
Dara menghubungi Susan saat pesannya tak mendapatkan respon apapun dari sahabatnya itu. Hah kepada siapa lagi aku harus bertanya, bagaimana caranya aku bisa membuat Mas Bagas tidak marah lagi padaku?.
Dara membuka aplikasi jendela dunia baginya saat Susan tidak dapat ia hubungi.
Mata Dara tak berkedip saat membaca beberapa tips membujuk suami yang sedang marah.
Dara melempr ponselnya ke arah sofa..
Sudah gila kali masa aku harus bersikap centil dan mengoda suamiku sendiri? Apa harus begitu? Menalukan sekali, dimana harga diriku? Batinnya.
Dara nampak bingung, ia meraih kembali ponselnya membuka situs lain, mencari dimana ia bisa menemukan cara yang masuk akal baginya.
"Ah kenapa semua rata-rata menyuruhku membujuk mengunakan cara mengoda begini sih?" Kesalnya.
Dara kemudian menerima pesan dari Ibunya, beberapa wejangan sebagai seorang ibu pada puterinya. Melayani suami adalah ibadah dengan besarnya pahala, membuat suami senang pun pahala nya begitu besar.
"Apaa Mas Bagas akan senang jika aku bersikap seperti itu? Ah memalukan" ucapnya mengurungkan niatnya.
"Tapi sepertinya memang sudah waktunya aku melepas semuanya pada Mas Bagas.."
Dara menuju meja rias sambil membawa satu pouch yang cukup besar.
Dara menata beberapa makeup dan skin care miliknya, tak lupa Dara memakai lotion beserta parfum kenarah tubuhnya.
Dara kemudian mematikan lampu utama kamar hotelnya, ia menyalahkan Tv. Tanpa disengaja siaran kala itu adalah drama romantis yang tengah berlangsung.
Dara memilih menunggu suaminya di atas tempat tidur, mamakai piyama senada dengn Bagas adalah rencana mereka sejak awal.
Bagas pun keluar sambil mengerutkan keningnya, kenap lampu nya jadi redup, apa dia benar-benar tidur?? Bagas memastikan namun kecurigaanya sirnah saat melihat isterinya tengh menonton televisi sambil berbaring di atas ranjang.
"Mas.. minum vitamin mu dulu" ucap Dara dengan lembut sambil beranjak mendekati suaminya, membawakan kotak vitamin dan air mineral.
Dara tersenyum manis dengan rambut hitam panjang yang ia gerai menambah kecantikannya secara natural.
Bagas menarik nafasnya panjang, mencium aroma manis pada diri isterinya.
Bagas meminum vitamin yang Dara berikan dengan tatapan yang begitu tajam pada isterinya.
Mas Bagas benar-benar marah ? Tatapannya membuatku takut .. Batin Dara sambil mengalihkan pandangannya.
Dara berjalan beberapa langkah menuju meja dimana ia akan kembali meletakkan gelas juga memasukan kembali vitamin kedalam koper.
Bagas ikut mendekat dan memeluk isterinya dari belakang, Dara tentu sangt terkejut. Namun, kali ini ia harus menikmati setiap sentuhan yang Bagas berikan.
Aku yakin, mas Bagas sudah tidak marah lagi.. ternyta mudah juga membuatnya tak marah lagi...
Bagas meletakan kepalanya di bahu Dara, sandaran itu membuat Dara semakin yakin jika suaminya tidak lagi marah padanya.
"I Love You" bisik Bagas dengan hembusan Nafas yang membuat Dara merasakan sensai lain, tubuhnya merinding seketika.
"Tadi kamu marah ya?" Tanya Dara .
__ADS_1
"Hanya kesal saja" jawab santai Bagas yang masih merasakan dekapan itu.
Hebusan dan sentuhan Bagas membuat Dara mengeliat mengeluarkan suara pelan mendayunya, hal itu seketika menjadi respon yang sangat kuat untuk Bagas melakukan hal yang lebih.
Bagas memutar tubuh isterinya hingga keduanya kini saling berhadapan. Bagas menyelipkan rambut indah isterinya di balik telinga Dara, lagi-lagi sentuhan lembut itu membuat Dara melayang perlahan.
Bagas mengusap lembut pipi Dara hinga ke arah dagunya, ia menarik lembut hingga kedua bibir keduanya menyatu.
Bagas merasa tubuhnya semakin terasa panas, hingga hawa panas itu pun juga mulai dirasakan oleh Dara.
Langkah Bagas membawa Dara hingga Dara berbaring di atas ranjang.
Mereka salinf menatap Dara malu atas tatapan yang juga suaminya berikan, salah tingkah dan tidak paham ia harus melakukan apa saat ini selain pasrah.
Dari sudut manapun kamu cantik, membuatku selalu merasa jatuh cinta saat menatap mu, Dara.. ucapan itu berbisik dengan sendiri nya dari relung hati Bagas.
Bagas bergerak dengan cepat, kecupannya tak hanya pada bagian wajahnya saja, Bagas cukup cekatan mengabsen setiap inci bagaian dari Dara.
Suara serak pelan mendayu lembut menambah bara api pada Bagas yang membuatnya semakin sulit mengintrol dirinya, satu per satu pengait busana Dara terlepas.
Dara mulai kesulitan mengontrol dirinya, suara mendayu manjanya hingga ia berontak kecil merupakan respon dari sentuhan spontanitas Bagas.
"Aku ingin melakukannya, sekarang" bisik Bagas, lalu ia pandangi wajah Dara nampak sedikit kecemasan saat itu.
"Kamu takut sakit?" Tanya Bagas lembut sambil mengusap lembut rambut isterinya.
"Sakit pasti, tapi aku akan melakukannya pelan-pelan.." ucap Bagas.
"Lakukan, ini adalah hakmu.. aku miliku saat ini dan selamanya" ucap Dara membuat Bagas tersenyum lebar.
Bagas kembali membuat Dara mengeliat atas perlakuan suaminya, menyentuh, mengecup h bagian tertntu yang mampu membuat Dara tidak dapat mengkontrol dirinya sendiri.
'
Malu, cangung namun mereka saling mengagumi ke indahan yang sebelumnya tak pernah mereka lihat.
"Percaya padaku" Ucap Bagas meyakinkan Dara.
Dara memejamkan matanya, jantungnya berdebar cukup kencang, tubuhnya sudah siap menahan rasa sakit yang entah seperti apa rasanya.
"Aw.. Sakit"
Keluh Dara meski Bagas belum sempurna melakukannya.
"Belum sepenuhnya, sayang" ucap Bagas.
"Belum semua tapi sudah terasa sakit, Mas" ucap Dara.
yaa wajar saja Dara mengeluhkan rasa sakit itu, dan hal ini tidak pernah aku dengar dari sosok Mawar sejak awal kita menikah dan melakukan hal ini.
"Pelan-pelan aja" ucap Dara.
__ADS_1
"Hmm, aku akan melakukan nya dengn satu kali hentakan, agar tidak terasa sakit yang berulang-ulang... yaa?"
Bagas meyakinkan Dara, kedua tangan Dara mengepal selimut tebal dengan cukup erat.
Dan benar saja, Dara menjerit cukup kencang saat dengan sempurna Bagas menacapkan keperkasaanya.
Bagas berdiam sejenak, memberi ketenangan pada Dara.
"Hanya sebentar saja sakitnya, aku akan merubah rasa sakit itu.. percaya padaku" Bags meyakinkan Dara.
Dara tidak memberikan jawaban apapun, hingga Bagas memberikan pergerakan inti dengan penuh bersemangt dan bergairah.
Rasa sakit itu seolah hilang perlahan, tergantikan dengan sebuah kenikmatan yang tidak dapat ia ungkpkan dengan kata-kata.
Bagas sudah mencapi puncak ******* setelah tubuhnya bercucuran keringat, terdengar suara Dara yang juga terdengar begitu mengairahkan.
Mencapai puncaknya dengan rasa lelah, Bagas merebahkan tubuhnya di samping tubuh isterinya, kecupan manis mendarat di seluruh wajah Dara.
"Terimakasih, aku mendapatkan Daraku" ucap Bagas sambil memeberi kecupan di bibir indah isterinya.
"Masih sakit? Tanya Bagas dan Dara hanya menganguk menjawab pertanyaan Suaminya.
"Nanti akan hilang sayang, kita harus sering melakukannya" ucap Bagas membuat Dara memberi cubitannya di paha suaminya.
"Aww.. sakit loh sayang"
"Sama aku juga sakit" ucapnya mengundanv tawa Bagas.
"I love you " ucap Bagas dan di jawab dengan perasaan yang sama oleh Dara.
Keduanya benar-benar merasa lelah atas aktivitas pertama yang mereka lakukan, hingga keduanya terlelap di balik selimut putih mereka tanpa sehelai pakaian yang mereka kenakan.
*
*
*
Buk ibu... ga panas kan yaa😣
aku up di jam 18.30 yaa, sudah buka puasa.. hehe
SELAMAT BERLIBUR..
HAPYY IED MUBARAK,
MOHON MAAF LAHIR BATIN ALL.
Dari Saya Mei, dan MTeam..
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1