
"Disini mereka tinggal..." ucap Alex memberi penjelasan pada Dara.
Mata Dara menyapu sekitar..
Bagas hanya mendengar sekilas, ia memilih berjalan terus menggendong Zaidar yang terlelap sejak berada di perjalanan.
"Kamu harus ingat ... ini di lantai lima" Tambah Alex.
Dara akhirnya resmi menjadi pengasuh Zaidar karena rengekan Zaidar serta ancaman bocah itu. Bagas tidak dapat berkutik menolak permintaan Zaidar, putera semata wayangnya.
"Pak.. saya sebetulnya tidak memiliki pengalaman di bidang asuh mengasuh anak semacam ini..." Kata Dara sedikit takut.
"Belajar, semua yang baru dalam hidup harus di pelajari .. " singkat Alex menjawab.
Huh.. susah juga bercakap ria dengan pria ini.. ada saja jawaban seriusnya hmmm... Dara hanya mampu membatin dalam hatinya, sejak tadi ia mengigit bibirnya agar tidak terlihat terlalu gugup .
Dara pun tidak mampu menolak, melihat sosok Bagas dan juga Alex yang lebih menyeramkan dari singa yang tengah kelaparan.
"Tapi saya harus pulang pak, ibu dan bapak saya bisa khawatir" kata Dara jujur, waktu sudah menunjukan pukul lima sore saat itu.
"Baiklah, pastikan besok kamu sudah tiba disini sebelum Zaidar bangun.. " pinta Alex.
"Baik pak, saya pasti akan usahakan.." kata Dara kala itu meski ia sedikit berkeberatan dengan jam kerjanya yang mengharuskan ia menginap.
Dara pun pulang menggunakan taxi yang sudah di pesan oleh Alex.. Dalam perjalanan Dara merasa bimbang, Bagaimana caranya agar ia mendapatkan izin dari kedua orang tuanya? terlebih keadaan sang ayah yang sering sakit-sakitan membuat Dara tak sampai hati meninggalkan keduanya dirumah tanpa ada Dara.
Tiba dirumah, Dara memasang wajah lesuh dan bingungnya.
"kenapa kamu, kok lesuh banget? ini juga kok kamu pakai baju hitam putih gini??" kata Ibunda Dara..
"hemm.. ini Bu, tadi ada pelatihan.." kata Dara beralasan.
"Oh pelatihan apa?" tanya ibu lagi.
Dara merasa tak punya banyak waktu untuk bercerita semua begitu cepat memburu waktu yang Dara miliki..
"Bu.. hemm dara dapat tawaran baru di kantor" kata Dara berbohong
"Lho .. apa itu?" tanya ibu penasaran.
"Dara akan di mutasi Bu ke Bogor.. bagaimana menurut ibu" kata Dara sedikit gemetar takut.
"Astaga, lumayan jauh nak.. kenapa bisa di pindahkan?" kata Ibu penasaran.
aduh.. kenapa sih harus nanya mendetail gitu . Batin Dara sambil memutar otak nya untuk berfikir cepat.
"Hemm disana ada cabang baru, Bu.. Dara di percaya menjadi leader disana, pengadilan Dara bisa naik" kata Dara, ucapan Dara tentu berdasarkan dengan gaji yang di tawarkan oleh Alex sebesar dua kali lipat dari gajinya sebagai CS.
"Jadi kamu ga tinggal disini, nak? kamu menerima tawaran itu?" kata Ibu sendu.
__ADS_1
"Belum dara terima, Bu.. menurut ibu bagaimana?" kata Dara bersikap sangat manis.
"Jika kamu yakin, kamu mau dan kamu ikhlas.. lakukan lah..." kata Ibu yang sebenarnya tengah menahan air matanya menetes.
"Ini demi kalian, Orang tua Dara..." kata Dara menitihkan air mata.
"Jika itu niat muliamu.. terima saja.. ibu dan bapakmu akan baik-baik saja disini" kata Ibu rela melepas Dara.
"Alhamdulillah.. dara akan pulang dua Minggu atau satu bulan sekali Bu.. Dara janji.." ucap Dara lalu memeluk erat tubuh ibunda nya.
*
Malam hari yang sunyi..
"Dia orang baik?" Tanya Bagas melempar berkas yang Alex berikan.
"Betul Tuan, Dia hidup dengan keadaan yang terbatas, menghidupi kedua orang tuannya, bapaknya pun tengah sakit dan memerlukan obat secara terus menerus.
Hati Bagas tersentuh, seketika ia mengingat sosok yang tengah terbaring lemah di sebuah rumah sakit mewah.
Lamunannya Bagas terpecahkan saat sosok pria masuk kedalam ruang kerjanya, Alex pun langsung menoleh ke arah pintu.
"Astaga.. Tuan Rega" kata Alex terkejut.
"Ada apa mencariku" kata Rega dengan tatapan sinisnya.
"Rega... tak bisa kah kamu bersikap lebih sopan terhadap kakakmu???" kata Bagas kesal.
"Apa Mas Bagas hanya membutuhkan kehormatan ku sebagai adik?" kata Rega begitu ketus.
"To the poin saja . ada apa?" Tambah Rega sambil mengunyah permen karet di mulutnya.
"Sudah ku katakan, jangan kamu mengendarai mobil dalam keadaan mabuk.. kamu bisa membahayakan orang lain juga dirimu sendiri.." Ucap Bagas dengan penuh nasihat
" yaa.. lalu???" kata Rega dengan santainya.
"Sudahlah percuma bicara denganmu.. pergi sana" kata Bagas kesal..
Dasar pecundang... Batin Rega lalu ia pergi meninggalkan Bagas juga Alex.
"Istirahat lah Alex.. aku akan segera kembali ke kamarku" kata Bagas penuh kecewa atas sikap adiknya, Rega.
*
Cuaca sangatlah cerah, Dara memasang alaram ponselnya sebelum adzan subuh berkumandang.. Dara mempersiapkan diri, tak lupa juga dengan beberapa pakaian ganti untuk menetap di kediaman Keluarga Bagas kala itu.
Berangkat pukul berapa ya aku?? bahkan aku tak tahu jam berapa Zaidar akan terbangun.. lebih baik aku buru-buru dari pada aku harus mendengar ceramah dua pria yang hoby marah-marah itu... Kata Dara.
Selepas ia sholat, Dara berpamitan.. Tak lupa dara menyisihkan sebagian uang PHK kepada kedua orang tuanya.
__ADS_1
Dara menumpangi taxi, sesuai dari perintah Alex ...
Mata Dara menyapu jalan yang ia lalui, helaan nafas Dara seolah menandakan bahwa ia siap menjadi seorang pengasuh anak.
Satu Jam perjalanan menuju apartemen yang dihuni oleh Zaidar juga Bagas disana..
Dara sedikit khawatir, ia takut Zaidar telah terbangun lebih dulu dan merengek membuat Bagai pusing di buatnya..
Tiba di depan pintu apartemen, Dara mengetuk pintu pelan hingga kencang namun tidak ada jawaban apapun.
"Maaf mbak, apartemen disinini kedap suara.. makanya mbak ketok pun tidak akan membuahkan suara yang berarti ... mbak pencet saja tombol bel itu" kata Salah satu cleaning servis.
Dara mengigit bibirnya, ia menutup wajahnya dengan telapak tangannya.
Memalukan sekali dara.. kamu benar-benar kampungan sekali... Batin Dara merasa malu dan tak mampu lagi berkata.
Tak lama berselang pintu terbuka ..
Dara terkejut melihat sosok pria tampan, dengan wajah yang terlihat baru saja bangun dari tidurnya, menggunakan piyama hitam di atas kulit putih bersihnya..
Astagaaa... pagi-pagi rejeki banget sih liat yang bening begini..
"Mata mu mau saya tusuk pakai tusuk gigi?" kata Bagas membuat Dara melepas lamunannya.
"Sadis sekali .. Hemm Maaf ya apa saya terlambat?" kata Dara sambil melirik ke arah dalam sambil berjinjit.
"Belum... masuklah, kamarmu di belakang.. ada pakaian kerjamu disana, pakailah.." singkat Bagas menjelaskkan sambil menunjuk ke arah yang ia tuju..
Dara bergegas mengganti pakaiannya selayak pakaian pengasuh anak..
Dara kemudian menuju dapur, sejak semalam Alex sudah memberikan daftar pekerjaan yang harus dara lakukan..
Pertama adalah memasak sarapan untuk Zaidar.. Dara bingung dengan segala fasilitas yang tersedia di dapur itu .
"Ini kompor bagaimana menghidupkannya? kenapa gak ada puteran buat nyalahin nya" kata Dara bingung dengan keadaan yang tak ia pahami..." kata Dara dengan segenap kepolosannya.
Ahaaaaa, aku liat saja di YouTube tutorial menghidupkan kompor digital begini . Kata Dara tertawa puas dan lepas .
*
*
*
Lanjot nanti yaa..
Bagi semangat berartinya yaa, berupa like komen dan rate..
jika ada rejeki boleh bunga dan kopinya Kaka..
__ADS_1
hehe
Makasih ❤️