
Guys aku bingung memenuhi req kalian hhaha.. bulan puasa guys, tapi kita coba yaa😂
*
*
*
"Kamu mau menemui paman Alex? Aku tak apa sendiri dulu" Dara mengharapkan Bagas bisa meninggalkannya seorang diri di kamr pengantin mereka, rasanya belum terbiasa untuk berada berdua di dalam sebuah kamar dengan Bagas.
"Sepertinya paman pulang, aku sudah kirim pesan singkat untuknya, tak ada balasan juga" ucap Bagas sambil melihat ponselnya.
Haduh.. aku ingin menganti pakaian ini dan segera mandi tapi risih rasanya ada mas Bagas disini, aku masih sangat cangung..
"Hmm ini koper aku mana ya, mas?" Tanya Dara celingukan.
"Mungkin di lemari sana, coba aku lihat ya?" Bagas berjalan menuju lemari dengan pintu kaca yang cukup besar dan lebar.
"Tidak ada disini , koperku juga gak ad......." ucapan Bagas tertahan saat ia menggeser pintu terakhir pada lemari itu.
"Kenapa mas?" Dara penasaran, dan mendekat.
"Hanya ini??" Bagas terkejut hanya ada dua set pakaian malam untuk pengantin baru.
"Astaga.. pakaian apa ini??" Dara terkejut sambil meraih pakaian yang masih tergantung dalam hangernya.
"Ada note nya, sayang.." ucap Bagas nembuka note uang terselip disana.
Selamat mengeksplore dunia baru Dara dan Bagas.. Ku doakan kesuksesan dapat terjadi malam ini, semanagat untuk kalian .. semangat menjadi bangeng yang panas membara melihat merahnya gaun tidur ini HAHAHA
-SUSAN-
"Susaaaannnnnnnn" Dara kesal menyebut nama Susan.
Sementra Bagas hanya tersenyum lebar merasa Susan penuh pengertian pada dirinya.
Tatapan Bagas pada Dara mulai mendalam.
"Mas, aku colok ya matamu" kesal Dara yang belum mereda kini tatapan Bagas bagai singa yang tengah melihat daging segar di hadapannya.
"Kenapa? Dosa jika tidak ingin di pandang suami loh" ucap Bagas sambil menggoda isterinya.
"Duh, ini gimana? Aku bisa masuk angin pakai baju seperti ini, mas.." ucap Dara memandang merahnya baju itu.
"Dari pada kamu tidak memakai baju, hayooo" goda Bagas terkekeh.
"Aahhh kalian ini" Dara beranjak menuju kamar mandi dengan lanhkah yang ia hentakkan cukup kencang..
Setibanya di dalam kamar mandi, Dara kesulitan melepas pakaian pengantin yang ia kenakan.
"Kancingnya kenapa harus di belakanggg malah banyak sekali, bagaimana aku bisa melepasnya tanpa bantuan orang lain??"ucap Dara kesal.
"Masssss..." teriak Dara.
"Yaaa ada apa?"
"Mas coba tolong telfon ibu deh, pakai ponselku saja" kata Dara dari dalam toilet.
__ADS_1
"Ada apa? Ibu mungkin sudah istirhat.." kata Bagas mengambil kemungkinan terburuk.
"Mama? Hemm atau susan" tanbah Dara.
"Ada apa? Kamu kenapa?" Bingung Bagas dari luar kamar mandi.
"Mama pasti juga sudah beristirahat, Susan bukannya sudah izin pulang tadi untuk mempersiapkan diri di acara esok"
Dara semakin kebingungan.
"Gak mungkin aku rusak gaun ini? Harganya mahal sekali.. bisa untuk anakku nanti" ucap Dara sambil memandang dirinya di hadapan cermin.
"Terpaksa, semoga tidak menimbulkan apapun jika aku meminta bantuan Mas Bagas" ucapnya pelan sambil menghela kasar nafasnya.
"Sayang.. kamu baik-baik saja?" Tanya Bagas mendekatkan diri di daun pintu toilet itu.
Bagas mendengar suara kunci pintu, ia pun melangkah mundur menjaga jarak.
"Masssss" Dara hanya mengeluarkan kepalanya saja dari celah pintu yang sedikit terbuka itu. Ia melebarkan senyumnya menutupi rasa malunya.
"Kamu kenapa?" Bingung Bagas.
"Aku mau minta tolong, boleh ga?" Tanya Dara malu-malu.
"Tolong apa?"
"Pokoknya aku minta tolong tapi Mas Bagas harus menutup mata Mas Bagas saat menolongku" ucap Dara memeberi syrat yang ia pikir bisa menguntungkan nya.
"Kenapa begitu?" Ucapa bagas heran.
"Sudah jawab saja, kalo tidak bisa aku akan meminta orang lain melakukannya dengan syrat yang sama" Ucap Dara semakin membuat bagas penasaran.
"Oke baiklah.." Bagas segera menyetujuinya.
Dara keluar dari toilet tersebu, ia mendekati bagas dan berdiri dihadapan Bagas.
Bagas pun terkejut atas sikap Dara dengan pikiran jauh Bagas, Apa Dara akan memulainya?.. Batin Bagas merasa dirinya sedikit gugup namun terasa senang dalam hatinya.
Dara melepas Dasi yang masih melingkar longgar di kerah kemeja putih yang bagas kenalan, Dara tersenyum manis pada suaminya membuat Bagas melingkarkan tangannya di pinggul mungil Dara.
"Lepas deh" kata Dara berhsil melepas Dasi tersebut.
Sebentar lagi pasti kancing kemejaku.. Batin Bagas penuh rasa riang.
"Mas.. balik badanmu" bisik Dara dengan hebusan nafas yang snagat terasa di telinga Bagas, membangun sebuah sensasi yang timbul secara alamiah seorang laki-laki.
Astaga...Kenapa Dara melakukan ini? Apa dia paham diaman saja titik kelemahan seorang laki-laki?..
"Mas, ayo cepat..balik badanmu, sudah gerah aku" ucap Dara kali ini di hadapan Bagas.
Secepat itukah dia merasakan hawa panas? Batin Bagas semakin tak terkontrol pula sikapnya.
"Iya, iya.." Bagas memutar Tubuhnya membelakangi Dara.
"Maaf yaa Mas, aku tutup matamu dengan dasi .." ucap Dara.
"Hemm tak apa, aku akan belajar memahami tata letak dengan arahan naluri juga batinku" ucap Bagas.
__ADS_1
"Jangan berlebihan, aku hanya meninta kamu membuka selanjutnya biar aku saja" kata Dara semakin membuat Bagas memikirkan hal yang begitu jauh dari.
"Sudah kencang kan??" Kata Dara memastikan ikatan Dasi itu.
"Sudah sejak tadi" timpalnya.
"Dari tadi? Aneh saja kamu..sudah, berbaliklah.." kata Dara, segera Bagas memutar badanya.
Dara segera memutar juga badannya membelakangi Bagas.
"Mas.. majukan satu tanganmu, kamu harus cepat dan tepat, gunakan insting dan naluri mu ya? Aku gamau berlama lama..."
"Hah? Hemm ya siap siap" bagas gugup seketika.
"Kamu buka mas kancing gaun aku ini, bisa kan?" Ucap Dara.
Astagaa.. aku tidak menyangka Dara bisa nakal seperti ini..
"Mas??? Bisa kan??"
"Siap siap bisa bisa" jawab Bagas dengan cepat.
Menggunakan isting serta nalurinya Bagas langsung menepatkan dengan tepat kedua tangannya di ats kancing-kancing yang berbaris sepanjang tulang belakng Dara.
"Hebat lansgung tepat sasaran gitu, mas" ucap Dara
Mendengar pujian itu, bagas semakin bersemangat menyelesaikan tugasnya. Hingga Dara juga mempersiapkan dirinya untuk segera melarikan diri menuju toilet.
"Sudah habis kah?" Tanya Bagas sedikit meraba ke keberadaan kancing lain.
"Kesempatan dalam kesempitan!!" Gerutu Dara.
"Sudah kok, sekarang turunkan tangan Mas Bagas... tarik nafas lalu hembuskan perlahan, relaxsasikan otot tangan mu " ucap Dara sambil melangkah pelan perlahan menjauhi Bagas menuju ke dalam Toilet.
"Huh.. sayang kamu kenapa aku merasa keberadaanmu menjauh, ya?" Ucap Bagas menbuat Dara dengan cepat menutup pintu kamar mandinya meninggakan sedikit celah untuk kepalanya.
"Mas, buka matamu.." Bagas bergegas membuka penutup mata itu..
"Terimakasih ya sudah membantuku dengan sangat profesional.. kamu terbaik" ucap Dara dengan cepat menutup dan mengunci pintu toilet tersebut.
"DARAAAAAAA!!!" Bagas bedecak menyebut nama Dara penuh kesal.
"Dara buka, kamu harus bertangung jawab atas perbuatanmuuu" kata Bagas mengetuk pintu toilet.
"Apa yang aku lakukan?? Kamu lupa yaa aku sejak awal kan meminta tolong loh" teriak Dara sambil terkekeh.
"Aku tidak mau tau, liat saja nanti.. akan aku balas tak akan aku beri ampun!!"
Dara menghentikan sejenak aktivitasnya.
"Haduh, matilah aku.. aku mengimingi daging segar pada singa yang tengah kelapran..." kini Daralah yang di rundung rasa takut dan panik menghadapi suaminya saat ia menyelesainya mandinya malam itu..
*
*
*
__ADS_1
Hahaha dikit dulu yaa lanjutin nanti 😅😂🤣
Thanks For Your Support Beibh❤️❤️