalah?" Kata Dara bertanya lagi dengan nada suara yang pelan dan nampak sedikit berhati-hati dalam berucap.


Bagas masih diam, cuek dan mengendarai mobilnya dengan laju yang kencang..


Ih.. kenap si singa ini??? Kenapa dia diam saja? Mati kutu aku di buatnya..


*


*


Haii semua.. apa kabar? Allhamdulillah aku sudah jauh membaik after vaksin booster hehe.


Kalian sudah vaksin kah? ☺️


Btw jangan lupa yaa tinggalkan jejak kalian disini agar memacu semangat aku untuk menulis lagi..


Kalian yang sudah mendukung aku ucapkan Terimakasih 😍πŸ₯°

__ADS_1


Semoga Tuhan melimpahkan keberkahan, kesehatan dan kebahagiaan untuk kita semua 😍πŸ₯°πŸŒΉ


Aamiin..


__ADS_2