Bunga Terakhir

Bunga Terakhir
Ngidam


__ADS_3

Semakin hari perut Dara terlihat semakin membesar terlebih kini usia kandungan dara sudah masuk ke bulan ke delapan.Sudah satu minggu lamanya Ibu Dara tinggal bersama Dara, sesekali Ayah dan adik Dara juga menginap disana demi menambah suasana ramai di kediaman yang baru lima bulan ia tempati. Setiap pagi Dara selalu menyempatkan diri untuk berjalan santai di dalam komplek tempat ia tinggal di temani oleh Bagas.


Pagi ini Dara memulai harinya dengan menyiapkan pakaian suaminya lalu bergegas turun untuk menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya. Sejak kehamilannya memasuki trimester ke dua, atau memasuki bulan ke empat dan sudah melewati tiga bulan pertamanya dengan segala drama, dara kini nampaknya terlihat kembali enjoy dengan masa-masanya seperti sebelumnya, Dara terlihat lebih enjoy menikmati hari-harinya di dapur tanpa harus merasa mual dan pusing.


Nasi goreng seafood menjadi menu andalannya pagi ini, selain itu merupakan menu favorite suaminya itu juga menjadi menu yang cukup simple untuk Dara buat untuk sarapan Pagi.


Terlihat Bagas sudah siap dan duduk dengan manis di kursinya, menanti makanan itu di sajikan oleh dara dengan sepenuh hatinya.


"Mas? kamu Happy banget kayaknya.. wajah kamu juga fresh banget yaa pagi ini." Kata dara terpesona dengan sosok suaminya itu.


"Aku selalu happy dong, dan soal muka ku ini? bukannya ini hasil dari service plus-plus kamu sayang? treatment facial hingga masker dan mencabut komedo ku itu kamu yang lakukan lohh.. dan mungkin ini hasilnya.." kata Bagas sambil mencicipi nasi goreng buatan Dara.


"hemm.. oke baiklah.. asal jangan genit-genit yaa" Ucap Dara terkekeh.


Dara terdiam saat mlihat wajah suaminya yang seketika terdiam usai mencicipi nasi goreng buatannya.


"Kenapa mas?" Tanya Dara heran. "gak enak ya?'" Sambung Dara memasang wajah lesuhnya.


"Hah? Hemm enggak sayang, ini cukup enak kok... tapi ada yang kurang aja" Ucap bagas.


"Apa yang kurang, mas?" tambah Dara bingung.


"Pedasnya, ada cabe rawit ga ya di dapur?" Tanya Bagas sambil berdiri dan bergerak beranjak menuju Dapur.


"Cabe? sejak kapan dia suka pedas?" Tanya dara pada dirinya sendiri.


Tak lama kemudian, bagas kembali dengan membawa satu piring kecil berisi potongan cabai rawit berwarna orange. Dara semakin terheran-heran saat potongan cabe itu di tuangkan begitu saja oleh Bagas kedalam piringnya berisi nasi goreng tersebut.


"Mas, itu pedes loh, kamu yakin?" kata Dara heran sambil membayangkan saat ia mengigit tiap potongan cabai tersebut.


"Yakin dong, kenapa engga sih.." tambah bagas dengan lahap menyantap nasi goreng seafood bertabur potongan cabai.


Usai menyantap habis nasi goreng buatan isterinya, Bagas kembali meminum segelas susunya hinga tetes terakhir, tak lupa juga ia meraih satu jeruk yang rasanya asam, membukanya dengan semangat lalu melahapnya.

__ADS_1


"Asam?" tanya Dara sedikit terkejut dengan perubahan suaminya itu.


"Iya sedikit, enak kok, seger banget.." kata Bagas begitu menikmati.


Setelah menghabiskan semuanya itu, bagas bergegas untuk berangkat ke kantor. namun melihat makanan Dara yang masih cukup banyak di atas piring, membuat bagas meminta isterinya untuk tetap melanjutkan makannya.


Tak lama bagas berpamitan dengan Dara, suara bising menganggu telinga Dara, hal itu juga mengundang keinginan Dara untuk melihatnya, bergegaslah ia akhirnya menuju luar rumahnya untuk melihat keramaian yang sedangterjadi.


Dara terkejut saat melihat suaminya masih saja berada disana, di tambah ia melihat satpam rumahnya yang kini sedang memanjat pohon mangga.


"Mas?? kamu ngapain? Tanya heran Dara.


"eh kamu sayang,  ini sayang, aku nunggu Ujang mengambil mangga muda di atas sana, seger keliatannya" Ucap santai Bagas sambil melirik ke arah pohon mangga di halamannya yang sedang di panjat oleh satpam kediamannya.


"hah? yakin mas itu mangga muda pasti asam sekali loh, mau di buat apa?" tanya Dara bingung.


"yaa mau buat di makan sayang, di cocol pakai cabe garem, pasti seger banget deh.." Bagas mendeskripsikan penuh penghayatan sehingga dara ikut merasakan rasa asam pada mulutnya yang muncul seiring dengan pikiranya.


"Apa itu?" tanya Dara


"Ini cabe garem bu, sesuai dengan permintaan bapak.." ucap Bibi pada dara, Bagas hanya tersenyum saja.


Tak lama, ujang turun membawa tiga buah mangga yang masih meneteskan getahnya.


wajah Bagas nampak sangat bahagia kala itu melihat tiga buah manggah muda berhasil di petik oleh satpamnya itu.


"Mau dibawa ke kantor, mas?" tanya Dara heran.


"iya sayang buat ngemil.." santai suaminya menjawab.


"ngemil mangga muda? yaampun itu asam mas nanti kamu sakit perut.." kata Dara mencoba memberi peringatan.


"Tenang sayang, aman.. sudah yaa aku berangkat dulu" kata Bagas kembali berpamitan sambil mencium bibir isterinya yang sedikit bingung dengan sikap suaminya. selepas Bagas pergi dan mobilnya sudah tak nampak lagi Dara memutuskan untuk masuk, ia meraih ponselnya dan mencoba menghubungi paman Alex, dara curiga atas apa yang terjadi pada suaminya itu adalah sebuah kelainan.

__ADS_1


Paman Alex tertawa terbahak-bahak mendengar cerita Dara, wajah Dara semakin bingung saat itu saat paman Alex malah melepas tawanya dibalik panggilan telfon tersebut.


Paman Alex kemudian menjelaskan apa yang tengah terjadi pada Bagas saat ini sesuai dnegan pengalamannya dahulu kala, Dara sempat tidak mempercayai hal tersebut namun paman Alex memberikan beberapa contoh pada Dara yang justru baru saja Dara alami kemarin  ini.


Dara tidak puas hati begitu saja ia juga membuka aplikasi jendela dunianya dan mencari beberapa artikel tersebut, ia sempat tersenyum membaca beberapa kisah disana tatkala seorang suami sebagai pelaku utama juga mengalami masa-masa ngidam yang memang biasanya di alami oleh seorang wanita hamil.


**


Kembali pada posisi bagas di kantor yang tengah menanti kedatangan Paman Alex yang akan berbincang dengan Bagas siang ini. tak lama paman Alex datang dengan membawa beberapa berkas penting untuk di tanda tangani oleh Bagas . Baru saja paman Alex masuk dan melangkah namun Bagas mentapnya tajam, tatapan itu kemudiaan di ikuti dengan tangannya yang membentang ke arah paman Alex menandakan bahwa paman Alex harus segera stop melangkah saat itu juga.


"Kenapa?" Tanya Alex bingung seketika langkahnya di hentikan begitu saja.


"Paman? Parfum apa yang kamu pakai? bauu.. uweeekk" Bagas seketika pusing mencium aroma parfum yang di gunakan oleh paman Alex, seketika ia juga terasa sangat mual.


"come on .. ini parfum yang biasa paman pakai.." ucap paman Alex.


"Entah, itu sampai menusuk di hidungku bahkan membuat perutku mual.. lebih baik paman keluar dulu, aku akan memulihkan diriku dengan obat.."


"Obat? obat apa?" Tanya paman Alex bingung.


"Sudahlah aku punya mangga muda dan juga sambal garam untuk memulihkan rasa mualku, pergilah paman, sanaaaa" Bagas tidak segan-segan mengusir paman Alex saat itu juga.


Kemudian ia mengiris sembarang mangga yang sudah di kupas oleh karyawannya, Bagas memakannya dengan senang sehingga rasa pusing dan mualnya hilang seketika.


"Benar-benar menyusahklan sekali kamu Bagas!!" paman Alex kesal, mungkin ini salah satu balasan alam karena dirinya pagi tadi puas menertawakan Bagas dari apa yang di ceritakan oleh Dara, dan saat ini dirinya benar-benar di tolak oleh Bagas karena rasa mual dan pusing saat melihat dan mencium aroma parfumnya.


-y-


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2